Osphronemidae, Malaysia
Betta tussyae
Betta tussyae
Nama lain: Cupang tussyae, Cupang alam tussyae, Tussy's betta
- Suhu
- 22–27°C
- pH
- 3–6
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 22–27°C
- pH
- 3–6
- Ukuran
- 3,7 cm
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 3,7 cm
- AirSulitair asam, air lunak · pH 3–6, 1–5 dGH
- SuhuMudah22–27°C
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-02.
Info singkat
Betta tussyae adalah ikan labirin kecil pembuat sarang busa yang endemik di wilayah pesisir negara bagian Pahang dan Terengganu, bagian timur Semenanjung Malaysia. Anggota kelompok B. coccina yang masih jarang dikenal ini hanya hidup di rawa gambut dan sungai air hitam (blackwater), dengan pH yang bisa serendah 3,0 atau 4,0. Tubuhnya oranye kemerahan dengan dua garis lateral yang lebih gelap, ditambah garis-garis vertikal keemasan yang samar di tutup insang. Ciri-ciri inilah yang membedakannya dari anggota kelompok yang mirip. Populasi seperti Chukai dan Rompin sering diberi label sesuai lokasi asalnya.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Akuarium dengan ukuran alas 45 × 30 cm (sekitar 41 liter) sebaiknya jadi ukuran minimum, dan sudah cukup untuk sepasang atau sekelompok kecil ikan.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi lengkap, meskipun banyak breeder memilih tanpa substrat supaya perawatannya lebih mudah.
Akar dan cabang kayu apung (driftwood) bisa dipakai dan diatur sedemikian rupa sehingga terbentuk beberapa sudut yang teduh. Pot tanah liat atau potongan pipa juga bisa ditambahkan sebagai tempat persembunyian tambahan.
Menambahkan serasah daun kering membuat suasananya makin alami. Selain menambah tempat berlindung bagi ikan, daun yang membusuk juga memicu tumbuhnya koloni mikroba.
Koloni ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, dan tanin serta zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk juga dianggap bermanfaat untuk ikan-ikan dari lingkungan air hitam.
Namun, tidak perlu memakai gambut alami, karena pengambilannya tidak berkelanjutan dan merusak lingkungan.
Seperti anggota genus lainnya, spesies ini tampaknya paling cocok dengan pencahayaan yang cukup redup.
Bisa ditambahkan tanaman air yang tahan kondisi seperti itu, misalnya Microsorum, Taxiphyllum, atau Cryptocoryne spp., dan beberapa kelompok tanaman apung juga akan berguna.
Spesies ini butuh air asam dengan kesadahan karbonat (KH) nyaris nol dan kesadahan umum (GH) sangat rendah. Jadi, mungkin perlu memakai unit reverse osmosis (RO) atau cara lain untuk mendapatkan air lunak, lalu bila perlu air ini bisa diasamkan lagi dengan asam fosfat atau bahan sejenis.
Karena di alam ikan ini hidup di perairan yang alirannya lambat, filter jangan terlalu kuat. Filter spons bertenaga aerator yang diatur supaya alirannya pelan sudah cukup.
Akuarium harus ditutup rapat dan jangan diisi sampai penuh, karena seperti semua Betta spp., ikan ini sesekali perlu mengakses lapisan udara lembap yang terbentuk di atas permukaan air. Ikan ini juga jago melompat.1
Diberi pakan apa?
Di alam kemungkinan memangsa serangga dan invertebrata kecil lainnya.
Ikan tangkaran biasanya mau makan pakan kering setelah mengenalinya sebagai makanan, tetapi sebaiknya rutin diberi banyak pakan hidup atau beku berukuran kecil seperti kutu air, artemia, atau cacing darah supaya warna dan kondisinya berkembang optimal.
Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan, karena Betta spp. tampaknya sangat rentan mengalami obesitas.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Tidak disarankan untuk akuarium komunitas biasa, dengan alasan yang sudah disinggung sebelumnya.
Karena kebutuhan perawatan dan sifatnya, ikan ini paling baik dipelihara sendiri atau bersama spesies yang sangat damai, karena ikan yang jauh lebih besar atau lebih agresif kemungkinan akan mengintimidasinya dan kalah bersaing berebut pakan.
Beberapa jenis cyprinid kecil dan loach yang di alam hidup di lingkungan serupa cocok dijadikan teman, tetapi riset yang matang sebelum membeli sangat penting.
Selama akuarium punya banyak tempat persembunyian dan garis pandang yang terputus-putus, tidak ada alasan sekelompok ikan sejenis tidak bisa dipelihara bersama, meskipun untuk keperluan pemijahan mungkin lebih baik pasangan dipisahkan.1
Teman satu akuarium
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan jauh lebih berwarna dan, seiring dewasa, siripnya tumbuh lebih panjang daripada betina.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Pembuat sarang busa. Sangat penting menyediakan banyak tempat berlindung untuk betina, dan tabung film kamera bekas atau potongan selang plastik sering dipakai sebagai calon tempat bersarang.
Kalau ada tanaman apung, tanaman itu bisa ikut dijadikan bagian sarang.
Akuarium harus memakai penutup yang serapat mungkin (sebagian breeder memakai plastik wrap supaya tidak ada celah), karena burayak butuh lapisan udara hangat dan lembap. Tanpa itu, perkembangan organ labirinnya bisa terganggu.
Pasangan tidak perlu dipisahkan sebelum memijah.
Jantan bisa membangun sarang di dalam tabung atau wadah, di bawah daun tanaman yang lebar, atau di antara tanaman permukaan berdaun halus, dan biasanya tidak mau ada betina di dekatnya sampai sarang selesai.
Menjelang pemijahan, warna tubuh betina memudar dan muncul garis-garis gelap di sisi tubuhnya. Pemijahan biasanya terjadi di bawah sarang dengan 'pelukan' khas osphronemid, yaitu jantan melilitkan tubuhnya ke tubuh betina.
Pada puncaknya, sperma dan beberapa butir telur dilepaskan, lalu betina menangkap telur-telur itu di antara sirip perut dan tubuhnya.
Jantan kemudian memindahkan telur ke sarangnya sementara betina memungut telur yang jatuh. Siklus ini diulang sampai telur betina habis, dan prosesnya bisa memakan waktu cukup lama.
Setelah memijah, induk biasanya bisa dibiarkan di tempat, meskipun betina tidak lagi berperan aktif dan jantan sepenuhnya bertanggung jawab menjaga dan merawat sarang.
Telur menetas dalam 24-48 jam dan tetap di sarang selama 3-4 hari berikutnya sampai kuning telurnya habis terserap, sementara jantan terus memungut dan mengembalikan yang jatuh.
Begitu burayak mulai berenang bebas, jantan tidak lagi tertarik menjaganya, tetapi induk biasanya tidak memakan anaknya.
Burayak sudah cukup besar untuk langsung makan pakan hidup yang bergerak seperti microworm dan naupli artemia, meskipun perlu dicatat ada laporan bahwa anakan Betta bisa mengalami masalah kesehatan jika diberi naupli artemia berlebihan.
Beri berbagai jenis pakan dalam jumlah kecil 2-3 kali sehari supaya pertumbuhannya optimal, dan jangan mengganti air terlalu banyak sekaligus; ganti air sedikit-sedikit secara rutin lebih baik daripada sesekali dalam jumlah besar.1
Sebaran alami
Apa kata sumber
- Malaysia · Seriously Fish1: “Endemic to coastal parts of Pahang and Terengganu states, eastern Peninsular Malaysia with type locality 'About 77 kilometers south of Kuantan on road parallel to east coast, 17 kilometers south of Pekan, about 77 kilometers from Pahang, about 1 kilometer from sea, Pahang State, Malaysia'.”
GBIF punya 11 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.
- Catatan di negara asal
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 11 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Endemik di wilayah pesisir negara bagian Pahang dan Terengganu, bagian timur Semenanjung Malaysia. Lokasi tipenya adalah 'sekitar 77 kilometer di selatan Kuantan, di jalan yang sejajar dengan pantai timur, 17 kilometer di selatan Pekan, sekitar 77 kilometer dari Pahang, sekitar 1 kilometer dari laut, negara bagian Pahang, Malaysia'.
Para kolektor sering memberi label sesuai lokasi asal pada populasi dari tempat yang berbeda supaya datanya akurat dan garis keturunannya tetap murni, misalnya Chukai, Rompin, Terengganu, dan sebagainya.1
Habitat alami
Hanya hidup di rawa gambut dan sungai air hitam yang terhubung dengannya.
Biotop purba ini biasanya ada di kawasan hutan hujan. Kanopi dahan di atasnya sangat rapat sehingga cahaya yang menembus permukaan air sangat sedikit, dan vegetasi di tepian juga cenderung tumbuh lebat.
Airnya biasanya berwarna gelap karena asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk.
Kandungan mineral terlarutnya umumnya nyaris nol, dan pH bisa serendah 3,0 atau 4,0.
Dasarnya biasanya tertutup daun-daun gugur, ranting, dan akar pohon yang terendam. Pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, ikan ini mungkin terpaksa bertahan hidup di dalam tumpukan serasah daun yang lembap selama beberapa minggu, karena air tidak selalu tersedia sepanjang tahun.1
Catatan
Betta yang masih jarang dikenal ini termasuk dalam kelompok B. coccina, yaitu kelompok spesies yang berkerabat dekat di dalam genus ini.
Kelompok ini sebagian besar terdiri dari ikan kecil berwarna merah, kecuali B. hendra, B. persephone, dan B. miniopinna yang berwarna kehijauan atau gelap. Mengidentifikasi beberapa di antaranya bisa sulit, karena pola tubuhnya bisa mirip sekaligus sangat bervariasi sehingga membingungkan.
Anggota kelompok B. coccina punya ciri bersama berikut: ukuran dewasa kecil (hingga 40 mm SL); warna tubuh merah atau hitam; ada bercak di tengah sisi tubuh pada beberapa spesies; 9 ruas tulang belakang abdominal (dibandingkan 10-12 pada semua spesies Betta lainnya); hanya hidup di rawa gambut hutan.
B. tussyae bisa dibedakan dari anggota kelompok lainnya dengan ciri-ciri berikut: ada garis-garis vertikal sejajar berwarna keemasan yang samar di tutup insang; warna tubuh oranye kemerahan dengan dua garis tengah tubuh (lateral) yang lebih gelap; tidak ada bercak lateral di tubuh; sirip perut merah dengan ujung putih dan berbentuk sabit; tidak ada bintik hijau berkilau di sirip median; 11-12 jari-jari sirip punggung; 27-28 jari-jari sirip anal; 8 sisik subdorsal; 30-31 sisik lateral.
Genus Betta adalah genus dengan jumlah spesies terbanyak dalam famili Osphronemidae, dengan hampir 70 anggota yang diakui, dan tampaknya akan terus bertambah karena spesies baru terus dideskripsikan secara rutin sejak awal abad ini.
Anggota genus ini berhasil beradaptasi dengan berbagai relung ekologis, mulai dari parit berair tenang sampai sungai perbukitan yang mengalir, termasuk lingkungan ekstrem seperti hutan rawa gambut yang sangat asam.
Pengelompokan anggotanya ke dalam sejumlah kelompok spesies yang berkerabat dekat kini umumnya diterima, tetapi sebagian besar didasarkan pada ciri morfologi dan perilaku.
Karena itu, kajian filogenetik molekuler mungkin akan berguna untuk menentukan hubungan kekerabatan ikan-ikan ini dengan lebih tepat.
Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini punya organ pernapasan tambahan yang disebut labirin.
Dinamakan begitu karena strukturnya yang mirip labirin, organ ini memungkinkan ikan menghirup udara dari atmosfer sampai batas tertentu.
Organ ini terdiri dari sepasang organ suprabranchial yang terbentuk dari perluasan bagian epibranchial (atas) lengkung insang pertama dan berada di dalam ruang di atas insang. Di dalamnya terdapat banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah dan berfungsi sebagai permukaan pernapasan yang luas.
Tingkat kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang hidup di lingkungan yang lebih keras.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 43-99
- Witte, K.-E. and J. Schmidt (1992). Betta brownorum, a new species of anabantoids (Teleostei: Belontiidae) from northwestern Borneo, with a key to the genus. Ichthyological Exploration of Freshwaters 2(4), 305-330
- Schaller, D. (1985). Betta tussyae spec. nov., ein neuer Kampffisch aus Malaysia (vorläufige Mitteilung). Aquarien und Terrarien-Zeitschrift 38(8), 348-3501
Video
Betta tussyae0:35, EN
Wild Betta Tussyae finds first love1:11, EN
Betta tussyae 250920121:38, EN
Wild Betta's Sudden Explosive Assault!1:37, EN
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Betta tussyae? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.