Cichlidae, Venezuela
Apistogramma hoignei
Apistogramma hoignei
Nama lain: Apisto hoignei, Apistogramma A116, Hoignei
- Suhu
- 23–29°C
- pH
- 5–7
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 23–29°C
- pH
- 5–7
- Kesadahan (dGH)
- 0–10
- Ukuran
- 6 cm
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
Mudah 2/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 6 cm
- AirMudahpH 5–7, 0–10 dGH
- SuhuMudah23–29°C
- PerilakuSedangagak agresif
Tingkat kesulitan 2/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-29.
Info singkat
Apistogramma hoignei adalah cichlid kerdil dari daerah aliran sungai (DAS) Río Orinoco di Venezuela, termasuk anak-anak sungai Apure, Arauca, dan Caura. Spesies ini juga ditemukan di sebagian besar aliran utama Orinoco bagian hilir. Dalam sistem DATZ, ikan ini diberi kode A116. Ada juga populasi yang mirip dan mungkin masih satu spesies, yang disebut A117 atau A118. Habitatnya berupa anak sungai berarus lambat, perairan tenang di tepi sungai (backwater), dan sungai kecil tempat serasah daun menumpuk.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 60 mm SL. Alas akuarium: 45 × 30 cm. Volume: ±41 liter.
Ukuran alas sekitar 45 × 30 cm sudah cukup untuk satu pasang. Kalau memelihara satu kelompok, dibutuhkan akuarium yang jauh lebih besar.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Asalkan ada cukup tempat berlindung dan struktur, spesies ini tidak rewel soal dekorasi. Pot keramik, potongan pipa plastik, dan bahan buatan lainnya semuanya bisa dipakai. Kalau ingin tampilan yang lebih alami, gunakan substrat pasir halus dengan akar dan ranting kayu yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak area teduh dan gua. Tambahan serasah daun kering (daun beech, oak, atau ketapang semuanya cocok) akan membuat suasananya makin alami. Saat daun membusuk, koloni mikroba yang bermanfaat akan tumbuh. Mikroba ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga untuk burayak, sedangkan tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk membantu meniru kondisi di alam. Daun boleh dibiarkan di akuarium sampai hancur sepenuhnya, atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu. Kantong jaring berisi gambut (peat) yang aman untuk akuarium juga bisa dimasukkan ke filter atau digantung di tepi akuarium.
Disarankan memakai pencahayaan yang cukup redup. Tanaman air dari genus seperti Microsorum, Taxiphyllum, Cryptocoryne, dan Anubias paling cocok karena bisa tumbuh dalam kondisi seperti itu. Beberapa rumpun tanaman apung untuk lebih meredam cahaya juga bisa efektif. Filter, atau setidaknya arus air, sebaiknya tidak terlalu kuat. Ganti air dalam jumlah sangat besar sebaiknya dihindari. Ganti air 10–15% per minggu sudah cukup, asalkan akuarium tidak padat.1
Diberi pakan apa?
Terutama karnivora dan di alam kebanyakan memakan invertebrata yang hidup di dasar perairan. Di akuarium, sebaiknya rutin diberi pakan hidup dan beku seperti artemia, kutu air (daphnia), dan larva nyamuk chironomid (cacing darah/bloodworm). Meski begitu, kebanyakan individu juga akan belajar menerima pakan kering. Umumnya pelet lebih disukai daripada pakan serpihan.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Untuk akuarium komunitas biasa, ikan hasil ternakan lebih disarankan. Ikan tangkapan alam sebaiknya dipelihara sendiri atau bersama ikan kecil pengalih (dither fish) seperti Nannostomus atau Micropoecilia spp., dan idealnya tidak dicampur dengan Apistogramma lain.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Agak agresif
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan lebih besar, lebih berwarna, dan siripnya lebih panjang dibanding betina.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Ikan ini bertelur di substrat atau permukaan benda (substrate spawner), biasanya di celah atau rongga di antara dekorasi. Setelah pemijahan, betina yang menjaga telur dan burayak. Di akuarium yang lebih kecil, jantan mungkin perlu dipindahkan karena betina bisa menjadi sangat agresif.1
Sebaran alami
Apa kata sumber
- Venezuela, Orinoco, Apure, Arauca, Caura · Seriously Fish1: “Apistogramma hoignei is a dwarf cichlid from the Río Orinoco basin in Venezuela, including the Apure, Arauca and Caura drainages.”
- Río Portugesa · Seriously Fish1: “Described from the Río Portugesa, a tributary of the Río Apuré in southwestern Venezuela and also recorded from the lower Río Arauca and Río Caura.”
GBIF punya 189 catatan di alam liar: 186 di negara-negara di atas, 3 di tempat lain (terbanyak: Kolombia 3). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Kotak berisi keduanya
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 189 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Spesies ini dideskripsikan dari Río Portugesa, anak sungai Río Apuré di barat daya Venezuela. Ikan ini juga tercatat di Río Arauca bagian hilir dan di Río Caura. Semua sungai tersebut termasuk dalam DAS Río Orinoco yang jauh lebih luas, dan A. hoignei juga ditemukan di sebagian besar aliran utama Orinoco bagian hilir.1
Habitat alami
Biasanya menghuni anak sungai berarus lambat, perairan tenang di tepi sungai (backwater), dan sungai kecil di tempat yang banyak tumpukan serasah daun.1
Catatan
Dalam sistem 'nomor A' DATZ, spesies ini diberi kode A116. Populasi yang mirip dan mungkin masih satu spesies disebut A117 atau A118, tergantung lokasi pengambilannya.
Genus Apistogramma termasuk genus cichlid Amerika Selatan dengan jumlah spesies terbanyak. Saat ini ada sekitar 70 spesies yang sah, tetapi masih banyak lagi yang menunggu dideskripsikan. Selain itu, banyak spesies memiliki dua atau lebih varian warna geografis yang di masa depan mungkin terbukti merupakan spesies tersendiri, mungkin juga tidak. Para penghobi biasanya memberi label berisi data lokasi pengambilan (jika ada) agar varian-varian ini tidak tercampur dan tidak terjadi hibridisasi.
Para peneliti juga mengelompokkan spesies-spesiesnya ke dalam serangkaian garis keturunan (lineage), sub-garis keturunan (sublineage), kompleks, dan grup spesies agar lebih mudah dibedakan. Daftar tersebut terus bertambah dengan ikan-ikan yang muncul di perdagangan ikan hias dan terus berubah. Contohnya, A. hoignei termasuk dalam kompleks A. macmasteri, yang bersama kompleks A. hongsloi membentuk grup A. macmasteri. Grup gabungan ini kemudian termasuk dalam garis keturunan A. regani yang lebih besar.
Kullander (1998) melakukan studi filogenetik berbasis morfologi yang membagi famili neotropis Cichlidae menjadi enam subfamili. Di antaranya, subfamili Geophaginae (yang diduga) berisi 16 genus yang terbagi ke dalam tiga 'tribus': Acarichthyini - Acarichthys dan Guianacara. Crenicaratini - Biotoecus, Crenicara, Dicrossus, dan Mazarunia. Geophagini - Geophagus, Mikrogeophagus, grup 'Geophagus' brasiliensis, grup 'Geophagus' steindachneri, Gymnogeophagus, Satanoperca, Biotodoma, Apistogramma, Apistogrammoides, dan Taeniacara. Studi molekuler berikutnya oleh Farias et al. (1999, 2000, 2001) menambahkan Crenicichla dan Teleocichla ke dalam Geophaginae. Hasil ini didukung oleh López-Fernández et al. (2005), yang melakukan analisis molekuler paling rinci terhadap kelompok ini sampai sekarang, mencakup 16 dari 18 genus dan 30 spesies. Namun, kesimpulan mereka tentang hubungan antar-genus agak berbeda dari hipotesis sebelumnya dan bisa diringkas dalam kelompok-kelompok longgar berikut:
- hubungan kelompok saudara (sister group) antara Acarichthys dan Guianacara, dengan dukungan yang lemah.
- "klad Satanoperca" dengan dukungan kuat, yang terdiri dari Satanoperca, Apistogramma, Apistogrammoides, dan Taeniacara.
- "klad besar" yang berisi Geophagus, Mikrogeophagus, grup 'Geophagus' brasiliensis, grup 'Geophagus' steindachneri, Gymnogeophagus, Biotodoma, Crenicara, dan Dicrossus.
- "klad crenicarine" yang berisi Biotoecus dan Crenicichla.
Tidak ada perwakilan Teleocichla maupun Mazarunia dalam studi tersebut. Namun, Teleocichla sudah mapan sebagai kelompok saudara Crenicichla, sedangkan Mazarunia dalam penelitian sebelumnya dikelompokkan berdekatan dengan Dicrossus dan Crenicara. Kesimpulan utama lain dari makalah tersebut adalah konfirmasi bahwa Geophaginae merupakan kelompok monofiletik yang menunjukkan tanda-tanda kuat telah mengalami radiasi adaptif yang cepat (diversifikasi satu spesies atau satu tipe leluhur menjadi beberapa bentuk yang masing-masing beradaptasi khusus pada relung lingkungan tertentu).1
Sumber
1 sumber
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Apistogramma hoignei? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.