Marimo

Aegagropila linnaei

Tingkat kesulitan
Mudah
Cahaya
Lemah
CO₂
Tidak perlu
Kecepatan tumbuh
Lambat
Posisi
Latar depan

Info singkat

  • Jenis: Lumut
  • Asal: Kosmopolitan (tersebar luas di seluruh dunia)
  • Laju pertumbuhan: Lambat
  • Tinggi: 3–10+ cm
  • Kebutuhan cahaya: Rendah
  • CO2: Rendah

Menurut Tropica

Marimo moss ball sebenarnya bukan lumut dan juga bukan tanaman, melainkan sejenis alga hijau, Aegagropila linnaei, yang bentuknya yang khas terbentuk karena terus berguling-guling di dasar danau air tawar. Nama "marimo" dari bahasa Jepang kira-kira berarti "tanaman air yang mirip bola pantul".

Menurut Aquarium Co-op

Glon wielokomórkowy z gromady zielenic
Foto: Piotr719, CC BY-SA 3.0

Bagaimana cara merawatnya?

Saat baru mendapatkan marimo, bilas dengan air akuarium lalu masukkan ke dalam akuarium. Awalnya marimo mungkin mengapung, tetapi lama-kelamaan seharusnya tenggelam setelah menyerap cukup air.

  • Marimo menyukai cahaya rendah hingga sedang, jadi jauhkan dari sinar matahari langsung.
  • Kebanyakan artikel menyarankan suhu yang lebih sejuk karena habitat aslinya, tetapi banyak penghobi berhasil memeliharanya di akuarium cupang dengan suhu hingga 27 °C.
  • Gulung marimo perlahan dengan tangan setiap kali ganti air agar bentuknya tidak hilang.
  • Sesekali balik posisinya supaya semua bagian alga mendapat cahaya dan tidak mulai berubah cokelat.
  • Hewan pembersih seperti udang air tawar, siput, dan invertebrata lain pandai memunguti sisa pakan yang tersangkut di marimo.
  • Jika marimo mulai menumpuk kotoran, keluarkan dari akuarium, buang alga yang tidak diinginkan, lalu kibas-kibaskan perlahan di dalam ember berisi air akuarium.

Menurut Aquarium Co-op

Moss balls are a filamentous algae, typically sold as a decoration or for aquariums. Zebra mussels can hitchhike on moss balls. Photo by: Deborah Kornblut/USFWS
Foto: Alaska Region U.S. Fish & Wildlife Service, Public domain

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Marimo sangat mudah diperbanyak. Cukup peras air dari marimo, lalu potong menjadi dua dengan pisau atau gunting. Gulung gumpalan baru itu dengan tangan hingga membentuk bola-bola kecil, lalu ikat dengan benang jahit katun agar bentuknya tetap terjaga.

Pertumbuhannya sangat lambat, sekitar 5 mm per tahun. Kebanyakan marimo yang dijual di pasaran berukuran 5 cm atau lebih kecil. Beberapa sumber menyarankan penggunaan pupuk dan injeksi CO2 untuk mempercepat pertumbuhannya.

Menurut Aquarium Co-op

Moss balls are a filamentous algae, typically sold as a decoration or for aquariums. Zebra mussels can hitchhike on moss balls. Photo by: Deborah Kornblut/USFWS
Foto: Alaska Region U.S. Fish & Wildlife Service, Public domain

Di mana habitat aslinya?

Di Jepang, marimo liar bisa mencapai diameter 20–30 cm. Di alam, Aegagropila linnaei juga tumbuh sebagai hamparan datar di permukaan batu, filamen yang melayang bebas, atau lembaran berbulu di dasar danau.

Menurut Aquarium Co-op

Moss balls are a filamentous algae, typically sold as a decoration or for aquariums. Zebra mussels can hitchhike on moss balls. Be a responsible pet owner, don't let it loose! Photo by: Deborah Kornbl
Foto: Alaska Region U.S. Fish & Wildlife Service, Public domain

Catatan

Cladophora aegagropila sebenarnya bukan tanaman, melainkan bola alga dengan lebar 3–10 cm. Ini adalah pengecualian dekoratif dari aturan untuk menghindari alga dengan cara apa pun. Biasanya ditemukan di danau dangkal, tempat gerakan ombak membentuknya menjadi bulat. Di akuarium, marimo harus dibalik secara rutin agar bentuknya tetap terjaga. Cladophora aegagrophila bisa dibagi menjadi potongan-potongan kecil, yang lama-kelamaan akan membulat, atau membentuk karpet jika diikatkan pada akar dan batu. Dilindungi di beberapa wilayah Jepang.

Menurut Tropica

Marimo tidak harus selalu berbentuk bola. Para aquascaper ada yang membukanya menjadi karpet tebal, menyampirkannya di hardscape, atau memipihkannya untuk membuat bonsai bawah air. Ada juga yang meletakkannya di toples hias sebagai dekorasi rumah, bukan di akuarium.

Menurut Aquarium Co-op