
Cyprinidae
Ikan koi
Cyprinus rubrofuscus
Nama lain: Koi, Nishikigoi, Japanese koi, Koi carp, Ikan mas koi
- pH
- 6,5–9
- Ukuran
- 90 cm
- Tingkat kesulitan
- Mudah 2/8
Diterjemahkan dan dirangkum dari The Spruce Pets. Diperbarui 2026-10-31.
Foto Ikan koi
Lihat semua 124 foto →Info singkat
- Nama umum: Japanese koi, koi, koi carp, Nishikigoi (dalam bahasa Jepang berarti "ikan mas brokat")
- Nama ilmiah: Cyprinus rubrofuscus
- Famili: Cyprinidae
- Asal: Asia
- Ukuran dewasa: sekitar 60–90 cm
- Harapan hidup: 30–60 tahun
- Sifat sosial: damai
- Area berenang di kolam: semua lapisan
- Ukuran kolam minimum: sekitar 950 liter
- Pakan: omnivora
- Perkembangbiakan: bertelur
- Tingkat perawatan: pemula
- pH: 6,5–9,0
- Kesadahan: >100 mg/L
- Suhu: 1–29 °C
Menurut The Spruce Pets
Butuh akuarium seberapa besar?
Pertimbangan terbesar dalam membangun dan merawat kolam koi adalah tersedianya ruang yang cukup untuk semua ikan. Walaupun awalnya sangat kecil, kebanyakan koi bisa tumbuh lebih dari 60 cm hanya dalam beberapa tahun. Banyak pemilik keliru mengisi kolam terlalu padat saat ikannya masih kecil, lalu terpaksa melepas sebagian ikan ketika mereka sudah kebesaran untuk tempatnya. Koi sebaiknya tidak pernah dipelihara di akuarium kecuali akuariumnya berukuran minimal sekitar 1.900 liter atau lebih.
Setiap kolam koi wajib menyediakan minimal sekitar 950 liter per ekor. Ini mungkin terdengar berlebihan ketika ikannya baru beberapa sentimeter, tetapi ruang itu akan dibutuhkan saat mereka besar nanti. Volume air yang lebih banyak selalu membuat perawatan lebih mudah dan ikan lebih sehat.
Menurut The Spruce Pets
Bagaimana cara merawatnya?
Suhu kolam koi bisa sangat bervariasi. Koi tahan terhadap rentang suhu yang lebar, tetapi mudah stres bila suhu berubah dengan sangat cepat. Beri insulasi pada dinding kolam, gali kolam sedalam sekitar 60–120 cm atau lebih, dan sediakan peneduh untuk melindungi ikan dari perubahan suhu yang mendadak.
Menurut The Spruce Pets
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Karena kolam koi umumnya berada di luar ruangan dan dihuni ikan yang sangat besar, sistem filter harus direncanakan dengan baik dan dipasang dengan benar. Ada tiga jenis filtrasi yang umum dipakai di kolam koi: mekanis, kimia, dan biologis.
Filtrasi mekanis
Filtrasi ini bertugas menyaring partikel-partikel besar dari air. Banyak kolam melewatkan bagian ini, sehingga kotoran bisa menumpuk di filter biologis dan kinerjanya menurun. Komponennya bisa berupa:
- Bak pengendapan (settling tank)
- Sieve filter
- Skimmer
- Jaring atau kapas filter
Filtrasi biologis
Filter ini menjadi rumah bagi bakteri baik yang menjalankan siklus nitrogen. Filter ini membutuhkan aliran air yang baik melewati media agar bakteri baik mendapat cukup oksigen.
- Bead filter bertekanan (paling umum)
- Matras (japmat) atau strapping
- Kerikil atau batu lava
Filtrasi kimia
Filter karbon biasa tidak dipakai di kebanyakan kolam koi. Banyak kolam koi menggunakan lampu UV (UV sterilizer) untuk membunuh alga di kolam. Lampu UV TIDAK berpengaruh pada bakteri atau parasit yang hidup di tubuh ikan.
Menurut The Spruce Pets
Diberi pakan apa?
Koi, seperti kerabatnya ikan mas koki, adalah omnivora pemakan di dasar. Mereka banyak makan serangga dan menghabiskan banyak waktu mengais-ngais substrat. Kebanyakan pakan koi adalah pakan apung, sehingga pemilik bisa melihat ikannya saat waktu makan, dan kebanyakan koi mudah terbiasa makan di permukaan. Banyak pemilik melihat ikannya mematuk-matuk alga lalu mengira mereka suka sayuran, padahal tidak demikian. Serangga dan larvanya bersarang di alga, dan itu jauh lebih lezat bagi ikan daripada alga hijau saja. Meski begitu, koi tetap omnivora dan akan memakan selada serta sayuran hijau berdaun lain yang dimasukkan ke kolam.
Ada banyak pakan koi komersial yang tersedia, dan harga tidak ada hubungannya dengan apakah suatu pakan "lebih baik" dari yang lain. Banyak pakan koi dijual khusus untuk musim tertentu, tetapi pakan koi tidak harus diganti setiap musim. Simpan semua pakan ikan di dalam ruangan dalam wadah kedap udara dan ganti setiap 6 bulan agar kandungan vitamin larut air, termasuk vitamin C, tetap pada kadar yang sehat.
Karena hidup di luar ruangan, nafsu makan koi akan bervariasi tergantung suhu airnya. Di beberapa iklim, koi mungkin sama sekali tidak tertarik makan atau hanya makan sangat sedikit selama berbulan-bulan saat cuaca dingin. Ini perilaku normal dan bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Ketika suhu menghangat, nafsu makan ikan akan kembali normal.
Menurut The Spruce Pets

Bisa dicampur dengan ikan apa?
Hal terpenting dalam memelihara ikan di kolam luar ruangan adalah ikan terpapar cuaca dan suhu luar. Kolam bisa saja dipanaskan, tetapi kalau pemanasnya rusak, spesies ikan yang butuh air lebih hangat akan cepat sekali sakit. Ikan tropis, termasuk sapu-sapu (plecostomus), tidak disarankan dipelihara di kolam luar saat cuaca dingin.
Koi tambahan
Ingat bahwa setiap ekor koi membutuhkan minimal sekitar 950 liter air. Saat masih kecil mungkin belum perlu, tetapi setelah besar mereka akan membutuhkan ruang ekstra tersebut. Koi betina indukan sebaiknya mendapat sekitar 1.900 liter per ekor agar punya cukup energi untuk mengembangkan telurnya. Koi adalah ikan yang hidup berkelompok, jadi sebaiknya ada minimal 3 ekor koi per kolam.
Ikan mas koki
Anggapan bahwa koi dan ikan mas koki tidak bisa dipelihara bersama hanyalah mitos. Pada dasarnya keduanya "sepupu" sesama ikan mas dan rentan terhadap penyakit yang sama. Ikan mas koki tidak butuh ruang sebanyak koi, jadi sebagian kolam mungkin lebih cocok dijadikan kolam ikan mas koki daripada membuat pertumbuhan koi terhambat di kolam yang sempit.
Hi-fin shark
Hi-fin shark (Myxocyprinus asiaticus) cocok dipelihara di kolam luar. Sebagai sepupu lain dari ikan mas, ikan ini lebih herbivora, sehingga mungkin bisa membantu mengurangi sebagian alga di kolam, tetapi tentu saja mereka lebih suka pelet koi. Ikan ini juga bisa tumbuh sangat besar, dan warnanya yang gelap membuatnya lebih sulit terlihat di kolam.
Kura-kura air
Kura-kura bisa dimasukkan ke kolam, tetapi dengan sangat hati-hati. Sebagian kura-kura akur dengan ikan dan tidak menimbulkan masalah. Kura-kura yang nakal akan menggigit sirip dan tutup insang koi, sehingga menyebabkan luka serius dan penyakit.
Menurut The Spruce Pets
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Perbedaan fisik antara koi jantan dan betina bisa samar. Ikan yang dipelihara terlalu padat atau tidak diberi pakan dengan benar mungkin tidak mengembangkan gonad yang matang. Koi betina cenderung memiliki kepala dan perut yang lebih bulat, sedangkan koi jantan berkepala lebih runcing dan bertubuh lebih ramping. Jantan bisa disangka betina bila diberi makan berlebihan hingga menjadi gemuk.
Perbedaan perilaku juga bisa terlihat oleh pengamat yang jeli. Pada musim pemijahan, biasanya di akhir musim semi, koi jantan akan mengejar-ngejar koi betina keliling kolam. Ikan yang belum dewasa mungkin ikut-ikutan sekadar meniru ikan yang lebih besar, padahal belum matang secara reproduksi.
Menurut The Spruce Pets
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Banyak pemijahan koi terjadi secara tidak sengaja. Dengan nutrisi dan lingkungan yang tepat, pemilik koi pemula pun bisa berhasil memijahkan ikannya. Kalau ikannya tidak memijah, itu tidak masalah! Betina akan menyerap kembali telur yang sudah matang dan hidup seperti biasa.
Kebanyakan pemijahan koi membutuhkan tempat untuk menempelnya telur, seperti tanaman atau kakaban/sikat pemijahan buatan. Dengan suhu ideal dan dukungan nutrisi, koi akan memijah dalam peristiwa yang ramai dan kadang brutal. Telur dan sperma tersembur ke mana-mana, terutama ke tanaman dan benda-benda berserabut di tepi kolam.
Sering kali, satu-satunya tanda pemijahan hanyalah lapisan busa di permukaan kolam dan ikan yang bertingkah tidak seperti biasanya. Telur sangat sulit dilihat karena bening dan seukuran kepala jarum pentul. Banyak telur akan dimakan ikan dan invertebrata lain di kolam, belum lagi telur-telur yang ikut tersedot ke filter. Rencanakan ganti air dalam jumlah besar setelah pemijahan, karena banyaknya hasil reproduksi yang kaya protein seperti telur dan sperma bisa memicu lonjakan amonia.
Setelah pemijahan, tanaman dan sikat yang berisi telur sebaiknya diangkat dari kolam dan dipindahkan ke bak penetasan khusus dengan filtrasi yang sangat baik dan aliran air yang pelan. Koi yang lebih besar diketahui bisa tidak sengaja memakan anak koi yang menghalangi saat waktu makan. Setelah menetas, anak koi (burayak) sebaiknya diberi pakan tinggi protein dan tinggi lemak agar berkembang dengan baik. Setelah panjangnya beberapa sentimeter, mereka bisa dikembalikan ke kolam utama.
Menurut The Spruce Pets
Di mana habitat aslinya?
Koi punya sejarah yang panjang dan khas sebagai ikan peliharaan. Koi berasal dari ikan mas Amur (Cyprinus rubrofuscus), yang dipelihara di seluruh Asia sebagai sumber pangan. Ikan mas bisa tumbuh cukup besar dengan sangat cepat dan termasuk ikan yang tangguh, sehingga ideal sebagai sumber pangan. Namun, selama banyak sekali generasi muncul mutasi warna secara alami. Ikan-ikan ini dipisahkan dari populasi utama lalu dikawinkan satu sama lain. Dari persilangan variasi warna ini selama berabad-abad, lahirlah koi seperti yang dikenal sekarang.
Ikan hias ini kemudian disilangkan dengan ikan mas tanpa sisik yang didatangkan ke Jepang dari Jerman, dan menghasilkan mutasi koi tanpa sisik. Koi ini dikenal sebagai "doitsu" (bahasa Jepang untuk "Jerman") dan sangat populer karena kulitnya tampak mengilap dan halus. Koi doitsu bisa memiliki sedikit sisik yang disebut "zipper" di sepanjang kedua sisi sirip punggung, sisik yang tersebar tak beraturan di tubuhnya, atau hanya beberapa sisik raksasa yang saling bertumpuk di bagian samping.
Sebagian koi, yang dikenal sebagai butterfly koi atau long-fin koi, memiliki sirip-sirip yang memanjang di seluruh tubuhnya. Sirip ini mudah robek dan berbekas luka, jadi pastikan lingkungannya minim benda yang bisa menyangkut agar siripnya yang menjuntai tetap terjaga.
Kini koi bisa ditemukan di seluruh dunia. Di Jepang ada pasar kelas atas yang menjual ikan-ikan paling indah dan paling mahal di dunia, dengan harga ribuan dolar per ekor! Banyak koi yang dipelihara sekarang adalah koi hasil ternak lokal yang harganya tidak mahal, tetapi tetap menjadi peliharaan kesayangan seperti ikan lainnya.
Menurut The Spruce Pets
Catatan
Gosanke (Tiga Besar)
Terdiri dari kohaku, sanke, dan showa, koi-koi ini adalah yang paling diincar dan paling bernilai di dunia hobi koi. Mereka sering menjadi juara utama di kontes koi di seluruh dunia.
Kohaku
Varietas kohaku memiliki tubuh putih dengan pigmen merah. Ada banyak pola dalam varietas kohaku yang menentukan nilainya. Pada kohaku klasik, pigmen merah atau "hi" harus pekat dan mengikuti tepi sisik, sehingga tercipta kontras tajam antara area putih dan merah. Paling baik jika seluruh pigmen merah menyatu dalam pita atau bercak besar di sepanjang tubuh tanpa ada pigmen yang tersebar acak.
Sanke
Sanke berarti "tiga warna", yaitu pewarnaan kohaku dengan tanda hitam atau "sumi". Tidak boleh ada tanda hitam di kepala, tetapi pigmen merah di kepala tidak masalah. Lebih disukai jika siripnya memiliki beberapa garis hitam sebagai kontras.
Showa
Koi showa berkerabat dekat dengan sanke. Koi showa memiliki pewarnaan yang sama, yaitu putih, merah, dan hitam, tetapi pigmen hitamnya lebih banyak daripada merah, sehingga menciptakan pola kontras yang mencolok. Warna hitamnya bisa meluas hingga ke kepala dan pangkal sirip.
Bekko
Koi bekko bisa memiliki berbagai warna tubuh dengan tanda hitam di sepanjang punggungnya. Shiro Bekko bertubuh putih, Ki Bekko bertubuh kuning, dan Aka Bekko bertubuh merah.
Kawarimono
Kelompok varietas koi ini masih terbagi lagi. Kelompok ini mencakup Shiro Muji (putih polos), Karasugoi (hitam seluruhnya), Goshiki (campuran kelima warna—putih, merah, hitam, biru, dan biru tua), Chagoi (cokelat), Benigoi (merah seluruhnya), Kigoi (kuning seluruhnya), dan masih banyak lagi.
Menurut The Spruce Pets
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Ikan koi? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.








Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.