Cobitidae, Indonesia

Botia

Chromobotia macracanthus

Nama lain: Ikan botia, Clown loach, Bajubang, Langli

Suhu
24–29°C
pH
6–7,5
Kesadahan (dGH)
5–15
Ukuran
30 cm
Akuarium minimum
120 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 5/8

Diterjemahkan dan dirangkum dari The Spruce Pets. Diperbarui 2026-10-30.

Cek kecocokan dengan spesies lain →

Info singkat

  • Nama umum: Botia (clown loach)
  • Nama ilmiah: Botia macracantha
  • Famili: Cobitidae
  • Asal: Indonesia
  • Ukuran dewasa: sekitar 30 cm
  • Umur: 10–25 tahun
  • Sifat: Damai
  • Area berenang: Dasar
  • Ukuran akuarium minimal: sekitar 380 liter
  • Pakan: Karnivora
  • Pemijahan: Bertelur (jarang berhasil dipijahkan di akuarium)
  • Perawatan: Agak sulit
  • pH: 6–7,5
  • Kesadahan: 5–15 dH
  • Suhu: 24–29 °C

Botia adalah ikan bergerombol yang damai, bisa tumbuh hingga sekitar 30 cm dan hidup 10–25 tahun. Ikan ini berasal dari Indonesia dan menyukai perairan yang teduh dan berarus lambat dengan banyak tempat bersembunyi. Botia bisa sensitif terhadap kualitas air dan rentan terkena penyakit bintik putih (white spot), sehingga membutuhkan air yang bersih, kaya oksigen, dan hangat.

Menurut The Spruce Pets

Layak dibeli?

Hampir semua botia yang dijual untuk akuarium merupakan hasil tangkapan alam. Saat membeli botia, pilih hanya yang warnanya cerah dan panjangnya sudah minimal beberapa sentimeter (sekitar 5 cm ke atas). Di toko, perhatikan baik-baik akuariumnya untuk memastikan akuarium itu terawat dan ikan-ikannya tampak nyaman dan sehat. Kalau terlihat ada ikan yang mati, hindari akuarium tersebut; besar kemungkinan botia yang dibeli sudah terinfeksi parasit penyebab penyakit bintik putih.

Menurut The Spruce Pets

Butuh akuarium seberapa besar?

Botia adalah ikan bergerombol berukuran besar dan cukup aktif. Dibutuhkan akuarium besar dengan ruang yang luas agar botia bisa bergerak dengan leluasa. Ukuran akuarium minimal: sekitar 380 liter.

Menurut The Spruce Pets

Kondisi air seperti apa?

pH 6–7,5; kesadahan 5–15 dH; suhu 24–29 °C.

Menurut The Spruce Pets

Bagaimana cara merawatnya?

Setiap ekor botia sebaiknya punya beberapa tempat persembunyian; botia sangat suka ruang tertutup dan kadang "bersembunyi" di dalam gua, pipa, dan celah-celah lainnya. Tempat persembunyian bisa dibuat dari kayu atau batu; tanaman air yang kuat dan kokoh juga merupakan tambahan yang bagus.

Menjaga kualitas air tetap prima sangat penting untuk kesehatan botia. Pastikan air bersih, kaya oksigen, dan hangat dengan memakai sistem filter yang efisien dan rutin ganti air. Buat pencahayaan akuarium redup, dan gunakan substrat pasir yang lembut agar menyerupai habitat aslinya.

Botia sangat rentan terkena penyakit bintik putih; awasi baik-baik setiap kali ada ikan atau tanaman baru yang dimasukkan ke akuarium. Kalau sampai terinfeksi, perlu diingat bahwa botia, seperti halnya ikan lele/catfish, sangat sensitif terhadap beberapa jenis obat. Sering kali dosis obat harus dikurangi setengahnya agar aman. Baca informasi produk dengan teliti sebelum mengobati botia.

Menurut The Spruce Pets

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Gunakan sistem filter yang efisien, pencahayaan redup, dan substrat pasir yang lembut. Untuk mengamati botia saat sedang aktif, bisa dipertimbangkan lampu biru "moonlight" atau jenis pencahayaan kebiruan lainnya.

Menurut The Spruce Pets

Diberi pakan apa?

Botia menyukai pakan yang bervariasi, terutama pakan hidup seperti cacing. Botia juga bisa diberi cacing tanah, tetapi pastikan cacingnya berasal dari tanah yang bebas pestisida untuk menghindari kemungkinan racun. Idealnya, beri makan beberapa kali dalam porsi kecil sepanjang hari. Botia bahkan akan memakan siput-siput pengganggu yang muncul di akuarium.

Menurut The Spruce Pets

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Damai terhadap sesamanya maupun spesies lain, botia lebih suka punya teman untuk membentuk gerombolan. Hampir semua ikan yang tidak agresif cocok dijadikan teman satu akuarium. Karena lebih suka hidup berkelompok, sebaiknya pelihara empat ekor atau lebih dalam satu akuarium. Botia tidak suka cahaya terang, akan bersembunyi di antara tanaman atau batu, dan tidur di lubang, gua, serta tempat persembunyian lainnya.

Tidak seperti banyak spesies loach lain yang hanya aktif di malam hari, botia bisa aktif di siang hari, meskipun kemungkinan paling lincah di pagi hari dan setelah gelap. Lampu biru "moonlight" akan mendorong botia keluar untuk mencari makan di siang hari.

Seperti semua loach, botia punya duri tajam di bawah masing-masing matanya. Duri ini digunakan untuk pertahanan diri; di akuarium, duri ini bisa menusuk jari atau tersangkut di jaring, jadi berhati-hatilah saat menangani botia.

Menurut The Spruce Pets

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan bisa dikenali dari sirip ekornya yang lebih besar, membentuk huruf V yang lebih runcing, dan warnanya lebih cerah.

Menurut The Spruce Pets

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Botia jarang memijah di akuarium. Kalaupun betina sampai bertelur di akuarium, besar kemungkinan telurnya tidak dibuahi dan akan dimakan oleh si betina atau para jantan sebelum menetas. Kasus pemijahan di akuarium yang terdokumentasi sangat sedikit, sehingga hanya sedikit yang diketahui tentang perilaku dan kebutuhan pemijahannya.

Menurut The Spruce Pets

Di mana habitat aslinya?

Botia berasal dari sungai-sungai beserta anak sungainya di Malaysia, Borneo, Sumatra, dan Kalimantan. Di Indonesia dan Borneo, ikan ini juga dimakan sebagai ikan konsumsi, dan di sana ukurannya bisa mencapai lebih dari 30 cm.

Menurut The Spruce Pets

Habitat alami

Pada musim pemijahan, botia bermigrasi ke area hutan hujan yang tergenang, tempat air lunak berwarna seperti teh mengalir melalui sungai-sungai kecil berawa yang arusnya lambat. Botia menyukai perairan yang dinaungi tanaman berdaun lebat dan dasarnya dipenuhi serasah tumbuhan, seperti daun gugur, ranting, dan dahan.

Menurut The Spruce Pets

Catatan

Botia memiliki moncong panjang dan runcing yang dikelilingi sungut-sungut yang peka. Tubuhnya melengkung, panjang, dan ramping. Warna tubuhnya oranye cerah hingga kuning, sedangkan sirip dan ekornya merah cerah. Ada dua pita hitam lebar berbentuk V di sisi tubuhnya dan pita hitam ketiga yang melintang vertikal melewati mata. Botia kadang disebut ikan tak bersisik, padahal sebenarnya punya sisik-sisik kecil yang tertanam di kulitnya.

Menurut The Spruce Pets

Video

  • Why Clown Loaches are EPIC AQUARIUM FISH ! (Chromobotia Macracanthus) W/ Freshwater Joe !7:03, EN

  • Clown Loach Care Guide - Aquarium Co-Op6:38, EN

  • Species Special: Clown Loach (Chromobotia Macracanthus)8:33, EN-US

  • Clown Loach - Chromobotia macracanthus (Botia macracantha)0:27, EN