Varietas ikan hias, varietas dari Cupang

Cupang Serit (Crowntail)

Nama lain: Crowntail betta

Suhu
24–27°C
Rentang yang disarankan semua sumber
  • Crowntail Betta: Dòng cá betta đuôi tưa tuyệt đẹp – Wiki Cá Cảnh (bahasa Vietnam): 24–28°C
  • Crowntail betta – Aquariadise: 24–27°C
pH
6,4–7
Rentang yang disarankan semua sumber
  • Crowntail Betta: Dòng cá betta đuôi tưa tuyệt đẹp – Wiki Cá Cảnh (bahasa Vietnam): 6–8
  • Crowntail betta – Aquariadise: 6,4–7
Kesadahan (dGH)
5–20
Ukuran
3–3,5 cm
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
  • Crowntail Betta: Dòng cá betta đuôi tưa tuyệt đẹp – Wiki Cá Cảnh (bahasa Vietnam): 3–3,5 cm
  • Crowntail betta – Aquariadise: 6,4 cm
Akuarium minimum
20 cm

AquaTome merangkum dari 9 sumber (peternak, artikel, forum), lalu menulis ulang dengan kata-kata sendiri. Diperbarui 30/10/2026.

Foto Cupang Serit (Crowntail)

Ringkasan

Cupang serit (crowntail) adalah bentuk ekor hasil tangkaran dari cupang Betta splendens. Jari-jari siripnya menjulur melewati selaput sirip yang menyusut, jadi siripnya tampak runcing seperti mahkota.

Satu sumber menganggapnya lebih sulit dirawat daripada tipe ekor lain, karena jari-jari sirip yang panjang mudah melengkung dan rusak kalau kualitas air buruk.

Sebelum membeli, periksa apakah jari-jarinya lurus, rata dan simetris, dan apakah sirip punggung serta sirip anal serasi dengan ekornya.

Asal-usul

Cupang serit dikembangkan oleh penangkar Indonesia Achmad Yusuf (Iyus) di Slipi, Jakarta Barat, pada tahun 1997. Yusuf menamainya "cupang serit". Henri Gunawan kemudian memamerkannya di sebuah kontes IBC dengan nama "Crowntail". Sumber lain juga mencatat bentuk ekor ini muncul tahun 1997 dan menyebut Ahmad Yusuf sebagai orang yang memperkenalkannya. Semua sumber sepakat bahwa ini varietas tangkaran Betta splendens, bukan ikan silangan antarspesies.

Satu sumber mencantumkan beberapa negara Asia Tenggara sebagai asalnya. Kemungkinan besar daftar itu menunjukkan tempat ikan ini dibudidayakan sekarang, bukan tempat ia pertama kali diciptakan.

Mengenali Cupang Serit dan Galurnya

Ciri utamanya adalah jari-jari sirip yang menjulur melewati selaput sirip yang menyusut, sehingga sirip tampak berduri seperti mahkota atau sisir. Menurut satu standar, ikan baru tergolong crowntail kalau penyusutan selaputnya minimal 33% dari panjang jari-jari pada sirip ekor, sirip anal dan sirip punggung. Penyusutan sekitar 50% dianggap ideal.

Ikan yang bagus punya juluran yang rata panjangnya dan teratur jaraknya, dengan sirip punggung dan sirip anal yang mengikuti pola ekor. Juluran yang keriting atau bengkok, panjang yang tidak rata, dan jari-jari yang menyimpang dihitung sebagai cacat. Sebagian pembeli juga mencari ekor yang terbelah rata dengan jari-jari membentuk huruf V, jari-jari sirip anal yang lurus dan sejajar, sirip punggung yang tidak tertekuk, serta sirip perut yang bergerigi.

Galur menurut pola jari-jari:

  • Single ray (SR): setiap segmen sirip berujung satu juluran, dan penyusutan selaputnya rata.
  • Double ray (DR): selaput di antara cabang jari-jari juga terpotong dalam, sehingga durinya berpasangan. Galur ini sangat dihargai penangkar.
  • Double-double ray (DDR): jari-jari bercabang menjadi empat juluran.
  • Cross ray (CR): pasangan juluran melengkung saling menyilang.
  • Random ray (RR): campuran berbagai pola yang tidak tetap.

Sifat "mahkota" ini bisa digabung dengan tipe ekor lain. Hasil silangan crowntail dengan halfmoon disebut half-sun (CTHM). Cupang serit dikenal sebagai ikan yang aktif, penuh energi dan agresif.

Perawatan

Angka perawatan dari dua sumber berbeda:

ParameterSumber ASumber B
Suhu24–28 °C24,4–26,7 °C
pH6–86,4–7
Kesadahan (GH)5–20–
Ukuran ikan3–3,5 cm6,4 cm
Wadah minimal5 L atau panjang 20 cmsekitar 38 L (10 galon AS)

Sumber A menyarankan wadah minimal 5 L atau sepanjang 20 cm supaya sirip yang panjang tidak rusak. Sumber B menyarankan akuarium minimal sekitar 38 L, sebaiknya yang panjang dan dangkal, karena sirip yang berat membuat ikan lebih susah berenang ke permukaan. Sumber B juga menyarankan tutup yang rapat.

Sirip yang tipis sangat peka terhadap air yang buruk. Amonia tinggi bisa membuat jari-jari sirip melengkung atau mengerut secara permanen, jadi air harus bersih dan stabil. Para penghobi menyebut kualitas air lebih penting untuk crowntail daripada untuk tipe ekor lain. Konon ada penangkar Thailand yang menjemur ikan berjari-jari bengkok di bawah sinar matahari, tetapi ini hanya cerita dari mulut ke mulut.

Pakan: satu sumber menyarankan campuran pelet tenggelam yang bagus dan pakan beku untuk mencegah sembelit. Sumber lain menyebut ikan ini juga mau makan pakan hidup seperti cacing darah, jentik nyamuk dan udang kecil, selain pelet.

Teman setangki: jangan pernah memelihara dua jantan bersama. Ikan dasar yang tenang seperti Corydoras, siput, dan udang berukuran besar cocok jadi teman. Hindari ikan penggigit sirip, ikan yang berenang cepat, dan ikan berwarna cerah seperti guppy.

Pemijahan

Cupang serit memijah seperti Betta splendens lainnya. Jantan membangun sarang busa dan menjaga telurnya. Burayak menetas dalam sekitar 48 jam. Mula-mula burayak makan infusoria, lalu artemia dan cacing mikro (microworm). Karena masih satu spesies, keturunannya subur sepenuhnya.

Sumber-sumber tidak sepakat soal pewarisan sifatnya. Satu sumber hobi menyebut gen crown bersifat resesif, atau mungkin intermediet, dan mengatakan sebagian ikan berekor tunggal yang membawa gen ini menunjukkan jari-jari yang sedikit menjulur. Satu sumber toko menyebut faktor crowntail diwariskan secara dominan. Perkawinan crowntail dengan crowntail umumnya menghasilkan anakan crowntail, tetapi kualitas siripnya bergantung pada genetika induknya.

Betina bisa sangat penuh telur, dan ini dapat menyebabkan perut kembung dan telur tertahan (egg-binding).

Kesehatan

  • Kerusakan sirip: jari-jari yang terbuka mudah terserang jamur, dan ujungnya bisa rontok. Lengkungan akibat amonia tinggi bersifat permanen. Satu sumber mencatat jari-jari yang panjang cenderung melengkung atau berubah bentuk kalau tidak dirawat dengan cermat, sehingga galur ini dianggap lebih sulit dipelihara daripada tipe ekor lain.
  • Sembelit: crowntail cenderung mengalami sembelit kronis, yang bisa berlanjut menjadi kembung dan dropsy. Satu sumber menyarankan puasa 48 jam untuk mengatasi sembelit.
  • Tumor sirip: tumor dapat muncul di sirip.
  • Mata menonjol: seorang penangkar berpengalaman melaporkan mata menonjol pada crowntail. Kelihatannya seperti pop-eye, tetapi bukan infeksi. Ia menduga ini gangguan tekanan mirip glaukoma yang mungkin menyebabkan kebutaan.
  • Penyakit bintik putih (white spot): satu sumber menyarankan obat ditambah menaikkan suhu ke sekitar 28 °C selama empat hari.

Memilih dan Membeli

  • Pilih ikan dengan jari-jari yang lurus, rata dan simetris, tanpa ujung yang keriting atau bengkok.
  • Pastikan sirip anal dan sirip punggung serasi dengan ekor, dan penyusutan selaput terlihat di ketiga sirip itu.
  • Periksa apakah ekor terbelah rata, sirip punggung tidak tertekuk, dan jari-jari sirip anal lurus.
  • Kalau membeli online, ikan tidak bisa diperiksa langsung sebelum dibeli.

Tanya jawab

Siapa yang pertama kali membuat cupang serit?

Penangkar Indonesia Achmad Yusuf (Iyus) di Slipi, Jakarta Barat, pada tahun 1997. Henri Gunawan kemudian memamerkannya di kontes IBC dengan nama "Crowntail".

Apakah cupang serit sulit dirawat?

Satu sumber menganggapnya lebih sulit daripada tipe ekor lain. Jari-jari siripnya mudah melengkung atau rusak, dan amonia tinggi bisa membuat jari-jari melengkung secara permanen. Karena itu air harus bersih dan stabil.

Berapa ukuran wadah yang dibutuhkan?

Sumbernya berbeda. Satu sumber menyebut minimal 5 L atau wadah sepanjang 20 cm. Sumber lain menyarankan minimal sekitar 38 L, sebaiknya akuarium yang panjang dan dangkal dengan tutup rapat.

Apakah anakan cupang serit pasti serit juga?

Perkawinan crowntail dengan crowntail umumnya menghasilkan anakan crowntail, tetapi kualitas siripnya bergantung pada genetika induk. Sumber juga berbeda soal apakah sifat ini resesif atau dominan.

Apa beda single ray dan double ray?

Pada single ray, setiap segmen sirip berujung satu juluran. Pada double ray, selaput di antara cabang jari-jari juga terpotong dalam, sehingga durinya berpasangan. Double ray sangat dihargai penangkar.

Sumber

  1. Creator of Crowntail (aqualimul blog, 2009)
  2. Tail types: the crowntails – Jessie L Bettas
  3. Crowntail Betta: Dòng cá betta đuôi tưa tuyệt đẹp – Wiki Cá Cảnh (bahasa Vietnam)
  4. Phân loại chủng loại cá Betta cơ bản – BettaSales.net (bahasa Vietnam)
  5. Crowntail betta – Aquariadise
  6. Defining a good crowntail (Bettautiful blog, 2012)
  7. Betta splendens Crowntail Black – Aquarium Glaser
  8. Keeping your crowntail's rays straight – FishForums.net
  9. Crowntail Bettas 101 – Wild Betta Blog