Perawatan · sekitar 4 menit baca

Cara Memilih Ikan Hias Sehat di Toko: Tanda Ikan Sakit & Pertanyaan Penting

AquaTome merangkum dari 5 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Ikan yang sehat bergerak aktif tapi tidak panik, matanya jernih, siripnya utuh, napasnya teratur, dan mau makan. Ikan yang berenang berputar, sisiknya berdiri, ada bintik putih, atau ada kapas di tubuhnya sebaiknya dilewati saja.
  • Amati ikan beberapa menit dan perhatikan juga ikan lain di akuarium yang sama. Tanyakan ke toko kapan ikan datang dan apa pakannya, lalu karantina dulu setiap ikan baru sebelum dimasukkan ke akuarium utama.

Mengapa perlu teliti sebelum membeli

Satu ikan sakit bisa menularkan penyakit ke seluruh akuarium. Karena itu, persiapan sebaiknya dimulai sebelum Anda berangkat ke toko. Pelajari dulu spesies yang Anda incar: nama ilmiahnya, kebutuhan airnya, sifatnya, cocok atau tidak dengan penghuni lain, pakannya, dan ukuran maksimal saat dewasa. Informasinya bisa didapat dari dokter hewan, buku, majalah hobi, internet, dan toko ikan setempat.

Beberapa hal yang bisa membantu:

  • Bawa catatan tertulis tentang akuarium Anda: ukuran, umur akuarium, peralatan, penghuni, parameter air, dan obat yang pernah dipakai.
  • Kalau Anda belum tahu cara merawat ikan yang Anda sukai, minta toko menyimpannya dulu selagi Anda mencari informasi.
  • Siapkan akuarium dengan benar dan jalankan dulu beberapa waktu sebelum memasukkan ikan apa pun.
  • Pelajari perilaku normal tiap spesies supaya lebih mudah menilai ikan itu sehat atau tidak. Contohnya, spesies yang hidup bergerombol seharusnya berenang bersama dalam kelompok yang longgar.

Ciri ikan yang sehat

  • Sisik, kulit, dan sirip: mulus tanpa noda. Sirip terbuka penuh, tidak sobek, tidak berjumbai, tidak berdarah, dan tepinya tidak memutih.
  • Mata: cerah, jernih, dan simetris. Tidak keruh dan tidak menonjol.
  • Perut: terisi, tidak kempis, dan tidak kembung.
  • Napas: teratur tanpa terlihat berat, dengan kedua tutup insang bergerak.
  • Warna: bersih dan cerah sesuai spesiesnya, tanpa bintik aneh atau lendir berlebihan.
  • Perilaku: berenang normal dan stabil, waspada dan aktif tapi tidak hiperaktif atau gampang kaget, serta bereaksi saat Anda mendekat ke kaca.
  • Nafsu makan: mau makan dan menerima pakan.

Tanda ikan sakit yang sebaiknya dihindari

Yang terlihatKemungkinan artinya
Bintik putih di tubuh atau siripPenyakit bintik putih (white spot/ich), sangat menular
Bercak seperti kapasInfeksi jamur
Sisik berdiri seperti buah pinusDropsy, sulit diobati dan sering berakibat fatal
Tulang punggung bengkok atau melengkungBisa karena cacat genetik atau tuberkulosis
Insang merah atau meradangBisa karena infeksi atau kerusakan akibat amonia
Warna pucat untuk ukuran spesiesnyaBisa karena stres, pakan yang kurang baik, atau penyakit

Tanda bahaya lainnya:

  • Cara berenang tidak normal: berputar-putar atau membentuk spiral, terbalik, melayang tanpa arah, melesat tak menentu, sulit menjaga keseimbangan, atau menabrak dekorasi dan dinding akuarium.
  • Lesu: diam melayang, berdiam di dasar, atau terbawa arus di dekat permukaan.
  • Sangat gugup atau ketakutan.
  • Napas cepat atau berat, megap-megap di permukaan, atau satu tutup insang terus tertutup.
  • Garis-garis merah, sisik terangkat, luka, atau parasit yang terlihat.
  • Mata keruh, menonjol, atau hilang. Sirip rusak parah.
  • Perut kempis atau kembung.

Khusus ikan cupang

  • Tanda bahaya pada cupang: luka di tubuh, tanda keperakan atau bintik putih, nafsu makan buruk, menggesek-gesekkan badan ke batu atau tanaman, rebahan di dasar, berenang terbalik atau miring, kotoran berwarna putih, dan warna memudar.
  • Ada varietas cupang yang memang punya corak keperakan alami. Perhatikan baik-baik sebelum menganggapnya penyakit.
  • Lihat air dan sisa pakan di wadah cupang. Keduanya menunjukkan seberapa baik ikan itu dirawat.
  • Cupang yang terlihat sehat tetap bisa tertular dari teman satu wadahnya, jadi periksa juga ikan lain di wadah yang sama.
  • Cupang muda biasanya lebih kecil dan siripnya belum berkembang penuh, tetapi ini bukan patokan pasti.
  • Belilah satu cupang saja, jangan beberapa sekaligus.

Langkah memilih ikan di toko

  1. Lihat kondisi akuarium toko: airnya harus bersih dan ikan lain di dalamnya juga harus tampak sehat.
  2. Amati ikan yang Anda incar minimal 2–3 menit sebelum memutuskan. Periksa sirip, mata, tubuh, perut, napas, dan cara berenangnya.
  3. Tanyakan kapan ikan itu datang. Pilih ikan yang sudah 1–2 minggu di toko dan makannya lahap.
  4. Tanyakan apa pakannya dan seberapa sering diberi makan, lalu minta lihat ikan itu makan sebelum Anda membeli.
  5. Tanyakan parameter air yang dipakai toko agar Anda bisa menyiapkan akuarium karantina dengan kondisi serupa.
  6. Tanyakan apakah tiap akuarium punya filter sendiri atau berbagi satu sistem. Air yang dipakai bersama bisa menyebarkan penyakit antarakuarium.
  7. Bawa ikan pulang secepat mungkin. Kalau perjalanannya jauh, minta kantong yang lebih besar atau air yang lebih banyak.
  8. Sesuaikan ikan sedikit demi sedikit dengan suhu dan kimia air akuarium baru (aklimatisasi) supaya tidak stres.

Pertanyaan yang bisa diajukan ke toko

  • Bagaimana kondisi ikan atau kelompok ikan ini? Pernah ada masalah kesehatan?
  • Kapan ikan ini datang?
  • Makannya bagus? Diberi pakan apa dan seberapa sering?
  • Parameter air di akuarium ini berapa?
  • Apakah akuarium ini punya filter sendiri atau berbagi sistem dengan akuarium lain?

Jangan sungkan bertanya. Kalau jawabannya kurang memuaskan, cari sendiri informasi tentang ikan itu sebelum membeli. Mengenal satu atau dua karyawan toko juga bisa membantu Anda mendapat jawaban yang jujur. Toko yang baik dengan staf berpengalaman biasanya bisa memberi saran soal kondisi air keran setempat dan spesies apa saja yang cocok dipelihara bersama.

Menilai toko dan akuarium penjual

  • Kalau ada satu ikan yang terlihat sakit di sebuah akuarium, jangan beli ikan apa pun dari akuarium itu.
  • Kalau beberapa ikan dalam satu akuarium tampak sulit bernapas, hindari seluruh akuarium itu.
  • Kalau akuarium yang tadinya sakit tampak sudah pulih, tunggu minimal dua minggu setelah gejalanya hilang sebelum membeli dari situ.
  • Hindari toko yang berbau busuk, yang sebagian besar akuariumnya keruh, atau yang ada ikan mati mengambang di akuarium pajangan.
  • Cari toko yang mengganti air setiap minggu, rutin memantau ikannya, serta mengobati atau mengarantina ikan yang sakit.
  • Ikan di toko yang kurang terawat bisa saja stres, sakit, atau hidup di air kotor.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menilai toko dari ukurannya. Toko besar atau pilihan ikan yang banyak tidak menjamin ikannya dirawat dengan baik.
  • Merasa aman karena tidak melihat ikan mati. Itu belum membuktikan tokonya bagus, karena bangkai ikan biasanya sudah dibuang staf.
  • Membeli ikan yang jelas sakit karena yakin bisa mengobatinya. Risikonya, seluruh akuarium Anda ikut tertular.
  • Membeli ikan yang menolak makan atau menyerang teman satu akuariumnya. Lebih baik ikan seperti ini ditinggal di toko, kecuali Anda sanggup memberinya perawatan khusus.

Setelah membeli: karantina

Karantina setiap ikan baru, termasuk yang terlihat sehat. Selama karantina, perhatikan tanda penyakit dan pastikan ikan makan dengan baik. Lama karantina yang disarankan sedikit berbeda antarsumber:

  • Satu sumber menyarankan minimal 2–3 minggu.
  • Sumber lain menyarankan minimal 3–4 minggu, dan lebih lama kalau muncul masalah.
  • Sumber ketiga menyebut 2–4 minggu di akuarium 20–40 liter yang dilengkapi filter spons, pemanas, dan tempat bersembunyi.

Akuarium karantina juga berguna untuk mengobati ikan sakit secara terpisah, sehingga ikan sehat di akuarium utama tidak ikut terpapar obat. Salah satu sumber menyebut pengobatan parasit umum dengan praziquantel selama karantina sebagai langkah opsional.

Pertanyaan umum

Berapa lama ikan baru perlu dikarantina?

Sumbernya berbeda pendapat. Ada yang menyarankan minimal 2–3 minggu, ada yang minimal 3–4 minggu (lebih lama kalau ada masalah), dan ada yang menyebut 2–4 minggu di akuarium 20–40 liter dengan filter spons, pemanas, dan tempat bersembunyi.

Bolehkah membeli ikan dari akuarium yang salah satu ikannya terlihat sakit?

Sebaiknya jangan beli ikan apa pun dari akuarium itu. Kalau akuariumnya tampak sudah pulih, tunggu minimal dua minggu setelah gejalanya hilang sebelum membeli dari situ.

Ikan yang berapa lama di toko yang paling aman dibeli?

Pilih ikan yang sudah 1–2 minggu di toko dan makannya lahap. Minta juga lihat ikan itu makan sebelum Anda membeli.

Cupang saya punya corak keperakan, apakah itu tanda sakit?

Belum tentu. Tanda keperakan memang bisa jadi tanda bahaya pada cupang, tetapi ada varietas cupang yang corak keperakannya alami. Perhatikan baik-baik dan cocokkan dengan tanda lain, seperti nafsu makan buruk, suka menggesek badan, atau warna memudar.

Apa saja tanda penyakit yang membuat ikan sebaiknya tidak dibeli sama sekali?

Bintik putih di tubuh atau sirip (penyakit bintik putih, sangat menular), bercak seperti kapas (jamur), sisik berdiri seperti buah pinus (dropsy), tulang punggung bengkok, mata hilang, sirip rusak parah, dan parasit yang terlihat.

Sumber referensi

  1. Selection of Fish
  2. Aquarium Fish Health: Proper Selection and Care of New Fish
  3. How To Buy Healthy Fish
  4. How to Pick Healthy Fish at the Shop: Red Flags to Watch For
  5. Bí quyết giúp cá betta sống lâu hơn (có hình ảnh) – Mytour (bahasa Vietnam)