
Gymnarchidae, Mesir
Aba Aba
Gymnarchus niloticus
Nama lain: Gymnarchus, Aba-aba, Upside-down knifefish, African knifefish
- Suhu
- 23–28°C
- pH
- 6,5–8
- Kesadahan (dGH)
- 10–25
- Ukuran
- 165 cm
- Akuarium minimum
- 360 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang 4/8
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.
Info singkat
Aba aba, Gymnarchus niloticus, adalah ikan predator besar dari sebagian besar wilayah utara Afrika dan merupakan satu-satunya spesies dalam genusnya. Karena sirip punggungnya yang memanjang, ikan ini juga dikenal dengan nama upside-down knifefish, padahal kekerabatannya lebih dekat dengan kelompok mormyrid. Ikan ini memakai sinyal listrik lemah untuk bernavigasi dan berkomunikasi. Ukurannya bisa mencapai 165 cm dan sifatnya sangat agresif, jadi ikan ini sama sekali tidak cocok untuk akuarium rumahan dari sisi mana pun.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Secara teoretis, dibutuhkan akuarium yang benar-benar raksasa untuk menampung ikan dewasa yang sudah tumbuh penuh, kira-kira berukuran 360 × 120 × 180 cm. Volume sekitar 7.800 liter baru bisa dibilang cukup. Ikan muda memang bisa dipelihara di akuarium yang lebih kecil, tetapi pertumbuhannya sangat cepat kalau diberi pakan dengan benar. Ikan ini sebaiknya diserahkan saja kepada akuarium publik atau segelintir kecil penghobi yang punya fasilitas untuk memelihara makhluk sebesar ini.1
Kondisi air seperti apa?

Bagaimana cara merawatnya?
Ikan ini menyukai akuarium yang pencahayaannya redup, dengan area tanaman yang rapat serta potongan kayu besar dan akar-akar berliku sebagai tempat berlindung. Semua dekorasi tentu harus ditanam atau diberi pemberat dengan kuat. Filter eksternal yang bertenaga dan efisien juga wajib, tetapi gerakan air sebaiknya dibuat seminimal mungkin. Filter sump sejauh ini adalah pilihan terbaik, karena ikan ini cenderung merusak peralatan apa pun yang ada di dalam akuarium, seperti heater dan sejenisnya.1
Diberi pakan apa?
G. niloticus adalah karnivor, dan di alam terutama memangsa ikan lain serta invertebrata air. Ikan di akuarium mau menerima sebagian besar pakan berdaging, baik hidup maupun beku, seperti fillet ikan, udang, kerang, dan cacing tanah. Tidak perlu memberi ikan hidup atau daging mamalia seperti jantung sapi. Daging mamalia, terutama jantung sapi, justru merugikan kesehatan ikan dalam jangka panjang. Ada beberapa individu yang diketahui mau makan pakan kering, tetapi itu pengecualian, bukan hal yang umum. Kemungkinan ikan muda lebih mudah dibiasakan dengan pakan kering.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Ikan ini sama tidak cocoknya untuk akuarium komunitas seperti halnya untuk penghobi. Sifatnya sangat predator, sangat agresif, dan teritorial. Mulutnya juga penuh gigi tajam dengan gigitan yang sangat kuat. Percobaan mencampur ikan muda dengan spesies lain biasanya hanya berhasil paling lama beberapa bulan, dan selalu berakhir dengan bencana dalam kadar tertentu. Kalaupun tidak langsung membunuh teman setangkinya, ikan ini sering membuat mereka cacat permanen. Entah kenapa, mata menjadi sasaran utamanya. Bahkan ikan yang jauh lebih besar pun tidak aman dan bisa kehilangan potongan dagingnya atau dicabik-cabik begitu saja. Ikan ini juga sama sekali tidak toleran terhadap sesama jenisnya. Pelihara sendirian, hanya satu ekor. Begitu panjangnya mencapai sekitar 30 cm, ikan ini juga tidak akan ragu menyerang Anda! Harus ekstra hati-hati saat memberi pakan atau merawat akuarium. Gigitan ikan yang baru berukuran 60 cm pun bisa dengan mudah memutus jari.1
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Tidak diketahui.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?
Tidak mengherankan, ikan ini belum pernah dipijahkan di akuarium. Di alam, ikan ini bermigrasi ke daerah yang tergenang banjir saat musim hujan dan memijah di antara tumbuhan air di area yang kaya mikroorganisme. Saat memijah, ikan jantan membuat sarang busa yang besar, tempat telur-telur diletakkan. Konon telur menetas dalam sekitar 5 hari, dan setelah itu induknya tidak menjaga telur maupun anaknya.1
Di mana habitat aslinya?
Wilayah sebaran alaminya sangat luas, mencakup sebagian besar wilayah utara Afrika. Ikan ini tercatat ada di Mesir, Sudan, Kenya, Chad, Kamerun, Nigeria, Niger, Senegal, Benin, Ghana, Sierra Leone, Gambia, dan Mauritania. Karena sebarannya agak terputus-putus, kemungkinan besar ikan ini juga ada di negara lain, atau beberapa kali salah diidentifikasi. Namun, dugaan kedua ini rasanya kecil kemungkinannya, mengingat penampilan spesies ini sangat khas.1
Habitat alami
Ikan ini menghuni sungai kecil berarus lambat serta rawa dan lahan basah yang lebat vegetasinya.1
Catatan
G. niloticus adalah satu-satunya spesies dalam genusnya dan benar-benar unik. Berbeda dengan knifefish lain, yang memanjang pada ikan ini adalah sirip punggungnya, bukan sirip anal, sehingga muncul nama lain upside-down knifefish. Meski bernama begitu, sebenarnya ikan ini lebih dekat kekerabatannya dengan kelompok spesies Mormyridae. Walaupun warnanya tidak cerah, ikan ini benar-benar indah saat bergerak, karena bisa bergerak ke hampir segala arah dengan mudah, memakai sirip punggungnya yang bergelombang untuk 'mengemudi'. Ikan ini juga menghasilkan sinyal listrik lemah yang dipakai untuk elektrolokasi (navigasi) sekaligus komunikasi. Menariknya, kalau ada sesama jenis di dekatnya yang menghasilkan listrik dengan frekuensi serupa, sinyal keduanya saling mengganggu, dan ikan ini mampu menyesuaikan frekuensinya untuk menghindari hal itu.
Yang mengkhawatirkan, dalam beberapa tahun terakhir semakin sering ada kiriman impor ikan berukuran 7 cm. Selain cukup rentan pada ukuran ini, spesies ini memang sama sekali tidak cocok untuk akuarium rumahan dari sisi mana pun. Tentunya hanya sedikit sekali akuaris yang mampu memeliharanya seumur hidupnya. Kalau melihat ikan ini dijual, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda punya dana, fasilitas, dan pengetahuan untuk memelihara spesies yang bisa tumbuh hingga sekitar 165 cm dan saat dewasa bisa memutus tangan Anda. Kalau Anda memang punya semua itu, Anda akan mendapati bahwa selain termasuk penghuni akuarium paling galak yang ada, ikan ini juga termasuk yang paling cerdas. Jadi, ikan ini benar-benar spesies 'impian' bagi pencinta ikan predator monster, tetapi bisa jadi mimpi buruk bagi sebagian besar penghobi. Sesekali tersedia bentuk albino yang sangat dicari dan harganya sangat mahal.1
Sumber
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini dengan izin mereka. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Aba Aba? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.