Satuan
Tampilan

Myriophyllum elatinoides

Myriophyllum elatinoides

Nama lain: Water Milfoil, Myriophyllum quitense, Milfoil

Tingkat kesulitan
Sedang
Cahaya
Kuat
CO₂
Opsional
Kecepatan tumbuh
Cepat
Posisi
Latar tengah, Latar belakang

Info singkat

  • Nama umum: Water milfoil
  • Nama ilmiah: Myriophyllum elatinoides (Myriophyllum quitense)
  • Tingkat kesulitan: mudah hingga sedang
  • Pencahayaan: sedang hingga tinggi
  • pH optimal: 6,0–8,0
  • GH optimal: 2–12
  • Suhu optimal: 20–26 °C
  • Substrat: apa saja (bisa juga dibiarkan mengapung)
  • Bisa ditanam emersed: tidak
  • Laju pertumbuhan: cepat
  • Penempatan: midground atau background
  • Ukuran akuarium: tinggi 60–100 cm
  • CO2: tidak wajib
  • Perbanyakan: stek
  • Warna: hijau1

Butuh akuarium seberapa besar?

Karena ukurannya yang cukup besar/signifikan dan pertumbuhannya yang sangat cepat, Water Milfoil hanya cocok untuk akuarium yang lebih besar (terutama yang lebih tinggi), mulai dari 80 liter.1

Kondisi air seperti apa?

Suhu: Meskipun Myriophyllum elatinoides bisa tumbuh bahkan di air dingin (hingga 10 °C), suhu optimalnya berkisar 20–26 °C.

pH: 6,0–8,0.

Kesadahan: Tanaman ini bisa tumbuh di air lunak maupun sadah, GH 2–12. Namun, teramati juga bahwa di air lunak pertumbuhannya lebih lambat.1

Bagaimana cara merawatnya?

Penanaman: Myriophyllum elatinoides memiliki batang yang panjang dan umumnya ditanam di sisi-sisi akuarium, di area midground atau background. Jangan menanam batang terlalu rapat (beri jarak minimal 5 cm); dalam kondisi berdesakan, tanaman ini sering merontokkan daunnya. Gunakan pinset untuk menancapkan batang ke substrat dengan hati-hati agar tidak rusak. Tanaman ini juga bisa dipakai sebagai tanaman apung atau diikat ke kayu (driftwood). Jika dibiarkan mengapung, tanaman ini akan menemukan tempat yang disukainya dan akhirnya berakar.

Perbanyakan: Dengan stek. Potong bagian atas batang dengan gunting tajam tepat di atas ruas daun; panjang stek yang ideal sekitar 10 cm. Buat lubang di substrat sedalam sekitar 3–4 cm, masukkan batang ke lubang dengan hati-hati, lalu tutup dengan substrat. Seiring waktu, batang yang sehat akan menumbuhkan akar dan menjadi tanaman baru.

Masalah:

  • Daun rontok: tanda cahaya kurang. Jika tanaman tumbuh terlalu lebat, bagian bawahnya kekurangan cahaya dan daunnya rontok. Solusi: jarangkan atau pangkas tanaman saat mulai rimbun agar cahaya mencapai semua bagian.
  • Rapuh: batangnya terlihat tebal dan kokoh, padahal sebenarnya lunak dan mudah patah. Solusi: berhati-hatilah saat perawatan.
  • Tumbuh berlebihan: dengan cahaya, nutrisi, dan CO2 yang tinggi, tanaman ini bisa tumbuh seperti gulma dan memenuhi akuarium dalam hitungan minggu. Solusi: pangkas batang secara rutin.
  • Perubahan warna: dapat dipicu oleh kekurangan nutrisi (nitrogen (NO3) dan fosfat (PO4)). Solusi: berikan pupuk cair secara berkala dan tes air untuk memastikan nutrisi tercukupi.

Karantina: Kecuali tanaman dipastikan aman (misalnya hasil kultur jaringan in vitro dalam pot/gelas kultur yang utuh dan belum dibuka), karantina dan desinfeksi dulu tanaman tersebut. Jangan langsung memasukkan tanaman baru ke akuarium setelah dibeli: tanaman bisa membawa parasit, hama seperti siput, atau bahkan predator (nimfa capung, nimfa capung jarum, dan lain-lain), serta mungkin mengandung residu pestisida yang sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lainnya.1

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Pencahayaan: Water Milfoil membutuhkan cahaya setidaknya sedang-tinggi (30–50 PAR). Pertahankan fotoperiode standar 10–12 jam per hari. Tanaman ini tidak tahan teduh dalam jangka panjang. Jika cahaya kurang, batangnya memanjang, menjadi kurus menjulang (leggy), dan kerimbunannya berkurang.

Arus: Tanaman ini tahan terhadap pergerakan air sedang, tetapi hindari arus kuat.

Substrat: Tanaman ini sebagian besar menyerap nutrisi dari kolom air. Tanaman ini tidak memerlukan substrat kaya nutrisi karena sistem akarnya tidak berkembang dengan baik.

CO2: Meskipun penambahan CO2 sangat memacu pertumbuhan, sistem CO2 bertekanan (tabung) tidak wajib; sifatnya opsional.

Pemupukan: Tanaman ini membutuhkan kadar nutrisi sedang hingga tinggi (terutama fosfor dan nitrogen). Percobaan menunjukkan bahwa meskipun fosfor dapat diserap lewat daun dan akar, penyerapan lewat daun tampaknya menjadi mekanisme utama. Karena itu, pemberian pupuk cair tanaman secara rutin (2–3 kali seminggu) diperlukan.

Jika memelihara udang di akuarium, perhatikan bahwa kadar CO2 yang tinggi dan tembaga (kebanyakan pupuk mengandung tembaga) sangat berbahaya bagi udang.1

Di mana habitat aslinya?

Myriophyllum elatinoides dapat ditemukan di Amerika Selatan (Chili, Argentina bagian selatan), Meksiko, Kepulauan Falkland, Tasmania, Selandia Baru, Australia, dan Tiongkok.1

Habitat alami

Spesies ini umumnya tumbuh di saluran irigasi dan kanal yang mendapat banyak cahaya dengan air yang tidak keruh.1

Catatan

Etimologi: "Myriophyllum" berasal dari bahasa Yunani "myrio" (banyak, berjumlah besar) dan "phyllum" (daun). "Elatinoides" menunjukkan kemiripan dengan tanaman dari genus Elatine.

Taksonomi: Beberapa spesies Myriophyllum sulit dibedakan karena sangat mirip; satu penelitian menyarankan agar M. elatinoides dianggap sinonim dari M. quitense. Famili: Haloragaceae; ordo: Haloragales.

Deskripsi: Tanaman menahun yang tumbuh terendam atau mengapung, dengan daun hijau yang rimbun, umumnya setinggi 60–100 cm dan lebar sekitar 5–7 cm. Batangnya lunak tetapi relatif tebal (2–4 mm). Daunnya biasanya tersusun melingkar (berkarang), kadang berhadapan atau berseling; daun yang terendam menyirip 3 atau 4. Warnanya berkisar dari hijau pucat hingga hijau zamrud. Perbungaannya biasanya membentuk bulir di ujung batang dengan bunga-bunga kecil berbagian empat. Sistem akarnya lemah.

Manfaat:

  • Aquascape: cocok untuk aquascape gaya jungle atau Dutch.
  • Tempat bersembunyi: memberi perlindungan dan naungan bagi invertebrata dan ikan kecil.
  • Tempat mencari makan: menyediakan biofilm, pakan pertama yang ideal bagi burayak yang baru menetas dan anakan udang.
  • Menurunkan nitrat: sebagai tanaman yang tumbuh cepat, tanaman ini menyerap fosfor dan nitrogen, dan dilaporkan mampu menyingkirkan nutrisi, logam berat, serta kontaminan organik.
  • Menekan alga: tanaman ini mengalahkan alga dan sianobakteri dalam berebut nutrisi.

Biomassanya dilaporkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan berprotein tinggi untuk ternak dan unggas.

Kesimpulan: Tanaman batang yang indah dan mudah, membutuhkan cahaya sedang hingga kuat, dan bisa tumbuh di substrat apa pun (bahkan mengapung) tanpa CO2. Namun, tanpa dikendalikan, tanaman ini bisa menutupi/menguasai semua tanaman lain di akuarium.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Aquarium Breeder aquariumbreeder.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Xia, Jingye, Tianwei Hua, Yuan Xue, Lejun Zhao, Hongwen Sun, and Chunguang Liu. “Myriophyllum elatinoides: A potential candidate for the phytoremediation of water with low level boron contamination.” Journal of Hazardous Materials 401 (2021): 123333.
  • Li, Xi, Yuyuan Li, Yong Li, and Jinshui Wu. “Myriophyllum elatinoides growth and rhizosphere bacterial community structure under different nitrogen concentrations in swine wastewater.” Bioresource technology 301 (2020): 122776.
  • Orchard, A. E. “A revision of South American Myriophyllum (Haloragaceae) and its repercussions on some Australian and North American species.” Brunonia 4, no. 1 (1981): 27-65.
  • Li, YuYuan, Xi Li, JinShui Wu, KuanYi Li, and WeiBo Wang. “Regional adaptability and ecological competitiveness of Myriophyllum elatinoides in mainland China.” Journal of Agro-Environment Science 37, no. 10 (2018): 2252-2261.
  • Orchard, A. E. “Myriophyllum (Haloragaceae) in Australasia. 1. New Zealand: A revision of the genus and a synopsis of the family.” Brunonia 2, no. 2 (1979): 247-87.1