Penyakit · sekitar 7 menit baca

Sirip Ikan Geripis dan Busuk (Fin Rot): Tanda, Penyebab, Cara Mengobati

AquaTome merangkum dari 7 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Busuk sirip (fin rot) adalah infeksi, biasanya oleh bakteri, yang membuat tepi sirip dan ekor berubah warna, geripis, lalu terkikis ke arah pangkal. Kalau tidak ditangani, infeksi bisa menyebar ke tubuh dan membunuh ikan.
  • Langkah pertama: tes air, cari penyebab stres (air kotor, ikan penggigit sirip, arus terlalu kuat, dekorasi tajam), singkirkan penyebabnya, lalu bersihkan akuarium. Obat baru dipertimbangkan kalau ikan tidak membaik setelah beberapa hari air dibenahi.

Apa itu busuk sirip

Busuk sirip adalah penyakit bakteri yang membuat sirip dan ekor tampak compang-camping atau berubah warna. Penyakit ini sering ditemui pada cupang dan ikan mas koki. Seorang dokter hewan akuatik menyebutnya infeksi aktif pada sirip yang bisa menyebar ke kulit lain dan kadang menjadi sistemik.

Kerusakan mulai dari tepi sirip lalu bergerak ke dalam. Kalau sudah mencapai pangkal sirip, jaringan yang hilang tidak bisa tumbuh lagi. Pada kasus ringan, jaringan lunak di antara jari-jari sirip bisa tumbuh kembali sepenuhnya setelah infeksinya hilang. Sebaliknya, kalau dibiarkan, infeksi bisa menjalar ke tubuh (busuk sirip dan tubuh) dan membunuh ikan. Kematian bisa terjadi dalam hitungan hari dan risikonya naik tajam begitu bakteri masuk ke aliran darah.

Sirip yang panjang dan lembut, seperti pada cupang dan mas koki fancy, susah digerakkan dan sering cedera, jadi ikan seperti ini lebih rawan.

Tanda-tanda

Satu sumber membagi perkembangannya menjadi tiga tahap:

  1. Tahap 1: tepi sirip berubah warna. Bisa tampak putih, merah, atau hitam, tergantung warna ikannya.
  2. Tahap 2: tepi sirip geripis dan tidak rata karena jaringan mati rontok.
  3. Tahap 3: seluruh sirip atau ekor hilang dan infeksi menyebar ke tubuh.

Sumber lain menyebut busuk sirip sering diawali garis-garis merah pada sirip, lalu tepi sirip menjadi pucat tidak wajar, lalu selaputnya geripis atau membusuk. Tanda awal lainnya: tepi geripis, sirip ekor kemerahan, dan ujung sirip keabu-abuan. Pada kasus lanjut, sirip terkikis dan berdarah sampai ke batang ekor, bahkan tulangnya bisa terlihat.

Ikan yang terkena bisa berhenti makan, lesu, dan warnanya menggelap.

Pada ikan yang tepi siripnya memang tidak rata secara alami, misalnya cupang halfmoon, busuk sirip bisa sulit dikenali. Untuk kepastian diagnosis dibutuhkan bedah bangkai (nekropsi) serta kultur dan isolasi bakteri.

Bakteri atau jamur? Infeksi aktif atau sedang sembuh?

  • Busuk sirip bakteri: tepi putih keabu-abuan, kerusakan tidak merata dan sirip geripis acak. Satu sumber menyebut Pseudomonas sebagai contoh.
  • Busuk sirip jamur: tampak putih krem dan berbulu, kerusakannya lebih merata, dan lebih sering menyisakan tepi putih.
  • Infeksi bakteri dan jamur bisa terjadi bersamaan, dan infeksi jamur sekunder sering muncul pada luka busuk sirip.
  • Tanda sembuh: luka yang sedang pulih biasanya menumbuhkan jaringan baru yang putih atau bening, dan pertumbuhan bening atau putih di ekor itu normal. Jaringan yang merah berarti infeksi masih aktif.
  • Sirip yang tumbuh kembali bisa berbeda warna dari sebelumnya.

Penyebab

Bakteri yang umum terlibat adalah Aeromonas, Pseudomonas, dan Flavobacterium (satu sumber menyebut Flexibacter). Bakteri ini biasanya memang ada di lendir kulit ikan atau di air, dan baru menimbulkan penyakit saat ikan sedang lemah. Dalam sebuah studi tahun 2004, Aeromonas hydrophila paling sering ditemukan (198 dari 468 isolat) dan sangat ganas, disusul Pseudomonas fluorescens (102) dan Flavobacterium columnare (36).

Busuk sirip biasanya berawal dari luka yang kemudian terinfeksi. Aliran darah di jaringan sirip sedikit, jadi infeksi mudah menyebar di sekitarnya. Faktor pemicunya:

  • Kualitas air buruk atau air kotor
  • Cedera, termasuk dari dekorasi tajam. Bahkan akar tanaman yang lunak dan dekorasi yang kurang cocok bisa menyangkut sirip panjang dan menimbulkan luka pertama.
  • Ikan penggigit sirip dan perkelahian. Satu sumber menyebut tetra, serpae tetra, black skirt tetra, angelfish, dan catfish sebagai penggigit sirip yang sebaiknya dipisahkan dari ikan rentan seperti guppy.
  • Filter yang arusnya terlalu kuat
  • Suhu yang tidak sesuai
  • Akuarium terlalu padat dan pemberian pakan berlebihan
  • Pakan yang buruk dan stres
  • Penyakit lain: busuk sirip bisa muncul sebagai infeksi sekunder.

Yang perlu dilakukan sekarang

  1. Tes air dan cari penyebab stres: arus kuat, dekorasi tajam, suhu salah, atau ikan penggigit sirip.
  2. Singkirkan penyebabnya segera. Pisahkan ikan penggigit atau yang suka berkelahi dan benahi masalah air supaya busuk sirip tidak kambuh.
  3. Pisahkan ikan yang sakit ke akuarium lain berisi air bersih yang sudah dihilangkan klorinnya. Gunakan serokan terpisah untuk tiap akuarium.
  4. Bersihkan akuarium dan buang kotoran sebanyak mungkin, karena banyak obat mengharuskan ganti air dihentikan selama pengobatan. Menurut satu sumber, akuarium tanpa filter boleh diganti airnya 100% dengan air bebas klorin, sedangkan akuarium dengan filter biologis yang sudah matang cukup sekitar 50%. Bilas media filter dengan air akuarium, bukan air keran.
  5. Obati bila perlu. Satu sumber menyarankan obat hanya kalau ikan tidak membaik setelah beberapa hari pembersihan dan perbaikan air.
  6. Jaga kondisi tetap nyaman dan tambahkan aerasi selama pengobatan.

Kalau bagian yang terinfeksi tampak merah, periksa kimia air, lingkungan, dan pakan. Kalau semuanya sudah baik, hubungi dokter hewan akuatik.

Pengobatan

Perbaikan lingkungan. Seorang dokter hewan akuatik menyebut membenahi lingkungan (kualitas air, pakan, kondisi yang mendukung kekebalan) sebagai pengobatan terbaik. Menurutnya, antibiotik jarang dianjurkan untuk busuk sirip karena sulit mencapai ujung sirip. Ia juga tidak menyarankan obat yang dituang ke air untuk busuk sirip sederhana karena mengganggu filter biologis. Infeksi yang menetap mungkin perlu ditangani dokter hewan dengan suntikan antibiotik serta pembersihan atau pemotongan jaringan yang rusak.

Sumber lain lebih terbuka pada obat. Satu sumber menyarankan erythromycin untuk busuk sirip dan methylene blue kalau ada infeksi jamur sekunder. Satu sumber lagi menyebut obat antibakteri berbahan erythromycin, minocycline, trimethoprim, atau sulfadimidine. Pilih produk tanpa pewarna dan pakai sesuai lama pengobatan di label. Sumber lain menyarankan berpikir matang sebelum memakai antibiotik dan mengikuti petunjuk pembuat untuk produk komersial, karena konsentrasinya berbeda-beda. Hindari mencampur obat secara rutin.

Garam. Sumber-sumber memberi angka yang sangat berbeda:

PemakaianTakaranCatatan
Garam rutin1–3 g/LDitoleransi kebanyakan ikan tropis dan aman untuk filter biologis
Rendaman10 g/L selama 20–30 menitHanya untuk spesies yang tahan garam
Batas rainbowfishdewasa sampai 17 g/L, anakan sampai 12 g/LBatas toleransi
Dosis dari sumber lain30 g per 4 LHanya untuk ikan air tawar yang tahan garam. Jauh di atas takaran rutin 1–3 g/L.

Satu sumber menyebut garam akuarium bisa dipakai kalau erythromycin tidak tersedia, tetapi umumnya kerjanya lebih lambat. Sumber itu tidak memberi dosis. Cek dulu apakah spesies ikan tahan garam sebelum merendamnya.

Kanamycin.

  • Lewat pakan: 200–300 mg per 100 g pakan.
  • Rendaman: 2–5 g/L selama 4–5 hari, lalu ganti air 35–50%.
  • Produk kanamycin komersial yang mencantumkan busuk sirip: lama pengobatan 7 hari atau sampai infeksi hilang. Dosis di air 1 takar per 20 L (5 galon), diulang tiap 48 jam, maksimal 3 dosis. Untuk kasus berat, menurut pembuatnya, putaran kedua boleh langsung dilanjutkan, tetapi hanya kalau ikan tidak menunjukkan stres di akhir putaran pertama.
  • Selama memakai produk itu: matikan UV dan ozon, lepas karbon atau Purigen, lalu buang sisa obat dengan karbon aktif setelah selesai. Menurut pembuatnya, produk ini tidak merusak media filter.
  • Versi pakan berobat dari pembuat yang sama: 1 takar obat, 1 takar Focus, dan 1 sendok makan pakan, diberikan setiap hari selama paling lama 1 minggu.

Pilihan lain yang tercantum:

  • Asam nalidiksat larut air: rendaman 13 mg/L selama 1–4 jam, diulang bila perlu.
  • Malachite green: 1–3 mg/L selama paling lama 1 jam. Disebut efektif pada sebagian kasus.
  • Gentian violet dioleskan langsung ke luka.
  • Antibiotik di akuarium karantina/pengobatan.

Perhatian untuk udang dan siput: pembuat obat kanamycin menyebut invertebrata sangat sensitif terhadap obat. Keluarkan semua udang dan siput sebelum obat dituang ke air, atau gunakan pakan berobat, yang menurut pembuatnya sangat cocok untuk akuarium berisi invertebrata.

Kondisi air selama pengobatan: satu sumber menyarankan suhu 26–27 °C dan pH 7–8. Obat menurunkan oksigen terlarut, jadi tambahkan batu aerasi atau filter busa (sponge filter). Untuk cupang, satu sumber menyarankan aerasi dibuat pelan supaya arusnya tidak membuat ikan stres.

Tanda membaik: obat bisa butuh beberapa hari untuk bekerja. Tanda pulih: busuk berhenti menyebar, nafsu makan kembali, dan sirip mulai tumbuh lagi.

Pencegahan

  • Jaga kualitas air tetap sangat baik dan bersihkan akuarium secara terjadwal. Satu sumber menyarankan ganti air tiap 3 hari untuk akuarium 4 L, tiap 4–5 hari untuk 10 L, dan tiap 7 hari untuk 20 L.
  • Jangan memelihara terlalu padat dan jangan memberi pakan berlebihan, karena sisa pakan menjadi makanan bakteri. Beri pakan yang bervariasi dan bermutu.
  • Tambahkan tanaman air hidup untuk menyerap kotoran. Pangkas tanaman secara rutin.
  • Pakai pemanas untuk menjaga suhu yang sesuai, pelankan arus yang terlalu kuat, dan pisahkan teman satu akuarium yang agresif.
  • Pakai dekorasi yang cocok untuk cupang bersirip panjang dan sediakan tempat istirahat yang halus.
  • Jangan pernah memasukkan ikan sakit ke akuarium komunitas. Karantina atau obati dulu. Segera angkat ikan yang mati atau sakit.
  • Amati ikan setiap hari, idealnya saat memberi pakan, supaya tanda awal cepat ketahuan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Hanya mengobati gejala tanpa menyingkirkan penyebab (penggigit sirip, dekorasi tajam, air kotor), sehingga busuk sirip kambuh.
  • Lupa menambah aerasi saat memberi obat.
  • Mengira pertumbuhan baru yang putih atau bening sebagai busuk aktif. Hanya jaringan merah yang menandakan infeksi aktif.
  • Menuang obat ke air akuarium yang berisi udang atau siput.
  • Mencampur obat secara rutin.
  • Memakai garam pada spesies yang tidak tahan garam.

Mitos dan klaim yang belum terbukti

  • Minyak tea tree (1–2 tetes di akuarium) belum terbukti. Sumber yang menyebutnya sendiri menyarankan hanya untuk pencegahan.
  • Anggapan bahwa cupang sering kena busuk sirip karena kondisi di toko ikan belum punya rujukan yang jelas.

Kapan harus khawatir

  • Kerusakan sudah mendekati pangkal sirip, karena jaringan di sana tidak bisa tumbuh lagi.
  • Infeksi menyebar ke tubuh, sirip berdarah sampai batang ekor, atau tulang terlihat.
  • Jaringan tetap merah padahal air, lingkungan, dan pakan sudah baik. Ini saatnya menghubungi dokter hewan akuatik.
  • Ada juga busuk mulut (columnaris), yang sangat menular. Ikan yang terinfeksi sebaiknya dipindah ke akuarium pengobatan.

Pertanyaan umum

Apakah sirip ikan yang busuk bisa tumbuh lagi?

Pada kasus ringan, jaringan lunak sirip bisa tumbuh kembali sepenuhnya setelah infeksinya hilang. Kalau kerusakan sudah sampai pangkal sirip, jaringannya tidak bisa tumbuh lagi. Sirip yang tumbuh kembali kadang warnanya berbeda.

Tepi sirip cupang saya tampak putih bening, apakah itu masih busuk?

Belum tentu. Jaringan baru yang putih atau bening pada luka yang sedang pulih itu normal. Jaringan merah berarti infeksi masih aktif. Kalau tepinya putih krem dan berbulu, itu lebih mirip infeksi jamur.

Apakah harus langsung pakai obat?

Belum tentu. Seorang dokter hewan akuatik menyebut perbaikan lingkungan sebagai pengobatan terbaik dan jarang menganjurkan antibiotik. Satu sumber menyarankan obat hanya kalau ikan tidak membaik setelah beberapa hari pembersihan dan perbaikan air. Sumber lain menyarankan erythromycin, ditambah methylene blue bila ada jamur sekunder.

Berapa dosis garam untuk busuk sirip?

Angkanya berbeda antarsumber. Satu sumber menyebut garam rutin 1–3 g/L ditoleransi kebanyakan ikan tropis dan rendaman 10 g/L selama 20–30 menit untuk spesies yang tahan garam. Sumber lain memberi 30 g per 4 L, hanya untuk ikan air tawar yang tahan garam. Selalu cek dulu apakah ikan Anda tahan garam.

Akuarium saya ada udang dan siput, bagaimana mengobatinya?

Udang dan siput sangat sensitif terhadap obat. Keluarkan semua invertebrata sebelum obat dituang ke air, atau gunakan pakan berobat, yang menurut pembuat obat kanamycin sangat cocok untuk akuarium berisi invertebrata.

Sumber referensi

  1. Fin rot (Wikipedia)
  2. Phương pháp chữa bệnh thối vây ở cá (Mytour) (bahasa Vietnam)
  3. Fin & Tail Rot (ANGFA Rainbowfish)
  4. Common Bacterial Infections in Fish (LiveAquaria)
  5. Fin Rot in Pet Fish (Dr. Jessie Sanders, Aquatic Veterinary Services)
  6. 5 Quick and Easy Steps for Treating Fin Rot (Aquarium Co-Op)
  7. KanaPlex (Seachem)