Ikan hibrida

Koi Butterfly (Butterfly Koi)

Hasil silangan dari: Koi / nishikigoi (Cyprinus carpio), Ikan mas sirip panjang Indonesia (Cyprinus carpio var. flavipinnis) (belum pasti), Ikan mas sirip panjang abu-abu dan cokelat dari kanal di Indonesia (belum pasti), Ikan mas sirip panjang Indonesia (belum pasti)

Nama lain: Koi sirip panjang

Suhu
20–27°C
pH
7–7,2
Rentang yang disarankan semua sumber
  • Butterfly Koi: The Ultimate Guide – Koi Fish USA: 6,8–7,2
  • Từ A-Z về cá Koi cho người mới – Chợ Tốt (bahasa Vietnam): 7–7,5
Ukuran
30–102 cm
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
  • Butterfly Koi: The Ultimate Guide – Koi Fish USA: 30–38 cm
  • What is a Butterfly Koi – Everything Koi: 91–102 cm

AquaTome merangkum dari 7 sumber (peternak, artikel, forum), lalu menulis ulang dengan kata-kata sendiri. Diperbarui 30/10/2026.

Foto Koi Butterfly (Butterfly Koi)

Lihat semua 10 foto →

Ringkasan

Koi butterfly adalah koi bersirip sangat panjang. Banyak sumber hobi menyebutnya hasil silangan koi dengan ikan mas sirip panjang dari Indonesia, tetapi Wikipedia menggolongkannya sebagai ras ikan mas (Cyprinus carpio) yang sama spesiesnya dengan koi.

Perawatannya pada dasarnya sama dengan koi biasa, tetapi siripnya yang panjang mudah sobek dan butuh air bersih, filter yang baik, serta penanganan yang hati-hati.

Menurut sumber, ikan ini bisa hidup 25–35 tahun atau lebih dan baru mencapai ukuran penuhnya di kolam, jadi rencanakan tempat untuk jangka panjang.

Asal-usul

Ada dua versi cerita tentang asal koi butterfly, dan sumber-sumber tidak sepakat.

Versi Jepang: pada 1977 Putra Mahkota Akihito mengunjungi Stasiun Percobaan Perikanan Prefektur Saitama dan mengusulkan agar ikan mas sirip panjang dari Indonesia disilangkan dengan koi. Pembiakan dimulai pada 1980, dan sekitar dua tahun kemudian ikan bersirip panjang pertama muncul. Di Jepang ikan ini disebut onagagoi atau hire naga nishikigoi, kira-kira berarti "ikan mas berekor panjang". Sumber lain juga menyebut Jepang mulai membiakkannya pada 1980.

Versi Amerika: pada 1980-an, ikan mas sirip panjang berwarna abu-abu dan cokelat ditemukan di kanal-kanal di Indonesia lalu dibeli sebuah perusahaan di New York. Ikan ini kurang laku, lalu Blue Ridge Fish Hatchery di North Carolina menyilangkannya dengan koi. Sumber ini menyebut Blue Ridge sebagai pencipta koi butterfly. Nama "butterfly" konon berasal dari Randy, putra peternak Wyatt LeFever, yang bilang ikan ini mirip kupu-kupu.

Ada pula sumber yang mencantumkan kedua cerita, yaitu versi Jepang (ikan pertama sekitar 1982) dan versi peternakan di North Carolina, tanpa memilih salah satunya.

Soal induknya, koi jelas salah satu induknya. Induk bersirip panjang disebut sebagai "ikan mas sirip panjang Indonesia" (oleh satu sumber diberi nama Cyprinus carpio var. flavipinnis), tetapi identitasnya tidak dipastikan. Satu sumber menyebut adanya rumor bahwa induk itu adalah "Asian carp", dan sumber yang sama menegaskan koi butterfly bukan silangan koi dengan ikan mas koki (goldfish).

Ciri dan Ragam

Ciri utamanya adalah sirip yang jauh lebih panjang daripada koi biasa, dengan tubuh yang lebih ramping.

  • Satu sumber menyebut sirip dan ekor bisa mencapai sekitar dua pertiga panjang tubuh.
  • Sumber lain memberi perbandingan sirip dan tubuh sekitar 1:3, sedangkan koi biasa sekitar 1:5. Pada ikan yang langka, panjang sirip bisa menyamai panjang tubuh. Sirip terus tumbuh seiring bertambahnya umur.
  • Ikan yang lebih tua punya sirip terpanjang dan terlihat seperti naga. Sungutnya juga bisa tumbuh panjang dengan bentuk yang tidak biasa.

Cara menilai ikan yang bagus: jari-jari sirip bagian depan kokoh, dan sirip dada berbentuk kipas, bukan seperti pita. Sirip yang lemas dan rapuh akan makin lemah seiring umur. Nilai ikan sangat ditentukan oleh pola dan warnanya.

Ragam yang disebut sumber:

  • Pola koi tradisional dalam versi sirip panjang, misalnya kohaku, sanke, showa, utsuri, dan ogon. Pada ikan sirip panjang, pola-pola ini terlihat agak berbeda.
  • Longfin Soragoi/Sorogoi: abu-abu dengan pola jaring hitam.
  • Longfin Karasu: hitam, tanpa sisik, siripnya sangat panjang. Disebut sebagai jenis paling langka dan cenderung tumbuh besar.
  • Metalik: seperti platinum dan lemon ogon. Yang berwarna polos platinum dan lemon ogon termasuk yang paling dihargai.

Perawatan

Perawatannya pada dasarnya sama dengan koi biasa, dan koi butterfly bisa dipelihara bersama koi biasa dalam satu kolam.

Kolam atau akuarium: satu sumber menyarankan sekitar 3.800 liter (1.000 galon) per ekor dengan kedalaman minimal 90 cm. Sumber lain menyebut kolam minimal 3.800 liter dengan kedalaman lebih dari 1 m, dan mengingatkan bahwa kolam beton menaikkan pH sehingga perlu dilapisi. Ikan yang masih kecil bisa tinggal di akuarium, tetapi seperti koi lainnya, ukuran penuhnya hanya tercapai di kolam. Satu sumber menyebut ikan ini bisa dipelihara di kolam maupun akuarium kaca, dan bentuknya yang anggun membuatnya direkomendasikan untuk akuarium kaca.

Air: air bersih dan filter yang baik membantu melindungi sirip. Angka dari sumber berbeda-beda:

ParameterSumber ASumber B
Suhu0,5–32 °C20–27 °C
pH6,8–7,27–7,5
Ukuran ikan30–38 cm91–102 cm

Sumber B juga memberi angka umum untuk koi, yaitu oksigen terlarut minimal sekitar 2,5 mg/L.

Pakan: beri pakan seimbang yang tinggi protein, ditambah sayuran dan sesekali cacing tanah atau udang. Sumber B memberi angka umum untuk koi, yaitu sekitar 5% dari berat badan, dua kali sehari.

Teman sekolam: koi butterfly berenang lebih lambat, jadi bisa kalah di arus yang kuat dan saat makan. Pastikan ia kebagian pakan.

Umur: 25–35 tahun atau lebih.

Pembiakan

Menurut satu sumber, gen sirip panjang bersifat dominan. Saat disilangkan kembali ke arah warna-warna asli, sirip panjangnya tidak hilang. Gabungan gen sirip panjang dari ikan mas dengan warna koi inilah yang menghasilkan koi butterfly, dan ikan ini bisa dibiakkan dalam banyak warna. Sekarang sebagian besar peternak koi ternama di Jepang juga memproduksi koi butterfly. Perlu diingat, proses pemijahan bisa membuat ikan terluka.

Kesehatan

  • Sirip yang panjang mudah sobek dan rentan cedera serta busuk sirip, apalagi kalau ada benda tajam atau kualitas air buruk. Sirip yang terekspos juga mungkin membuat ikan lebih mudah terkena parasit.
  • Sirip yang sobek atau bengkok akan rusak selamanya, meskipun kerusakannya hanya soal tampilan.
  • Serokan dan penanganan mudah merusak sirip. Sirip berkembang paling baik kalau ikan tumbuh pelan dan stabil.

Soal daya tahan, sumber-sumber bertolak belakang. Satu sumber menyebut koi biasa sekitar dua kali lebih tahan daripada koi butterfly, sehingga menyarankan koi biasa untuk kolam beton. Sebaliknya, halaman sebuah toko menyebut koi sirip panjang sangat sehat dan tahan penyakit.

Tips Membeli

  • Pilih ikan yang warnanya cerah, sisiknya mulus tanpa kerusakan, matanya jernih dan waspada, serta tidak ada luka, bercak pudar, atau sirip menguncup.
  • Periksa apakah jari-jari sirip depan kokoh dan sirip dada berbentuk kipas. Hindari ikan yang siripnya lemas.
  • Toko ikan hias dan toko perlengkapan kolam juga menjualnya, tetapi peternak koi khusus dianggap pilihan yang lebih baik.
  • Harga koi bergantung pada jenis, ukuran, asal, kemurnian, dan warna. Waspadai ikan yang dijual jauh di bawah harga pasaran.

Kontroversi

Status koi butterfly masih diperdebatkan. Wikipedia menyebutnya ras ikan mas (Cyprinus carpio), yang sama spesiesnya dengan koi, sedangkan sumber-sumber hobi menyebutnya silangan koi dengan ikan mas sirip panjang Indonesia.

Di dunia kontes, Zen Nippon Airinkai di Jepang sudah lama tidak mengizinkan koi butterfly ikut kontes, begitu pula UK Koi Judges Association. Alasannya: tubuhnya lebih ramping, proporsi siripnya jauh di luar standar, dan polanya terlihat berbeda. Associated Koi Clubs of America dilaporkan membuat standar penjurian tersendiri pada 2006. Di kontes Amerika, ikan ini biasanya masuk kelas sendiri dan jarang memenangkan penghargaan utama.

Sebagian penggemar di Jepang menolaknya karena bukan ras murni. Sebagian kolektor tidak menganggapnya koi sejati, dan sebagian pencinta koi menilainya lebih rendah daripada koi tradisional.

Tanya jawab

Apakah koi butterfly hasil silangan atau masih koi biasa?

Sumber berbeda pendapat. Sumber-sumber hobi menyebutnya silangan koi dengan ikan mas sirip panjang dari Indonesia. Wikipedia menggolongkannya sebagai ras ikan mas (Cyprinus carpio), yang sama spesiesnya dengan koi.

Bisakah koi butterfly dipelihara di akuarium?

Ikan kecil bisa tinggal di akuarium, dan satu sumber bahkan merekomendasikannya untuk akuarium kaca. Tetapi, seperti koi lainnya, ukuran penuhnya hanya tercapai di kolam. Sumber menyarankan kolam minimal sekitar 3.800 liter dengan kedalaman minimal 90 cm sampai lebih dari 1 m.

Bisakah dicampur dengan koi biasa?

Bisa. Perawatannya sama. Hanya saja, koi butterfly berenang lebih lambat, jadi pastikan ia kebagian pakan dan tidak kewalahan oleh arus yang kuat.

Kalau siripnya sobek, apakah bisa pulih?

Menurut satu sumber, sirip yang sobek atau bengkok akan rusak selamanya, meskipun kerusakannya hanya soal tampilan. Jaga air tetap bersih, singkirkan benda tajam, dan hati-hati saat memakai serokan.

Apakah anakannya juga bersirip panjang?

Menurut satu sumber, gen sirip panjang bersifat dominan, dan sirip panjang tetap muncul walaupun ikan disilangkan kembali ke arah warna-warna asli.

Sumber

  1. Butterfly koi – Wikipedia
  2. An Introduction to Butterfly Koi – Fitz's Fish Ponds
  3. All About Butterfly Koi – Koi Story
  4. Butterfly Koi: The Ultimate Guide – Koi Fish USA
  5. What is a Butterfly Koi – Everything Koi
  6. Từ A-Z về cá Koi cho người mới – Chợ Tốt (bahasa Vietnam)
  7. Cá Koi – Mytour (bahasa Vietnam)