Cichlidae, Kolombia
Apisto alacrina
Apistogramma alacrina
Nama lain: Apisto rotpunkt, Redspot dwarf cichlid, Apisto redspot
- Suhu
- 23–29°C
- pH
- 4–7
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 23–29°C
- pH
- 4–7
- Ukuran
- 5,5 cm
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
Mudah 2/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 5,5 cm
- AirMudahpH 4–7, 0–8 dGH
- SuhuMudah23–29°C
- PerilakuSedangagak agresif
Tingkat kesulitan 2/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-29.
Info singkat
Redspot dwarf cichlid, Apistogramma alacrina, berasal dari daerah aliran Río Guaviare (Orinoco) dan Río Orteguaza (Amazon) di Kolombia. Spesies ini berbeda dari semua anggota genus lain yang sudah dideskripsikan karena memiliki bercak gelap di pangkal atas dan bawah sirip dada. Tiga ikan yang sangat mirip dengan kode A106, A107, dan A108 mungkin satu spesies dengannya, mungkin juga tidak, karena menunjukkan beberapa perbedaan pola warna dan morfologi.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: ♂ 55 mm SL, ♀ 37 mm SL.
Alas akuarium: 45 × 30 cm. Volume: ~41 liter.
Ukuran alas 45 × 30 cm atau lebih sudah cukup untuk satu pasang, sedangkan untuk satu kelompok perlu tempat yang lebih luas.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Asalkan tersedia cukup tempat berlindung dan struktur, spesies ini tidak rewel soal dekorasi. Pot tanah liat/keramik, potongan pipa plastik, dan bahan buatan lainnya semuanya berguna. Tatanan yang lebih alami bisa berupa substrat pasir yang lembut dengan akar dan cabang kayu yang disusun sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak area teduh dan gua.
Menambahkan serasah daun kering (daun beech, oak, atau ketapang semuanya cocok) akan makin menonjolkan kesan alami, sekaligus memicu tumbuhnya koloni mikroba yang bermanfaat saat daun membusuk. Mikroba ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk membantu meniru kondisi alami. Daun bisa dibiarkan di akuarium sampai hancur sepenuhnya, atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu. Kantong jaring berisi gambut (peat) yang aman untuk akuarium juga bisa dimasukkan ke filter atau digantung di tepi akuarium.
Pencahayaan yang cukup redup dianjurkan, dan tanaman air dari genus seperti Microsorum, Taxiphyllum, Cryptocoryne, dan Anubias paling cocok karena bisa tumbuh dalam kondisi seperti itu. Beberapa petak tanaman apung untuk lebih meredam cahaya juga bisa efektif. Filtrasi, atau setidaknya arus air, sebaiknya tidak terlalu kuat, dan ganti air dalam jumlah sangat besar sebaiknya dihindari; ganti air 10–15% per minggu sudah cukup asalkan akuarium tidak padat penghuni.1
Diberi pakan apa?
Apistogramma spp. pada dasarnya karnivora dan di alam terutama memakan invertebrata yang hidup di dasar perairan. Di akuarium, pakan hidup dan beku seperti artemia, kutu air, dan larva chironomid (cacing darah) sebaiknya diberikan secara rutin, meski kebanyakan spesies juga akan belajar menerima pakan kering, dengan pelet umumnya lebih disukai daripada pakan serpihan.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Paling baik dipelihara sendiri atau bersama ikan kecil sebagai 'dither fish' seperti Nannostomus spp., dan idealnya tidak dicampur dengan Apistogramma lain.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Agak agresif
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan lebih besar, lebih berwarna, dan siripnya tumbuh lebih panjang dibanding betina.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Termasuk pemijah substrat yang biasanya meletakkan telur di celah atau rongga di antara dekorasi. Betina yang paling banyak bertanggung jawab merawat telur dan burayak setelah pemijahan, dan di akuarium yang lebih kecil jantan mungkin perlu dipindahkan karena betina bisa menjadi sangat agresif.
Meski memijahkan spesies ini tidak sulit dalam kondisi yang tepat, membesarkan burayak pada minggu-minggu awal bisa menyulitkan karena mereka sangat sensitif terhadap perubahan kimia air. Para penangkar yang berhasil cenderung menyarankan memberi pakan beberapa kali sehari dalam porsi kecil dan melakukan ganti air sebagian secara rutin, tetapi jangan pernah dalam jumlah besar.1
Sebaran alami
Sungai, danau, wilayah: Río Guaviare, Río Orteguaza, Orinoco, Amazon, Río Ariari, Río Caquetá1
Apa kata sumber
- Kolombia, Río Guaviare, Río Orteguaza, Orinoco, Amazon · Seriously Fish1: “The redspot dwarf cichlid, Apistogramma alacrina, is from the Río Guaviare (Orinoco) and Río Orteguaza (Amazon) drainages in Colombia.”
- Río Ariari · Seriously Fish1: “Described from the Río Ariari within the Río Guaviare drainage, Meta Department, central Colombia, the Guaviare forming part of the much larger Río Orinoco system.”
- Río Caquetá · Seriously Fish1: “It's also known from the Río Orteguaza in neighbouring Caquetá Department, an affluent of the Río Caquetá in the Amazon basin.”
GBIF punya 9 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.
- Catatan di negara asal
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 9 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Dideskripsikan dari Río Ariari di dalam daerah aliran Río Guaviare, Departemen Meta, Kolombia bagian tengah. Sungai Guaviare sendiri merupakan bagian dari sistem Río Orinoco yang jauh lebih besar. Spesies ini juga diketahui ada di Río Orteguaza di Departemen Caquetá yang bertetangga, yaitu anak sungai Río Caquetá di lembah Amazon.1
Habitat alami
Kemungkinan menghuni anak sungai berarus lambat, perairan tenang di pinggir sungai, dan parit/kali kecil di area tempat serasah daun yang gugur menumpuk. Lokasi tipenya sendiri adalah sebuah kubangan di pinggir jalan.1
Catatan
Etimologi. Apistogramma: asal namanya tidak dijelaskan. Kemungkinan dari bahasa Yunani ápistos, yang berarti 'tidak percaya, ragu', dan grámma, yang berarti 'sesuatu yang digambar atau ditulis', merujuk pada gurat sisi (linea lateralis) pada spesies anggotanya yang perkembangannya bervariasi dan sering kali tidak sempurna.
alacrina: dari bahasa Latin ala, dalam hal ini berarti 'ketiak', dan crinis, yang berarti 'rambut', merujuk pada pigmentasi gelap di pangkal sirip dada spesies ini.
Spesies ini berbeda dari semua anggota genus lain yang sudah dideskripsikan karena adanya bercak gelap di pangkal atas dan bawah sirip dada. Tiga ikan yang tampilannya sangat mirip telah diberi kode A106, A107, dan A108 dalam sistem DATZ, dan di dunia akuarium juga dikenal berturut-turut sebagai A. sp. 'rotpunkt' (bentuk ini sudah beredar di hobi selama puluhan tahun dengan asal-usul pasti yang tidak jelas), A. sp. 'rotpunkt Orteguazas' (bentuk paratipe A. alacrina), dan A. sp. 'rotpunkt Guayas'. Masih harus dilihat apakah ketiganya satu spesies dengan A. alacrina atau tidak, karena menunjukkan beberapa perbedaan pola warna dan morfologi.
Apistogramma termasuk genus cichlid Amerika Selatan dengan jumlah spesies terbanyak, dengan sekitar 70 spesies yang saat ini valid, tetapi masih banyak lagi yang menunggu dideskripsikan. Selain itu, banyak spesies yang memiliki dua atau lebih varian warna geografis, yang di masa depan mungkin ternyata merupakan spesies tersendiri, mungkin juga tidak. Para penghobi cenderung memberi label varian-varian ini dengan data lokasi penangkapan bila tersedia, agar tidak tercampur dan untuk menghindari kemungkinan hibridisasi.
Spesies anggotanya juga telah dikelompokkan oleh para peneliti ke dalam serangkaian lineage, kompleks, dan grup spesies agar lebih mudah dipisahkan. Daftar semacam ini terus bertambah dengan ikan-ikan yang muncul di perdagangan ikan hias dan hampir selalu berubah. Misalnya, grup A. elizabethae termasuk dalam sublineage A. agassizi dari lineage A. trifasciata yang lebih besar, bersama grup A. gibbiceps, A. bitaeniata, A. agassizi, dan A. diplotaenia.
Kullander (1998) melakukan studi filogenetik berbasis morfologi yang membagi famili neotropis Cichlidae menjadi enam subfamili, di mana subfamili yang diduga, Geophaginae, berisi 16 genus yang terbagi ke dalam tiga 'tribus':
Acarichthyini - Acarichthys dan Guianacara. Crenicaratini - Biotoecus, Crenicara, Dicrossus, dan Mazarunia. Geophagini - Geophagus, Mikrogeophagus, grup 'Geophagus' brasiliensis, grup 'Geophagus' steindachneri, Gymnogeophagus, Satanoperca, Biotodoma, Apistogramma, Apistogrammoides, dan Taeniacara.
Studi molekuler selanjutnya oleh Farias et al. (1999, 2000, 2001) menghasilkan penambahan Crenicichla dan Teleocichla ke dalam Geophaginae, hasil yang didukung oleh López-Fernández et al. (2005) yang melakukan analisis molekuler paling rinci terhadap kelompok ini hingga saat itu, mencakup 16 dari 18 genus dan 30 spesies. Namun, kesimpulan mereka mengenai hubungan antargenus agak berbeda dari hipotesis sebelumnya dan dapat dirangkum dalam kelompok-kelompok longgar berikut:
- hubungan kelompok bersaudara (sister group) yang dukungannya lemah antara Acarichthys dan Guianacara.
- "klad Satanoperca" yang dukungannya kuat, terdiri dari Satanoperca, Apistogramma, Apistogrammoides, dan Taeniacara.
- "klad besar" berisi Geophagus, Mikrogeophagus, grup 'Geophagus' brasiliensis, grup 'Geophagus' steindachneri, Gymnogeophagus, Biotodoma, Crenicara, dan Dicrossus.
- "klad crenicarine" berisi Biotoecus dan Crenicichla.
Tidak ada perwakilan Teleocichla maupun Mazarunia yang disertakan dalam studi tersebut, tetapi Teleocichla sudah mapan sebagai kerabat terdekat (sister) Crenicichla, sedangkan Mazarunia dalam penelitian sebelumnya dikelompokkan berdekatan dengan Dicrossus dan Crenicara. Kesimpulan utama lain dari makalah tersebut adalah konfirmasi bahwa Geophaginae merupakan kelompok monofiletik yang menunjukkan tanda-tanda kuat telah mengalami radiasi adaptif yang cepat (diversifikasi suatu spesies atau satu tipe leluhur menjadi beberapa bentuk yang masing-masing terspesialisasi secara adaptif untuk relung lingkungan tertentu).1
Sumber
1 sumber
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Apisto alacrina? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.