Satuan
Tampilan

Cyprinidae, Indonesia

Flying fox

Epalzeorhynchos kalopterus

Nama lain: Flying fox algae eater

Suhu
belum ada
pH
belum ada
Akuarium minimum
150 cm
Tingkat kesulitan
belum ada

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Ukuran
12 cm
Sumber dan tingkat keandalan
Ukuran
  • Aquarium Glaser
Akuarium minimum
  • Aquarium Glaser

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Glaser. Diperbarui 2026-11-01.

Info singkat

Di alam, ikan ini mencapai panjang 10–12 cm, sedangkan spesimen akuarium yang sudah tua disebut-sebut bisa tumbuh sampai 16 cm. Hal ini karena ikan terus tumbuh sepanjang hidupnya (meskipun lambat dan sedikit setelah mencapai kematangan seksual). Flying fox bisa dengan mudah hidup 10–15 tahun di akuarium (di alam hampir tidak pernah lebih dari 3 tahun), sehingga dalam kondisi tertentu ikan ini bisa tumbuh cukup besar.1

Layak dibeli?

Ikan ini mungkin pemakan alga yang paling cantik di antara semuanya. Hasil penangkaran kadang-kadang ditawarkan, karena itu tangkapan alam relatif jarang diimpor. Belakangan ini, spesimen dewasa tangkapan alam masuk lewat Singapura.1

Diberi pakan apa?

Ikan dewasa lebih tepat digolongkan sebagai pemakan alga yang "malas", berbeda dengan anakan yang panjangnya 3–4 cm.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Sesama jenisnya, ikan ini bisa suka bertengkar, karena itu di akuarium yang lebih kecil sering kali hanya satu ekor yang bisa dipelihara. Di akuarium besar (mulai 150 cm) yang juga diberi banyak kayu akar, masalah ini jauh berkurang. Walaupun ikan-ikan ini membentuk hierarki yang ditaati dengan ketat, mereka sering terlihat beristirahat bersama di tempat persembunyian yang sama. Kalau ingin mencoba memelihara secara berkelompok, jumlahnya sebaiknya tidak kurang dari 8 ekor supaya perilaku ini bisa terbentuk. Epalzeorhynchos kalopterum biasanya damai terhadap ikan dari spesies lain, selama ikan tersebut tidak mirip dengan flying fox.1

Teman satu akuarium

Perilaku
Damai
Kelompok minimal
8 ekor

Cek kecocokan dengan spesies lain →

Sebaran alami

Hidup alami di: Indonesia, Malaysia, Thailand1

Apa kata sumber
  • Indonesia, Malaysia, Thailand · Aquarium Glaser1: “The Flying Fox, Epalzeorhynchos kalopterum, originates from Indonesia, Malaysia and Thailand, where it is a resident of flowing waters that carry deep dark brown black water.”

GBIF punya 26 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 26 catatan, diambil 2026-11-05 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Flying fox, Epalzeorhynchos kalopterum, berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di sana ikan ini menghuni perairan mengalir yang membawa air hitam (blackwater) berwarna cokelat tua kehitaman.1

Sumber

1 sumber
  1. Aquarium Glaser aquariumglaser.de

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.