
Ludwigia arcuata
Ludwigia arcuata
Nama lain: Needle Leaf Ludwigia, Narrow Leaf Ludwigia, Ludwigia daun jarum, Ludwigia arcuata red
- Tingkat kesulitan
- Sulit
- Cahaya
- Kuat
- CO₂
- Wajib
- Kecepatan tumbuh
- Lambat
- Posisi
- Latar tengah, Latar belakang
Foto Ludwigia arcuata
Lihat semua 36 foto →Info singkat
- Nama lain: Needle Leaf Ludwigia, Narrow Leaf Ludwigia, Ludwigia daun jarum
- Pencahayaan: sedang sampai tinggi
- GH ideal: air lunak sampai agak sadah
- Substrat: kaya nutrisi
- Bisa ditanam emersed: ya
- Bentuk tumbuh: tanaman batang (stem)
- Laju tumbuh: lambat sampai sedang (submersed), sedang (emersed)
- Penempatan: area tengah dan belakang (midground dan background)
- Ukuran: hingga 50 cm tanpa dipangkas
- CO2: perlu
- Perbanyakan: potong pucuk batangnya
- Warna: hijau sampai kemerahan1
Kondisi air seperti apa?
Suhu: 20–28 °C. Tanaman ini tidak suka air dingin dan daunnya mudah rontok/luruh (melting); air yang sangat hangat membuat daunnya lebih kecil. Daun submersed yang tumbuh pada suhu 23 °C jelas lebih sempit dibanding yang tumbuh pada 31 °C; dalam percobaan yang sama, intensitas cahaya dan pH tidak memengaruhi bentuk daun.
Kesadahan: bisa tumbuh di air sadah maupun lunak, tetapi paling baik di air lunak sampai agak sadah.
pH: 5,5–7,5; lebih suka air yang sedikit asam.
Pemupukan: warnanya makin pekat bila nitrat rendah (di bawah 20 ppm). Tanaman ini tidak butuh zat besi tinggi untuk menjadi merah.
Jika dipelihara bersama udang, perlu diingat bahwa CO2 tinggi dan tembaga (ada di sebagian besar pupuk) sangat berbahaya bagi udang.1
Bagaimana cara merawatnya?
- Suplemen: butuh CO2 agar tumbuh kuat.
- Pertumbuhan: CO2 dan pupuk cair membantunya tumbuh lebih rimbun.
- Pemangkasan: pangkas batang yang terlalu panjang agar tetap kompak. Potong pucuknya sekitar 5–10 cm lalu buang; cara ini memicu tumbuhnya tunas samping.
- Ganti air: hindari perubahan drastis; lakukan bertahap dan rutin, yang sekaligus menekan kadar nitrat.
Penanaman: pisahkan batangnya dengan hati-hati, lalu tanam berkelompok dua atau tiga batang di substrat yang kaya nutrisi, di bawah cahaya terang. Tanaman ini bisa menumbuhkan akar udara; potong di atas ruas (node) lalu tancapkan ke substrat.
Perbanyakan: ambil stek yang cukup panjang dari batangnya lalu tancapkan ke substrat. Buang daun pada ruas paling bawah agar akarnya cepat tumbuh.
Alternatif: Dry Start Method (DSM) mempercepat perkembangan tanaman yang tumbuhnya lambat, mematangkan substrat (cycling), dan menghilangkan masalah alga. Tanaman ini juga cocok untuk paludarium. Peralihan dari bentuk emersed ke submersed umumnya butuh waktu beberapa minggu sampai sebulan.1
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Ukuran akuarium: akuarium 40 L sudah cukup untuk beberapa rumpun. Meski tinggi, pertumbuhannya yang lambat membuatnya cocok bahkan untuk akuarium kecil.
Pencahayaan: cahaya sedang sampai tinggi dengan PAR yang lebih tinggi, minimal 10 jam per hari, memunculkan warna merah yang pekat dan pertumbuhan yang rimbun. Daunnya makin merah di bawah cahaya kuat dan tetap hijau di cahaya redup. Tanaman ini tidak cocok untuk akuarium low-tech.
Substrat: substrat kaya nutrisi (misalnya ADA Amazonia) paling baik, karena membantu mempertahankan warna batang, bagian bawah daun, dan ujung daun.
CO2: sangat dianjurkan memberi CO2; tanpa CO2 tanaman ini sangat sulit tumbuh. Pada tanaman yang butuh cahaya tinggi, CO2 dan nutrisi harus seimbang, kalau tidak alga akan muncul.1
Catatan
Ludwigia arcuata adalah tanaman air jenis batang dari famili Onagraceae dan genus Ludwigia, genus yang beranggotakan sekitar 82 spesies asli Amerika Tengah, Utara, dan Selatan. Di alam, tanaman ini tumbuh di rawa, kolam, dan parit di wilayah tenggara Amerika Serikat, terutama South Carolina, Florida, dan Georgia, baik di darat (emersed) maupun di dalam air (submersed).
Batangnya hijau sampai kemerahan dengan daun sempit, runcing, mirip jarum, berwarna hijau, oranye, sampai merah. Tingginya bisa mencapai 50 cm. Bentuk emersed-nya bercabang, bisa tumbuh rebah, berdaun hijau membulat dengan bunga kecil berwarna kuning cerah, dan batangnya kokoh. Bentuk submersed-nya tumbuh tegak ke atas, dengan daun sepanjang 2,5–4 cm dan lebar 4 mm, berwarna hijau sampai oranye kemerahan atau cokelat kemerahan, tersusun berpasangan berhadapan. Bentuk ini tidak setangguh bentuk emersed.
Tanaman ini sulit dibuat merah dan sensitif terhadap perubahan parameter air, jadi tidak disarankan untuk pemula, kecuali dipelihara emersed di paludarium. Kelebihannya: cocok untuk aquascape gaya Dutch, tidak menaungi tanaman lain, menjadi tempat berlindung bagi ikan, burayak, dan udang, menyediakan biofilm untuk burayak dan anakan udang, serta menambah oksigen di dalam air.
Masalah
- Daun rontok (melting): setelah dipindah dari bentuk emersed ke submersed, tanaman akan menggugurkan daunnya; tunggu saja, nanti akan tumbuh lagi.
- Tidak merah: anjuran terbaik adalah air lunak, substrat kaya nutrisi, cahaya kuat, CO2, dan nitrat rendah. Zat besi berlebih tidak akan membuatnya merah.
- Tumbuh sangat lambat: disebabkan nutrisi atau cahaya yang kurang.
- Perubahan warna: bisa disebabkan kekurangan zat besi atau nutrisi lain; beri pupuk cair secara rutin.
- Hama: tanaman emersed bisa membawa siput kolam, siput tanpa cangkang, dan alga benang; disinfeksi atau karantina dulu.
- Cacat bentuk: batang dan daun bagian bawah bisa mengerut, sering karena CO2 yang tidak stabil atau kurang serta nutrisi yang tidak mencukupi.1
Sumber
1 sumber
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.








Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.