
Hygrophila polysperma
Hygrophila polysperma
- Tingkat kesulitan
- Sedang
- Cahaya
- Kuat
- CO₂
- Opsional
- Kecepatan tumbuh
- Cepat
- Posisi
- Latar tengah, Latar belakang
Info singkat
- Nama umum: Dwarf hygrophila
- Nama lain: Dwarf hygro, Miramar weed, Indian weed, East Indian hygrophila, Indian swampweed
- Tingkat kesulitan: Sedang
- Pencahayaan: Sedang hingga tinggi
- pH: 5,0–7,0
- GH: 2–15
- Suhu: 22–28 °C
- Substrat: Kaya nutrisi
- Bisa ditanam emersed: Ya
- Kecepatan tumbuh: Cepat
- Penempatan: Midground dan background
- Tinggi: 25–50 cm
- Perbanyakan: Dengan stek
- Warna: Hijau hingga kemerahan
Hygrophila polysperma termasuk spesies terlarang di Florida dan dicantumkan oleh Florida Exotic Pest Plant Council sebagai salah satu tanaman air non-asli yang paling invasif. Tanaman ini membentuk hamparan rapat di bawah air sehingga menghambat aliran air, menyumbat pompa irigasi, dan menggeser vegetasi asli.
Tanaman ini juga tercatat sebagai tanaman obat di negara bagian Benggala Barat dan Karnataka, India, dan digunakan untuk hemiplegia, leher kaku, kelumpuhan wajah, dan sakit kepala.
Menurut Aquarium Breeder
Butuh akuarium seberapa besar?
Karena ukurannya dan pertumbuhannya yang cepat, dwarf hygrophila dipakai sebagai tanaman background atau midground, jadi disarankan akuarium berukuran 80 liter atau lebih. Jika pertumbuhannya dikendalikan dengan pemangkasan rutin, tanaman ini bisa dipelihara di akuarium yang lebih kecil, misalnya 40 liter.
Menurut Aquarium Breeder
Kondisi air seperti apa?
Tanaman ini toleran terhadap kisaran parameter air yang luas, karena itulah dianggap invasif di beberapa negara bagian.
Suhu: tumbuh paling baik pada 22–28 °C, dengan batas minimum 4 °C. Di Virginia tercatat tanaman ini tahan suhu beku untuk waktu singkat. Namun di Selandia Baru tanaman ini tidak bertahan melewati musim dingin, meskipun suhu airnya tidak sampai membeku.
pH: paling suka dan tumbuh paling baik pada pH 6,0–7,0. Percobaan menunjukkan tanaman ini juga tahan pH 4,0–10,0; setelah 3 minggu, tingkat kelangsungan hidup semua tanaman 100% di semua tingkat pH.
Kesadahan: tumbuh di air lunak maupun keras, GH 2–15, tetapi lebih cepat tumbuh di air lunak.
Menurut Aquarium Breeder
Bagaimana cara merawatnya?
Di akuarium, tanaman ini dipakai sebagai tanaman batang klasik, ditanam dalam kelompok rapat di sisi dan bagian belakang karena ukurannya yang lebih besar. Dalam kondisi optimal pertumbuhannya cepat, dan mungkin hanya butuh beberapa minggu sampai siap diperbanyak atau dipangkas. Di alam tanaman ini invasif karena tumbuh sangat cepat, populasinya bisa berlipat sepuluh kali dalam setahun.
Pemangkasan
Jangan biarkan tanaman mencapai permukaan air, karena bisa jadi gumpalan besar yang kusut. Mulailah memangkas saat jaraknya tinggal 10–15 cm dari permukaan air. Tanaman aman dipotong hingga setengahnya; akan tumbuh lagi dengan cepat. Pangkas secara rutin agar tidak terlalu padat dan pertumbuhannya lebih rimbun.
Penanaman
Tanam dengan jarak sekitar 5 cm antar batang dan pastikan tidak menaungi tanaman lain. Tanam cukup dalam di substrat agar tidak terangkat mengapung; tidak ada teknik khusus. Tips: gunakan pinset. Berbeda dengan beberapa tanaman lain, tanaman ini tidak boleh dibiarkan mengapung sampai akarnya tumbuh.
Perbanyakan
Tanaman ini berkembang biak lewat tunas yang tumbuh langsung dari ujung daun (dalam kondisi optimal) dan terutama secara vegetatif lewat stek. Kadang daun atau potongan yang lepas pun bisa berakar dan tumbuh menjadi tanaman baru.
Potong bagian atas batang dengan gunting tajam, idealnya sepanjang sekitar 10 cm. Buat lubang sedalam 3–4 cm di substrat, masukkan batang dengan hati-hati, lalu tutup dengan substrat. Dalam 7–10 hari batang yang sehat akan berakar dan tumbuh menjadi tanaman baru.
Menurut Aquarium Breeder
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Pencahayaan
Membutuhkan cahaya sedang-tinggi (30–50 PAR) dengan fotoperiode standar 10–12 jam per hari. Tanaman ini sangat butuh cahaya, dan cahaya kuat memberi pertumbuhan terbaik; daun bagian atas menjadi merah muda atau kemerahan di bawah cahaya yang cukup terang. Tanaman ini tidak tahan ternaungi dalam jangka panjang: jika cahaya kurang, batangnya memanjang, jadi kurus tinggi, dan kerapatannya berkurang.
Arus
Tidak ada kebutuhan khusus. Tanaman ini tumbuh baik di air tenang maupun arus kuat.
Substrat
Tumbuh subur di substrat kaya nutrisi dan sangat rakus menyerap nutrisi lewat akar. Ketebalan substrat minimal 2,5–5 cm. Substrat yang disarankan antara lain ADA Amazonia aqua soil, Carib Sea Eco-Complete, dan Seachem Fluorite.
CO2 dan pemupukan
CO2: secara teknis tanaman ini bisa ditanam tanpa CO2, tetapi pertumbuhannya jauh lebih lambat, kurang rimbun, dan tidak muncul warna merah. Dengan cahaya tinggi, CO2 dan nutrisi di akuarium harus seimbang, kalau tidak tanaman akan cepat tertutup alga. Disarankan memakai karbon cair atau (lebih baik) sistem CO2 bertekanan (20–30 mg/l).
Pemupukan: meski bisa menyerap nutrisi dari mana saja, sebagian besar nutrisi diserap lewat akar (substrat). Di habitat aslinya, substrat memiliki konsentrasi fosfat dan amonia-nitrogen yang sangat tinggi. Disarankan pemberian pupuk cair secara rutin (2–3 kali seminggu) dan root tab (secara berkala). Makro dan mikronutrien membantu menjaga pertumbuhan yang sehat dan warna terbaik.
Jika memelihara udang di akuarium, perlu diingat bahwa kadar CO2 tinggi dan tembaga (yang ada di kebanyakan pupuk) sangat berbahaya bagi udang.
Menurut Aquarium Breeder
Di mana habitat aslinya?
Dwarf hygrophila berasal dari wilayah tropis dan subtropis India dan Malaysia, lalu secara bertahap menyebar ke negara-negara seperti Kamboja, Tiongkok, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Pada tahun 1945 tanaman ini masuk ke negara bagian Texas, Florida, dan Virginia di Amerika Serikat dengan nama Eastern Ludwiga. Seiring waktu tanaman ini beradaptasi dan menjadi liar di Florida dan Texas, mapan di Kentucky dan danau-danau di Virginia, serta ditemukan juga di Meksiko bagian utara.
Kini tanaman ini juga terdapat di perairan yang hangat karena panas (bukan kondisi alami) di Austria, Jerman, Hongaria, dan Polandia.
Menurut Aquarium Breeder
Habitat alami
Tanaman ini tumbuh emersed maupun submersed di air tenang (kolam, danau, rawa, dan sawah) serta di perairan hangat yang mengalir lambat maupun deras, atau sebagai tanaman darat di tanah yang jenuh air. Biasanya tumbuh pada kedalaman 0,3–1,5 m.
Menurut Aquarium Breeder
Catatan
Deskripsi
Dengan daunnya yang rimbun, Hygrophila polysperma menjadi tanaman background yang mengesankan.
- Pola tumbuh: tanaman herba perenial berimpang, tanaman air yang berakar.
- Bentuk tumbuh: bisa ditanam emersed (paludarium) atau sepenuhnya submersed (akuarium). Di alam biasanya tumbuh di tempat tergenang.
- Ukuran: di akuarium biasanya setinggi 25–50+ cm. Di alam batangnya bisa mencapai 2 m.
- Batang: merambat, menanjak, atau tegak, berdiameter 1,5–2,2 mm, sering rebah, bersudut empat, dan sedikit menggembung di atas buku-buku.
- Daun: tidak berbulu, berhadapan, dan ukurannya bervariasi; daun submersed lebih besar daripada daun emersed. Daun submersed panjang dan sempit dengan ujung membulat atau agak meruncing, lebar 8–13 mm dan panjang 25–48 mm. Daun emersed lonjong hingga elips dengan ujung membulat, lebar 5–10 mm dan panjang 12–45 mm.
- Warna: hijau, tetapi di bawah cahaya kuat bisa bernuansa kekuningan atau merah muda, paling pekat di bagian belakang helai daun.
- Bunga: putih dengan semburat biru, panjang sekitar 5 mm. Buahnya berupa kapsul kecil lonjong dan tipis, 5,5–8 mm, berisi 20–30 biji berukuran sekitar 1 × 0,5 mm.
- Akar: berkembang baik; akar adventif tumbuh di buku-buku batang.
Etimologi
Nama genus "Hygrophila" berasal dari bahasa Yunani "hygros" (lembap) dan "philos" (menyukai). Nama spesies "polysperma" juga dari bahasa Yunani, artinya "banyak biji".
Masalah
- Rapuh: batangnya getas dan mudah patah. Berhati-hatilah saat memangkas dan menangani tanaman.
- Akar yang mengganggu tampilan: akar adventif tumbuh di buku-buku. Hal ini tidak bisa sepenuhnya dihindari, jadi pangkas saja.
- Kurus tinggi: saat batang mencapai permukaan, daun bagian bawah sering rontok sehingga tersisa batang gundul dengan daun lebat di atas. Pangkas, atau tempatkan di belakang kayu atau batu.
- Tumbuh berlebihan: dengan cahaya tinggi dan CO2, tanaman ini bisa memenuhi akuarium dalam beberapa minggu dan perlu dipangkas rutin.
- Pemindahan: sistem akarnya berkembang baik, jadi jangan asal mencabut tanaman; lakukan dengan ekstra hati-hati.
Karantina
Kecuali tanaman ditumbuhkan dalam kondisi steril/laboratorium (in vitro) dan kemasannya utuh serta belum dibuka, karantina dan disinfeksi dulu. Jangan langsung memasukkan tanaman baru ke akuarium begitu dibeli.
- Tanaman bisa membawa parasit, hama seperti siput, bahkan predator (nimfa capung dan capung jarum, dll.).
- Tanaman mungkin mengandung sisa bahan kimia (pestisida) yang dipakai untuk membasmi parasit dan siput, yang sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lain.
Kesimpulan
Hygrophila polysperma adalah tanaman air yang menarik dan dekoratif, serta pilihan yang sangat baik untuk menciptakan suasana tropis. Tanaman ini bukan untuk pemula total, tetapi relatif mudah ditanam jika kebutuhannya terpenuhi: pencahayaan yang tepat, suhu yang sesuai, dan substrat kaya nutrisi.
Menurut Aquarium Breeder
Referensi
- Karataş, Mehmet, Muhammad Aasim, Ayşegül Çınar, and Muhammet Dogan. “Adventitious shoot regeneration from leaf explant of dwarf hygro (Hygrophila polysperma (Roxb.) T. Anderson).” The Scientific World Journal 2013 (2013).
- Doyle, Robert D., Matthew D. Francis, and R. Michael Smart. “Interference competition between Ludwigia repens and Hygrophila polysperma: two morphologically similar aquatic plant species.” Aquatic Botany 77, no. 3 (2003): 223-234.
- Gabka, M., and PAWEŁ M. Owsianny. “First records of the Hygrophila polysperma (Roxb.) T. Anderson (Acanthaceae) in Poland.” Roczniki Akademii Rolniczej w Poznaniu. Botanika-Steciana 13 (2009).
- LA, ORGANISATION EUROPEENNE ET MEDITERRANEENNE POUR, and P. R. O. T. E. C. T. I. O. N. DES PLANTES. “Pest Risk Analysis for Hygrophila polysperma.”
Menurut Aquarium Breeder