Acorus

Acorus gramineus

Tingkat kesulitan
Mudah
Cahaya
Sedang
CO₂
Opsional
Kecepatan tumbuh
Lambat
Posisi
Latar tengah, Latar belakang

Info singkat

  • Nama umum: Japanese sweet flag
  • Nama lain: Japanese rush, Grassy-leaved sweet flag, Slender sweet-flag, Dwarf sweet flag
  • Tingkat kesulitan: Mudah
  • Pencahayaan: Sedang
  • pH optimal: 6,0–8,0
  • GH optimal: 4–20
  • Suhu optimal: 18–22 °C
  • Substrat: Kaya nutrisi
  • Bisa ditanam emersed: Ya
  • Laju pertumbuhan: Lambat
  • Posisi di akuarium: Midground dan background
  • Ukuran akuarium: lebih dari 25 cm
  • Perlu pupuk: Ya
  • CO2: Opsional
  • Perbanyakan: Melalui rimpang
  • Warna: Hijau

Menurut Aquarium Breeder

Butuh akuarium seberapa besar?

Karena ukurannya cukup besar, Acorus gramineus hanya cocok untuk akuarium (atau paludarium) yang lebih besar, mulai dari 80 liter.

Namun, bahkan di akuarium sebesar itu pun, lama-kelamaan tanaman ini bisa tumbuh begitu besar sehingga mau tidak mau harus dipangkas dan dipecah.

Menurut Aquarium Breeder

Location taken: Lilypons Water Gardens, Adamstown MD, USA. Names: Acorus gramineus 'Ogon' Sol. ex Aiton, Dwarf Golden Sweetflag, Golden Variegated Sweet Flag, Grassy-Leaved Sweet Flag, Japanese Rush,
Foto: Photo by David J. Stang, CC BY-SA 4.0

Kondisi air seperti apa?

Suhu: Acorus gramineus adalah tanaman yang sangat tangguh. Tanaman ini tahan pada rentang suhu yang lebar (4–30 °C). Namun, suhu idealnya adalah 18–22 °C.

pH: pH 6,0–8,0 dianggap optimal untuk menanam tanaman ini.

Kesadahan: Tanaman ini juga bisa beradaptasi dengan rentang kesadahan air yang lebar (GH 4–20).

Menurut Aquarium Breeder

Bagaimana cara merawatnya?

Di Paludarium

  • Penyiraman: Tanaman lahan basah ini butuh air lebih banyak dibanding kebanyakan spesies. Rimpangnya tidak boleh sampai kering. Jaga media tanam tetap lembap, dan pertimbangkan untuk menaruh potnya di atas wadah dangkal berisi air.
  • Kelembapan: Kelembapan tinggi sangat penting. Letakkan tanaman di atas nampan berisi kerikil lembap sepanjang tahun dan semprot daunnya saat bulan-bulan yang lebih hangat.
  • Pemupukan: Beri pupuk cair standar setiap dua minggu selama musim semi dan musim panas.

Di Pot

  • Media tanam: Tanam di pot atau nampan dangkal dengan campuran gambut dan kompos, ditambah sedikit tanah.
  • Penyiraman: Pastikan tanah selalu lembap. Tanaman ini butuh kondisi yang terus-menerus lembap.

Di Akuarium

  • Perawatan: Hampir tidak perlu perawatan karena pertumbuhannya di bawah air lambat.

Penanaman

Dalam aquascape, Acorus gramineus hanya bisa dipakai sebagai tanaman background karena ukurannya yang lebih besar. Tanaman ini dengan mudah bisa menjadi titik fokus.

Cukup tanam cukup dalam di substrat agar tidak mengapung ke atas; tidak ada metode atau trik khusus dalam proses penanamannya.

Tanam potongan rimpang di substrat akuarium dengan jarak 25 x 25 cm. Pastikan terbenam sekitar 2,5 cm.

Perbanyakan

Acorus gramineus diperbanyak melalui rimpang.

Rimpang dipecah dengan memotong akarnya untuk membuat rumpun-rumpun yang lebih kecil, masing-masing dengan sistem akar yang sudah berkembang baik, sehingga bisa tumbuh dengan baik saat ditanam kembali.

Menurut Aquarium Breeder

Location taken: United States Botanic Garden, Washington D.C.. Names: Acorus gramineus 'Variegatus' , Dwarf Variegated Sweetflag, Grassy-Leaved Sweet Flag, Japanese Rush, Japanese Sweet Flag, Variegat
Foto: Photo by David J. Stang, CC BY-SA 4.0

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Pencahayaan

Acorus gramineus butuh pencahayaan sedang hingga tinggi. Lampu full spectrum selama 10–12 jam sehari umumnya sudah cocok.

Di akuarium, tanaman ini juga tahan pada cahaya yang lebih rendah. Di alam, tanaman ini bisa ditemukan tumbuh di area yang agak teduh. Jadi, kalau akuarium Anda low-tech, tanaman ini juga bisa jadi pilihan yang baik. Namun, laju pertumbuhannya akan jauh lebih lambat.

Arus

Tidak wajib, tetapi arus yang lembut membantu mencegah pertumbuhan alga dan menjaga tanaman lebih sehat karena oksigenasi dan distribusi nutrisi jadi lebih baik.

Meski begitu, tanaman ini tetap bisa tumbuh subur di air yang tenang.

Substrat

Acorus gramineus menyukai substrat yang gembur dan kaya nutrisi. Di alam, spesies ini tumbuh baik di tanah lempung berliat dan tanah aluvial ringan di tepian sungai.

CO2 dan Pemupukan

CO2: Tambahan CO2 berkontribusi pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman air secara keseluruhan, tetapi dalam hal ini tidak wajib karena spesies ini bisa tumbuh subur dengan atau tanpa CO2.

Pupuk: Sebaliknya, pupuk diperlukan. Pastikan rutin memberi pupuk tanaman ke air akuarium (2 kali seminggu) agar tanaman tetap dalam kondisi terbaik.

Penting: Jika Anda memelihara udang di akuarium bersama Acorus gramineus, kadar CO2 dan tembaga yang tinggi (kebanyakan pupuk mengandung tembaga) sangat berbahaya bagi udang.

Menurut Aquarium Breeder

Di mana habitat aslinya?

Acorus gramineus terutama ditemukan di Asia Timur, termasuk Korea, Tiongkok, dan Jepang. Namun, tanaman ini juga dilaporkan ada di Timur Jauh Rusia, Bangladesh, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, Thailand, Mongolia, India, dan Eropa Timur.

Di beberapa wilayah, seperti Inggris dan Virginia, Acorus gramineus bahkan dianggap sebagai spesies invasif.

Menurut Aquarium Breeder

Acorus gramineus 'Oborozuki' at the New York Botanical Garden
Foto: Krzysztof Ziarnek, Kenraiz, CC BY-SA 4.0

Habitat alami

Acorus gramineus biasanya ditemukan di lahan basah (terendam sebagian atau seluruhnya), terutama rawa dan tepian sungai, tempat tanahnya jenuh air.

Menurut Aquarium Breeder

Catatan

Deskripsi

Acorus gramineus adalah tanaman herba menahun akuatik hingga semi-akuatik dengan daun mirip rumput yang semi-hijau abadi. Tanaman ini tumbuh dengan bagian yang terendam (submersed) dan bagian yang muncul di atas air (emersed).

  • Ukuran: Tanaman ini umumnya mencapai tinggi 30–50 cm. Lebarnya sering sekitar 20–30 cm.
  • Daun: Daunnya sempit, mirip rumput, dan berbentuk pedang. Daun tersusun dalam dua baris, menyerupai kipas yang saling berhadapan, pipih, dan biasanya lebarnya 0,3–1 cm. Daunnya mengeluarkan aroma khas saat diremas.
  • Warna: Daunnya hijau cerah.
  • Rimpang: Acorus gramineus memiliki rimpang menjalar yang beraroma, tumbuh mendatar, dan bisa cukup tebal (hingga 1 cm) serta panjang (5–10 cm). Rimpangnya berwarna kuning pucat hingga kecokelatan di bagian luar dan putih di bagian dalam.
  • Bunga: Tanaman ini menghasilkan bunga kecil berwarna hijau kekuningan yang tidak mencolok, tersusun pada bulir silindris yang disebut tongkol (spadiks), yang biasanya tersembunyi di antara daun. Panjang tongkolnya sekitar 5–10 cm. Tanaman ini hanya berbunga saat terendam sebagian di air.
  • Bentuk pertumbuhan: Saat ditanam di paludarium dengan rimpang di atas air (bentuk emersed), Acorus gramineus menunjukkan tinggi khasnya dengan daun yang lebat dan tegak. Bentuk ini umum dipakai untuk tepi taman, kolam, dan restorasi lahan basah. Daunnya cenderung melengkung, memberi kesan anggun pada tanaman. Saat ditanam di akuarium atau sebagai tanaman terendam di taman air, Acorus gramineus cenderung lebih kecil dan lebih kompak. Daunnya bisa lebih pendek dan kurang kaku dibanding bentuk emersed. Kondisi terendam juga bisa memengaruhi laju pertumbuhan dan tekstur daun, membuatnya lebih lunak.

Varietas yang paling populer dari tanaman ini adalah Ogon (dikenal dengan daunnya yang keemasan dan mewah) dan Variegata (bercirikan daun hijau tua dengan tepi kuning pucat).

Masalah

  • Cahaya kurang: Tanaman ini menyukai pencahayaan yang baik. Namun, cahaya yang terlalu kuat juga bisa membuat daun terbakar dan rusak.
  • Terlalu padat: Baik di akuarium maupun paludarium, kondisi terlalu padat bisa membatasi ruang dan sumber daya, sehingga terjadi persaingan dan pertumbuhan terhambat.
  • Pertumbuhan lambat di bawah air: Di akuarium, pertumbuhannya yang lambat di bawah air mungkin menuntut kesabaran dan perawatan berkelanjutan agar tanaman bisa mapan dan tumbuh subur.
  • Tingkat kelembapan: Di paludarium, kelembapan rendah bisa membuat pertumbuhan kurang optimal. Acorus gramineus menyukai kelembapan tinggi.
  • Ujung daun mengering: Di paludarium, masalah yang umum adalah ujung daun mengering karena media tanam kurang lembap. Pastikan substrat selalu lembap untuk mencegah masalah ini.
  • Pemindahan: Jika perlu memindahkan tanaman ini atau mencabutnya untuk diperbanyak, lakukan dengan sangat hati-hati karena sistem akarnya luas dan kuat. Jangan mencabutnya dengan tangan, karena ini bisa mengacak-acak sebagian besar substrat di akuarium.

Manfaat

  • Aquascape: Acorus gramineus bisa menjadi tambahan dekoratif yang sangat baik untuk akuarium.
  • Tempat bersembunyi bagi ikan, burayak, dan udang: Acorus gramineus menjadi tempat berlindung dan peneduh yang bagus bagi invertebrata, katak kecil, dan ikan.
  • Tempat mencari makan: Menjadi sumber biofilm yang melimpah, pakan awal yang ideal bagi burayak dan anakan udang yang baru menetas.
  • Mencegah kantong gas: Acorus gramineus memiliki sistem akar yang berkembang baik yang membantu memecah kantong anaerob di substrat. Kantong hidrogen sulfida (H2S, gas yang berbau seperti telur busuk) bisa sangat berbahaya bagi ikan atau udang.

Karantina

Kecuali Anda benar-benar yakin Acorus gramineus aman, misalnya ditumbuhkan dalam kondisi steril/laboratorium (in vitro) dan cup in vitro-nya tidak rusak atau terbuka, jangan lupa mengarantina dan mendisinfeksinya terlebih dahulu untuk menghindari risiko kontaminasi dan keracunan.

JANGAN langsung memasukkan tanaman baru ke akuarium setelah dibeli.

  • Tanaman bisa membawa parasit, hama seperti siput, atau bahkan predator (nimfa capung, nimfa capung jarum, dll.).
  • Tanaman mungkin sudah mengandung residu bahan kimia (pestisida) untuk membasmi parasit, siput, dll. Bahan kimia ini sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lainnya.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Acorus gramineus adalah tanaman serbaguna yang beradaptasi dengan baik di lingkungan semi-akuatik maupun akuatik. Tanaman ini tidak menuntut soal kualitas air, sehingga ideal untuk pemula. Satu-satunya kekurangannya adalah tidak cocok untuk akuarium kecil.

Menurut Aquarium Breeder

Referensi

  • Park, Cheol Hyeong, Ki Hyun Kim, Il Kyun Lee, Seung Young Lee, Sang Un Choi, Jei Hyun Lee, and Kang Ro Lee. “Phenolic constituents of Acorus gramineus.” Archives of pharmacal research 34 (2011): 1289-1296.
  • Chen, Qi-Xiong, Jing-Kun Miao, Chun Li, Xiao-Wen Li, Xiao-Mei Wu, and Xiao-ping Zhang. “Anticonvulsant activity of acute and chronic treatment with a-asarone from Acorus gramineus in seizure models.” Biological and Pharmaceutical Bulletin 36, no. 1 (2013): 23-30.
  • Balakumbahan, Ramachandran, K. Rajamani, and K. Kumanan. “Acorus calamus: An overview.” Journal of Medicinal Plants Research 4, no. 25 (2010): 2740-2745.
  • Wu Zheng-yi, Peter H. Raven, Deyuan Hong (eds.): Flora of China. Volume 23: Acoraceae through Cyperaceae, Science Press and Missouri Botanical Garden Press, Beijing and St. Louis, 2010.

Menurut Aquarium Breeder