Penyakit · sekitar 4 menit baca
Ikan Kena Jamur Kapas (Saprolegnia): Ciri, Cara Mengobati dan Mencegah
AquaTome merangkum dari 7 sumber lalu menulisnya sendiri
Ringkasan singkat
- Jamur kapas biasanya disebabkan Saprolegnia. Ini sebenarnya kapang air (oomycete), bukan jamur sejati, dan tampak sebagai gumpalan putih seperti kapas di kulit, sirip, insang, mata, atau telur ikan.
- Saprolegnia jarang menyerang ikan yang sehat. Langkah pertama adalah mencari dan memperbaiki penyebabnya, seperti kualitas air, kepadatan, luka, atau penyakit lain, sambil mengobati jamurnya. Jangan lupa periksa dan perbaiki kebersihan akuarium.
Apa itu jamur kapas (Saprolegnia)?
Saprolegnia adalah kapang air berbentuk benang (oomycete). Di alam, organisme ini hidup dari bahan organik yang sudah mati, tetapi bisa menyerang ikan yang terluka atau stres. Saprolegnia umum ditemukan di air tawar dan payau dan sering menyebabkan infeksi "jamur" pada ikan air tawar dan telurnya. Secara teknis, menyebutnya jamur sejati kurang tepat karena Saprolegnia termasuk oomycete.
Kapang ini mengeluarkan enzim yang mengurai jaringan tubuh ikan supaya nutrisinya bisa diserap. Karena itu, kerusakan kulit atau insang yang awalnya dangkal pun bisa berakibat fatal kalau tidak diobati. Jadi, makin cepat dikenali, makin baik.
Tanda-tanda
- Gumpalan halus seperti kapas, berwarna putih sampai abu-abu atau cokelat, di kulit, sirip, insang, mata, atau telur.
- Gumpalan bisa berubah cokelat atau hijau karena menangkap kotoran atau alga. Kalau diangkat dari air, bentuknya seperti massa berlendir yang kusut.
- Ikan yang terkena bisa jadi lesu, kurang mau makan, dan menggosokkan badan ke dinding akuarium atau dasar kolam.
- Biasanya hanya satu ikan dalam akuarium yang terkena.
- Di bawah mikroskop, kerokan dari luka menunjukkan hifa yang bercabang, lebar, dan tidak bersekat.
Membedakan dengan columnaris
Columnaris adalah infeksi bakteri yang sering disangka jamur. Lukanya berupa bercak keabu-abuan atau putih yang tidak mengilap seperti kulit di sekitarnya, dan bisa berubah cokelat atau kuning. Luka columnaris di mulut juga bisa tampak seperti kapang atau kapas.
Perbedaan ini penting karena columnaris diobati dengan antibakteri seperti akriflavin, bukan obat antijamur. Selain itu, Saprolegnia sering muncul bersamaan dengan bakteri columnaris atau parasit eksternal, jadi keduanya bisa ada sekaligus.
Penyebab
- Infeksi sekunder: biasanya muncul setelah kulit atau insang rusak karena parasit, bakteri, virus, atau cedera.
- Faktor risiko: air yang tidak bersih, akuarium terlalu padat, luka di kulit, pakan yang kurang baik, dan suhu air di bawah batas toleransi ikan.
- Kualitas air buruk: sirkulasi lemah, oksigen terlarut rendah, amonia tinggi, beban organik tinggi, dan telur mati.
- Suhu: Saprolegnia bisa tumbuh pada 32–95 °F, tetapi paling suka 59–86 °F. Infeksi pada ikan sehat lebih jarang dan biasanya terjadi pada suhu rendah, mungkin karena daya tahan tubuh ikan menurun.
- Spora selalu ada: spora tahan kering dan tahan bahan kimia, dan ada di semua kolam maupun akuarium. Lendir ikan diduga menjadi penghalang alami pertumbuhannya.
Yang perlu dilakukan sekarang
- Cari tahu kenapa jamur bisa menempel. Saprolegnia jarang menyerang ikan sehat, jadi pasti ada pemicunya.
- Obati atau perbaiki faktor pemicu itu bersamaan dengan pengobatan jamurnya.
- Periksa kebersihan akuarium, lalu perbaiki yang kurang.
- Perhatikan apakah lukanya lebih mirip columnaris, karena pengobatannya berbeda.
Pengobatan
Sumber-sumber menyebutkan pilihan dan dosis yang berbeda. Berikut dosis apa adanya dari masing-masing sumber:
| Bahan | Dosis dan cara | Keterangan |
|---|---|---|
| Garam | 1–5 g/liter sebagai rendaman jangka panjang, tanpa batas waktu | Satu sumber |
| Garam akuarium | 1–3 g/liter | Sumber lain; hanya untuk ikan yang tahan garam |
| Garam | Efektif melawan kapang air mulai sekitar 3 ppt | Cocok untuk ikan yang terbiasa dengan air keras, basa, atau payau |
| NaCl | Rendam 2–3% selama 15–30 menit | Satu sumber |
| Malachite green (rendaman) | 0,10 mg/liter, tiga kali dengan jarak tiga hari | Satu sumber; sumber lain menyebut 0,1 ppm |
| Malachite green (oles) | Bersihkan luka dengan larutan pekat 100 mg/liter, lalu oleskan krim tahan air | Pengobatan topikal |
| Formalin | 200–250 ml/m³ selama sekitar 30 menit | Disebut satu sumber untuk ikan budidaya yang sakit |
Pengobatan lain yang umum dipakai adalah kalium permanganat, formalin, dan larutan povidone iodine. Obat jamur siap pakai bisa berisi malachite green atau formalin. Pilihan yang lebih baru antara lain bronopol dan ekstrak Pimenta. Penggunaan malachite green sekarang makin jarang karena dibatasi di beberapa wilayah, meski sebagian sediaan masih mengandungnya.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Ikan lele dan catfish lain bisa sangat sensitif terhadap garam. Ada juga ikan yang tidak tahan kenaikan salinitas sekecil apa pun.
- Naikkan dan turunkan salinitas secara perlahan.
- Karbon di filter menyerap obat, dan obat bisa merusak filter biologis.
- Bahan kimia bereaksi dengan bahan organik, jadi dosis yang benar-benar bekerja jadi lebih rendah.
- Pengobatan berlebihan bisa makin merusak jaringan ikan dan membuat infeksi kambuh.
Jamur pada telur ikan
Saprolegnia sulit menempel pada telur yang hidup. Telur yang tidak dibuahi, rusak, atau mati terinfeksi lebih dulu, lalu jamurnya menyebar ke telur sehat di sebelahnya.
- Segera buang telur yang tidak dibuahi, termasuk telur yang bersebelahan dengan telur yang jelas terinfeksi.
- Telur yang sudah tertutup bulu jamur tidak bisa diselamatkan dan sebaiknya dibuang.
- Obati telur di wadah terpisah, karena karbon menyerap obat dan obat bisa merusak filter biologis.
- Methylene blue adalah pewarna yang paling banyak dipakai. Satu sumber menyarankan hingga 3 ppm (3 mg per liter) selama masa inkubasi.
- Pilihan lain adalah hidrogen peroksida 35%, sekitar 1 ml per 3,5 liter pada hari pertama, lalu diulang pada hari kedua karena cepat terurai. Bahan ini cukup keras.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengandalkan obat kimia tetapi mengabaikan penyebabnya. Jamur tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dari sistem akuarium.
- Membiarkan karbon tetap di filter selama pengobatan, sehingga obatnya terserap.
- Berusaha menyelamatkan telur yang sudah berbulu jamur.
- Menurunkan suhu untuk melawan columnaris, yang sering disangka jamur. Cara ini tidak menghentikan penyakitnya.
Pencegahan
Spora hampir selalu ada di akuarium, jadi pencegahannya adalah menjaga kondisi tetap baik, bukan memusnahkan spora. Untuk masalah yang terus berulang, pengelolaan lingkungan adalah kuncinya.
- Jaga kualitas air tetap bersih dan sirkulasinya baik.
- Hindari akuarium yang terlalu padat, terutama saat ikan memijah, supaya ikan tidak mudah terluka.
- Buang bahan organik yang membusuk.
- Beri pakan yang baik. Satu sumber menyebutkan penambahan vitamin C 200–300 g per 100 kg pakan.
- Hindari tindakan yang bisa melukai ikan.
- Sumber yang sama menyarankan merendam ikan muda dalam air garam 2–3% selama 5–10 menit sebelum ditebar, dan tidak menebar terlalu padat.
Kapan perlu khawatir
Kerusakan kulit atau insang yang dangkal dan terinfeksi jamur pun bisa fatal kalau tidak diobati. Begitu gumpalan seperti kapas terlihat, segera tangani, sambil memastikan apakah lukanya bukan columnaris yang butuh antibakteri.
Pertanyaan umum
Apakah jamur kapas bisa menyerang ikan yang sehat?
Jarang. Saprolegnia biasanya menyerang ikan yang terluka, stres, atau kulit dan insangnya sudah rusak karena parasit, bakteri, virus, atau cedera. Infeksi pada ikan sehat lebih jarang dan biasanya terjadi pada suhu rendah.
Bagaimana membedakan jamur dengan columnaris?
Jamur tampak sebagai gumpalan halus seperti kapas. Columnaris berupa bercak keabu-abuan atau putih yang tidak mengilap dan bisa berubah cokelat atau kuning, meski luka di mulut juga bisa mirip kapas. Columnaris diobati dengan antibakteri seperti akriflavin, bukan antijamur. Keduanya juga bisa muncul bersamaan.
Berapa dosis garam untuk mengobati jamur?
Dosisnya berbeda antarsumber: 1–5 g/liter sebagai rendaman jangka panjang, 1–3 g/liter garam akuarium khusus untuk ikan yang tahan garam, efektif mulai sekitar 3 ppt, atau rendaman NaCl 2–3% selama 15–30 menit. Catfish bisa sangat sensitif terhadap garam, dan salinitas sebaiknya dinaikkan maupun diturunkan perlahan.
Telur ikan saya berjamur, apa yang harus dilakukan?
Buang telur yang tidak dibuahi dan telur yang bersebelahan dengan telur terinfeksi. Telur yang sudah berbulu tidak bisa diselamatkan. Obati di wadah terpisah, misalnya dengan methylene blue (satu sumber menyarankan hingga 3 ppm selama inkubasi) atau hidrogen peroksida 35% sekitar 1 ml per 3,5 liter pada hari pertama dan kedua.
Perlukah karbon dilepas dari filter saat pengobatan?
Ya. Karbon menyerap obat sehingga pengobatan jadi tidak efektif. Obat juga bisa merusak filter biologis, karena itu telur sebaiknya diobati di wadah terpisah.
Sumber referensi
- Fish fungus – Saprolegnia cotton wool fungus (FishDoc)
- Saprolegniasis (UF Florida Cooperative Extension Fact Sheet VM 97, Klinger & Francis-Floyd), republished on Engormix
- The A-Z of Fish Health, Part 4: S-Z (Practical Fishkeeping)
- Dealing with fish egg 'fungus' (Practical Fishkeeping)
- Bệnh nấm thuỷ mi trên cá (Tepbac) (bahasa Vietnam)
- Phòng bệnh nấm thủy mi cho cá nuôi (Tạp chí Thủy sản Việt Nam) (bahasa Vietnam)
- Columnaris (Aquariadise)

