Satuan
Tampilan

Osphronemidae, Brunei

Betta akarensis

Betta akarensis

Nama lain: Cupang akarensis, Cupang alam akarensis, Akar betta

Suhu
21–27°C
pH
5,5–7,5
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Mudah

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
21–27°C
pH
5,5–7,5
Ukuran
8 cm
Tingkat kesulitan
Mudah 2/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 8 cm
  • AirMudahpH 5,5–7,5, 0–12 dGH
  • SuhuMudah21–27°C

Tingkat kesulitan 2/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-01.

Info singkat

Betta akarensis adalah ikan labirin pengeram mulut jantan (paternal mouthbrooder) dari Kalimantan (Borneo), yang dikoleksi di Brunei dan negara bagian Sarawak, Malaysia. Spesies ini menjadi nama kelompok Betta akarensis, yaitu kelompok spesies yang berkerabat dekat, dan dianggap sebagai salah satu Betta Kalimantan dengan sebaran paling luas. Sebagian besar dikoleksi dari perairan blackwater (air hitam), meskipun ikan ini juga hidup di sungai kecil berair jernih yang mengalir, parit pinggir jalan, dan kolam yang lebih besar.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Disarankan akuarium dengan ukuran alas 60 × 30 cm (sekitar 54 liter) atau lebih.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 21–27 °C
  • pH: 5,5–7,5
  • Kesadahan: 0–12 dGH, dengan nilai yang lebih rendah disarankan untuk keperluan pemijahan.1

Bagaimana cara merawatnya?

Bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi lengkap, meskipun banyak breeder memilih tidak memakai substrat agar perawatannya lebih mudah.

Akar dan cabang kayu apung (driftwood) bisa digunakan dan ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk beberapa sudut yang teduh, sementara pot tanah liat atau potongan pipa juga bisa ditambahkan sebagai tempat berlindung tambahan.

Penambahan daun kering makin menonjolkan kesan alami dan, selain memberi tempat berlindung tambahan bagi ikan, juga memicu tumbuhnya koloni mikroba seiring proses pembusukan.

Koloni ini bisa menjadi sumber pakan sekunder yang berharga bagi burayak, dan tanin serta zat kimia lain yang dilepaskan oleh daun yang membusuk juga dianggap bermanfaat bagi ikan dari lingkungan blackwater.

Namun, tidak perlu memakai gambut alami, karena pengambilannya tidak berkelanjutan dan merusak lingkungan.

Seperti anggota genus lainnya, spesies ini tampaknya paling baik dipelihara dengan pencahayaan yang cukup redup.

Bisa ditambahkan tanaman air yang tahan dalam kondisi seperti itu, misalnya Microsorum, Taxiphyllum, atau Cryptocoryne spp., dan beberapa kelompok tanaman apung juga akan berguna.

Spesies ini membutuhkan kondisi asam dengan kesadahan karbonat (KH) yang sangat rendah dan kesadahan umum (GH) yang sangat rendah, jadi mungkin perlu memakai unit reverse osmosis (RO) atau cara lain untuk mendapatkan air lunak, dan bila perlu air ini bisa diasamkan lagi dengan asam fosfat atau sejenisnya.

Karena di alam ikan ini menghuni perairan yang alirannya lambat, filtrasi tidak boleh terlalu kuat; filter spons bertenaga aerator yang diatur agar sirkulasinya lembut sudah cukup.

Pastikan akuarium tertutup rapat dan jangan diisi air sampai penuh, karena seperti semua Betta spp., ikan ini sesekali perlu mengakses lapisan udara lembap yang terbentuk di atas permukaan air, dan ikan ini juga pelompat yang sangat andal.1

Diberi pakan apa?

Di alam memangsa serangga dan invertebrata lain, dan mungkin juga ikan yang sangat kecil.

Di akuarium, ikan ini biasanya mau menerima pakan kering setelah mengenalinya sebagai makanan, tetapi akan paling baik bila diberi menu yang bervariasi.

Pemberian rutin pakan hidup atau beku seperti kutu air, artemia, dan cacing darah akan memastikan warna dan kondisi terbaiknya berkembang.

Serangga kecil seperti jangkrik atau lalat buah Drosophila juga cocok, meskipun sebaiknya serangga tersebut diberi makan pakan serpihan atau bahan nabati terlebih dahulu agar perutnya terisi sebelum diberikan ke ikan.

Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan, karena Betta spp. tampaknya sangat rentan mengalami obesitas.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Bukan pilihan yang disarankan untuk akuarium komunitas biasa, karena alasan-alasan yang sudah disinggung sebelumnya.

Kebutuhan perawatan dan wataknya membuat ikan ini paling baik dipelihara sendiri atau bersama spesies yang sangat damai, karena ikan yang jauh lebih besar atau lebih agresif kemungkinan besar akan membuatnya tertekan.

Beberapa ikan cyprinid kecil cocok, dan ikan ini bahkan bisa dipelihara bersama anabantoid lain bila ruangnya cukup, tetapi riset yang matang sangat penting.

Asalkan akuarium memiliki banyak tempat persembunyian dan garis pandang yang terputus-putus, tidak ada alasan mengapa sekelompok ikan tidak bisa dipelihara bersama, meskipun sedikit pertengkaran tidak bisa dihindari.

Pengecualian bisa terjadi bila ada pasangan yang sedang memijah; pada saat itu terutama betinanya bisa menjadi agresif.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan tumbuh lebih besar, siripnya lebih panjang, dan memiliki lebih banyak sisik berkilau (iridescent) di kepala dan tubuh dibandingkan betina.

Profil kepala jantan juga terlihat jelas lebih kekar, karena jantanlah yang bertugas mengerami telur dan burayak di dalam mulut.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Pengeram mulut jantan (paternal mouthbrooder). Siapkan akuarium terpisah untuk pemijahan kecuali ikan memang sudah dipelihara sendiri, dan tata akuarium tersebut seperti yang disarankan di atas.

Akuarium harus memiliki penutup serapat mungkin (sebagian breeder memakai plastik wrap agar tidak ada celah), karena burayak membutuhkan akses ke lapisan udara hangat dan lembap; tanpa itu perkembangan organ labirinnya bisa terganggu.

Bisa memakai satu pasang atau sekelompok ikan, tetapi perlu diingat bahwa setiap jantan mampu mengerami hingga 60 burayak, jadi dibutuhkan ruang yang cukup besar jika ingin membesarkan semuanya.

Betina berperan lebih aktif dalam memulai percumbuan dan mempertahankan area dari penyusup.

Telur dan sperma dilepaskan saat 'pelukan' yang khas pada anabantoid, ketika jantan melingkarkan tubuhnya ke tubuh betina.

Mungkin diperlukan beberapa kali pelukan 'latihan' sebelum telur dikeluarkan.

Setelah pemijahan dimulai, telur dikeluarkan dalam kelompok kecil dan dipungut dengan mulut oleh betina, lalu diludahkan ke air untuk ditangkap oleh jantan.

Setelah semua telur berada di mulut jantan, siklus ini diulang sampai telur betina habis, proses yang bisa memakan waktu cukup lama.

Masa pengeraman adalah 10–21 hari, setelah itu jantan akan mulai melepaskan burayak yang sudah terbentuk sempurna dan bisa berenang bebas. Sebagian breeder tidak pernah mengalami masalah spesies ini memakan anaknya sendiri, tetapi ada pula yang kehilangan seluruh anakan karena dimangsa; namun banyak yang memindahkan betina (beserta ikan lain yang ada) beberapa hari setelah pemijahan.

Hal ini perlu dilakukan sehati-hati mungkin agar tidak mengganggu jantan, karena jantan bisa menelan atau melepaskan anakan sebelum waktunya bila stres.

Setelah burayak berenang dan mencari makan dengan bebas, jantan juga bisa dipindahkan bila diinginkan.

Burayak sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup yang bergerak seperti microworm dan naupli artemia, meskipun ada laporan bahwa anakan Betta mengalami masalah kesehatan jika diberi naupli artemia dalam jumlah berlebihan.

Berikan berbagai jenis pakan dalam jumlah kecil 2–3 kali sehari untuk laju pertumbuhan yang optimal, dan jangan mengganti air terlalu banyak sekaligus; ganti air kecil secara rutin lebih baik daripada ganti air besar sesekali.1

Sebaran alami

Hidup alami di: Brunei, Malaysia1

Sungai, danau, wilayah: Kalimantan1

Apa kata sumber
  • Brunei, Malaysia, Kalimantan · Seriously Fish1: “Native to the island of Borneo where it has been collected in both Brunei Darussalam and parts of the Malaysian state of Sarawak, with type locality 'Akar River, Sarawak state, Borneo, East Malaysia'.”

GBIF punya 14 catatan di alam liar: 13 di negara-negara di atas, 1 di tempat lain (terbanyak: Indonesia 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.

  • Catatan di negara asal
  • Catatan di tempat lain
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 14 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Asli Pulau Kalimantan (Borneo), dan telah dikoleksi baik di Brunei Darussalam maupun di sebagian wilayah negara bagian Sarawak, Malaysia. Lokasi tipenya adalah 'Akar River, Sarawak state, Borneo, East Malaysia'.

Spesies ini umumnya dianggap sebagai salah satu spesies Betta Kalimantan dengan sebaran paling luas, dengan wilayah sebaran yang membentang ke selatan dari Brunei hingga kota Sibu (Sarawak).

Di Brunei, ikan ini tercatat di distrik Bandar Seri Begawan, Belait, dan Tutong, sedangkan di Sarawak lokasi yang sudah dipastikan antara lain Miri, Marudi, Sungai Akar, Sungai Tebu, Parit Nyadok, Sungai Nibong, Sungai Teku, dan Mukah (Tan dan Ng, 2005).

Populasi dari lokasi yang berbeda sering diberi label sesuai lokasinya oleh kolektor/penghobi agar datanya tetap akurat dan galur murninya terjaga.1

Habitat alami

Spesies ini pernah ditemukan hidup di sungai kecil berair jernih yang mengalir, meskipun sebagian besar dikoleksi dari lingkungan blackwater.

Ikan ini tampaknya mudah beradaptasi, karena juga ditemukan di beberapa parit pinggir jalan dan kolam yang lebih besar.

Habitatnya biasanya terlindung dari sinar matahari, dengan vegetasi tepi sungai yang tumbuh cukup lebat.

Biotop blackwater memiliki ciri khas air berwarna cokelat akibat asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk.

Kandungan mineral terlarutnya hampir selalu sangat rendah, pH-nya cukup rendah, dan dasarnya sebagian besar terdiri dari daun-daun gugur, ranting, serta akar pohon yang terendam.

Sungai kecil berair jernih sering memiliki dasar berpasir atau berbatu yang tertutup alga dan endapan, dan ikan ini cenderung bersembunyi di zona tepi yang lebih tenang.1

Catatan

Spesies ini menjadi nama kelompok Betta akarensis, yaitu kelompok spesies yang berkerabat dekat, yang saat ini juga mencakup B. antoni, B. aurigans, B. balunga, B. chini, B. ibanorum, B. pinguis, dan B. obscura.

Kombinasi unik ciri pembedanya diberikan oleh Tan dan Ng (2005): operkulum dengan garis pascaorbital kedua yang tidak terputus; mata berwarna kuning saat hidup; jari-jari sirip anal 28-30 (modus 28); sisik subdorsal 5-6 (modus 5); sisik lateral 31-33 (modus 32); sisik predorsal 22-25 (modus 23); sisik postdorsal 10-12 (modus 11); panjang preanal 43,4-48,5% SL; panjang kepala 29,8-34,9% SL; panjang dasar sirip anal 49,6-56,8% SL.

Genus Betta adalah genus dengan jumlah spesies terbanyak dalam famili Osphronemidae, dengan hampir 70 anggota yang diakui, dan tampaknya akan terus bertambah, karena spesies baru terus dideskripsikan secara rutin sejak awal abad ini.

Spesies-spesies anggotanya berhasil beradaptasi untuk menghuni berbagai relung ekologi, mulai dari parit berair tergenang hingga sungai perbukitan yang mengalir, termasuk beberapa lingkungan ekstrem seperti hutan rawa gambut yang sangat asam.

Pengelompokan anggota-anggotanya ke dalam sejumlah kelompok berisi spesies yang berkerabat dekat kini umumnya sudah diterima, tetapi sebagian besar didasarkan pada ciri morfologi dan perilaku.

Karena itu, kajian filogenetik molekuler mungkin akan berguna untuk menentukan hubungan kekerabatan ikan-ikan ini secara lebih tepat.

Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut labirin.

Dinamakan demikian karena strukturnya yang menyerupai labirin, organ ini memungkinkan ikan menghirup udara atmosfer sampai batas tertentu.

Organ ini terdiri dari sepasang organ suprabranchial yang terbentuk dari pelebaran bagian epibranchial (atas) lengkung insang pertama dan berada di dalam rongga di atas insang; di dalamnya terdapat banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah dan berfungsi sebagai permukaan pernapasan yang luas.

Kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang menghuni lingkungan yang lebih keras.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 43-99
  • Regan, C. T. (1910). The Asiatic fishes of the family Anabantidae. Proceedings of the Zoological Society of London 1909(4), 767-787
  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2004). Two new species of freshwater fish (Teleostei: Balitoridae, Osphronemidae) from southern Sarawak. Sarawak Bau Limestone Biodiversity. Sarawak Museum Journal Special issue 6, 267-2841