Satuan
Tampilan

Cyprinidae, India

Malabar Baril

Barilius gatensis

Nama lain: River Baril, River Carp-Baril, Striated Hill Trout, Opsarius gatensis

Suhu
18–26°C
pH
6–7,5
Akuarium minimum
150 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
18–26°C
pH
6–7,5
Ukuran
13 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSulitakuarium mulai 150 cm, ikan sepanjang 13 cm
  • AirMudahpH 6–7,5, 2–10 dGH
  • SuhuMudah18–26°C
  • PerilakuSedangagak agresif
  • KelompokMudahkelompok mulai 5 ekor

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-03.

Info singkat

  • Tingkat kesulitan: sedang; butuh akuarium yang sangat besar, dipelihara berkelompok, dan akuarium yang sudah matang
  • Pemijahan: Belum ada laporan.1

Layak dibeli?

Akuarium wajib ditutup rapat karena ikan ini dikenal suka melompat.

Malabar baril, Opsarius gatensis, adalah ikan cyprinid endemik Ghats Barat di India selatan, tepatnya di Karnataka, Kerala, dan Tamil Nadu. Ikan ini sesekali muncul di pasaran. Tubuhnya punya 13–15 garis vertikal biru gelap yang pada ikan dewasa sering kali nyaris terputus-putus. Habitatnya sungai dan anak sungai berarus deras yang kaya oksigen, dan tampaknya ikan ini lebih menyukai bagian yang arusnya lebih lambat serta lubuk. Karena gerakannya sangat cepat dan makannya rakus, ikan ini tidak cocok untuk akuarium komunitas biasa.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Butuh akuarium besar dengan ukuran alas minimal 150 × 60 cm (sekitar 540 liter) atau yang setara.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 18–26 °C
  • pH: 6,0–7,5
  • Kesadahan: 2–10 dGH1
Freshly-collected male specimen.
©

Bagaimana cara merawatnya?

Idealnya akuarium ditata menyerupai sungai atau aliran air, dengan dasar berupa batu berbagai ukuran, pasir, kerikil halus, dan beberapa bongkahan batu besar yang halus terkikis air. Kalau mau, bisa ditambah akar dan cabang kayu (driftwood), tetapi pastikan masih tersisa banyak ruang terbuka untuk berenang.

Kebanyakan tanaman air tidak akan tumbuh baik di kondisi seperti ini, tetapi genus yang tangguh seperti Microsorum, Bolbitis, atau Anubias spp. bisa ditanam dengan diikatkan ke dekorasi.

Ikan ini tidak tahan terhadap penumpukan limbah organik dan butuh air yang selalu bersih agar bisa tumbuh sehat. Ikan ini juga paling baik dipelihara dengan kadar oksigen terlarut yang tinggi dan arus air sedang, jadi gunakan filter eksternal, powerhead, batu aerasi, dan sebagainya sesuai kebutuhan.

Karena kondisi air yang stabil mutlak diperlukan, ikan ini jangan pernah dimasukkan ke akuarium yang siklus nitrogennya belum matang. Ganti air mingguan sebanyak 30–50% volume akuarium sebaiknya dianggap wajib. Tutup akuarium yang rapat juga sangat penting karena Barilius spp. adalah pelompat ulung.1

Diberi pakan apa?

Di alam, Barilius spp. sebagian besar makan di permukaan dan memangsa serangga air maupun serangga darat. Kemungkinan ikan kecil dan invertebrata dasar juga ikut dimangsa.

Di akuarium, pakan kering berkualitas baik bisa diberikan, tetapi sebaiknya dilengkapi dengan pakan hidup dan beku secara rutin, seperti larva chironomid (cacing darah), artemia, cacing tanah yang dicincang, dan sebagainya. Lalat buah Drosophila dan jangkrik kecil juga cocok, asalkan sudah diberi makan bergizi (gut-loading) sebelum diberikan.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Tidak cocok untuk akuarium komunitas biasa karena kebutuhan lingkungannya. Karena berenang sangat cepat dan makannya rakus, ikan ini kemungkinan akan mengalahkan atau mengintimidasi spesies yang lamban dan kurang berani saat jam makan. Ikan yang jauh lebih kecil juga sebaiknya tidak disatukan karena bisa dimangsa.

Teman setangki terbaik adalah cyprinid perenang kolom air yang ukurannya serupa dan tangguh, seperti Dawkinsia, Barilius lain, atau Devario dan Rasbora spp. yang berukuran lebih besar. Untuk penghuni dasar, misalnya bisa dipilih Garra, Crossocheilus, Botia, dan Schistura spp. Banyak ikan characid dan lele loricariid juga seharusnya cocok, tetapi pastikan untuk mencari informasi dengan teliti sebelum membeli.

Meski secara alami suka berkumpul, ikan ini termasuk spesies yang hidup bergerombol longgar (shoaling), bukan berenang serempak dalam formasi (schooling), dan membentuk hierarki yang jelas. Karena itu, ikan ini sebaiknya selalu dipelihara dalam kelompok berisi lima ekor atau lebih. Kalau hanya dibeli dua atau tiga ekor, ikan yang kalah dominan bisa terus-menerus ditindas, sedangkan ikan yang dipelihara sendirian bisa menjadi agresif terhadap spesies yang mirip dengannya.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Betina dewasa warnanya kurang cerah, cenderung tumbuh sedikit lebih besar, dan tubuhnya lebih tebal dibanding jantan, terutama saat sedang bertelur.

Jantan yang siap kawin mengembangkan bintil kawin (tuberkel) di kepala dan warna oranye di bagian bawah tubuh.1

Habitat in the Cauvery River system.
©

Sebaran alami

Hidup alami di: India1

Sungai, danau, wilayah: Western Ghats, Cauvery, Periyar, Bharathapuzha, Tamiraparani, Chalakudy1

Apa kata sumber
  • India, Western Ghats, Cauvery, Periyar, Bharathapuzha, Tamiraparani, Chalakudy · Seriously Fish1: “Current records suggest it to be endemic to and occur throughout the Western Ghats mountains, southern India, with records from both east and west-flowing river systems including the Sharavathi and Bhagra rivers in Karnataka state, Chalakudy, Periyar and Bharathapuzha in Kerala state, and Cauvery and Tamiraparani in Tamil Nadu state.”

GBIF punya 19 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 19 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Berdasarkan catatan yang ada, ikan ini diduga endemik dan tersebar di seluruh Pegunungan Ghats Barat, India selatan. Catatannya berasal dari sistem sungai yang mengalir ke timur maupun ke barat, termasuk Sungai Sharavathi dan Bhagra di negara bagian Karnataka; Chalakudy, Periyar, dan Bharathapuzha di negara bagian Kerala; serta Cauvery dan Tamiraparani di negara bagian Tamil Nadu.

Lokasi tipenya adalah 'Mountains of Gates, India'.1

Habitat alami

Hidup di sungai dan anak sungai yang kaya oksigen, dengan kemiringan rendah hingga sedang dan arus sedang hingga deras. Dasarnya berupa kerikil, batu bulat, bongkahan batu besar, dan batuan dasar yang terbuka. Tampaknya ikan ini lebih menyukai bagian sungai yang arusnya lebih lambat beserta lubuk di sekitarnya.

Kondisi habitat kemungkinan berbeda-beda tergantung lokasi dan waktu dalam setahun. Dua musim monsun setiap tahun membuat kedalaman air, arus, dan kekeruhan meningkat di banyak sungai yang berhulu di Ghats Barat.

Di salah satu lokasi di daerah aliran Kalindhi, airnya jernih, kedalaman maksimalnya 1 m, dan mengalir di kedua sisi sebuah bendung kecil. Di bawah bendung arusnya lebih kuat, meski tetap tidak terlalu deras. Dasarnya terdiri dari batu dan batu bulat, dengan lapisan lumpur halus dan pasir yang tebal di atas bendung. Tidak ada tanaman air, tetapi rumput dan semak tumbuh sampai ke tepian, dan sebagian akarnya menjuntai masuk ke dalam air.

Spesies yang hidup di habitat yang sama antara lain Haludaria fasciata, Pethia conchonius, P. nigripinnis, Puntius bimaculatus, Danio rerio, Salmostoma acinaces, Mesonoemacheilus guentheri, Mystus montanus, Bhavania australis, Channa gachua, Lepidocephalichthys thermalis, dan Aplocheilus lineatus.1

Catatan

Spesies ini sesekali muncul di perdagangan ikan hias, kadang dengan nama lain seperti 'river baril', 'river carp-baril', atau 'striated hill trout'.

Ikan ini dapat dibedakan dari kerabat satu genusnya melalui kombinasi ciri berikut: 1 pasang sungut rostral yang sangat kecil; 39–40 sisik gurat sisi; 15 sisik predorsal; 13–15 garis vertikal biru gelap di tubuh, kadang berbentuk lonjong dan pada ikan dewasa sering kali nyaris terputus-putus; sirip punggung dan sirip dubur dengan pigmen gelap di pangkalnya.

Penempatan genus spesies Barilius sudah dipertanyakan sejak Howes (1980) menyimpulkan bahwa kelompok Barilius, tempat spesies-spesies ini dimasukkan saat itu, tidak monofiletik, dan mengidentifikasi dua garis keturunan terpisah. Kelompok pertama berisi B. barila (spesies tipe), ditambah B. bendelisis, B. radiolatus, B. vagra, dan B. shacra, sedangkan kelompok kedua mencakup semua spesies lainnya. Awalnya kedua kelompok ini disebut sebagai subdivisi 'group i' dan 'group ii' di dalam Barilius itu sendiri.

Susunan kelompok-kelompok ini membingungkan, karena dalam karya berikutnya Howes (1983) memasukkan B. evezardi dan B. modestus ke dalam 'group i' sambil mengeluarkan B. bendelisis, B. radiolatus, dan B. shacra tanpa menjelaskan alasannya secara eksplisit.

Rainboth (1991) memasukkan anggota 'group ii' versi Howes ke dalam nama genus Opsarius yang divalidasi ulang, karena nama itulah yang tertua yang tersedia, sementara spesies 'group i' tetap memakai nama Barilius karena di dalamnya terdapat spesies tipe.

Sistem ini diikuti oleh beberapa peneliti berikutnya, misalnya Tang et al. (2010) dan Collins et al. (2012), tetapi baru dipakai secara lebih luas sejak Kottelat (2013), yang memasukkan semua bekas Barilius dari Asia Tenggara ke dalam Opsarius.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Collins R. A., K. F. Armstrong, R. Meier, Y. Yi, S. D. J. Brown, R. H. Cruickshank, S. Keeling, and C. Johnston (2012). Barcoding and border biosecurity: identifying cyprinid fishes in the aquarium trade. PLoS ONE 7(1), e28381
  • Tang, K. L., M. K. Agnew, W. J. Chen., M. V. Hirt, T. Sado, L. M. Schneider, J. Freyhof, Z. Sulaiman, E. Swartz, C. Vidthayanon, M. Miya, K. Saitoh, A. M. Simons, R. M. Wood and R. L. Mayden (2010). Systematics of the subfamily Danioninae (Teleostei: Cypriniformes: Cyprinidae). Molecular Phylogenetics and Evolution 57(1), 189-214
  • Liao, T-Y, S. O. Kullander, and F. Fang (2011). Phylogenetic position of rasborin cyprinids and monophyly of major lineages among the Danioninae, based on morphological characters (Cypriniformes: Cyprinidae). Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research 49(3), 224-232
  • Howes, G. J. (1980). The anatomy, phylogeny and classification of bariliine cyprinid fishes. Bulletin of the British Museum (Natural History) : Zoology series 37(3), 129-198
  • Nath, P., D. Dam, and A. Kumar (2010). A New Fish Species of the Genus Barilius (Cyprinidae: Rasborinae) from River Siang, D'Ering Memorial Wildlife Sanctuary, Arunachal Pradesh, India. Records of the Zoological Survey of India 110(3), 19-33
  • Cuvier, G. and A. Valenciennes (1844). Cyprinoïdes. Histoire naturelle des poissons. Tome dix-septième. Suite du livre dix-huitième, i-xxiii + 1-497 + 2
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-6631