Satuan
Tampilan

Cyprinidae, Indonesia

Apollo shark

Luciosoma spilopleura

Nama lain: Apollo sharkminnow, ikan lalang, Juar (ikan)

Suhu
belum ada
pH
belum ada
Akuarium minimum
belum ada
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Ukuran
8,2 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahikan sepanjang 8,2 cm

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Ukuran
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-03.

Info singkat

Luciosoma spilopleura adalah ikan cyprinid kecil yang hanya diketahui dari Sumatra dan wilayah Kalimantan milik Indonesia. Di sana ikan ini lebih menyukai sungai hulu yang arusnya deras. Spesies ini belum banyak dikenal dan tidak ada di perdagangan ikan hias, meskipun namanya sudah puluhan tahun banyak dipakai secara keliru untuk spesies Luciosoma lain. Spesimen terbesar yang diketahui berukuran 81,9 mm, jadi tampaknya ukurannya jauh lebih kecil dibanding kerabat satu genusnya.1

Di mana habitat aslinya?

Bisa dianggap endemik Indonesia karena hanya diketahui dari Sumatra dan Kalimantan, bagian Pulau Borneo yang masuk wilayah Indonesia. Di Sumatra, ikan ini tercatat dari sistem Sungai Batang Hari dan Sungai Musi di separuh selatan pulau. Di Kalimantan, ikan ini diketahui dari hulu Sungai Kapuas di Provinsi Kalimantan Barat dan dari daerah aliran Sungai Mahakam di Kalimantan Timur.

Lokasi tipenya adalah 'Lahat, Palembang Province, Sumatra, Indonesia', yaitu Sungai Lematang, anak sungai dalam daerah aliran Sungai Musi yang lebih besar, di wilayah yang sekarang menjadi Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, Sumatra, Indonesia.1

Habitat alami

Menurut Roberts (1989), spesies ini lebih menyukai sungai hulu yang lebih kecil dan berarus deras, dengan dasar berupa batu, bebatuan, dan kerikil. Meski begitu, ikan muda pernah dikoleksi dari aliran utama Sungai Kapuas di sekitar rumah lanting (rumah terapung) dan di antara vegetasi tepian yang terendam banjir (Kottelat & Widjanarti, 2005).1

Catatan

L. spilopleura secara umum belum banyak dikenal dan tidak ada di perdagangan ikan hias, meskipun namanya sudah puluhan tahun banyak dipakai secara keliru untuk spesies Luciosoma lain. Kerabat satu genusnya kebanyakan dijual dengan nama 'apollo shark', 'shark minnow', atau sejenisnya, dan sering diberi label nama ilmiah yang salah.

Contohnya, nama Luciosoma spilopleura sangat sering dipakai, padahal spesies ini mungkin belum pernah ditangkap untuk akuarium. Begitu juga L. pellegrinii, yang hampir tidak dikenal di perdagangan ikan hias karena berasal dari daerah yang sangat jarang dijadikan lokasi penangkapan komersial, tetapi namanya rutin dipakai secara keliru.

Spesies yang diperdagangkan hanya cocok untuk akuarium pribadi yang paling besar. Yang rutin diperdagangkan adalah L. setigerum dan L. bleekeri ukuran remaja (subadult), serta satu ikan yang belum teridentifikasi dengan pola warna yang khas.

Identifikasi ikan pada foto di sini didasarkan pada Bleeker (1855, 1860) dan Roberts (1989), ditambah gambar-gambar karya Bleeker. Dengan demikian, L. spilopleura dapat dibedakan dari anggota genus lainnya melalui kombinasi ciri berikut: kepala agak runcing; terdapat banyak tuberkel (bintil) yang tersusun rapat di ujung moncong dan di seluruh permukaan bawah-samping rahang bawah; jari-jari depan sirip perut tidak memanjang menjadi filamen (kadang sedikit memanjang); deretan bintik gelap yang memanjang vertikal di sisi tubuh, membentang dari bagian belakang tutup insang sampai pangkal ekor; sirip ekor dengan garis gelap di tengah serta garis di dekat tepi pada cuping atas maupun bawah.

Oijen dan Loots (2012) menerjemahkan bagian tentang spesies ini dari Bleeker (1860). Di situ Bleeker menggambarkan pola warnanya sebagai berikut: tubuh bagian atas hijau, bagian bawah perak; iris merah muda atau kuning; di kedua sisi tubuh terdapat 13 bintik lonjong-bulat berwarna ungu kebiruan yang tersusun dalam satu deret memanjang; sirip kekuningan atau merah muda bening; sirip ekor merah muda dengan 3 pita memanjang berwarna ungu kehitaman, pita tengah berada di tengah jari-jari sirip, pita samping berawal dari jari-jari sirip pendek di sisi sirip dan berakhir di tepi belakang sirip, di sebelah dalam ujung-ujungnya; sirip punggung dan sirip dubur di sekitar bagian tengahnya memiliki pita memanjang yang agak gelap.

Ada satu ikan yang asal geografisnya tidak diketahui, yang cocok dengan sebagian besar ciri diagnostik L. setigerum, kecuali garis gelap di sisi tubuhnya tidak ada pada bagian depan tubuh dan tidak tersusun dari bintik-bintik yang saling menyambung. Ikan ini relatif umum di perdagangan ikan hias dan dimasukkan di sini sebagai L. cf. setigerum sampai identitasnya dapat dipastikan.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Bleeker, P. (1855). Nalezingen op de vischfauna van Sumatra. Visschen van Lahat en Sibogha. Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch Indië v. 9, 257-280
  • Oijen, M. J. P. van and G. M. P. Loots (2012). An illustrated translation of Bleeker’s Fishes of the Indian Archipelago Part II Cyprini. Zoologische Mededelingen 86, 1-469
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
  • Bleeker, P. (1860). De visschen van den Indischen Archipel, Beschreven en Toegelicht. Deel II. [Cyprini. Ordo Cyprini. Karpers.]. Acta Societatis Regiae Scientiarum Indo-Neêrlandicae v. 7 (N. S., v. 2), 1-492 + i-xiii
  • Kottelat, M. and E. Widjanarti (2005). The fishes of Danau Sentarum National Park and the Kapuas Lakes area, Kalimantan Barat, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 139-173
  • Parenti, L. R. and K. K. P. Lim (2005). Fishes of the Rajang Basin, Sarawak, Malaysia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 175-208
  • Tan, H. H. and M. Kottelat (2009). The fishes of the Batang Hari drainage, Sumatra, with description of six new species. Ichthyological Exploration of Freshwaters 20(1), 13-691