
Melanotaeniidae, Indonesia
Threadfin Rainbow
Iriatherina werneri
Nama lain: Rainbow Threadfin, Threadfin rainbowfish, Featherfin rainbowfish, Pelangi threadfin
- Suhu
- 22–30°C
- pH
- 5–8
- Kesadahan (dGH)
- 1–12
- Ukuran
- 4 cm
- Akuarium minimum
- 60 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang 4/8
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.
Info singkat
Threadfin rainbow, Iriatherina werneri, adalah ikan pelangi (rainbowfish) berukuran kecil yang berasal dari Papua bagian selatan, Cape York di Queensland, dan Northern Territory. Meskipun banyak diperdagangkan dan dibudidayakan dalam skala komersial, ikan ini cukup rapuh dengan kebutuhan perawatan yang agak spesifik, sehingga tidak disarankan untuk pemula. Ikan ini mudah kalah bersaing saat makan, dan sirip panjang ikan jantannya sering digigiti oleh beberapa spesies yang umum dipelihara. Karena itu, sebaiknya dipelihara sendiri atau bersama ikan yang ukuran dan wataknya sebanding.
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 40 mm SL. Alas akuarium: 60 × 30 cm. Volume: ±54 liter.
Akuarium dengan ukuran alas 60 × 30 cm sebaiknya menjadi ukuran paling kecil yang dipertimbangkan.1
Kondisi air seperti apa?
- Suhu: 22–30 °C
- pH: 5,0–8,0
- Kesadahan: 1–12 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?
Paling baik dipelihara di akuarium yang padat tanaman, dan sangat cocok untuk aquascape yang ditata dengan cermat. Tambahan beberapa tanaman apung serta akar atau cabang kayu (driftwood) untuk meredam cahaya yang masuk ke akuarium tampaknya juga disukai dan membuat tampilan lebih alami. Jika ingin membesarkan burayak bersama induknya, sebaiknya tambahkan moss air berdaun halus, misalnya Taxiphylum sp. (lihat bagian 'Reproduksi').
Filter tidak perlu terlalu kuat karena ikan ini umumnya berasal dari perairan yang tenang dan bisa kewalahan jika arusnya deras. Jangan memasukkan ikan ini ke akuarium yang siklus nitrogennya belum matang, karena ikan ini bisa rentan terhadap perubahan kimia air.1
Diberi pakan apa?
Di alam, ikan ini memakan fitoplankton yang mengapung atau melayang, diatom, dan zooplankton lainnya. Di akuarium, ikan ini harus diberi pakan yang ukurannya sesuai dengan mulutnya yang sangat kecil. Idealnya, sebagian besar menunya berupa pakan hidup seperti kutu air (Daphnia, Moina), naupli artemia, mikroworm, kopepoda, dan sejenisnya, meskipun pakan kering apung yang kecil/dihancurkan juga mau dimakan.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Sangat damai, tetapi tidak cocok untuk akuarium komunitas pada umumnya karena mudah kalah bersaing saat makan, dan sirip panjang ikan jantan dewasa bisa digigiti oleh beberapa spesies yang umum dipelihara. Paling baik dipelihara sendiri atau bersama ikan yang ukuran dan wataknya sebanding seperti Pseudomugil spp. Jika asal geografis tidak dipermasalahkan, Microdevario, Danionella, Eirmotus, Trigonostigma, Corydoras kerdil, loricariid kecil seperti Otocinclus spp., serta udang air tawar dari genus Caridina dan Neocaridina juga cocok.
Secara alami ikan ini hidup bergerombol, jadi sebaiknya dipelihara dalam kelompok minimal 6 ekor, idealnya 10 ekor atau lebih. Dengan jumlah seperti itu, ikan tidak hanya jadi kurang gugup, tetapi tampilannya juga lebih menarik dan alami. Ikan jantan juga akan menampilkan warna terbaiknya dan perilaku yang menarik saat bersaing satu sama lain untuk mendapatkan perhatian betina.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Ikan jantan dewasa memiliki sirip tunggal dan sirip perut yang memanjang, serta berukuran lebih besar dan lebih berwarna daripada betina.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Spesies ini termasuk penebar telur yang tidak mengasuh anaknya, dan akan memakan telur serta burayaknya sendiri jika ada kesempatan. Pemijahan lebih mungkin terjadi pada suhu yang mendekati batas atas kisaran di atas. Betina mampu meletakkan beberapa butir telur setiap hari selama beberapa hari. Seekor jantan juga bisa kawin dengan beberapa betina dalam satu hari, dan pada periode yang lebih hangat pemijahan biasanya berlangsung sepanjang siang hari.
Ikan jantan yang siap memijah sering memamerkan diri kepada betina, dan tampaknya lebih suka melakukannya di bawah naungan tanaman apung. Warnanya secara keseluruhan menjadi lebih tajam, sirip punggung pertama yang membulat ditegakkan, dan jari-jari sirip berbentuk benang pada sirip punggung kedua serta sirip dubur 'dikibas-kibaskan' untuk memikat pasangan. Betina yang tertarik akan memilih tempat memijah, biasanya akar tanaman apung atau rumpun tanaman berdaun halus, lalu menandakannya dengan diam di tempat. Saat itu, kedua ikan masuk ke media tersebut untuk melepaskan telur dan sperma.
Ada dua cara dasar untuk memijahkan ikan ini di akuarium. Cara pertama adalah memisahkan satu jantan dan dua atau tiga betina ke akuarium yang lebih kecil, dilengkapi filter spons bertenaga aerator dan media pemijahan berupa mop nilon atau moss air. Media diperiksa setiap hari, lalu dipindahkan ke wadah penetasan terpisah jika ditemukan telur.
Cara lainnya adalah memelihara koloni ikan dewasa di akuarium yang lebih besar dan tertata lengkap. Jika tanamannya cukup lebat, sebagian burayak seharusnya bisa bertahan hidup. Karena burayak menghabiskan awal hidupnya di dekat permukaan air, moss air dari genus Taxiphylum yang diikatkan pada dekorasi di bagian atas kolom air tampaknya memberi hasil paling baik, tetapi tanaman apung dengan akar menjuntai juga disarankan.
Cara kedua ini hasilnya lebih sedikit, tetapi lebih sederhana dan lebih bisa diandalkan, karena akuarium bertanaman yang sudah matang biasanya kondisi airnya relatif stabil, dan mikrofauna di dalamnya bisa menjadi sumber pakan awal yang berharga bagi burayak. Jika telur dipisahkan dan burayak dibesarkan secara terpisah, bisa muncul masalah dalam pemberian pakan maupun kualitas air karena ukurannya yang sangat kecil dan sifatnya yang rapuh.
Air yang sudah lama tidak diganti bisa menyebabkan banyak kematian, jadi ganti air sedikit-sedikit secara rutin sangat penting, dan sisa pakan tidak boleh dibiarkan menumpuk di akuarium pembesaran. Seiring pertumbuhannya, burayak juga cukup pilih-pilih soal ukuran mangsa, jadi jika memakai pakan hidup mungkin perlu kultur beberapa jenis pakan. Burayak juga bisa dibesarkan dengan pakan kering bubuk berkualitas baik, yang sebagian tersedia dalam beberapa tingkatan ukuran butiran. Berikan pakan sedikit-sedikit minimal dua kali sehari.
Pertumbuhan umumnya lambat selama beberapa minggu pertama, tetapi bisa dipercepat dengan pakan hidup. Burayak yang tumbuh cepat dan yang lambat mungkin perlu dipisahkan pada suatu saat, karena yang lebih besar akan mengalahkan yang kecil dalam berebut pakan dan memangsanya.1
Di mana habitat aslinya?
Spesies ini dideskripsikan dari 'Merauke, Irian Jaya, Indonesia', yang sekarang menjadi Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Indonesia, di Pulau Papua (New Guinea). Ikan ini tersebar di sepanjang bagian pantai selatan Pulau Papua yang relatif pendek, antara Merauke dan muara Sungai Fly di seberang perbatasan, di Papua Nugini. Di daerah aliran Sungai Fly, ikan ini pernah tercatat hingga lebih dari 500 km ke arah pedalaman. Populasinya juga diketahui ada di Danau Bosset dan Danau Kala.
Di Australia, catatan keberadaannya berasal dari banyak daerah aliran sungai di Semenanjung Cape York, negara bagian Queensland, serta di Northern Territory di sebelah baratnya, termasuk lahan basah Arafura di Arnhem Land. Pola warna dan bentuk sirip ikan ini agak berbeda-beda tergantung lokasinya, tetapi ikan tangkapan alam hampir tidak pernah ditemui di dunia akuarium. Semua yang dijual merupakan hasil budidaya komersial.1

Habitat alami
Ikan ini lebih menyukai sungai kecil berarus lambat, rawa air tawar, laguna, dan billabong (danau tapal kuda) yang airnya jernih dan banyak ditumbuhi tanaman air. Ikan ini paling sering ditemukan di habitat tepian yang bervegetasi lebat dengan kedalaman kurang dari 1,5 m, dan sering dijumpai di sekitar daun teratai yang mengapung. Pengukuran di alam mencatat kisaran suhu 22–32 °C dan pH 5,2–7,5.
Ikan betina dan anakan teramati berkumpul dalam kelompok, sedangkan ikan jantan yang sedang aktif kawin membentuk teritori sementara di perairan terbuka. Dari teritori itu, mereka memamerkan diri kepada pejantan lain dan betina yang sudah siap bertelur. Pemijahan berlangsung pada bulan-bulan yang lebih hangat.1
Catatan
Meskipun spesies ini banyak diperdagangkan dan dibudidayakan secara komersial untuk hobi akuarium, sebenarnya ikan ini cukup rapuh dengan kebutuhan perawatan yang agak spesifik, sehingga tidak disarankan untuk pemula. Ikan ini kadang juga disebut 'featherfin rainbowfish'.
Bentuk tubuh dan pola warnanya khas dibandingkan anggota famili Melanotaeniidae lainnya, dan genusnya tetap monotipik sejak dideskripsikan oleh Meinken (1974). Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa populasi dari Northern Territory, Queensland, dan Papua memiliki perbedaan genetik yang cukup besar untuk diakui sebagai takson tersendiri, tetapi hal ini belum dikonfirmasi pada saat tulisan ini dibuat.
Genus ini dapat dibedakan dari melanotaeniid lainnya melalui kombinasi ciri berikut: semua duri sirip punggung pertama relatif lunak dan lentur; 11–12 jari-jari lunak sirip dubur; beberapa jari-jari pertama sirip punggung kedua dan sirip dubur memanjang menjadi filamen pada ikan jantan; gigi premaksila yang terlihat berkurang menjadi satu baris berisi 7–8 gigi taring yang membesar. Dari segi kekerabatan evolusioner dengan anggota famili lainnya, genus ini tampaknya berada di antara Melanotaenia dan Rhadinocentrus.
Famili Melanotaeniidae memiliki hubungan kelompok saudara (sister group) dengan famili Bedotiidae dari Madagaskar, yang mungkin mengejutkan mengingat pola sebaran keduanya saat ini. Asal-usul pasti dan penyebaran kedua famili ini masih diperdebatkan. Beberapa paleontolog berpendapat bahwa ikan air tawar Madagaskar berasal dari penyebaran lintas samudra pada Era Kenozoikum, tetapi argumen yang paling kuat saat ini menunjukkan radiasi di air tawar yang terjadi saat pecahnya Gondwana pada Era Mesozoikum.1
Referensi
- Sparks, J. S. and W. L. Smith (2004). Phylogeny and biogeography of the Malagasy and Australasian rainbowfishes (Teleostei: Melanotaenioidei): Gondwanan vicariance and evolution in freshwater. Molecular Phylogenetics and Evolution 33(3), 719-734
- Allen, G. R. (1980). A Generic Classification of The Rainbowfishes (Family Melanotaeniidae). Records of the Western Australian Museum 8(3), 449-490
- Tappin, A. R. (2010). Rainbowfishes - Their Care and Keeping in Captivity. Art Publications, 1-484
- Allen, G. R., H. Midgley, and M. Allen (2002). Field guide to the freshwater fishes of Australia. Western Australian Museum, i-xiv + 1-3941
Sumber
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini dengan izin mereka. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Threadfin Rainbow? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.