
Hygrophila angustifolia
Hygrophila angustifolia
Nama lain: Hygro angustifolia, Willow hygro, Willow leaf hygro, Giant hygro, Hygrophila corymbosa angustifolia
- Tingkat kesulitan
- Mudah
- Cahaya
- Kuat
- CO₂
- Opsional
- Kecepatan tumbuh
- Cepat
- Posisi
- Latar belakang
Info singkat
- Nama lain: Willow hygro, Willow leaf hygro, Giant hygro
- Nama ilmiah: Hygrophila corymbosa var. angustifolia / Hygrophila angustifolia
- Pencahayaan: sedang hingga tinggi
- Substrat: kaya nutrisi
- Bisa ditanam emersed: ya
- Laju pertumbuhan: cepat
- Posisi: latar belakang
- Tinggi: 60–100 cm
- Pupuk: opsional
- CO2: opsional
- Perbanyakan: stek batang dan tunas samping
- Warna: hijau
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa Hygrophila angustifolia memiliki sifat antimikroba.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Karena ukurannya yang besar dan pertumbuhannya yang cepat, tanaman ini hanya cocok untuk akuarium yang lebih besar (terutama yang tinggi), mulai dari 80 liter. Tanaman ini juga butuh ruang untuk menyebar ke samping. Seiring waktu, ukurannya bisa menjadi begitu besar sehingga perlu dipangkas dan dipecah.1
Kondisi air seperti apa?
Suhu: 20–28 °C. Tanaman ini tidak tahan air dingin; di bawah 20 °C pertumbuhannya lambat.
pH: 6,5–8,0. pH sedikit basa lebih cocok; air yang terlalu asam berdampak buruk pada daun dan akar.
Kesadahan: GH 6–20. Daun tua jauh lebih awet di air sadah (di air lunak daun lebih cepat membusuk sehingga tanaman harus lebih sering diperbanyak).
Arus: tanaman ini tahan arus sedang, tetapi hindari arus yang kuat.1
Bagaimana cara merawatnya?
- Tanaman ini tumbuh sangat baik di akuarium yang besar dan tinggi, serta mudah dirawat.
- Tergantung kondisinya, pertumbuhannya berkisar dari sedang hingga sangat cepat. Dalam kondisi optimal, biomassanya bisa bertambah hampir 6 kali lipat dalam 30 hari.
- Memperbanyak secara rutin dengan memangkas dan menanam ulang batang akan mempercepat pertumbuhan dan membentuk rumpun yang lebat. Memotong ujung batang (pucuk) akan merangsang percabangan.
- Tanaman ini paling bagus dilihat saat berada di bawah air. Jangan biarkan tumbuh melewati permukaan air.
Pemangkasan
Saat tanaman hampir menyentuh permukaan air atau tunas bagian bawah mulai tumbuh meninggi, itulah saatnya memangkas. Potongan hasil pangkasan bisa ditanam kembali di substrat, dan biasanya mudah mengeluarkan akar.
Memangkas tanaman yang panjang bisa merepotkan, tetapi jadi mudah jika dilakukan bersamaan dengan ganti air: turunkan volume air, tarik batangnya, lalu potong kira-kira setinggi permukaan air.
Penanaman
Tanaman ini cocok untuk latar belakang akuarium tanaman air. Keluarkan tanaman dari pot dengan hati-hati tanpa merusak akar atau batangnya; buang bagian stek yang rusak atau membusuk. Benamkan akarnya ke dalam substrat. Stek batang tanpa akar harus ditanam dengan ruas (node) terbenam sepenuhnya di substrat, sekitar 2,5–5 cm dalamnya. Beri jarak yang cukup antartanaman: minimal 7–10 cm, bukan ditanam menjadi satu gumpalan besar.
Jika tanaman sudah tua tetapi masih sehat, cabut batangnya beserta akar dengan hati-hati, cari titik tempat daun-daun sehat mulai tumbuh, potong bagian tersebut dan buang bagian akarnya. Jika sisa batangnya panjang, bagi menjadi beberapa potong di antara ruas, pastikan setiap potongan memiliki minimal tiga ruas; jika pendek, langsung tanam saja.
Masalah yang sering muncul
- Pertumbuhan kurus memanjang (leggy): batang tinggi dan kurus dengan jarak antardaun yang panjang, serta daun tua yang rontok. Perbaiki pencahayaan dan keseimbangan nutrisi, lalu pangkas.
- Rambut/akar putih: muncul saat tanaman mencapai permukaan air. Jangan biarkan tanaman mencapai permukaan; pangkas secara rutin.
- Tumbuh terlalu lebat: tanaman ini bisa menguasai akuarium dan menaungi tanaman di bawahnya. Pangkas dan buang massa yang terlalu rapat secara berkala.
- Pemindahan: tanaman ini membentuk akar yang masif sehingga saat dicabut bisa ikut mengangkat sebagian besar isi akuarium. Cabut perlahan, sebaiknya sambil menyifon akuarium.1
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Pencahayaan: tanaman ini membutuhkan cahaya yang kuat (>40 PAR). Di bawah cahaya terang, tulang daun bagian tengah yang menonjol akan berwarna merah kecokelatan. Paparan cahaya penuh memaksimalkan pertumbuhan. Lama penyinaran sebaiknya sekitar 12 jam. Tanaman ini tahan ternaungi dalam jangka panjang, tetapi jika cahaya kurang, daunnya mengecil dan menguning, sementara batangnya memanjang dan menjadi kurus (leggy).
Substrat: substrat kaya nutrisi dengan kedalaman minimal 5 cm adalah yang optimal. Tanaman ini rakus menyerap nutrisi lewat akar, meski juga menyerap banyak nutrisi dari kolom air. Tanaman ini bisa ditanam di pasir atau kerikil asalkan rutin diberi root tab atau pupuk cair. Sebagian penghobi menempelkannya pada kayu (driftwood) atau membiarkannya mengapung.
CO2: penambahan CO2 bersifat opsional. Tanaman ini bisa tumbuh di akuarium low-tech, tetapi pertumbuhannya cenderung lebih lambat dan kurang lebat. Penambahan CO2 berpengaruh baik pada laju pertumbuhan dan penampilannya.
Pemupukan: walaupun sistem akarnya besar, tanaman ini juga menyerap makanan dari kolom air. Responsnya terhadap pupuk cukup bagus.
Jika berencana memasukkan tanaman ini ke akuarium udang, perlu diingat bahwa kadar CO2 yang tinggi dan tembaga (yang terkandung di sebagian besar pupuk) sangat berbahaya bagi udang.1
Di mana habitat aslinya?
Hygrophila angustifolia dapat ditemukan di wilayah tropis dan subtropis Asia, termasuk Vietnam bagian utara dan selatan (Tonkin, Cochinchina), Kamboja, Kalimantan, Tiongkok (Yunnan, Sichuan, Hong Kong), Semenanjung Malaya, Jawa, Sumatra, Thailand, Indonesia, Australia barat laut, Selandia Baru, Papua (New Guinea), dan Jepang.1
Habitat alami
Tanaman ini kemungkinan berasal dari lahan basah dan sawah di daratan Asia Tenggara.
Spesies ini tumbuh di tepi sungai kecil, sungai, kolam, dan sawah. Ia menyukai tanah basah serta air dangkal yang tenang atau mengalir pelan. Tanaman ini umum dijumpai di daerah yang tergenang banjir, parit, rawa, dan paya. Hal ini membuatnya mampu beradaptasi dengan pergantian berkala antara musim hujan dan musim kemarau.1
Catatan
Taksonomi
Di kalangan penghobi, nama Hygrophila angustifolia dan Hygrophila corymbosa var. angustifolia sering dipakai bergantian, meski sebagian orang berpendapat keduanya adalah dua tanaman berbeda yang sangat mirip. Menurut sumber resmi, terdapat antara 46 hingga 100 spesies Hygrophila. Kebutuhan perawatannya sama, apa pun nama pastinya.
Asal-usul nama
"Hygrophila" berasal dari bahasa Yunani "hygro" (lembap) dan "philos" (menyukai), yang menunjukkan kecenderungannya hidup di lahan basah. "Angustifolia" menggabungkan kata Latin "angustus" (sempit) dan "folium" (daun). Jadi namanya berarti "tanaman penyuka kelembapan berdaun sempit".
Deskripsi
- Tanaman air tawar, tumbuh tegak, menahun (perenial), dan berbatang lunak (herba).
- Tinggi: biasanya 60–100 cm dan lebar 25–30 cm di akuarium.
- Batang: keras, berpenampang segi empat, tebal hingga 5 mm.
- Daun: sempit dan runcing, panjang 2,5–16 cm dan lebar 8–15 mm, tumbuh berpasangan, dengan tepi rata atau sedikit bergelombang. Warnanya berkisar dari hijau pucat hingga hijau zamrud; bagian bawah daun berwarna keperakan. Di bawah cahaya terang, daunnya bernuansa merah kecokelatan.
- Bunga: kecil, bergerombol di pertemuan antara daun dan batang; kelopaknya biasanya putih dengan corak biru atau ungu. Bunga mekar di pagi hari dan menutup di siang hari.
- Akar: sistem perakaran yang sangat kuat.
- Tanaman ini bisa tumbuh sebagian atau sepenuhnya di atas air. Di paludarium (bentuk emersed), tanaman ini tangguh dan hanya butuh sedikit perawatan.
Tanaman ini menunjukkan variasi bentuk yang cukup besar antarvarietas geografis dan antarkondisi lingkungan.
Perbanyakan
- Stek batang: ambil potongan sepanjang 12–15 cm dari pucuk batang yang sudah dewasa, potong di antara ruas, masing-masing dengan setidaknya beberapa helai daun.
- Tunas samping: cabang samping yang tumbuh dari ruas bisa dipotong lalu ditanam.
- Horizontal: letakkan batang secara mendatar, maka batang baru akan muncul dari setiap ruas. Ini salah satu cara tercepat untuk menambah jumlah tanaman.
Manfaat
- Serbaguna: tumbuh emersed maupun submersed, di akuarium low-tech maupun high-tech.
- Sistem akarnya membantu memecah kantong anaerob di substrat; kantong hidrogen sulfida bisa berbahaya bagi ikan dan udang.
- Pertumbuhannya yang cepat membuatnya mampu menyerap amonia, nitrat, dan zat berbahaya lainnya. Dalam sebuah penelitian, perubahan setelah 48 jam adalah: NH4 2,3–1,6, NO2 0,197–0,152, NO3 1,4–20,1.
- Tanaman ini membantu mengurangi ledakan alga karena bersaing dengan alga dalam memperebutkan nutrisi.
- Tanaman ini menjadi tempat berlindung bagi ikan kecil, invertebrata, burayak, dan udang, serta menyediakan biofilm yang merupakan pakan pertama yang ideal bagi burayak dan anakan udang yang baru menetas.
Karantina
Kecuali tanaman ditumbuhkan secara in vitro (kultur jaringan) dan wadahnya masih utuh, karantina dan disinfeksi tanaman sebelum dimasukkan ke akuarium. Tanaman bisa membawa parasit, hama seperti siput, predator (nimfa capung dan capung jarum), atau sisa pestisida yang sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lainnya.
Tanpa pengendalian, tanaman ini bisa menjadi invasif dan menguasai akuarium.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Yoshino, Hiroyuki, Daniel E. Gruenberg, Isamu Watanabe, Katsumi Miyajima, Osamu Satoh, and Katsuaki Nashimoto. “Changes in Water Quality and Performance of a Closed Recirculating Aquaculture System for Pejerrey (Atlantic Silversides).” In Symposium 2-International Recirculating Aquaculture System.
- Saenger, Peter. “A survey of the tidal and non-tidal wetland plants of the Pungalina Seven Emu conservation area on the Calvert River, Northern Territory.” Pungalina Wetlands Scientific Study Report (2017): 57.
- Nadu, Tamil. “Journal of Pha Biologic.” (2016)
- Contribution à la flore des Acanthacéesasiatiques; (2e Note) Bulletin de la Société Botanique de France: Vol. 60, No. 3, pp. 266-273.
- Cowie, Short, Osterkamp Madsen (2000) “Floodplain Flora, a flora of the floodplain of the Northern Territory, Australia”.
- Hu Jiaqi, Deng Yunfei, Daniel T. F. Acanthaceae // Flora of China / Editors: Wu, Z. Y., P. H. Raven & D. Y. Hong. — St. Louis: Science Press, Beijing, and Missouri Botanical Garden Press, 2011. — Vol. 19. — pp. 468–469.
- http://www.theplantlist.org/tpl/record/kew-28566891
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.