
Ikan hibrida
Blood Parrot
Hasil silangan dari: Midas cichlid (Amphilophus citrinellus) (belum pasti), Redhead cichlid (Vieja melanurus) (belum pasti), Red devil cichlid (Amphilophus labiatus) (belum pasti), Severum (Heros severus) (belum pasti)
Nama lain: Red Parrot, Ikan Parrot, Blood Parrot Cichlid, Parrot Cichlid, King Kong Parrot (bentuk besar)
- Suhu
- 22–27°C
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Cá Hồng Két – Chợ Tốt kinh nghiệm (bahasa Vietnam): 22–27°C
- What to Know About Blood Parrot Cichlids – WebMD: 26°C
- pH
- 7
- Ukuran
- 18–21 cm
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Cá Hồng Két – Chợ Tốt kinh nghiệm (bahasa Vietnam): 18–21 cm
- Blood parrot cichlid – Wikipedia: 20 cm
- Akuarium minimum
- 183 cm
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Cá hồng két – Mytour (bahasa Vietnam): 60 cm
- What to Know About Blood Parrot Cichlids – WebMD: 183 cm
AquaTome merangkum dari 6 sumber (peternak, artikel, forum), lalu menulis ulang dengan kata-kata sendiri. Diperbarui 29/10/2026.
Foto Blood Parrot
Lihat semua 49 foto →Ringkasan
Blood parrot adalah ikan cichlid hibrida yang pertama kali dibiakkan di Taiwan sekitar tahun 1986. Induknya tidak pasti: ada sumber yang menyebut Midas × redhead cichlid, ada juga yang menyebut red devil × severum.
Ikan ini banyak menghasilkan kotoran, mulutnya tidak bisa menutup, dan tidak tahan dingin, jadi perlu filter kuat, air yang bersih, dan suhu yang stabil.
Sebelum membeli, perlu tahu bahwa banyak blood parrot di pasaran diwarnai secara buatan atau ditato, dan pejantannya umumnya mandul.
Asal-usul
Menurut sumber-sumber yang ada, blood parrot pertama kali dibiakkan di Taiwan sekitar tahun 1986. Namun, sumber-sumber itu tidak sepakat soal induknya, dan tidak ada satu pun pasangan induk yang dianggap pasti:
- Midas cichlid (Amphilophus citrinellus) × redhead cichlid (Vieja melanurus, sinonim Vieja synspila / Cichlasoma synspilum).
- Red devil cichlid (Amphilophus labiatus) × severum (Heros severus), teori alternatif dari sumber lain. Sumber yang sama juga menyebut kemungkinan pertama.
Ciri dan ragamnya
Ciri utamanya adalah mulut kecil mirip paruh yang tidak bisa menutup rapat, tubuh bulat atau oval dengan benjolan di dahi (nuchal hump), serta mata besar yang bulat dan hitam. Ikan muda berwarna oranye pekat lalu berubah merah saat dewasa.
Soal warna alami, sumber-sumbernya berbeda. Satu sumber menyebut warna alaminya merah, kuning, dan abu-abu, dan warna lain yang dijual merupakan hasil suntik. Sumber lain menyebut bentuk warna alami seperti calico (merah, cokelat, dan hitam), merah-oranye muda, dan abu-abu.
Hobiis menghargai ikan dengan tubuh besar dan warna yang pekat.
- King Kong parrot: menurut satu sumber, warnanya biasanya merah sampai kuning, tubuhnya lebih besar, dan mulutnya lebih berfungsi, sehingga dianggap lebih bernilai. Sumber lain menggambarkannya berwarna merah muda cerah dan sering dipelihara bersama arwana. Di antara blood parrot, King Kong biasanya yang paling dihargai.
- Heart parrot: ekornya dipotong saat ikan masih muda sehingga tubuhnya tumbuh berbentuk hati. Secara genetik, ikan ini tetap blood parrot biasa.
- Ikan tato: ikan yang tubuhnya ditato dengan huruf atau simbol.
Perawatan
Ukuran dewasanya sekitar 18–21 cm menurut satu sumber, dan sekitar 20 cm menurut sumber lain.
Rekomendasi ukuran akuarium sangat berbeda antarsumber:
- Wikipedia menyarankan sekitar 208 L (55 galon AS) untuk satu ekor, ditambah sekitar 76 L (20 galon) untuk setiap ekor tambahan.
- Satu panduan menyarankan akuarium dengan panjang minimal sekitar 60 cm dan volume 300–400 L, dilengkapi batu, kayu, dan tanaman sebagai tempat berlindung, serta aerasi dan filter yang baik.
- Sumber lain menyebut panjang akuarium 183 cm.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Suhu | 22–27 °C (satu sumber); sekitar 26 °C (sumber lain) |
| pH | sekitar 7 |
Blood parrot menghasilkan banyak kotoran, jadi butuh filter yang kuat dan substrat yang sering dibersihkan. Satu sumber menyarankan ganti air dua kali seminggu. Karena mulutnya tidak bisa membuka lebar, ikan ini mudah kekurangan oksigen, dan air kotor bisa memicu jamur atau radang insang.
Ikan ini tidak tahan dingin. Air yang sejuk membuat warna merahnya pudar, dan selisih suhu yang besar saat ganti air bisa menyebabkan stres (shock) dan bintik hitam.
Pakan: blood parrot mau makan hampir semua jenis pakan, seperti pelet tenggelam, cacing darah, artemia, krill, dan Mysis. Pakan yang kaya beta-karoten dan kantaxantin membantu menjaga warna merah-oranyenya.
Dekorasi: sebaiknya pakai tanaman air buatan, karena tanaman hidup bisa dimakan atau dicabut. Ikan ini suka menggali di kerikil halus.
Teman setangki: sifatnya semi-agresif dan akan memangsa ikan kecil. Teman yang cocok adalah ikan damai yang ukurannya serupa atau lebih besar, misalnya gurami, rainbowfish besar, ikan lele/catfish, severum, firemouth, acara, dan beberapa jenis Geophagus. Hindari cupang dan ikan lain yang suka berkelahi.
Pemijahan
Pejantan blood parrot umumnya mandul, tetapi ada catatan pemijahan yang berhasil. Sebagian besar betinanya subur. Telur diletakkan di permukaan keras dan dijaga oleh kedua induk.
Pasangan sering bertelur, misalnya di dalam pot tanah liat, tetapi telurnya biasanya memutih dan tidak menetas. Sumber lain juga menyebut hibrida ini biasanya tidak bisa berkembang biak karena pejantan tidak mampu membuahi telur. Beberapa peternakan menyuntik pejantan dengan hormon agar lebih subur.
Kesehatan
- Mulut cacat: ikan jadi sulit makan dan lebih berisiko kurang gizi. Ikan ini menghancurkan pakan dengan otot tenggorokannya.
- Cacat lain: benjolan dahi yang bentuknya tidak normal, ruas tulang belakang yang memampat, kemungkinan gangguan gelembung renang yang membuat gerak renangnya canggung, serta iris mata besar yang sering cacat.
- Ikan yang diwarnai atau disuntik kesehatannya lebih buruk dan bisa mati lebih cepat. Satu sumber menyebut ikan suntik sering mati belakangan, kemungkinan karena kerusakan ginjal.
Dengan perawatan yang baik, blood parrot bisa hidup sekitar 10–15 tahun.
Memilih dan membeli
- Banyak blood parrot di pasaran diwarnai secara buatan. Satu sumber menyarankan untuk menghindari ikan yang diwarnai dan ditato.
- Ikan yang baru dibeli sering kehilangan warna. Warnanya biasanya kembali dalam sekitar 90 hari setelah ikan beradaptasi.
- Jantan dan betina sulit dibedakan.
- Amati perilaku ikan sebelum membeli. Menurut satu sumber, sifat agresif mungkin bisa menurun.
Kontroversi
Wikipedia mencatat bahwa pembiakan blood parrot menimbulkan kekhawatiran etis karena cacat tubuhnya, praktik pewarnaan, dan pemotongan ekor. Pemberitaan media membuat banyak toko berhenti menjual ikan yang dimodifikasi.
Majalah Practical Fishkeeping menyebut parrot cichlid diwarnai dengan jarum atau rendaman pewarna, lalu ditato dengan simbol atau tulisan. Majalah itu menilai pemotongan ekor untuk membuat ikan "hati" lebih buruk lagi dan menyebutnya kejam. Kampanye mereka melawan ikan yang diwarnai dimulai tahun 1996. Saat itu parrot cichlid yang diwarnai termasuk ikan warna buatan yang paling banyak dijual di Inggris, dan sekitar 75% toko di Inggris berjanji tidak menjual ikan yang dimutilasi.
WebMD menyebut praktik pewarnaan dan tato tidak manusiawi.
Tanya jawab
Apakah blood parrot bisa berkembang biak?
Jarang. Pejantannya umumnya mandul, meski ada catatan pemijahan yang berhasil. Betinanya kebanyakan subur dan pasangan sering bertelur, tetapi telurnya biasanya memutih dan tidak menetas.
Kenapa mulut blood parrot tidak bisa menutup?
Mulut yang cacat itu adalah ciri hibrida ini. Akibatnya ikan sulit makan, lebih berisiko kurang gizi, dan mudah kekurangan oksigen, sehingga air harus selalu bersih.
Kenapa warnanya pudar setelah dibeli?
Ikan yang baru dibeli memang sering kehilangan warna, dan biasanya warnanya kembali dalam sekitar 90 hari setelah ikan beradaptasi. Air yang terlalu sejuk juga bisa membuat warna merahnya pudar.
Seberapa besar akuarium yang dibutuhkan?
Sumbernya berbeda-beda. Wikipedia menyarankan sekitar 208 L untuk satu ekor ditambah sekitar 76 L per ekor tambahan. Panduan lain menyebut panjang minimal sekitar 60 cm dengan volume 300–400 L, dan ada juga sumber yang menyebut panjang 183 cm.
Ikan apa yang cocok sebagai teman setangki?
Ikan damai yang ukurannya serupa atau lebih besar, seperti gurami, rainbowfish besar, catfish, severum, firemouth, acara, dan beberapa Geophagus. Hindari cupang, ikan yang suka berkelahi, dan ikan kecil yang bisa dimangsa.







