Java Fern

Microsorum pteropus

Tingkat kesulitan
Mudah
Cahaya
Lemah
CO₂
Tidak perlu
Kecepatan tumbuh
Lambat
Posisi
Menempel di batu, kayu, Latar tengah

Info singkat

Java Fern adalah salah satu tanaman air yang paling banyak dipakai di akuarium tanaman di seluruh dunia. Pertumbuhannya yang lambat, bentuk daunnya yang khas, dan cara berkembang biaknya membuat tanaman ini sangat digemari. Java Fern tahan di hampir semua kondisi pencahayaan dan berbagai lingkungan, mulai dari air lunak yang asam sampai air basa, bahkan akuarium air payau.

Varietas lainnya antara lain Java Fern Trident, Needle Leaf, 'Windelov', dan Narrow Leaf. Kebutuhan tumbuhnya semua sama.

Menurut Aquarium Co-op

Bagaimana cara merawatnya?

Cara menanamnya mudah: cukup masukkan ke dalam air, nanti tanaman akan mulai tumbuh. Tanaman ini bisa dibiarkan mengapung atau menempel pada benda yang bisa dicengkeram akarnya. Akarnya juga bisa dibenamkan di kerikil, atau tanamannya diikat ke kayu, batu, atau dekorasi lain.

Salah satu cara yang paling praktis adalah memakai lem super jenis gel: oleskan setetes lem pada dekorasi, tempelkan tanaman dan tahan selama 30 detik, lalu biarkan mengering di udara selama 3 menit lagi sebelum dimasukkan ke akuarium.

Jangan membenamkan rimpangnya (bagian tanaman yang mirip ranting). Semua akar dan daun tumbuh dari rimpang ini, dan kalau tertimbun kerikil atau pasir, rimpangnya akan membusuk. Tanaman ini tidak membutuhkan substrat, jadi sangat cocok untuk akuarium tanpa dasar (bare bottom).

Karena pertumbuhannya lambat, banyak orang hanya melakukan satu kali pemangkasan besar dalam setahun. Jangan memangkas terlalu banyak sekaligus atau memulai akuarium dengan tanaman ini secara sembarangan, karena tanaman ini bisa kalah bersaing dengan alga. Pasukan pemakan alga yang memadai akan membantu, dan tanaman ini bisa ditanam bersama tanaman yang tumbuh lebih cepat seperti Vallisneria. Kalau alga yang menang, petik beberapa helai daun lalu apungkan di wadah berisi air di bawah cahaya. Setelah tunas anakan terbentuk, ambil anakan tersebut lalu mulai tanam lagi di akuarium yang bebas alga.

Menurut Aquarium Co-op

Java fern 'windelov'
Foto: Aquarium Co-op, digunakan dengan izin

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Hampir semua lampu bisa dipakai, spektrum atau wattnya tidak terlalu penting. Tanaman ini tumbuh paling baik dengan lampu 6700K. Cahaya rendah sampai sedang-tinggi sudah ideal. Pada cahaya yang sangat terang, daunnya bisa terbakar atau meleleh. Tanaman ini bisa bertahan dengan cahaya yang sangat sedikit, sampai-sampai ada akuaris yang lupa meninggalkannya di ember selama beberapa minggu dan tanamannya tetap hidup.

Menurut Aquarium Co-op

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Tunas anakan kecil tumbuh di tepi daun. Setelah cukup besar, anakan ini lepas dan menempel di mana pun ia jatuh. Daunnya juga bisa dipatahkan lalu dibiarkan mengapung di akuarium. Kalau tanaman mulai mati, ia langsung menghasilkan anakan baru, kadang sampai 20 anakan per helai daun.

Menurut Aquarium Co-op

Catatan

Kebanyakan ikan tidak suka rasa Java Fern, jadi banyak ikan pemakan tanaman pun tidak akan memakannya. Daunnya tebal dan liat, sehingga tahan diganggu cichlid besar atau ikan mas koki. Ikan suka berenang menyelinap di antara tanaman ini.

Menurut Aquarium Co-op

Artikel yang menyebut tanaman ini