Cyprinidae

Ikan Koki

Carassius auratus

Nama lain: Mas Koki, Ikan Mas Koki, Koki, Goldfish, Ikan Komet

Suhu
10–27°C
pH
6–9
Kesadahan (dGH)
6–12
Ukuran
18 cm
Akuarium minimum
75 cm
Tingkat kesulitan
Mudah 2/8

Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Glaser, The Spruce Pets. Diperbarui 2026-10-29.

Cek kecocokan dengan spesies lain →

Info singkat

Varian ikan koki ini didatangkan dari Tiongkok. Ikan ini tidak hanya cocok untuk kolam taman (sepenuhnya tahan musim dingin), tetapi juga terlihat sangat cantik bila dilihat dari samping.

Menurut Aquarium Glaser

  • Nama umum: koki fantail, koki ekor ganda
  • Famili: Cyprinidae
  • Asal: Asia
  • Ukuran dewasa: 18 cm
  • Harapan hidup: 10–15 tahun
  • Sifat: damai
  • Area berenang: atas, tengah
  • Ukuran akuarium minimum: 75 liter
  • Pakan: omnivora
  • Perkembangbiakan: bertelur
  • Perawatan: mudah

Menurut The Spruce Pets

Foto: Aquarium Glaser, digunakan dengan izin

Layak dibeli?

Koki fantail adalah varietas ikan koki hias yang umum, dikenal dari ekor gandanya yang mencolok. Alih-alih satu ekor standar dengan sirip ekor bagian atas dan bawah, ikan koki ini telah dibiakkan secara selektif sehingga memiliki dua sirip ekor atas dan dua sirip ekor bawah, dengan kedua sirip atasnya menyatu. Saat memelihara koki fantail, kemampuan berenangnya yang terbatas perlu diperhatikan secara khusus.

Menurut The Spruce Pets

Kondisi air seperti apa?

  • pH: 6,0–9,0
  • Kesadahan: 6–12 dGH
  • Suhu: 10–27 °C

Menurut The Spruce Pets

Foto: Aquarium Glaser, digunakan dengan izin

Bagaimana cara merawatnya?

Seperti jenis ikan koki lainnya, koki fantail tidak rewel dan hanya butuh sedikit perawatan. Namun, ikan ini menghasilkan lebih banyak kotoran dibanding banyak ikan peliharaan lain, sehingga rutinitas perawatan yang teratur sangat penting. Karena bentuk ekornya, koki fantail bukan perenang yang efisien, jadi hindari akuarium yang terlalu penuh. Ikan ini mungkin lebih sering beristirahat dibanding ikan koki lain, sehingga area terbuka di dasar akuarium akan memungkinkannya beristirahat dengan nyaman.

Menurut The Spruce Pets

Diberi pakan apa?

Ada banyak pakan pelet yang bisa diberikan untuk koki fantail. Saat memilih pelet, pastikan ukurannya sesuai agar mudah ditelan ikan. Karena tidak memiliki lambung yang asam, ikan koki mengandalkan gigi gerahamnya untuk menggiling pakan agar bisa dicerna dengan baik. Sebagian besar ikan koki membutuhkan sekitar 32–35% protein, tetapi mengingat kesulitan berenangnya, koki hias sebaiknya diberi pakan dengan kadar protein sedikit lebih tinggi. Pilih pakan dengan kadar lemak sekitar 4–5% dan ganti wadah pakan setiap 6 bulan untuk memastikan kadar vitamin C tetap cukup. Pakan tenggelam disarankan untuk ikan yang rentan mengalami gangguan keseimbangan renang (buoyancy disorder), supaya ikan tidak menelan udara di permukaan saat memakan pakan apung.

Frekuensi pemberian pakan tergantung pada suhu akuarium. Di bawah 21 °C, beri pakan sekali sehari. Pada suhu 21 °C ke atas, tingkatkan menjadi dua kali sehari. Berikan dalam jumlah secukupnya, biarkan ikan makan dengan santai selama sekitar lima menit. Pakan yang tersisa menandakan pemberian pakan berlebihan. Buang sisa pakan untuk mencegah penumpukan kotoran di akuarium.

Menurut The Spruce Pets

Two fan tail goldfish in an aquarium
Foto: The Spruce Pets, digunakan dengan izin

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Saat memilih teman satu akuarium untuk koki fantail, sesama ikan koki adalah pilihan terbaik.

Tanpa teman

Sebagian ikan koki mungkin lebih suka sendirian, dan itu sama sekali tidak masalah. Ikan koki bisa dipelihara sendirian, tetapi tetap membutuhkan akuarium besar dengan filter agar kesehatannya optimal. Luangkan waktu berkualitas bersama ikan koki yang dipelihara sendirian, dan perlakukan sebagai teman kesayangan.

Ikan koki lain

Teman satu akuarium yang ideal untuk koki fantail adalah varietas koki hias lainnya. Hindari mencampurnya dengan ikan koki bertubuh panjang seperti komet atau shubunkin, karena ikan-ikan tersebut bisa lebih cepat dari koki hias Anda dan memonopoli pakan. Pilih koki hias lain yang sama-sama berenang lambat agar akses terhadap pakan dan ruang tetap adil.

Ikan zebra (zebrafish)

Saat menambahkan ikan ke akuarium ikan koki, faktor utamanya adalah lingkungan air yang bersuhu sejuk. Ikan koki membutuhkan suhu lebih rendah dibanding kebanyakan ikan tropis, sehingga pilihan ikan yang cocok terbatas. Meski begitu, sekelompok ikan zebra, yang juga dikenal sebagai zebra danio, bisa menjadi tambahan yang bagus. Ikan ini senang hidup berkelompok, jadi pelihara minimal lima ekor. Ikan zebra tersedia dalam beragam bentuk sirip dan warna yang menambah daya tarik visual.

Menurut The Spruce Pets

A tank of fancy goldfish
Foto: The Spruce Pets, digunakan dengan izin

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Seperti koki komet, koki fantail jantan memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali. Saat musim kawin, ikan jantan memunculkan bintil kawin (breeding tubercles), yaitu bintik-bintik putih yang menonjol, pada operkulum (tutup insang) dan tepi depan sirip dada. Ikan betina umumnya tampak lebih bulat, tetapi ciri ini kurang bisa diandalkan pada koki fantail karena perutnya memang secara alami membesar.

Menurut The Spruce Pets

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Ikan koki mudah berkembang biak, sehingga bisa dipijahkan bahkan oleh pemula. Sebelum dipijahkan, tingkatkan asupan protein dan lemak ikan koki agar gonadnya berkembang sempurna. Koki fantail sebaiknya ditempatkan di akuarium pemijahan dengan satu jantan dan satu betina. Menaikkan suhu air dan menambahkan tanaman air hidup biasanya memicu pemijahan. Waktu siang yang lebih panjang di musim semi juga bisa merangsang pemijahan, dan hal ini bisa diatur lewat pencahayaan dalam ruangan. Setelah memijah, pindahkan induk agar telur tidak dimakan. Beri burayak pakan bubuk begitu mereka sudah berenang bebas setelah menetas.

Menurut The Spruce Pets

Bubble Eye Goldfish
Foto: The Spruce Pets, digunakan dengan izin

Di mana habitat aslinya?

Meskipun ikan koki komet yang asli berasal dari ikan mas Crucian (crucian carp) di Asia, koki fantail tidak ditemukan di alam liar dan dikembangkan melalui pembiakan selektif oleh manusia. Koki fantail tergolong ikan koki hias, dan dibiakkan dengan memilih ikan yang memiliki ciri-ciri yang diinginkan selama banyak generasi.

Menurut The Spruce Pets

Habitat alami

Koki fantail dikenali dari ekor gandanya dan tubuhnya yang biasanya pendek, dan bisa juga memiliki sirip dada dan sirip anal yang memanjang. Jika koki fantail Anda merupakan hasil persilangan dengan varietas koki hias lain seperti oranda, ryukin, atau mutiara (pearlscale), ikan tersebut mungkin menunjukkan ciri-ciri dari varietas tersebut, misalnya jambul kecil (benjolan di kepala), tubuh yang tinggi, atau rongga perut yang membesar. Umumnya koki fantail berwarna oranye hingga putih, tetapi bisa juga merah atau berwarna-warni jika disilangkan dengan koki shubunkin atau ryukin.

Menurut The Spruce Pets

Varietas dan hibrida dari Ikan Koki

Artikel yang menyebut spesies ini