Penyakit · sekitar 7 menit baca

Ikan Berenang Miring atau Mengambang Terbalik: Penyebab dan Cara Mengatasinya

AquaTome merangkum dari 7 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Ikan yang berenang miring, mengambang terbalik, atau tenggelam di dasar bisa jadi mengalami gangguan gelembung renang (swim bladder). Gangguan ini adalah gejala yang penyebabnya bisa bermacam-macam, bukan satu penyakit. Infeksi, racun seperti amonia, dan gas di usus juga bisa menimbulkan gejala yang mirip.
  • Langkah pertama: tes air (amonia, nitrit, nitrat) dan perbaiki kalau ada masalah. Setelah itu pindahkan ikan ke akuarium karantina dengan air bersih yang aerasinya baik, lalu coba puasakan beberapa hari sebelum memberi kacang polong rebus. Kacang polong hanya untuk ikan omnivora, jangan untuk cupang.

Apa itu gangguan gelembung renang?

Gelembung renang (swim bladder) adalah kantong berisi gas yang membuat ikan bisa melayang di air. Tanpa organ ini ikan akan tenggelam, karena tubuhnya lebih padat daripada air. Ikan keluarga cyprinid seperti mas koki, koi, barb, dan rasbora punya gelembung renang dua ruang yang dihubungkan saluran sempit. Kebanyakan ikan lain hanya punya satu ruang.

Mas koki termasuk ikan physostomous: ada saluran yang menghubungkan kerongkongan dengan gelembung renang. Beberapa sumber mengaitkan hal ini dengan pengaruh pakan dan kebiasaan menelan udara terhadap daya apung ikan. Peneliti Jepang menyebut sindrom mas koki yang terbalik ini tenpuku disease, dan pada banyak kasus penyebabnya tidak ditemukan.

Yang penting diingat: gangguan gelembung renang adalah gejala dengan banyak kemungkinan penyebab, bukan satu penyakit, jadi tidak ada satu pengobatan yang cocok untuk semua. Kondisinya bisa sementara, bisa juga permanen.

Gejala

  • Ikan mengambang di permukaan atau tenggelam di dasar, sering muncul tiba-tiba. Ikan juga bisa berenang dengan kepala di bawah atau miring ke satu sisi.
  • Gelembung terlalu mengembang: ikan naik dan mengambang miring atau terbalik. Kulit yang muncul di atas air bisa kering, luka, atau terinfeksi.
  • Gelembung kurang mengembang, kempis, pecah, atau berisi cairan: ikan tenggelam, dan perutnya bisa lecet tergesek substrat.
  • Mas koki yang terkena biasanya tetap aktif dan mau makan, dan ikan lain di akuarium sering tidak ikut sakit. Umumnya hanya satu ikan dalam satu akuarium yang terkena.
  • Ikan yang terbaring terbalik belum tentu mati. Kalau masih bernapas, kemungkinan besar ia mengalami gangguan gelembung renang.

Gejala luar jarang menunjukkan penyebabnya. Pemeriksaan paling andal adalah rontgen oleh dokter hewan: gelembung yang berisi gas tampak sebagai area gelap, sehingga ukuran, posisi, kondisi kempis, atau adanya cairan di dalamnya bisa terlihat.

Kondisi lain yang mirip

  • Beberapa infeksi, keracunan amonia, dan pencemaran insektisida atau pestisida bisa merusak saraf. Akibatnya ikan berenang tidak terkoordinasi dan terlihat seperti punya masalah gelembung renang.
  • Keracunan nitrat pada mas koki membuat ikan linglung, berenang tidak menentu, dan tubuhnya melengkung seperti huruf C. Mas koki tahan nitrat sampai sekitar 20 ppm sebelum gejala muncul.
  • Keracunan nitrit bisa menimbulkan gejala mulai sekitar 0,75 ppm. Kadar paling aman untuk amonia maupun nitrit adalah 0 ppm.
  • Kalau perut bengkak disertai sisik yang berdiri dan ikan berhenti makan, infeksi bakteri lebih mungkin jadi penyebabnya.
  • Kekurangan oksigen juga mengganggu cara berenang. Kondisi ini lebih mungkin terjadi di air hangat, di akuarium tanpa aerasi, atau pada ikan yang sakit insang.

Penyebab

  • Gas di usus akibat infeksi usus atau gangguan pencernaan bisa membuat ikan mengambang.
  • Pakan, cara makan, dan sembelit mungkin ikut berperan, terutama pada mas koki dan cyprinid lain, meski buktinya masih tidak langsung. Makan di permukaan dan menelan udara mungkin membuat gas menumpuk. Sebagian ahli menduga pelet atau pakan serpihan yang mengapung memperparah atau memicu masalah ini pada mas koki hias bertubuh bulat. Suhu air juga tampaknya berkaitan.
  • Infeksi: bakteri (misalnya mycobacteria, yang dikaitkan dengan penumpukan cairan), virus, dan beberapa infeksi mirip jamur bisa menyerang gelembung renang. Infeksi gelembung renang biasanya merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas di seluruh tubuh.
  • Tumor atau organ di sekitarnya yang sakit bisa menekan atau menggeser gelembung renang. Tumor tidak bisa diobati dan biasanya berakibat fatal.
  • Cacat genetik atau perkembangan dan bentuk tubuh yang tidak normal membuat ikan lebih rentan. Contohnya convict cichlid hasil kawin sedarah, blood parrot, dan mas koki hias.
  • Perubahan suhu mendadak, misalnya menambahkan air yang sangat dingin ke akuarium ikan tropis.
  • Cedera fisik (sering pada ikan teritorial seperti cichlid) dan cacing parasit dalam jumlah banyak di usus.
  • Penyebab lain yang dilaporkan para penghobi: perlemakan hati, kista ginjal, betina yang telurnya tertahan, serta saluran antara usus dan gelembung renang yang rusak atau tersumbat.
  • Ikan beranak (livebearer) yang sedang hamil besar seperti molly dan guppy, juga ikan yang kegemukan, bisa berenang tidak normal.
  • Kadar limbah nitrogen yang tinggi atau suhu yang turun cepat (dilaporkan pada ikan kolam) pernah dikaitkan dengan masalah ini, tetapi buktinya sebagian besar hanya cerita pengalaman.

Yang perlu dilakukan sekarang

Urutan langkah yang dipakai para penghobi:

  1. Tes air (amonia, nitrit, nitrat) dan perbaiki masalah yang ada, entah tampak berkaitan atau tidak. Kalau amonia atau nitrit tinggi, lakukan ganti air sebagian berkali-kali. Untuk kasus berat, satu sumber menyarankan ganti air 30–50% setiap 4 jam sambil menyedot kotoran dari substrat.
  2. Pindahkan ikan ke akuarium karantina dengan air bersih yang aerasinya baik.
  3. Puasakan 2–3 hari, lalu beri kacang polong (khusus ikan omnivora).
  4. Naikkan suhu perlahan.
  5. Kalau tidak ada perbaikan setelah beberapa hari, pertimbangkan antibiotik atau periksakan ke dokter hewan.

Atur juga ketinggian air di akuarium karantina. Untuk ikan yang terbaring di dasar, turunkan air sampai kira-kira setengah. Untuk ikan yang mengambang, kecilkan arus filter dan tambahkan tanaman air mengapung sebagai penopang. Sumber lain menyarankan air hanya beberapa inci di atas tubuh ikan, asalkan ikan tidak sampai terkena udara.

Kalau masalahnya tampak seperti syok, matikan lampu supaya ikan bisa beristirahat. Pada kasus syok, pemulihan sering hanya butuh beberapa jam.

Pengobatan

Puasa dan kacang polong. Untuk mas koki atau cyprinid lain yang mengambang, satu sumber menyarankan beberapa hari tanpa pakan atau pemberian kacang polong rebus yang dihancurkan untuk membersihkan usus. Cara ini dinilai tidak berbahaya dan layak dicoba, tapi tidak dijamin berhasil. Lama puasa berbeda antarsumber:

KondisiSaran
Ikan mengambang (mas koki/cyprinid)Beberapa hari tanpa pakan atau beri kacang polong rebus yang dihancurkan
Cara yang dipakai penghobiPuasa 2–3 hari, lalu beri kacang polong rebus yang dikupas dan dilumatkan
Perut bengkak dan ikan menolak makanPuasa 1–2 hari, lalu beri makan lagi

Kacang polong hanya cocok untuk ikan omnivora dan jangan diberikan ke cupang. Untuk cupang, beri pakan hidup bercangkang kitin seperti serangga air, daphnia (kutu air), atau artemia.

Suhu. Sumber-sumber memberi saran yang berbeda:

  • Kalau suhu air di bawah 22 °C, naikkan sedikit.
  • Kalau ikan tidak membaik, penghobi menaikkan suhu ke 78–80 °F dan menambahkan garam 8 sendok teh per 5 galon.
  • Di akuarium karantina yang diisi air dari akuarium utama, pemanas boleh diatur sampai 9 °F lebih tinggi dari akuarium utama. Sebagian spesies tidak tahan air hangat atau kadar oksigen yang lebih rendah di air hangat, jadi tetap sesuaikan dengan batas toleransi spesiesnya.

Ke dokter hewan. Kalau puasa dan kacang polong tidak berhasil, periksakan ikan ke dokter hewan untuk rontgen. Dokter mungkin memberi antibiotik kalau dicurigai ada infeksi bakteri.

Infeksi bakteri.

  • Obati di akuarium terpisah, karena obatnya bisa merusak bakteri baik di akuarium utama. Gunakan antibiotik untuk ikan sesuai dosis dari produsennya.
  • Antibiotik lebih efektif dicampur ke pakan daripada dimasukkan ke air. Kalau langsung dimasukkan ke air, efeknya kecil.
  • Resep pakan obat buatan sendiri: 5 g gelatin, 60 g air panas, 30 g pakan kering, dan sekitar 0,5 g antibiotik. Berikan minimal 2 kali sehari selama 10 hari. Simpan di kulkas dan pakai hanya selama 10 hari.
  • Rendam juga ikan minimal sekali sehari dalam larutan methylene blue dan garam untuk mencegah infeksi dari luar.
  • Antibiotik standar mungkin berhasil, tapi hasilnya tidak pasti. Ikan kecil sering harus di-eutanasia, sedangkan ikan yang lebih besar bisa pulih.

Penyebab lain. Infeksi virus praktis tidak bisa diobati. Cacing parasit di usus diobati dengan obat cacing (antihelmintik).

Tindakan dokter hewan. Dokter hewan bisa mengeluarkan kelebihan gas dari gelembung yang terlalu mengembang dengan jarum, tapi efeknya sering hanya sementara. Pemberat bedah atau pelampung luar bisa memperbaiki daya apung, tapi tidak mengobati penyebabnya. Pada mas koki, pengobatan medis maupun bedah sering memberi hasil yang kurang baik. Dokter hewan pernah mencoba memasang tag jangkar dengan pelampung gabus kecil di otot punggung dalam keadaan dibius, dan tag kain pertama terlepas dalam lima hari.

Catatan perawatan. Garam dan antibiotik bisa merusak bakteri baik, jadi pantau kualitas air dengan ketat, terutama saat air diturunkan. Kalau ada bagian tubuh ikan yang menyembul di atas air, penghobi mengolesinya dengan lapisan tipis petroleum jelly (vaselin).

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memberi pakan berlebihan atau pakan berkualitas rendah.
  • Mengganti terlalu banyak air sekaligus.
  • Membiarkan suhu berubah dengan cepat.
  • Memberi kacang polong ke cupang.
  • Memasukkan antibiotik ke akuarium utama.
  • Mengandalkan pemberat atau pelampung saja. Keduanya hanya memperbaiki daya apung, sementara penyebabnya tetap tidak diobati.
  • Menganggap setiap ikan yang mengambang atau berenang aneh pasti punya masalah gelembung renang. Infeksi, racun, dan gas di usus bisa menimbulkan gejala yang sama.

Pencegahan

  • Beri pakan tenggelam, atau rendam pelet sampai tenggelam, supaya ikan tidak banyak menelan udara.
  • Jaga suhu air mas koki di atas sekitar 70 °F.
  • Jaga nitrat di bawah 20 ppm.
  • Satu sumber menyarankan memberi pakan sebanyak yang habis dalam sekitar 3 menit. Sumber lain menyarankan porsi kecil sekali atau dua kali sehari, sebanyak yang habis dalam 3–5 menit.
  • Variasikan pakan (pakan kering, pakan hidup, dan sayuran) dan liburkan pemberian pakan sehari dalam seminggu.
  • Ganti air 10–15% setiap minggu dan sedot substrat sekitar 2 minggu sekali. Hindari perubahan suhu mendadak dan akuarium yang terlalu padat.
  • Pastikan siklus nitrogen sudah berjalan dan filter biologisnya bekerja baik.
  • Beri ikan hias jenis fancy pakan yang kaya serat, karantina ikan baru untuk mencegah cacing parasit, hindari teman setangki yang agresif, dan biakkan ikan dengan hati-hati.

Kapan perlu khawatir

  • Perut bengkak disertai sisik berdiri dan ikan tidak mau makan: infeksi bakteri lebih mungkin.
  • Puasa dan kacang polong tidak berhasil: saatnya ke dokter hewan.
  • Kalau ikan tidak menunjukkan respons setelah beberapa minggu pengobatan, kondisinya kemungkinan permanen.
  • Banyak kasus memang tidak membaik. Dalam kondisi seperti itu, eutanasia bisa menjadi pilihan yang paling manusiawi. Burayak yang cacat bentuk tidak bisa diobati.

Pertanyaan umum

Ikan saya terbalik di permukaan, apakah sudah mati?

Belum tentu. Kalau ikan masih bernapas, kemungkinan besar ia mengalami gangguan gelembung renang. Tes air dulu, lalu pindahkan ikan ke akuarium karantina dengan air bersih yang aerasinya baik.

Berapa lama ikan perlu dipuasakan?

Sumbernya berbeda-beda. Penghobi biasanya memuasakan ikan 2–3 hari lalu memberi kacang polong rebus yang dikupas dan dilumatkan. Untuk ikan yang perutnya bengkak dan menolak makan, satu sumber menyarankan puasa 1–2 hari lalu memberi makan lagi. Sumber lain hanya menyebut beberapa hari. Cara ini layak dicoba, tapi tidak dijamin berhasil.

Bolehkah cupang diberi kacang polong?

Tidak. Kacang polong hanya cocok untuk ikan omnivora. Untuk cupang, beri pakan hidup bercangkang kitin seperti serangga air, daphnia (kutu air), atau artemia.

Apakah antibiotik bisa langsung dimasukkan ke akuarium?

Sebaiknya tidak. Obatnya bisa merusak bakteri baik di akuarium utama, jadi pengobatan dilakukan di akuarium terpisah. Antibiotik juga lebih efektif dicampur ke pakan, karena kalau dimasukkan langsung ke air efeknya kecil.

Apakah gangguan gelembung renang bisa sembuh total?

Bisa sementara, bisa juga permanen. Kalau penyebabnya syok, pemulihan sering hanya butuh beberapa jam. Tapi banyak kasus tidak membaik, dan kalau ikan tidak menunjukkan respons setelah beberapa minggu pengobatan, kondisinya kemungkinan permanen.

Sumber referensi

  1. What causes swim bladder disease? – Practical Fishkeeping
  2. Development of a Minimally Invasive Technique to Stabilize Buoyancy-Challenged Goldfish (Carassius auratus) – VIN
  3. Why is my goldfish swimming upside down (vet-reviewed, Dr. Lauren Demos DVM)
  4. Identifying and Treating Swim Bladder Disease – Chewy
  5. Cá cảnh bị bơi nghiêng, chúi đầu, xoay vòng, ngửa bụng – aquasetup (bahasa Vietnam)
  6. Bệnh Bong bóng – Sinh lý bệnh, nguyên nhân và điều trị – Diễn đàn cá cảnh (bahasa Vietnam)
  7. Fish Disease Spotlight: Swim Bladder Disorder – Fitz Fish Ponds