
Shinnersia
Shinnersia rivularis
Nama lain: Shinnersia rivularis, Mexican Oak Leaf, Mexican Oakleaf
- Tingkat kesulitan
- Sedang
- Cahaya
- Sedang
- CO₂
- Opsional
- Kecepatan tumbuh
- Cepat
- Posisi
- Latar tengah, Latar belakang
Foto Shinnersia
Lihat semua 15 foto →Info singkat
- Nama umum: Mexican oak leaf (juga dikenal sebagai spring-run whitehead)
- Nama ilmiah: Shinnersia rivularis (sebelumnya Trichocoronis rivularis)
- Tingkat kesulitan: mudah sampai sedang
- Pencahayaan: sedang sampai tinggi
- pH: 5,0–8,0
- GH: 2–16
- Suhu: 15–30 °C
- Substrat: apa saja
- Bisa ditanam emersed: ya
- Kecepatan tumbuh: cepat
- Penempatan: midground dan background
- Tinggi: 15–30 cm
- CO2: tidak perlu
- Perbanyakan: dengan stek
- Warna: hijau1
- Jenis: tanaman batang (stem plant)
- Asal: kultivar
- Tinggi: 10–30+ cm
- Kebutuhan cahaya: sedang
- CO2: sedang2
Butuh akuarium seberapa besar?
Ukuran akuarium minimum yang disarankan sekitar 40 liter. Karena potensi pertumbuhannya, akuarium yang tinggi lebih cocok daripada akuarium yang panjang. Di akuarium yang pendek, tanaman ini sangat cepat mencapai permukaan dan mulai menjalar di permukaan air.1
Kondisi air seperti apa?
Suhu: tanaman ini tumbuh baik pada rentang yang luas, 15–30 °C, sehingga cocok untuk akuarium air dingin. Pertumbuhannya jauh lebih cepat di air yang lebih hangat.
pH: lebih menyukai 6,0–8,0.
Kesadahan: bisa beradaptasi pada berbagai tingkat kesadahan (GH 2–16), tetapi tumbuh lebih cepat di air yang lebih lunak.
Arus: di alam tanaman ini tumbuh di air berarus lambat, jadi arus yang lembut paling optimal.1
Bagaimana cara merawatnya?
Di akuarium, tanaman ini dipakai sebagai stem plant klasik dan karena ukurannya yang cukup besar ditanam di sisi-sisi, di midground, atau di background.
Bersiaplah untuk sering memangkasnya, karena tanaman ini tumbuh cepat bahkan dengan cahaya rendah. Setelah mapan, mungkin hanya perlu beberapa minggu sampai tanaman siap diperbanyak atau dipangkas.
Jangan biarkan tanaman mencapai permukaan air, karena bisa jadi gumpalan besar yang kusut. Mulailah memangkas saat jaraknya tinggal 10–15 cm dari permukaan air. Tanaman aman dipotong sampai setengahnya; ia akan cepat tumbuh lagi. Pangkas secara rutin supaya tidak terlalu padat dan pertumbuhannya lebih rimbun.
Penanaman
Tanam batang dengan jarak sekitar 5 cm. Satu batang saja akan terlihat kurus dan memanjang, sedangkan tanaman yang ditanam berkelompok terlihat penuh dan rimbun. Lama-kelamaan tanaman ini membentuk hamparan yang luas, jadi pastikan tidak menaungi tanaman lain. Cukup tanam cukup dalam di substrat supaya tidak mengapung; bisa memakai pinset.
Perbanyakan
Tanaman ini diperbanyak secara vegetatif lewat stek dan tunas samping. Potong bagian atas batang dengan gunting tajam tepat di atas ruas daun; stek yang ideal panjangnya sekitar 10 cm. Buat lubang sedalam sekitar 3–4 cm di substrat, masukkan batang ke dalamnya, lalu tutup dengan substrat. Batang baru akan membentuk akar dan tumbuh menjadi tanaman baru dengan sangat cepat.
Pemangkasan terus-menerus sering memunculkan banyak tunas samping yang daunnya bisa jauh lebih kecil daripada tanaman aslinya. Agar tanaman tetap menarik, cabut lalu tanam kembali bagian pucuknya di tempat yang sama supaya daunnya tetap besar dan mencolok.1
Tanaman ini tumbuh pesat dan cepat mencapai permukaan air, tetapi pucuknya tinggal dipetik lalu ditanam kembali di dasar. Shinnersia tidak menyukai suhu tinggi. Tanaman ini cenderung tumbuh memanjang dengan jarak daun yang renggang, tetapi beberapa tanaman yang ditanam berkelompok akan memperbaiki tampilannya. Warnanya akan keluar optimal dengan pencahayaan yang baik.2
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Pencahayaan: cahaya sedang sampai tinggi dengan lama penyinaran 10–12 jam per hari adalah yang terbaik. Tanaman ini tetap bisa beradaptasi dan tumbuh baik di akuarium low-tech, tetapi bila cahaya kurang, batangnya memanjang dan kerapatannya berkurang.
Substrat: sangat tidak rewel; bisa tumbuh di hampir semua substrat (pasir, kerikil, dan lain-lain) dan hanya butuh kedalaman 2,5–5 cm. Tanaman ini bahkan bisa tumbuh mengapung sampai menemukan tempat untuk menancap dan membentuk akar; saat mengapung, daunnya jadi jauh lebih kecil. Tanaman ini menyerap nutrisi dari kolom air dan dari akar sekaligus.
CO2: opsional. CO2 sangat mendorong pertumbuhan, tetapi sistem CO2 bertekanan tidak wajib.
Pemupukan: jika substratnya tidak kaya nutrisi, disarankan memberi pupuk cair secara rutin (2–3 kali seminggu).
Jika memelihara udang bersama tanaman ini, perlu diingat bahwa kadar CO2 tinggi dan tembaga (banyak pupuk mengandung tembaga) sangat berbahaya bagi udang.1
Di mana habitat aslinya?
Tanaman ini berasal dari perairan yang terisolasi di Meksiko dan wilayah barat daya Texas.
Di Meksiko, tanaman ini ditemukan di Coahuila bagian utara dan Nuevo León bagian utara. Di Texas, keberadaannya terbatas di dua lokasi di sepanjang Sungai Nueces di Uvalde County, dua lokasi di Kinney County, serta San Felipe Springs dan San Felipe Creek di Del Rio, Val Verde County.
Sekarang tanaman ini dibudidayakan di seluruh dunia sebagai tanaman air untuk akuarium dan sudah menyebar ke luar daerah asalnya, bahkan sudah mapan di Eropa (perairan panas bumi di Austria, Hungaria, Jerman, dan Slowakia). Beberapa laporan menyebutkan tanaman ini pernah ditemukan di alam liar Australia, tetapi di sana belum ternaturalisasi.1
Habitat alami
Shinnersia rivularis tumbuh secara emersed maupun submersed di perairan hangat yang dangkal (0,3–1 m) dan berarus lambat. Tanaman ini tidak ditemukan di perairan dalam.1
Catatan
Deskripsi
Tanaman batang panjang yang berumur panjang (perenial) dan bisa ditanam setengah emersed (paludarium) atau sepenuhnya submersed. Di akuarium biasanya tingginya 15–30 cm dengan lebar sebaran 10–15 cm; di alam batangnya bisa mencapai 1 m dengan tebal sekitar 3 mm. Daunnya berhadapan, menempel langsung pada batang, berbentuk lanset sungsang yang lebar atau bercuping tiga, umumnya sepanjang 2–4 cm. Warnanya bervariasi dari hijau muda sampai merah kecokelatan di bawah cahaya terang. Dengan pencahayaan optimal, tanaman ini memunculkan urat putih yang khas; nursery Dennerle mengembangkan bentuk ini sebagai Shinnersia rivularis 'Weiss-Grün'. Bunganya muncul di atas air, dengan kelopak putih sepanjang sekitar 2 mm.
Taksonomi
Pada 1849 Asa Gray mengklasifikasikannya sebagai Trichocoronis rivularis. King dan Robinson memisahkannya ke dalam genus Shinnersia pada 1970, dan sebuah studi molekuler tahun 2014 semakin mendukung pemisahan ini. Nama genusnya diambil dari ahli botani Lloyd Herbert Shinners; 'rivularis' berasal dari bahasa Latin yang berarti sungai kecil atau anak sungai.
Manfaat
- Hamparannya yang lebat memberi tempat berlindung dan naungan bagi invertebrata dan ikan kecil.
- Biofilm yang menempel di tanaman ini merupakan pakan pertama yang ideal untuk burayak dan anakan udang yang baru menetas.
- Tanaman ini menyerap fosfor dan nitrogen, dan dilaporkan dapat menghilangkan nutrisi, logam berat, serta kontaminan organik.
- Tanaman ini mengalahkan alga dan cyanobacteria dalam berebut nutrisi.
Masalah umum
- Pertumbuhan berlebihan: dengan cahaya tinggi dan CO2, tanaman ini bisa memenuhi akuarium dalam beberapa minggu dan perlu banyak dipangkas.
- Batang memanjang dan renggang: saat batang mencapai permukaan atau cahaya kurang, jarak antardaun makin lebar. Periksa pencahayaan, pangkas, atau tempatkan di belakang kayu atau batu untuk menyembunyikan batang yang gundul.
- Daun pucat: sering menjadi tanda kekurangan zat besi; tambahkan pupuk mineral.
Karantina
Kecuali sudah yakin tanamannya aman (misalnya tanaman in vitro dalam cup yang belum dibuka dan tidak rusak), karantina dan disinfeksi dulu sebelum dimasukkan ke akuarium. Tanaman bisa membawa parasit, hama seperti siput, predator (nimfa capung dan capung jarum), atau residu pestisida yang sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lainnya.
Di alam liar tanaman ini bisa bersifat invasif, dijuluki 'super weed', dan para peneliti telah mengusulkan pelarangannya untuk mencegah penyebaran. Tanaman ini cocok untuk pemula dan bisa dipakai di kolam musim panas, paludarium, dan akuarium, tetapi perlu sering ditanam ulang dan dijarangkan.1
Varietas dari Shinnersia rivularis yang dibedakan oleh urat putih pada daunnya, dengan batang sepanjang 30–60 cm dan lebar hingga 10 cm. Mutasi warna ini ditemukan di nursery tanaman air Dennerle.2
Sumber
2 sumber dan pustaka
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
- Tropica tropica.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Eliáš, Pavol, Michal Hájek, and Petra Hájková. “A European warm waters neophyte Shinnersia rivularis—new alien species to the Slovak flora.” Biologia 64, no. 4 (2009): 684-686.
- LEMKE, DAVID E., and MONIQUE DUBRULE REED. “A NOTABLE RANGE EXTENSION FOR SHINNERSIA RIVULARIS (ASTERACEAE, EUPATORIEAE) IN TEXAS.
- Romanowski, Nick. Wetland weeds: causes, cures and compromises. CSIRO PUBLISHING, 2011.1








Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.