Penyakit · sekitar 5 menit baca
Ikan Dropsy (Sisik Berdiri): Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah
AquaTome merangkum dari 6 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat
- Dropsy adalah penumpukan cairan di dalam tubuh ikan. Akibatnya badan ikan membengkak dan sisiknya berdiri seperti buah pinus. Dropsy bukan penyakit tersendiri, melainkan gejala dari masalah lain, paling sering stres kronis karena kualitas air buruk yang memicu infeksi bakteri.
- Langkah pertama: tes air, ingat-ingat apa yang berubah belakangan ini, lalu pindahkan ikan yang sakit ke akuarium karantina yang airnya sama. Kalau sisik sudah berdiri, peluang sembuh umumnya kecil, jadi tindakan sedini mungkin sangat menentukan.
Apa itu dropsy?
Dropsy adalah kondisi saat cairan menumpuk di dalam tubuh ikan, sehingga badannya terlihat bengkak dan sisiknya terangkat. Dalam keadaan normal, ikan membuang kelebihan air lewat ginjal dan insang. Kalau organ-organ ini gagal bekerja, cairan tertahan di jaringan tubuh.
Ada beberapa jalur yang bisa berujung pada penumpukan cairan di rongga perut (asites):
- Gagal ginjal.
- Kerusakan insang, sehingga air yang masuk lebih banyak daripada yang sanggup dibuang ginjal.
- Kerusakan hati yang menaikkan tekanan di pembuluh vena porta.
Karena itu dropsy lebih tepat disebut gejala daripada penyakit. Dropsy sendiri tidak menular, tetapi bakteri, parasit, atau virus penyebabnya bisa menular. Ikan yang sakit hampir pasti menjadi sumber patogen tersebut. Ikan lain dari spesies yang sama di akuarium itu juga bisa ikut berisiko.
Gejala
- Tanda awal: sekitar satu atau dua hari sebelum bengkak terlihat, ikan bisa berhenti makan, diam di belakang saat diberi pakan, dan tidak lagi berinteraksi dengan ikan lain.
- Tanda khas: badan bengkak, sisik berdiri seperti buah pinus, mata menonjol, pangkal ekor menebal, dan mulut sulit menutup.
- Tanda lain: insang pucat, sirip menguncup, tulang belakang melengkung, kotoran pucat, dan bengkak di sekitar anus.
- Tahap lanjut: ikan berhenti makan atau kesulitan berenang. Sisik (atau pelat tulang) yang menonjol termasuk tanda lanjut dan menunjukkan kegagalan organ yang berat.
Gejala biasanya muncul dalam beberapa minggu setelah masalah awalnya terjadi dan bisa memburuk dengan cepat.
Membedakan dropsy dari kondisi yang mirip
Tidak semua ikan berperut buncit terkena dropsy. Kepastian adanya cairan berlebih di rongga tubuh sebenarnya hanya bisa didapat lewat bedah bangkai. Meski begitu, beberapa petunjuk ini bisa membantu:
| Kondisi | Ciri pembeda |
|---|---|
| Betina matang telur atau hamil | Perut membulat tetapi sisik tetap rata, makan dan perilakunya normal. |
| Egg-binding (telur tertahan) | Bengkak pada betina tanpa sisik berdiri. Bisa fatal bila tidak ditangani. Dokter hewan dapat menanganinya dengan oksitosin. |
| Sembelit | Tidak ada sisik berdiri. Bisa terlihat kotoran berbentuk benang dan gangguan berenang. Sering terjadi pada mas koki (fancy goldfish). |
| Tumor | Biasanya bengkak hanya di satu sisi, tanpa tanda-tanda sakit lain. |
| Pachypanchax playfairi jantan | Secara alami mengangkat sisiknya saat musim kawin. |
Dokter hewan bisa memastikan diagnosis lewat pemeriksaan fisik, peninjauan kondisi akuarium, tes air, analisis darah atau cairan, pemeriksaan insang atau kulit dengan mikroskop, serta USG atau CT scan.
Penyebab
- Stres kronis karena kualitas air buruk disebut sebagai penyebab paling umum. Ada sumber yang merumuskannya sebagai infeksi bakteri oportunistik yang dipicu kondisi lingkungan yang buruk. Stres melemahkan kekebalan tubuh, sehingga bakteri seperti Aeromonas hydrophila bisa menyebabkan dropsy.
- Akuarium baru: amonia atau nitrit tinggi sebelum siklus nitrogen selesai.
- Akuarium lama: pH yang terus rendah karena perawatan kurang.
- Perubahan kondisi air yang mendadak dan stres yang berkepanjangan.
- Teman setangki yang agresif menambah stres. Ikan yang lebih tua tampaknya lebih rentan dibanding ikan muda dari spesies yang sama.
- Nutrisi buruk, infeksi bakteri atau virus, serangan parasit berat, penyakit hati, dan tumor.
- Dwarf Gourami Iridovirus bisa menyebabkan dropsy. Di antara ikan akuarium, virus ini hanya menyerang sepat kerdil (dwarf gourami, Colisa lalia).
Yang perlu dilakukan sekarang
- Tes air (amonia, nitrit, nitrat, pH), lalu ingat-ingat kejadian terakhir: ikan, tanaman air, atau invertebrata baru, ikan yang sempat ditangkap atau dipindah, atau alat yang rusak.
- Karantina ikan yang sakit di akuarium terpisah dengan peralatan sendiri. Samakan kimia air dan suhunya dengan akuarium utama. Dekorasi cukup minimal, tetapi sediakan satu tempat sembunyi sederhana. Karantina paling efektif kalau penyakitnya diketahui sejak dini.
- Perbaiki kualitas air di akuarium utama, karena di situlah biasanya akar masalahnya.
- Awasi ikan lain, terutama yang spesiesnya sama, karena mereka juga bisa berisiko.
Pengobatan
Pengobatan tergantung penyebabnya. Pilihannya bisa berupa antibiotik, memperbaiki kondisi air, menaikkan kadar garam untuk ikan air tawar di bawah arahan dokter hewan, dan perawatan pendukung. Untuk tahap awal, pendapat umum di kalangan hobiis adalah obat antibakteri dan/atau rendaman garam.
Antibiotik: untuk dropsy karena bakteri pada ikan yang lebih besar seperti cichlid dan mas koki, bisa dipakai antibiotik seperti erythromycin atau minocycline. Satu sumber menyarankan pemberiannya dibarengi garam Epsom 1 sendok teh per 5–10 galon dan menaikkan suhu ke 82–86 °F.
Garam dapur: menurut satu sumber, menambahkan garam dapur hingga 3 g/l mengurangi masuknya air secara osmosis sekitar sepertiga. Garam membantu kalau penyebabnya gagal ginjal, tetapi efeknya kecil kalau yang rusak hati atau limpa.
Rendaman garam: merendam ikan dalam air yang diberi garam akuarium atau garam Epsom mungkin bisa mengurangi tekanan cairan lewat osmosis.
Hati-hati dengan garam: toleransi tiap spesies terhadap garam berbeda-beda. Spesies air lunak umumnya kurang tahan garam, jadi cek dulu toleransi spesies ikan Anda sebelum memberi garam.
Malawi bloat (pada cichlid Malawi) diobati dengan metronidazole. Pakan berobat efektif kalau ikan masih mau makan. Menambahkan hingga 50 mg per galon ke air jauh kurang efektif.
Cupang (betta): kalau diketahui sejak awal, dropsy pada cupang bisa diobati dengan garam akuarium ditambah obat. Namun obat yang salah justru bisa memperparah keadaan, jadi sebaiknya tanyakan ke dokter hewan ikan.
Dengan dokter hewan: dokter hewan bisa mengidentifikasi patogennya lewat sampel atau biopsi, lalu memilih antibiotik yang cocok. Cara ini mahal dan biasanya hanya dipakai untuk ikan bernilai tinggi seperti koi atau indukan discus. Tanpa dokter hewan, pilihannya adalah isolasi, memperbaiki kualitas air, dan mungkin antiseptik spektrum luas.
Peluang sembuh dan kapan harus khawatir
Sumber-sumber berbeda pendapat soal ini:
- Satu sumber menyebut sebagian ikan membaik dalam hitungan hari sampai minggu, terutama bila diobati sejak dini, dan bengkaknya biasanya mengempis perlahan.
- Sumber lain menyatakan bahwa begitu sisik berdiri, kerusakannya biasanya sudah berat dan prognosisnya umumnya buruk. Ada pula yang menyebut kesembuhan tidak mungkin setelah gejala ini muncul, dan belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan dropsy setelah bengkak mulai terlihat.
- Saran lama adalah memusnahkan ikan yang terkena. Saran yang lebih baru menganjurkan mencoba rendaman garam dan antibiotik.
Ikan kecil seperti tetra dan guppy disebut punya peluang sembuh yang kecil, dan lebih baik di-eutanasia. Eutanasia yang manusiawi juga bisa disarankan bila ikan sudah berhenti makan atau tidak bisa berenang dengan normal. Satu sumber menyarankan eutanasia manusiawi begitu sisik sudah berdiri.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memasukkan obat bebas tanpa saran dokter hewan. Obat seperti ini bisa merusak bakteri baik di akuarium.
- Memasukkan ikan sebelum siklus nitrogen selesai.
- Melewatkan perawatan rutin sehingga pH perlahan turun.
- Memberi garam biasa ke akuarium Malawi dan Tanganyika. Garam tidak membuat air lebih sadah dan tidak menaikkan pH, dan bloat tampaknya lebih sering terjadi di akuarium yang diberi garam.
- Mendinginkan atau membekukan ikan sebagai cara eutanasia. Cara ini justru memperpanjang penderitaan ikan, terutama pada mas koki dan koi.
Pencegahan
- Jaga kualitas air dan tes air minimal sebulan sekali.
- Rutin ganti air, merawat filter, dan menyedot kotoran di substrat. Satu sumber menyarankan ganti air 25–50% dua kali seminggu, dengan air keran yang sudah diberi penetral klorin.
- Sesuaikan parameter air, teman setangki, dan pakan dengan kebutuhan spesies. Contohnya, cichlid Rift Valley butuh amonia dan nitrit nol, dengan nitrat maksimal 20 mg/l.
- Beri pakan yang seimbang dan sesuai spesies. Pakai pakan sebelum kedaluwarsa, simpan di tempat sejuk dan kering, dan ganti wadah pakan setiap enam bulan.
- Untuk cichlid Malawi: Malawi bloat dikaitkan dengan pakan yang rendah sayuran dan serat tetapi tinggi protein dan lemak, juga dengan kualitas air dan penggunaan garam yang tidak tepat.
- Hindari akuarium terlalu padat, perhatikan ikan yang agresif, dan karantina ikan baru sebelum dimasukkan ke akuarium utama.
- Ram, barb kecil (cherry, checker, gold), sepat kerdil, molly, dan mas koki termasuk sangat sensitif, jadi sebaiknya dihindari oleh pemula.
Pertanyaan umum
Apakah dropsy menular ke ikan lain?
Dropsy sendiri tidak menular, tetapi bakteri, parasit, atau virus penyebabnya bisa menular. Ikan yang sakit hampir pasti membawa patogennya, dan ikan lain dari spesies yang sama di akuarium itu juga berisiko. Karena itu ikan yang sakit sebaiknya dikarantina.
Bagaimana membedakan dropsy dengan ikan betina yang sedang bertelur?
Betina yang matang telur atau hamil perutnya membulat, tetapi sisiknya tetap rata dan ia makan serta berperilaku normal. Pada dropsy biasanya ada tanda lain seperti sisik berdiri, mata menonjol, atau ikan tidak mau makan. Egg-binding juga membuat betina bengkak tanpa sisik berdiri, dan kondisi ini perlu ditangani dokter hewan.
Berapa dosis garam untuk ikan dropsy?
Menurut satu sumber, garam dapur hingga 3 g/l mengurangi masuknya air secara osmosis sekitar sepertiga. Sumber lain menyarankan garam Epsom 1 sendok teh per 5–10 galon bersamaan dengan antibiotik, sambil menaikkan suhu ke 82–86 °F. Cek dulu toleransi spesies ikan Anda, karena spesies air lunak kurang tahan garam.
Apakah ikan yang sisiknya sudah berdiri masih bisa sembuh?
Peluangnya umumnya kecil. Sisik yang berdiri menandakan kerusakan organ yang berat. Ada sumber yang menyebut sebagian ikan bisa membaik dalam hitungan hari sampai minggu kalau diobati sejak dini, tetapi sumber lain menyarankan eutanasia manusiawi begitu sisik sudah berdiri, terutama untuk ikan kecil seperti tetra dan guppy.
Apa penyebab paling umum dropsy di akuarium?
Stres kronis karena kualitas air buruk, yang membuka jalan bagi bakteri oportunistik seperti Aeromonas hydrophila. Di akuarium baru, penyebabnya sering amonia atau nitrit tinggi sebelum siklus nitrogen selesai. Di akuarium lama, penyebabnya sering pH yang terus rendah karena perawatan kurang.
Sumber referensi
- Dropsy in Fish: Symptoms, Causes, and Treatment (Jessie Sanders, DVM, DABVP Fish Practice)
- Dropsy (Edema), Malawi Bloat And Similar Syndromes
- Dropsy – what is it and how can it be treated? (Tetra)
- Dealing With Dropsy
- Dropsy in fish (Wikipedia)
- Hướng dẫn cứu vớt cá betta trước khi quá muộn (Mytour) (bahasa Vietnam)



