
Varietas ikan hias
Ryukin
Nama lain: Mas koki Ryukin
- Suhu
- 22°C
Rentang yang disarankan semua sumber
- Cá vàng Lưu kim - Wikipedia tiếng Việt (bahasa Vietnam): 18–23°C
- Cá vàng ryukin: Nguồn gốc, đặc điểm và cách chăm sóc (bahasa Vietnam): 22–28°C
- Ryukin Goldfish - Aquariadise: 18–22°C
- pH
- 6,5–7,5
Rentang yang disarankan semua sumber
- Cá vàng Lưu kim - Wikipedia tiếng Việt (bahasa Vietnam): 6,5–7,5
- Ryukin Goldfish - Aquariadise: 6–8
- Kesadahan (dGH)
- 5–19
Rentang yang disarankan semua sumber
- Cá vàng Lưu kim - Wikipedia tiếng Việt (bahasa Vietnam): 4–20
- Ryukin Goldfish - Aquariadise: 5–19
- Ukuran
- 15–25 cm
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Cá vàng Lưu kim - Wikipedia tiếng Việt (bahasa Vietnam): 15–21 cm
- Ryukin Goldfish - Aquariadise: 15–25 cm
- Ryukin - Wikipedia: 21 cm
AquaTome merangkum dari 8 sumber (peternak, artikel, forum), lalu menulis ulang dengan kata-kata sendiri. Diperbarui 30/10/2026.
Foto Ryukin
Ringkasan
Ryukin adalah varietas mas koki (Carassius auratus) dengan badan pendek dan dalam, kepala runcing, punuk yang jelas di belakang kepala, dan ekor dengan 3 atau 4 lobus.
Karena bentuk badannya, gangguan gelembung renang dan keseimbangan sering terjadi, dan ikan ini kurang tahan suhu yang sangat dingin. Kualitas air yang bersih (nitrat mendekati nol) sangat penting.
Sebelum membeli, perhatikan cara berenangnya (harus tegak), simetri sirip, dan tutup insangnya. Mungkin juga ini satu-satunya varietas mas koki yang bisa agresif terhadap teman setangki.
Asal-usul
Asal Ryukin masih diperdebatkan. Satu sumber menyebutnya berasal dari Tiongkok dan kemungkinan merupakan mutasi dari Wakin, tetapi tanggal pembiakannya tidak diketahui. Sumber lain menyebut ada yang berpendapat ikan ini lebih dulu muncul di Tiongkok lalu disempurnakan di Jepang, sementara pihak lain menganggapnya murni Jepang. Ada juga sumber yang menyebut Jepang mengembangkannya dari mas koki Fantail asal Tiongkok, dan sumber lain lagi mencantumkan Jepang sebagai negara asal dengan peternakan pembiakan di Tiongkok.
Namanya diambil dari Kepulauan Ryukyu, yang konon menjadi jalur masuknya ke Jepang. Soal waktunya pun sumber berbeda: ada yang menyebut ikan ini tiba pada tahun 1770-an, dan ada catatan tertulis dari tahun 1833. Punuk yang tinggi tampaknya ciri yang cukup baru. Punuk seperti itu baru terlihat di foto-foto dari sekitar 20 sampai 60 tahun terakhir.
Ciri dan galur
Ryukin punya badan pendek dan dalam, kepala runcing, punuk yang jelas di belakang kepala, dan sirip punggung yang tinggi. Panjang ekornya sering sekitar dua kali panjang badan, dengan 3 atau 4 lobus. Ukuran dewasanya menurut berbagai sumber sekitar 15–21 cm, ada pula yang menyebut 15–25 cm, atau 21 cm.
Warnanya beragam: merah, merah-putih, putih, perak, biru, hitam, oranye, abu-abu lavender, besi (iron), dan calico. Bentuk calico dengan bintik hitam disebut sakura.
Cara menilai Ryukin yang bagus menurut standar penilaian:
- Kepala runcing berbentuk segitiga, tanpa jambul (pertumbuhan daging di kepala), panjangnya tidak lebih dari 1/3 panjang badan.
- Punuk naik tajam membentuk setengah lingkaran. Satu sumber menyebut kemiringan punuk yang baik sekitar 45°.
- Sirip punggung mulai sebelum puncak punuk dan berdiri tegak.
- Dari samping, badan tampak hampir bulat, penuh, dan seimbang.
- Ekor dibawa tinggi dengan lobus yang lebar.
- Sirip simetris dan tidak sobek, warna cerah dan merata, dan ikan berenang tegak.
Sebagian penghobi menilai ikan makin berharga jika punggungnya makin tinggi.
Galur dan tipe yang dikenal:
- Bentuk ekor ganda: standar (sirip panjang), ekor lebar (butterfly, disebut juga Chochokin), dan ekor pendek.
- Tamasaba (Yamagata kingyo, sabao): Ryukin berekor tunggal yang tangguh dari Prefektur Yamagata, Jepang. Ikan ini hanya ada dalam warna merah dan putih.
- Tetsu onaga: bentuk ekor panjang berwarna besi (iron) yang langka.
- Tipe warna yang punya nama: Ginrin, Sakura, Tancho, dan Tiger.
- Beberapa toko menjual bentuk badan "pendek" sebagai tipe tersendiri.
Pemeliharaan
Ukuran akuarium: sumber-sumber berbeda pendapat. Satu sumber menyebut 35 galon AS (sekitar 132 L) sebagai batas minimum untuk satu Ryukin besar, dan 40–50 galon (151–189 L) lebih baik. Sumber lain menyarankan 40–50 L per ekor, idealnya 100 L atau lebih. Pilih akuarium yang memanjang, bukan akuarium bulat, dan jangan pakai dekorasi yang tajam. Kedalaman air pemeliharaan sebaiknya tidak lebih dari sekitar 60 cm, karena menurut satu sumber air yang dalam membuat badan ikan menjadi lebih panjang.
Parameter air menurut berbagai sumber:
| Parameter | Kisaran |
|---|---|
| Suhu | 18–23 °C; 18–22 °C; satu sumber menyebut 22–28 °C |
| pH | 6,5–7,5 atau 6–8 |
| Kesadahan (GH) | 4–20 atau 5–19 |
Filter dan ganti air: satu sumber menyarankan filter yang kuat ditambah aerasi. Sumber lain mengingatkan agar arus filter tidak terlalu kencang. Usahakan nitrat tetap mendekati nol dengan ganti air dalam jumlah besar setiap minggu.
Pakan: Ryukin pemakan segala (omnivora). Rendam pelet dulu sebelum diberikan, lalu variasikan dengan cacing darah, kutu air, dan sayuran yang direbus sebentar seperti kacang polong.
Teman setangki: cocok dengan mas koki hias lain seperti Oranda, Lionhead, dan Ranchu. Jangan campur dengan mas koki berbadan ramping karena Ryukin akan kalah bersaing. Ikan yang sangat kecil dan udang bisa dimakan. Satu sumber menyebut Ryukin mungkin satu-satunya varietas mas koki yang bisa agresif terhadap teman setangki, termasuk merobek sirip. Ryukin juga cenderung mencabut tanaman air.
Suhu dingin: Ryukin kurang tahan suhu yang sangat dingin. Ikan yang dipelihara di kolam perlu diaklimatisasi lebih awal dan diberi pakan yang baik sebelum musim dingin.
Pembiakan
Ryukin mudah berkembang biak dan sangat produktif. Satu sumber menyebut ikan ini bisa memijah sejak umur sekitar 5 bulan. Ikan jantan menunjukkan bintil putih pada tutup insangnya. Pemijahan terjadi di tanaman atau media pemijahan (mop). Satu betina bisa bertelur hingga 10.000 butir, dan induknya akan memakan telur tersebut. Telur menetas dalam sekitar seminggu.
Jantan mengejar betina dengan keras dan bisa melukainya. Karena itu peternak sering melakukan pemijahan buatan (stripping), dengan sperma dari 2–3 jantan untuk satu betina.
Tidak semua anakan mewarisi ciri induknya. Peternak menyortir burayak beberapa kali: menyingkirkan yang cacat saat mulai berenang bebas, menilai ekor pada ukuran sekitar 2,5 cm, lalu menilai kepala dan punuk pada umur 2–3 bulan.
Kesehatan
- Gelembung renang dan keseimbangan: badan yang pendek dan dalam membuat masalah ini sering terjadi. Ikan yang mengapung atau menggantung dengan kepala di bawah mungkin mengalaminya. Gangguan ini sering dikaitkan dengan nitrat yang tinggi. Betina yang tidak bisa mengeluarkan telur (egg-bound) juga bisa kehilangan daya apung.
- Tutup insang melengkung atau hilang: ini cacat hasil pembiakan (breeding fault). Ikan yang mengalaminya sebaiknya tidak dijadikan indukan.
- Septikemia: ikan yang kedinginan di air dingin bisa terkena septikemia di musim semi.
- Penyakit umum: penyakit bintik putih (white spot), borok, dropsy, kembung, dan busuk sirip. Kacang polong yang dikupas membantu pencernaan.
Tips membeli
- Pilih ikan yang berenang tegak dan lancar serta cepat datang saat diberi pakan.
- Hindari ikan yang diam di dasar atau miring, atau yang punya bintik putih, luka, atau sirip sobek.
- Hindari ikan dengan perut kempis atau badan yang terlalu panjang.
- Pastikan sirip simetris, dan sirip dada serta sirip perut tidak melengkung.
- Periksa tutup insang. Hindari ikan dengan tutup insang yang melengkung atau terpotong.
- Karantina ikan baru minimal dua minggu.
Kontroversi
Beberapa kritikus, termasuk penulis Charlie Morton, menyebut mas koki hias sangat inbreeding (kawin sedarah) dan bahwa badan yang dipadatkan serta tulang belakang yang bengkok menyebabkan gangguan gelembung renang menahun dan penderitaan. Bubble Eye yang dikritik di sana disebut sebagai turunan Ryukin.
Wikipedia, mengutip SPCA (Selandia Baru), menyebut pembiakan untuk badan bulat mengubah bentuk gelembung renang dan bisa merusak tulang belakang serta organ. Sebagian penghobi ikan hias dan aktivis hak hewan menyebut praktik ini kejam.
Tanya jawab
Berapa suhu yang cocok untuk Ryukin?
Sumber berbeda-beda: ada yang menyebut 18–23 °C, ada yang 18–22 °C, dan satu sumber menyebut 22–28 °C. Ikan ini kurang tahan suhu yang sangat dingin.
Butuh akuarium seberapa besar?
Satu sumber menyebut minimal sekitar 132 L untuk satu Ryukin besar, dan 151–189 L lebih baik. Sumber lain menyarankan 40–50 L per ekor, idealnya 100 L atau lebih. Satu sumber menyarankan akuarium memanjang, bukan bulat, dengan kedalaman air tidak lebih dari sekitar 60 cm.
Apakah Ryukin bisa dicampur dengan ikan lain?
Cocok dengan mas koki hias lain seperti Oranda, Lionhead, dan Ranchu. Jangan campur dengan mas koki berbadan ramping karena Ryukin akan kalah bersaing. Ikan sangat kecil dan udang bisa dimakan. Satu sumber menyebut Ryukin mungkin satu-satunya varietas mas koki yang bisa agresif, termasuk merobek sirip teman setangki.
Kenapa Ryukin saya mengapung atau menggantung dengan kepala di bawah?
Kemungkinan karena gangguan gelembung renang, yang sering terjadi pada Ryukin karena badannya pendek dan dalam. Masalah ini sering dikaitkan dengan nitrat yang tinggi, jadi jaga nitrat mendekati nol dengan ganti air dalam jumlah besar setiap minggu. Pada betina, telur yang tidak bisa dikeluarkan juga bisa menjadi penyebabnya.
Apa itu Tamasaba?
Tamasaba (Yamagata kingyo, sabao) adalah Ryukin berekor tunggal yang tangguh dari Prefektur Yamagata, Jepang. Ikan ini hanya ada dalam warna merah dan putih.
Sumber
- Ryukin - Wikipedia
- Cá vàng Lưu kim - Wikipedia tiếng Việt (bahasa Vietnam)
- Cá vàng ryukin: Nguồn gốc, đặc điểm và cách chăm sóc (bahasa Vietnam)
- Ryukin Goldfish - The Goldfish Council
- Ryukin Goldfish - Aquariadise
- Is it cruel to keep fancy goldfish? - Aquariadise
- Pearlscale - Wikipedia
- Cá Vàng Lưng Gù Ryukin Dáng Short - Cá cảnh Kim Giang (bahasa Vietnam)

