Cichlidae, Burundi

Tropheus duboisi

Tropheus duboisi

Nama lain: Duboisi, Tropheus Duboisi, White-spotted cichlid, White spotted Tropheus

Suhu
23–27°C
pH
8–9,5
Kesadahan (dGH)
8–25
Ukuran
12 cm
Akuarium minimum
120 cm
Tingkat kesulitan
Sulit 6/8

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.

Cek kecocokan dengan spesies lain →

Info singkat

White-spotted cichlid, Tropheus duboisi, adalah ikan endemik Danau Tanganyika. Ikan ini hidup di area berbatu yang lebih dalam dibandingkan kerabat satu genusnya. Ikan muda punya bintik putih atau biru muda di atas tubuh yang hitam pekat. Setelah dewasa, warnanya memudar menjadi biru kehitaman dengan satu pita vertikal kuning atau putih. Seperti anggota genus lainnya, ikan ini sangat rentan terkena bloat (kembung) dan kurang cocok untuk pemula.

  • Ukuran maksimal: 120 mm SL
  • Suhu: 23–27 °C
  • pH: 8,0–9,5
  • Kesadahan: 8–25 dGH1

Butuh akuarium seberapa besar?

120 × 30 × 30 cm (110 liter) untuk satu ekor. Untuk satu kelompok dibutuhkan akuarium yang jauh lebih besar (lihat di bawah).1

Tropheus duboisi "Maswa"
©

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 23–27 °C
  • pH: 8,0–9,5
  • Kesadahan: 8–25 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Banyak akuaris memelihara Tropheus di akuarium kosong tanpa dekorasi supaya perilaku teritorialnya berkurang, tetapi ikan ini juga bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi. Kalau ingin mendekorasi akuarium, susun tumpukan batu sehingga terbentuk banyak struktur mirip gua dan tempat persembunyian, diselingi area terbuka untuk berenang. Apa pun pilihannya, gunakan pasir sebagai substrat dan pastikan kadar oksigen dalam air tinggi.1

Diberi pakan apa?

Ikan ini mau menerima hampir semua pakan yang diberikan, tetapi menu utamanya sebaiknya bahan nabati, misalnya pakan serpihan spirulina, bayam yang sudah direbus sebentar (blansir), nori, dan sejenisnya. Menu ini bisa ditambah pakan hidup dan beku dalam porsi kecil. Jangan pernah memberi jantung sapi atau daging hewan lainnya karena bisa mengganggu sistem pencernaan ikan ini.1

珍珠蝴蝶 Tropheus duboisi
©

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Ikan ini sering dicap agresif, padahal reputasi itu tidak sepenuhnya benar. Sebenarnya ia relatif damai terhadap spesies lain, tetapi suka bertengkar dengan sesama jenisnya. Meski begitu, ikan ini sangat aktif sehingga sebaiknya tidak dicampur dengan spesies yang pemalu. Teman satu akuarium yang bisa dipertimbangkan antara lain spesies Julidochromis, Eretmodus, dan Tanganicodus, karena kebutuhan pakannya mirip dengan Tropheus.

Sayangnya, membentuk kelompok T. duboisi yang damai cukup sulit. Di alam ikan ini tidak bergerombol, dan di akuarium biasanya mereka saling berkelahi sampai terbentuk urutan hierarki yang alami. Namun dalam kelompok kecil (5-6 ekor), ikan-ikan ini sulit tenang dan bisa berkelahi sampai mati. Karena itu umumnya disarankan membeli satu kelompok berisi 15-20 ekor untuk mengurangi perilaku teritorial. Ada pengecualian, misalnya kelompok kecil bahkan sepasang Tropheus yang terlihat hidup damai bersama, tetapi itu hanya pengecualian, bukan aturan umum.

Jadi, kendala utama dalam memelihara koloni Tropheus adalah biaya dan ukuran akuarium. Untuk satu kelompok, ukuran minimal akuariumnya 150 × 45 × 45 cm. Kalau dipelihara dalam kelompok besar, interaksi sosial antarikan benar-benar menarik untuk diamati. Jangan pernah memasukkan individu baru ke koloni Tropheus yang sudah mapan, karena ikan baru itu tidak akan diterima.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan dan betina sulit dibedakan. Ada sedikit perbedaan pada kecepatan tumbuh dan bentuk tubuh, tetapi satu-satunya cara yang pasti adalah memeriksa papila genital ikan, dan cara ini hanya disarankan untuk yang sudah ahli. Papila genital jantan berbentuk runcing, sedangkan pada betina membulat.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Bisa dipijahkan. Termasuk pengeram mulut (mouthbrooder) betina. Akuarium sebaiknya ditata seperti yang dijelaskan di atas. Disarankan membeli 20-30 ekor ikan muda dan membesarkannya bersama-sama, karena ikan dewasa harganya mahal. Kalau bisa, usahakan mendapatkan ikan hasil penangkaran, karena ikan tangkapan alam cenderung jauh lebih rapuh, lebih agresif, dan lebih mahal. Kelompok yang ideal sulit didapat, dan sebagian ikan (terutama jantan subdominan) bisa saja mati. Cara lainnya adalah mengeluarkan jantan-jantan dominan seiring pertumbuhannya sampai didapat perbandingan jantan-betina yang diinginkan. Kalau ingin memelihara lebih dari satu jantan, sediakan wilayah sekitar 60 cm untuk tiap jantan, masing-masing dengan tumpukan batu yang akan dijaga oleh jantan tersebut. Untuk setiap jantan sebaiknya ada 6-10 betina. Kalau ada beberapa jantan di akuarium tetapi hanya ada satu tumpukan batu atau tumpukan batu yang menyambung, hanya satu jantan yang akan menjadi dominan dan memijah dengan para betina.

Ikan ini memijah di kolom air terbuka, biasanya di atas bebatuan. Saat memijah, betina bisa langsung memasukkan telur ke mulutnya sebelum telur menyentuh dasar, atau membiarkan telur jatuh ke celah-celah batu lalu memungutnya. Setelah itu betina menyentuhkan moncongnya ke lubang kelamin jantan, dan jantan mengeluarkan sperma langsung ke mulut betina sehingga telur terbuahi. Betina bisa mengerami 5-15 butir telur selama lebih dari 4 minggu sebelum melepaskan burayak yang sudah bisa berenang bebas. Selama masa ini betina biasanya tetap makan, dan mudah dikenali dari mulutnya yang menggembung.

Kalau betina terlalu stres, ia bisa memuntahkan telur atau burayaknya sebelum waktunya atau memakannya, jadi harus hati-hati kalau ingin memindahkan ikan. Memindahkan betina tidak disarankan untuk Tropheus, karena kalau betina terlalu lama terpisah dari koloni, ia akan kehilangan posisinya dalam hierarki kelompok dan bisa diserang habis-habisan saat dikembalikan. Sebaliknya, kalau dibiarkan di akuarium utama, ia bisa kehilangan sebagian besar anaknya karena diganggu ikan lain. Kalau betina tetap dipindahkan, saat ia dikembalikan matikan lampu akuarium dan tutup akuarium dengan selimut selama beberapa jam.

Kebanyakan penangkar yang ingin membesarkan burayak dalam jumlah banyak secara buatan akan mengeluarkan burayak dari mulut induknya pada umur 2 minggu (stripping) dan membesarkannya sejak saat itu. Namun cara ini hanya untuk yang sudah ahli. Begitu sudah bisa berenang bebas, burayak sudah cukup besar untuk memakan naupli artemia, microworm, dan pakan kering bubuk. Kalau dibiarkan bersama induknya, induk masih menjaga anaknya untuk sementara waktu, dan burayak akan berlindung di mulut induknya saat merasa terancam.1

Tropheus duboisi Marlier, 1959, Natural History Museum University of Pisa
©

Di mana habitat aslinya?

Endemik Danau Tanganyika.1

Habitat alami

Ikan ini hidup di area berbatu yang lebih dalam dibandingkan kerabat satu genusnya.1

Catatan

Seperti anggota genus lainnya, Tropheus duboisi termasuk ikan yang cukup misterius di dunia akuarium, dan meski populer, ikan ini kurang cocok untuk pemula. Sudah banyak perdebatan dan diskusi tentang cara terbaik memeliharanya di akuarium, dan sebagian perdebatan itu masih berlangsung sampai sekarang. Cara pemeliharaan yang umumnya diterima sudah dijelaskan di sini, tetapi kenyataannya cara yang berhasil bagi satu akuaris belum tentu berhasil bagi akuaris lain. Satu hal yang selalu berlaku: kualitas air sangat penting di akuarium Tropheus, karena ikan ini sangat rentan terkena bloat (kembung).

Ikan muda spesies ini sangat memukau, dengan pola bintik putih atau biru muda di atas tubuh yang hitam pekat. Seiring bertambah dewasa, warna ini memudar menjadi biru kehitaman dengan satu pita vertikal kuning atau putih di tubuhnya. Ada beberapa varian geografis yang tersedia. Tentu saja varian-varian ini tidak boleh dicampur dalam satu akuarium, karena mereka mudah sekali kawin silang.1

Sumber

  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini dengan izin mereka. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.