Bolbitis

Bolbitis heudelotii

Tingkat kesulitan
Sedang
Cahaya
Sedang
CO₂
Opsional
Kecepatan tumbuh
Lambat
Posisi
Latar tengah, Menempel di batu, kayu

Info singkat

Nama umumAfrican water fern
Nama lainCreeping fern atau Congo fern
Nama ilmiahBolbitis heudelotii
Tingkat kesulitanSedang
PencahayaanRendah hingga sedang
pH optimal5,0–7,0
GH optimal1–6
Suhu optimal22–28 °C
SubstratApa saja (tidak wajib)
Bisa ditanam emersedYa
Laju pertumbuhanLambat
Posisi di akuariumMidground dan background
Tinggi25–50 cm
PupukKebutuhan rendah
CO2Tidak perlu
PerbanyakanDengan memotong/membagi rizom
WarnaHijau tua

Catatan: Dalam literatur ilmiah, spesies Bolbitis lain seperti B. virens, B. appendiculata, dan B. presliana juga disebut African water fern.

Menurut Aquarium Breeder

  • Asal: Afrika
  • Laju pertumbuhan: lambat
  • Tinggi: 15–30+ cm
  • Kebutuhan cahaya: sedang
  • CO2: sedang

Menurut Tropica

Butuh akuarium seberapa besar?

Untuk jenis standar, gunakan akuarium minimal 60 liter karena ukurannya yang besar.

Versi mininya cocok untuk akuarium yang lebih kecil, bahkan akuarium nano hingga 40 liter.

Menurut Aquarium Breeder

Kondisi air seperti apa?

Suhu: 22–28 °C. Tanaman ini tidak tahan air yang dingin atau terlalu hangat, maupun fluktuasi suhu. Pertumbuhannya berhenti jika suhu turun di bawah 20 °C.

pH: Asam hingga netral (5,0–7,0). Di air basa, daun sering terlihat meleleh.

Kesadahan: Idealnya di bawah 6 GH. Di air sadah, tanaman ini sering meleleh.

Menurut Aquarium Breeder

Bagaimana cara merawatnya?

Parameter air perlu dipantau dengan cermat dan fluktuasi harus dihindari, termasuk perubahan suhu:

  • Suhu hangat
  • Air asam
  • Air lunak
  • Ada sedikit arus
  • Hindari cahaya langsung atau terlalu terang yang mengenai tanaman ini

Tanaman ini tumbuh lambat. Bahkan dalam kondisi optimal, African water fern biasanya hanya menghasilkan beberapa daun baru setiap bulan.

Jangan ragu memangkas daun yang tidak sehat untuk merangsang pertumbuhan baru. Setelah dipangkas, tanaman cenderung tumbuh sedikit lebih cepat. Lakukan ganti air secara rutin.

Kadang Anda mungkin melihat atau membaca bahwa Bolbitis heudelotii bisa tumbuh dengan air keran biasa di beberapa akuarium. Namun, hal ini bisa cepat membuatnya stres. Selain itu, akuarium seperti itu biasanya memakai CO2 dan pupuk cair. Tanaman ini tidak dikenal mudah beradaptasi.

Penanaman

Ini adalah pakis air yang khas, dengan daun yang tumbuh di sepanjang rizomnya. Jangan membenamkan rizom ke dalam substrat karena bisa membusuk. Jangan menanamnya langsung di substrat! Akarnya butuh akses bebas ke oksigen.

Gunakan benang katun atau senar pancing untuk mengikat tanaman ini ke batu atau kayu. Pilihan lain adalah memakai lem super (super glue) atau menindihnya dengan benda berat (batu, dan sebagainya).

Cara menempelkan rizom:

  • bersihkan permukaan kayu atau batu,
  • teteskan lem,
  • tempelkan rizom pakis,
  • tekan dengan kuat.

Sekitar 2–3 minggu kemudian, tanaman akan menempel kuat di permukaan apa pun, baik yang halus maupun yang tidak rata, dengan membentuk jaringan akar yang rapat seperti jaring.

Catatan: Jaga agar pakis tidak kering dengan mempertahankan kelembapan yang cukup.

Sebagai alternatif, tanaman bisa langsung dijatuhkan ke dalam akuarium. Bolbitis heudelotii lebih berat daripada air, jadi tanaman akan tenggelam dengan sendirinya ke dasar dan menemukan tempatnya sendiri.

Perbanyakan

Di alam, Bolbitis heudelotii berkembang biak dengan menumbuhkan tanaman-tanaman kecil (spora) di bagian bawah helai daun (seperti pada Java fern).

Di akuarium, tanaman ini hanya diperbanyak dengan membagi rizom. Kadang terlihat rizom yang panjang seperti 'membusuk' di bagian tengah atau di titik tertentu, lalu bagian-bagian yang terpisah tetap hidup sendiri-sendiri.

  • Bagi tanaman dengan hati-hati menjadi potongan lebih kecil menggunakan pisau tajam, pastikan setiap potongan memiliki setidaknya 2–3 helai daun.
  • Tempelkan potongan-potongan tersebut ke batu atau kayu.

Tanaman ini sensitif terhadap perbanyakan dan pemindahan seperti ini. Disarankan untuk membagi rizom menjadi 2 atau paling banyak 3 bagian, dan hanya dari rumpun yang sudah dewasa dan mapan. Stres akibat pemisahan dari rizom induk sangat memperlambat pertumbuhan pakis ini.

Menurut Aquarium Breeder

Saat menanam, jangan menutup rizom karena akan membusuk; sebaiknya Bolbitis heudelotii ditanam pada akar kayu atau batu. Ikat tanaman dengan senar pancing sampai sudah menempel kuat. Mudah diperbanyak dengan membagi rizomnya yang tumbuh mendatar. Pemberian CO2 akan sangat meningkatkan pertumbuhan, yang hanya optimal di air lunak yang sedikit asam.

Menurut Tropica

Bolbitis heudelotii in the Botanischer Garten, Berlin-Dahlem
Foto: Krzysztof Ziarnek, Kenraiz, CC BY-SA 4.0

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Pencahayaan: Di habitat aslinya, Bolbitis heudelotii sering ditemukan di area teduh, jadi kondisi ini bisa ditiru di akuarium. Tanaman ini cocok untuk akuarium low-tech (setup sederhana tanpa injeksi CO2). Tumbuh baik di cahaya rendah hingga sedang. Sinar matahari langsung menyebabkan daun terbakar sehingga muncul bercak cokelat, jadi akuarium tidak disarankan diletakkan dekat jendela. Lama penyinaran sebaiknya 8–10 jam per hari.

Arus: Beberapa sumber menyebutkan tanaman ini tidak membutuhkan arus air, tetapi data menunjukkan sebaliknya. Bolbitis heudelotii lebih menyukai air yang bersih dan berarus deras. Di air yang tergenang diam, kondisinya cukup cepat memburuk.

Substrat: African water fern bahkan bisa tumbuh di akuarium tanpa substrat (bare bottom), karena bisa menempel di dasar akuarium, kayu, batu, dan benda lainnya. Substrat terutama dibutuhkan untuk tampilan yang lebih estetis dan untuk memperbaiki kondisi bagi tanaman.

CO2 dan pemupukan: Sistem CO2 bertekanan (tabung) tidak wajib. CO2 akan membantu pakis tumbuh lebih cepat dan lebih rimbun, tetapi secara umum sepenuhnya opsional. Tanaman ini bisa bertahan tanpa pupuk, tetapi tetap ada baiknya memberi pupuk beberapa kali sebulan agar pertumbuhannya lebih baik.

Penting: Jika berencana menaruh Bolbitis heudelotii di akuarium udang atau akuarium tanaman high-tech (dengan CO2 dan pemupukan rutin), kadar CO2 yang tinggi dan tembaga (sebagian besar pupuk mengandung tembaga) sangat berbahaya bagi udang.

Menurut Aquarium Breeder

Di mana habitat aslinya?

Habitat asli Bolbitis heudelotii diperkirakan berada di Kongo, dan dari sana tanaman ini menyebar mulai dari Etiopia di timur hingga Senegal di barat, serta ke selatan sampai bagian utara Afrika Selatan.

Menurut Aquarium Breeder

Habitat alami

Di habitat aslinya, spesies ini umumnya ditemukan menempel pada kayu atau batu di sungai kecil dan sungai yang arusnya relatif deras, biasanya di area yang miskin nutrien. Lingkungan seperti ini sering kali agak teduh. Contoh lokasi: Sungai Mulembo.

Menurut Aquarium Breeder

Catatan

Etimologi

Nama genus "Bolbitis" berasal dari kata Yunani "Bolbos" yang berarti "umbi", merujuk pada bentuk rizom atau cara tanaman ini menempel pada permukaan.

Nama spesies "Heudelotii" diberikan untuk menghormati ahli botani dan pengumpul tanaman asal Prancis, Jean-Pierre Heudelot (1802–1837), yang berkontribusi pada penjelajahan dan pemahaman tentang tumbuhan di Afrika pada abad ke-19.

Taksonomi

Bolbitis heudelotii termasuk dalam kelas yang relatif muda, Polypodiopsida. Kelas ini mencakup sekitar 10.000 spesies, dan hanya 120 di antaranya yang merupakan pakis air.

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi (atau Filum): Pteridophyta
  • Kelas: Polypodiopsida (paku-pakuan)
  • Ordo: Polypodiales
  • Famili: Dryopteridaceae (famili wood fern)
  • Genus: Bolbitis
  • Spesies: Bolbitis heudelotii

Deskripsi

Bolbitis heudelotii adalah pakis air dengan ciri rizom yang memanjang dan daun yang tumbuh renggang.

  • Bentuk pertumbuhan. Bisa ditanam emersed (di paludarium) atau sepenuhnya terendam/submersed (di akuarium). Di alam, biasanya tumbuh dalam kondisi tergenang air.
  • Ukuran. Tanaman yang relatif besar, tingginya mencapai 25–50 cm. Sangat cocok untuk menghias midground dan background.
  • Rizom. Rizom berwarna cokelat, panjang dan tebal (1 cm), dengan banyak akar kecil yang tumbuh darinya. Rizom adalah tempat menempelnya daun, yang pada pakis disebut frond (ental).
  • Daun (frond). Frond-nya besar dan bertoreh dalam. Secara teknis, frond bukanlah daun sejati melainkan pendahulunya; yang biasa dianggap sebagai daun pada Bolbitis sebenarnya adalah satu cabang utuh, sehingga sulit menentukan di mana helai daun berakhir. Frond muda tergulung seperti spiral. Frond tumbuh dari ujungnya, bukan dari tangkai daun, dan tersusun berselang-seling. Frond muda dan tua tampak berbeda: yang muda tepinya lebih membulat, sedangkan yang tua bergerigi, sehingga menambah nilai dekoratif tanaman.

Daunnya cukup kaku dan awet, dilapisi epidermis dua lapis. Lapisan luar, atau korteks, memiliki sel-sel semi-berkayu sebagai pelindung. Lapisan kedua memiliki stomata yang memungkinkan pakis bernapas. Karena itu, saat terkena cahaya, frond-nya dihiasi gelembung udara seperti mutiara.

Catatan: Ciri menarik pakis ini adalah kemampuan daunnya untuk mengarah mendatar, terhampar dengan indah di atas permukaan substrat.

  • Warna. Hijau tua.
  • Akar. African water fern membentuk sistem akar yang sangat kuat, sehingga tanaman bisa menempel di hampir semua jenis permukaan.

Varian

Ada dua varian kerdil yang menarik dari spesies ini:

  • var. Compact: varian kerdil dengan tinggi sedang, tidak lebih dari 15 cm.
  • var. Baby Leaf: varian terkecil, umumnya tumbuh hingga setinggi 7–10 cm.

Penting: Versi mini ini belum pernah dicoba langsung. Meskipun jenis-jenis ini dijual, sebagian aquarist menyebutkan bahwa mereka membeli versi mini, tetapi tanamannya akhirnya tumbuh menjadi Bolbitis heudelotii biasa yang besar. Di sisi lain, ada juga yang mengatakan varian mini mereka tetap kecil. Mungkin ada penjual yang tidak jujur, jadi ada sedikit keraguan soal apa yang akan didapat.

Masalah

  • Meleleh: Biasanya terjadi saat tanaman dipindahkan dari kondisi emersed ke submersed, atau jika parameter air tidak stabil. Solusi: Jangan panik. Dalam kebanyakan kasus, tanaman akan menumbuhkan kembali daunnya atau terus tumbuh sambil membentuk daun submersed yang baru. Jaga parameter air tetap stabil.
  • Menghitam atau mencokelat: Sering dikaitkan dengan air sadah dan/atau basa (pH >7,0), serta rizom yang ditanam terlalu dalam di substrat. Zat besi yang terlalu banyak di air juga bisa membuat frond berwarna kecokelatan. Solusi: Jangan menanamnya di substrat. Periksa kondisi air. Buang semua daun yang tidak sehat agar tanaman tidak membuang energi untuknya.
  • Laju pertumbuhan: Tanaman ini bisa butuh waktu lama untuk beradaptasi dan tumbuh di lingkungan baru. Solusi: Ini tanaman yang tumbuh sangat lambat, jadi jangan berharap banyak.
  • Bentuk jelek: Penampilannya menurun jika pertumbuhan lama tidak dipangkas secara rutin. Solusi: Pangkas tanaman dan buang daun-daun tua.
  • Alga: Seperti tanaman akuarium lain yang tumbuh lambat, tanaman ini sangat rentan terhadap alga dan bisa mati karenanya. Solusi: Atur intensitas cahaya, lakukan ganti air rutin, dan tambahkan hewan pemakan alga. Tanaman juga bisa dibersihkan dengan sikat lembut.
  • Tumbuh terlalu lebat: Bolbitis heudelotii adalah tanaman besar dan bisa menaungi tanaman di sekitarnya, sehingga menghalangi cahaya mencapai tanaman di dasar akuarium. Solusi: Pangkas dan buang bagian yang terlalu rapat secara berkala untuk mencegah kepadatan berlebih dan naungan di permukaan.
  • Pemindahan: Bolbitis tidak suka diganggu; bahkan sekadar dipindahkan bisa membuatnya tertekan dalam waktu lama. Solusi: Perlakukan tanaman ini dengan sangat hati-hati.

Manfaat

  • Aquascape: Tanaman ini bisa tumbuh tidak hanya ke atas tetapi juga mendatar, bersandar dengan anggun di atas kayu, batu, dan elemen lainnya. Popularitas pakis air meningkat setelah Takashi Amano memakainya dalam komposisi tropisnya.
  • Tempat mencari makan: Struktur tanaman ini menjadi semacam 'prasmanan' biofilm dan menangkap partikel yang melayang, sehingga menjadi tempat makan alami bagi udang yang akan terus-menerus merumput di sana.
  • Struktur keras: Daun dan strukturnya yang relatif kaku membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk akuarium berisi ikan yang suka menggigiti tanaman (seperti ikan mas koki), dalam batas wajar.
  • Oksigenasi: Membantu menghasilkan oksigen di air akuarium. Tanaman ini menghasilkan butiran-butiran kecil atau gelembung oksigen yang menempel di atasnya, sehingga akuarium tampak sangat hidup.

Karantina

Kecuali Anda benar-benar yakin Bolbitis heudelotii tersebut aman, misalnya ditanam dalam kondisi steril/laboratorium (in vitro) dan cup in vitro-nya tidak rusak atau terbuka, karantina dan disinfeksi dulu untuk menghindari risiko kontaminasi dan keracunan. Jangan langsung memasukkan tanaman baru ke akuarium setelah dibeli.

  • Tanaman bisa membawa parasit, hama seperti siput, atau bahkan predator (nimfa capung, nimfa capung jarum, dan sebagainya).
  • Tanaman mungkin mengandung sisa bahan kimia (pestisida) yang dipakai untuk membasmi parasit, siput, dan lain-lain. Bahan kimia ini sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lainnya.

Kesimpulan

Bolbitis heudelotii adalah tanaman akuarium yang menarik dan dekoratif. Daunnya yang hijau tua dan unik serta keserbagunaannya dalam aquascape membuatnya populer di kalangan penghobi akuarium. Tanaman ini pilihan yang sangat baik untuk menciptakan suasana tropis di akuarium. Meski bukan untuk pemula, tanaman ini relatif mudah dipelihara jika kebutuhan khususnya terpenuhi. Pencahayaan yang tepat, suhu yang sesuai, dan parameter air yang cocok akan menjamin pertumbuhan yang sehat dan keindahannya.

Menurut Aquarium Breeder

Bolbitis berasal dari Afrika Barat, pakis dengan daun hijau yang indah dan transparan, tinggi dan lebarnya 15–40 cm.

Menurut Tropica

Referensi

  • Kale, Manisha V. “Qualitative and quantitative analysis of three Bolbitis species.” Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences (2)122125 (2015).
  • Kasselmann, Christel, Aquarium Plants (Krieger, Malabar, Florida) 2003: 157.
  • Swaine, M. D., J. Adomako, G. Ameka, K. A. A. de Graft-Johnston, and M. Cheek. “Forest river plants and water quality in Ghana.” Aquatic Botany 85, No. 4 (2006): 299-308.
  • Kennedy, M. P., and K. J. Murphy. “A picture guide to aquatic plants of Zambian rivers.” SAFRASS Deliverable Report to the African, Caribbean and Pacific Group of States (ACP Group) Science and Technology Programme. University of Aberdeen, UK (2012): 25.

Menurut Aquarium Breeder