Osphronemidae, Indonesia

Betta mandor

Betta mandor

Nama lain: Cupang mandor, Cupang alam mandor, Wild betta mandor

Suhu
24–28°C
pH
4–6
Kesadahan (dGH)
0–3
Ukuran
5 cm
Tingkat kesulitan
Sulit 7/8

Diterjemahkan dan dirangkum dari BW Aquatics. Diperbarui 2026-10-29.

Cek kecocokan dengan spesies lain →

Info singkat

  • Daftar Merah IUCN: Rentan (Vulnerable), terancam oleh hilangnya habitat dan kerusakan rawa gambut
  • Ukuran: ikan dewasa mencapai panjang total sekitar 4,5–5 cm
  • Suhu: 24–28 °C
  • pH: 4,0–6,0
  • GH: ≤ 3 °d
  • KH: ≤ 1 °d
  • TDS: < 100 ppm

Menurut BW Aquatics

Layak dibeli?

Ikan ini hasil tangkapan alam, jadi harap berhati-hati. Pastikan akuarium dan habitatnya sudah siap sebelum membeli.

Di alam, ikan ini sangat rentan, dan sebaiknya hanya dipelihara oleh penghobi yang sudah benar-benar berpengalaman memelihara spesies rawa gambut.

Menurut BW Aquatics

Kondisi air seperti apa?

Kondisi ideal adalah air hitam (blackwater) yang lunak dan asam: pH 4,0–6,0, GH ≤ 3 °d, KH ≤ 1 °d, TDS < 100 ppm. Suhu: 24–28 °C; suhu yang stabil mendukung warna yang kuat dan aktivitas pemijahan.

Menurut BW Aquatics

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Sediakan lapisan serasah daun yang tebal, kayu (driftwood), botanical, dan tanaman apung untuk menciptakan keteduhan dan meniru lingkungan rawa gambut alaminya. Arus lemah atau tanpa arus lebih disukai. Pencahayaan redup dan tanaman yang rapat sangat dianjurkan.

Menurut BW Aquatics

Diberi pakan apa?

Karnivora. Berikan beragam pakan hidup atau beku seperti jentik nyamuk, kutu air, cacing grindal, artemia, dan cacing darah. Setelah beradaptasi, ikan ini mungkin mau menerima pelet mikro atau granul lunak berkualitas tinggi, meski pakan hidup sangat meningkatkan kondisi, warna, dan performa pemijahan.

Menurut BW Aquatics

Foto: BW Aquatics, digunakan dengan izin

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Paling baik dipelihara berpasangan atau dalam kelompok kecil di akuarium dengan banyak struktur. Jantan bisa menunjukkan perilaku teritorial, terutama saat pemijahan, tetapi B. mandor umumnya kurang agresif dibanding beberapa spesies kerabatnya bila tersedia cukup tempat berlindung. Teman satu akuarium, jika ada, sebaiknya spesies air lunak yang sangat kecil dan damai seperti Boraras, Sundadanio, atau ikan loach Pangio berukuran kecil.

Menurut BW Aquatics

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan memiliki warna tubuh merah kecokelatan yang pekat, kilau biru metalik, dan pola garis melintang gelap yang jelas, sedangkan betina lebih kecil dan warnanya lebih kalem, tetapi tetap berpola menarik.

Menurut BW Aquatics

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Betta mandor termasuk tipe pengeram mulut (mouthbrooder) yang dierami oleh jantan. Saat kawin, jantan melilit betina dalam pelukan yang lembut, lalu mengumpulkan telur ke dalam mulutnya untuk dierami. Jantan mengerami telur selama 10–14 hari, tergantung suhu, dan sebaiknya tidak diganggu selama masa ini. Burayak dilepaskan dalam keadaan sudah terbentuk sempurna dan langsung bisa memakan baby artemia yang baru menetas, cacing mikro (microworm), atau moina.

Menurut BW Aquatics

Di mana habitat aslinya?

Betta mandor ditemukan di rawa gambut berair hitam (blackwater) di kawasan hutan Kalimantan Barat, Borneo (Indonesia).

Menurut BW Aquatics

Habitat alami

Ikan ini menghuni genangan dangkal yang teduh dan penuh serasah daun, serta anak sungai berarus lambat, dengan air yang sangat lunak, asam, dan kaya zat humat.

Menurut BW Aquatics

Catatan

Sebagai Betta mandor hasil tangkapan alam, ikan ini sensitif terhadap perubahan pH, kesadahan, dan suhu yang mendadak. Lakukan aklimatisasi secara perlahan dan pertahankan air yang lunak, asam, dan kaya tanin dengan fluktuasi seminimal mungkin. Sediakan banyak struktur—akar, daun, gua, dan botanical—untuk mengurangi stres dan mendukung perilaku alaminya. Awasi interaksi antarjantan dengan cermat, terutama saat pemijahan. Akuarium blackwater yang tenang, redup, dan sudah matang sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang.

Menurut BW Aquatics