Perawatan · sekitar 7 menit baca

Ikan Tidak Mau Makan: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus Khawatir

AquaTome merangkum dari 7 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Ikan yang tidak mau makan belum tentu sakit. Bisa jadi ia sudah kenyang, stres karena baru dipindah, diganggu ikan lain, tidak cocok dengan pakannya, sedang berbiak, atau kualitas airnya buruk.
  • Langkah pertama: uji air dengan test kit cair, lalu perhatikan beberapa kali waktu makan untuk melihat apakah ikan menolak semua pakan atau hanya sebagian. Kalau ikan megap-megap di permukaan, perutnya kembung, sisiknya berdiri seperti nanas, atau burayak tidak makan lebih dari 24 jam, anggap itu darurat.

Kenapa ikan bisa berhenti makan

Ikan yang sudah cukup makan memang tidak akan makan lagi. Jadi ikan yang kelihatan menolak pakan bisa saja cuma kekenyangan. Di sisi lain, nafsu makan yang hilang juga termasuk tanda banyak penyakit ikan, misalnya penyakit bintik putih (white spot), velvet, Ichthyobodo, dan protozoa usus seperti Spironucleus/Hexamita. Pemberian pakan yang tidak tepat juga termasuk penyebab paling umum ikan akuarium dan kolam jatuh sakit atau mati.

Kabar baiknya, ikan dewasa yang sehat umumnya tahan 3–7 hari tanpa makan, bahkan beberapa spesies bisa lebih dari dua minggu. Burayak dan ikan muda lain ceritanya: mereka perlu diberi makan beberapa kali sehari, dan kalau tidak makan bisa cacat atau mati.

Ini perkiraan lama puasa yang masih aman menurut salah satu sumber:

Jenis ikanPuasa amanBatas bertahan hidup
Ikan komunitas kecil3–5 harisampai 2 minggu
Gurami dan barb5–7 harisampai 2–3 minggu
Cichlid besar dan pleco1–2 minggusampai 4 minggu
Cupang5–7 harisampai 2 minggu
Burayakmaksimal 1–2 hari3–5 hari

Ikan besar yang metabolismenya lambat bisa lebih lama di antara waktu makan. Air yang lebih hangat menaikkan metabolisme, jadi kebutuhan pakannya juga naik.

Mengenali penyebab dari tanda-tandanya

Tanda-tanda yang menyertai bisa membantu menebak penyebabnya:

  • Stres pada ikan baru: ikan bersembunyi, warnanya pucat, melesat kabur saat didekati, dan mengabaikan pakan selama 24–72 jam pertama.
  • Pakan tidak cocok: pakan masuk mulut lalu dilepeh, atau tenggelam begitu saja tanpa disentuh.
  • Air buruk: tidak mau makan disertai megap-megap di permukaan, sirip menguncup, lesu, atau air keruh dan berbau.
  • Penyakit: tidak mau makan disertai bintik putih, pertumbuhan seperti kapas, perut kembung, garis merah di sirip, memisahkan diri, insang bergerak cepat, atau badan makin kurus.
  • Diganggu ikan lain: hanya satu ikan yang tidak makan sementara yang lain makan, ia diusir dari pakan, terus bersembunyi, atau siripnya sobek.
  • Kebanyakan pakan: ikan mematuk pakan dengan malas, sisa pakan menumpuk, perut tampak agak membulat, dan alga merebak.
  • Sedang berbiak: ada sarang busa, betina tampak lebih gemuk, atau ikan mouthbrooder sedang mengerami telur di mulut.

Beberapa catatan khusus:

  • Cupang: pemilik kadang mengira cupangnya tidak makan, padahal ia hanya makan sebagian pakannya. Amati beberapa kali waktu makan untuk memastikan. Cupang di air yang terlalu dingin bisa kehilangan nafsu makan dan diam di dasar akuarium.
  • Protozoa usus (Spironucleus, Hexamita): ikan lesu, makin kurus, dan kotorannya putih berserabut.
  • Infeksi bakteri usus pada louhan (flowerhorn): ikan menolak makan, pemalu, warnanya pudar, perut atau anusnya bengkak, dan kotorannya putih atau berserabut.
  • Hole-in-the-head (Hexamita) pada louhan: muncul lubang-lubang berisi nanah berwarna putih, cokelat, atau kuning di kepala, badan kurus, kulit menggelap, kotoran putih berserabut, dan ikan menggantung di permukaan dengan kepala ke atas.

Penyebab yang sering terjadi

  • Kebanyakan pakan: ikan yang sudah kenyang mengabaikan pakan, dan sisa pakan mengotori air.
  • Jenis pakan salah: ikan herbivora tidak tertarik pada pakan hidup dan pakan berbasis daging, sedangkan ikan karnivora kurang tertarik pada sayuran atau algae wafer. Cupang hasil penangkaran yang dibesarkan dengan pakan hidup, beku, dan kering-beku bisa jadi tidak mengenali pakan serpihan atau pelet sebagai makanan. Pakan beku atau kering-beku yang masih beku atau masih keras juga bisa dibiarkan saja.
  • Akuarium terlalu padat: ikan pemalu bisa diganggu saat makan sampai berhenti datang ke pakan. Sebagian ikan jantan juga makin teritorial seiring bertambah besar.
  • Penyakit: infeksi bakteri dan virus, parasit, gangguan gelembung renang, serta busuk ekor dan sirip.
  • Filter dan kualitas air buruk: lonjakan amonia, lonjakan nitrit, nitrat tinggi, air yang cepat memburuk, dan oksigen rendah. Pada akuarium baru (new tank syndrome), amonia menumpuk di 1–3 minggu pertama karena biofilter belum terbentuk. Perubahan pH, kesadahan, dan amonia juga bisa memengaruhi nafsu makan cupang.
  • Suhu salah: air yang terlalu panas bisa membuat ikan hiperaktif dan tidak tertarik pada pakan. Air yang terlalu dingin memperlambat metabolisme dan menurunkan nafsu makan. Biasanya penyebabnya heater yang rusak.
  • Stres: wabah protozoa usus bisa dipicu oleh kepadatan, pengiriman, penanganan, dan stres lainnya. Pada louhan, infeksi usus bermula saat stres akibat pindah akuarium atau pengiriman menurunkan daya tahan, lalu bakteri usus berkembang biak.
  • Cryptobia pada cichlid Afrika: ikan yang terkena berhenti makan dan makin kurus. Menurut panduan kedokteran hewan, belum ada pengobatannya.
  • Mengerami di mulut: soal ini sumbernya berbeda. Satu sumber menyebut betina cichlid Afrika mouthbrooder bisa berminggu-minggu tidak makan saat membawa burayak, dan masa itu bisa sampai sebulan. Sumber lain menyebut cichlid mouthbrooder bisa tidak makan selama 2–3 minggu saat mengerami.

Khusus arwana: arwana berhenti makan karena air kotor, filter mati, amonia, nitrit, atau nitrat, atau pH yang berubah terlalu cepat. Arwana juga bisa menolak pakan setelah pengiriman atau pindah akuarium, setelah kehilangan teman satu akuarium, atau saat air diganti tepat setelah ia makan banyak. Arwana yang sudah sekitar 40–50 cm secara alami melambat dan makan lebih sedikit. Betina yang mulai membawa telur sering makan lebih sedikit selama beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Langkah pertama yang perlu dilakukan

  1. Segera uji air dengan test kit cair.
  2. Kalau amonia atau nitrit di atas nol, atau nitrat di atas 40 ppm, ganti air 30–50% (menurut satu sumber). Panduan kedokteran hewan menyebut, kalau amonia total sudah 2 mg/L atau lebih, ganti air minimal 50%.
  3. Pengecualian: pada old tank syndrome (amonia sering di atas 10 mg/L setelah pH turun di bawah 6,0), ganti air biasa tidak dianjurkan, karena pH yang naik bisa membuat amonia itu menjadi beracun.
  4. Kalau suhu bermasalah, segera atasi penyebabnya dan ganti heater yang rusak. Perubahan suhu mendadak bisa sangat berbahaya dan sering mematikan.
  5. Pindahkan ikan yang sakit ke akuarium karantina, lalu konsultasikan ke dokter hewan.

Langkah mencari tahu penyebabnya, berurutan

  1. Amati beberapa kali waktu makan, lalu catat apakah ikan menolak semua pakan atau hanya sebagian.
  2. Catat sudah berapa lama ikan tidak mau makan.
  3. Pastikan pakannya cocok dan, kalau pakan beku, sudah benar-benar cair.
  4. Beri makan dengan jadwal teratur dan buang sisa pakan.
  5. Cek suhu dengan termometer kedua.
  6. Uji pH, kesadahan, dan amonia.
  7. Perhatikan tanda-tanda penyakit. Kalau penyebabnya belum jelas, bawa ke dokter hewan ikan.

Untuk ikan baru, tunggu 12–24 jam sebelum memberi makan pertama kali. Sebagian besar mulai makan dalam 2–3 hari. Cupang baru yang stres sering mulai makan lagi dengan sendirinya, tapi penolakan makan tetap perlu ditanggapi serius.

Kalau ada ikan yang suka mengganggu, kurangi persaingan dengan menebar pakan di beberapa titik atau memakai pakan tenggelam dan pakan terapung sekaligus. Atur ulang dekorasi atau tambahkan tanaman air supaya ada tempat bersembunyi.

Penanganan sesuai penyebab

  • Air buruk: pilihannya antara lain ganti air sebagian, menambah tanaman hidup, menambah filtrasi, mengurangi jumlah ikan, dan memakai akuarium yang lebih besar. Sering kali beberapa cara perlu dilakukan sekaligus.
  • Cupang kedinginan: cek suhu dengan termometer kedua, lalu hangatkan airnya. Menaikkan suhu ke batas atas kisaran 74–81 °F mungkin membantu.
  • Pakan beku: cairkan sampai tuntas, misalnya dengan merendamnya di air akuarium, sebelum diberikan.
  • Ganti jenis pakan: kalau ikan belum mau beradaptasi, berikan pakan lama bersama pakan baru.
  • Sembelit: puasa 24–48 jam bisa melancarkan sembelit, yang kalau dibiarkan bisa memicu masalah gelembung renang.
  • Infeksi usus louhan: larutkan metronidazole sampai benar-benar larut dalam air hangat, dosis 500 mg per 40 liter. Hitung volume air dengan benar supaya tidak overdosis. Sumbernya tidak menyebut lama pengobatan.
  • Radang usus (enteritis) louhan: hentikan pemberian pakan, jaga suhu air 28–30 °C, ganti air 50% di hari pertama, lalu 10% setiap hari.
  • Hole-in-the-head louhan: ganti sekitar 75% air, bersihkan substrat dan filter, lalu beri metronidazole yang sudah dihaluskan dan dilarutkan dalam air panas (sekitar 90 °C) dengan dosis 500 mg per 40 liter selama 10–15 hari, atau lebih lama kalau perbaikannya lambat. Methylene blue bisa ditambahkan untuk mencegah infeksi bakteri sekunder.
  • Arwana kena bintik putih atau stres: jaga suhu air sekitar 30–32 °C dan tambahkan sedikit garam.
  • Arwana tidak makan karena sebab lain: ganti air 10–20% setiap 2–3 hari, tambahkan sedikit garam setiap kali ganti air lalu kurangi lama-kelamaan, dan jangan berlebihan. Nyalakan aerasi 4–6 jam sehari.

Untuk diagnosis dan pengobatan, panduan kedokteran hewan menganjurkan dokter hewan atau tenaga ahli kesehatan ikan. Kalau filter sudah diganti dan cara lain sudah dicoba tapi ikan tetap tidak mau makan, hubungi dokter hewan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memberi makan terlalu sering, atau beberapa orang di rumah sama-sama memberi makan.
  • Memakai dechlorinator biasa padahal air ledeng mengandung kloramin.
  • Menganggap ikan yang menolak pakan kering pasti sakit. Pea puffer dan scarlet badis memang sering menolak pakan kering dan butuh pakan hidup atau beku.
  • Mengetuk kaca atau memberi makan ikan baru di hari pertama, memaksa ikan yang sedang berbiak untuk makan, dan membiarkan burayak berpuasa.

Hal lain yang perlu diingat: pakan blok bisa meninggalkan sisa yang membusuk di akuarium, dan banyak spesies, termasuk tetra dan sebagian besar cichlid, tidak mengenalinya sebagai makanan. Pada arwana yang sakit, ikan kecil satu akuarium bisa menggigiti siripnya dan membuatnya makin stres.

Pencegahan

  • Beri pakan sebanyak yang habis dalam beberapa menit, lalu buang sisanya sebelum mengendap. Satu sumber menyarankan porsi yang habis dalam sekitar dua menit, sekali atau dua kali sehari, dan satu hari puasa setiap minggu, kecuali untuk burayak dan ikan muda.
  • Cupang dan mas koki fancy mendapat manfaat dari satu hari puasa per minggu. Mas koki, terutama mas koki fancy bertubuh bulat, mudah kebanyakan pakan dan rentan masalah pencernaan serta gelembung renang.
  • Sesuaikan pakan dengan jenis ikannya: herbivora, karnivora, atau omnivora.
  • Simpan pakan kering di tempat sejuk dan kering, habiskan atau ganti setiap 2 bulan, dan buang pakan yang berjamur karena berisiko mengandung aflatoksin.
  • Beli pakan hidup dari sumber yang tepercaya, karena pakan tangkapan alam bisa membawa parasit.
  • Karantina ikan baru dan ikan sakit. Tidak melakukan karantina ikut berperan dalam banyak gangguan kesehatan ikan.
  • Pelihara lebih sedikit ikan tapi lebih sehat, dan pilih spesies yang bisa akur.

Kapan harus khawatir

  • Ikan megap-megap disertai tidak mau makan, perut kembung, atau sisik berdiri seperti nanas: anggap darurat, segera uji air dan ambil tindakan.
  • Burayak atau ikan muda yang tidak makan lebih dari 24 jam: ini darurat.
  • Muncul tanda penyakit seperti bintik putih, pertumbuhan seperti kapas, garis merah di sirip, atau badan makin kurus.
  • Ikan tetap tidak mau makan setelah filter dan kualitas air dibereskan: hubungi dokter hewan.

Soal cupang, ada sumber yang menyebut cupang sebenarnya tidak terlalu rentan mogok makan. Masalah ini terkesan sering terjadi hanya karena cupang sangat populer.

Pertanyaan umum

Berapa lama ikan bisa bertahan tanpa makan?

Menurut satu sumber, ikan dewasa yang sehat umumnya tahan 3–7 hari, dan beberapa spesies bisa lebih dari dua minggu. Sumber lain memberi rincian per jenis: ikan komunitas kecil aman 3–5 hari, gurami dan barb 5–7 hari, cichlid besar dan pleco 1–2 minggu, cupang 5–7 hari, dan burayak maksimal 1–2 hari.

Burayak saya tidak makan seharian. Apakah berbahaya?

Ya. Burayak dan ikan muda yang tidak makan lebih dari 24 jam dianggap darurat. Burayak perlu diberi makan beberapa kali sehari, dan kalau tidak makan bisa cacat atau mati. Batas 1–2 hari di tabel adalah batas paling lama, bukan waktu tunggu yang aman.

Ikan baru tidak mau makan, apa yang harus saya lakukan?

Tunggu 12–24 jam sebelum memberi makan pertama kali, jangan mengetuk kaca, dan jangan memberi makan di hari pertama. Ikan baru yang stres bisa mengabaikan pakan selama 24–72 jam pertama, dan sebagian besar mulai makan dalam 2–3 hari.

Ikan saya melepeh pelet. Apakah ia sakit?

Belum tentu. Pakan yang dilepeh atau dibiarkan tenggelam biasanya tanda pakannya tidak cocok. Cupang hasil penangkaran bisa tidak mengenali pelet atau pakan serpihan, sedangkan pea puffer dan scarlet badis sering menolak pakan kering dan butuh pakan hidup atau beku. Kalau mengganti pakan, berikan pakan lama bersama pakan baru.

Arwana saya berhenti makan, apa penyebabnya?

Bisa karena air kotor, filter mati, amonia, nitrit, atau nitrat, pH yang berubah terlalu cepat, pengiriman atau pindah akuarium, kehilangan teman satu akuarium, atau ganti air tepat setelah makan banyak. Arwana sekitar 40–50 cm juga secara alami melambat dan makan lebih sedikit, dan betina yang mulai membawa telur sering makan lebih sedikit selama beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Sumber referensi

  1. Why Is My Fish Not Eating? (PangoVet / The Vet Desk, reviewed by Dr. Luqman Javed, DVM)
  2. Disorders and Diseases of Fish - Merck Veterinary Manual (pet owner version)
  3. Nguyên nhân cá la hán bỏ ăn. Cách xử lý hiệu quả (Chợ Tốt) (bahasa Vietnam)
  4. Tìm hiểu nguyên nhân cá rồng biếng ăn và cách khắc phục (Chợ Tốt) (bahasa Vietnam)
  5. Fish Not Eating? 8 Causes and What to Do (Gensou Premium Aquascaping, Singapore)
  6. How long can fish go without food? (Aquariadise)
  7. Why Your Betta Fish Is Not Eating (Simple Checklist) - Aquarium Source