Perawatan · sekitar 6 menit baca

Akuarium Bau Amis atau Busuk? Penyebab dan Cara Mengatasinya

AquaTome merangkum dari 6 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Bau tanah yang samar saat tutup akuarium diangkat itu normal. Bau menyengat yang tercium dari seberang ruangan, atau bau yang tiba-tiba berubah, berarti ada masalah: biasanya bangkai ikan, siput, atau udang, sisa pakan yang membusuk, filter yang kewalahan, atau kantong gas di substrat.
  • Langkah pertama: hitung semua ikan, udang, dan siput, periksa setiap tempat persembunyian, lalu segera buang bangkai yang ditemukan. Setelah bangkai dibuang, disarankan ganti air 50%.

Bau yang normal dan bau yang perlu diselidiki

Bau tanah yang samar itu wajar, baik di akuarium baru yang sedang menjalani siklus nitrogen maupun di akuarium lama yang sehat. Kalau tercium sedikit bau tanah saat tutup diangkat, itu masih normal. Kayu (driftwood) dan daun kering (botanical) juga bisa memberi sedikit bau tanin, dan itu pun normal.

Lain halnya kalau baunya menyengat, sampai tercium dari seberang ruangan, atau baunya tiba-tiba berubah. Itu tanda ada masalah yang perlu dicari sumbernya. Jangan ditunda, karena satu ikan mati saja bisa memicu lonjakan amonia yang berujung pada kematian ikan lain secara beruntun.

Kenali sumbernya dari jenis bau

Jenis bau dan tanda lainKemungkinan penyebab
Amis atau busuk yang kuat, kadang ada lapisan berminyak di permukaan air. Bau paling tajam di dekat sumbernya.Bahan organik yang membusuk, misalnya bangkai ikan atau siput. Baunya bisa sangat menyengat dalam 24–48 jam setelah hewan mati.
Telur busuk atau belerang. Gelembung gas atau bau tajam keluar saat substrat diaduk.Hidrogen sulfida dari kantong tanpa oksigen di dalam substrat.
Apek atau seperti rawa, disertai lapisan berlendir hijau tua atau hijau kebiruan di substrat, tanaman, dan kaca.Cyanobacteria.
Bau got atau air kotor.Filter biologis kelebihan beban. Dipastikan dengan hasil uji amonia dan nitrit yang naik.
Bau kimia atau plastik.Biasanya dari peralatan, dekorasi, atau substrat baru yang kurang bersih dibilas.
Daun lunak, berubah warna, dan berlendir.Tanaman air yang membusuk.

Penyebab umum

  • Bangkai tersembunyi. Ikan, siput, atau udang yang mati sering tersembunyi di balik batu, dekorasi, atau gua. Ikan kecil juga bisa tersangkut di saringan intake filter dan membusuk di sana tanpa ketahuan.
  • Sisa pakan. Pakan yang tidak termakan akan membusuk di dasar. Pelet atau pakan serpihan yang terlalu besar bisa dimuntahkan lagi lewat insang dan akhirnya jatuh ke dasar.
  • Filter mati atau tersumbat. Air jadi diam dan kurang oksigen, sehingga kotoran menumpuk. Filter kanister yang tertutup dari udara bisa menjadi anoksik (kehabisan oksigen) hanya dalam 4–6 jam tanpa listrik. Seberapa besar risikonya tergantung seberapa kotor filternya.
  • Terlalu banyak ikan. Kepadatan berlebih membuat air tercemar dan bau terus-menerus. Ikan yang banyak membuang kotoran, seperti mas koki, molly, dan swordtail, menambah bau bila dipelihara dalam jumlah banyak atau filternya lemah.
  • Tanaman membusuk. Daun dan batang yang membusuk, terutama yang terselip di bawah dekorasi, mengotori air.
  • Alga mati setelah blooming. Alga yang mati bisa melepaskan gas belerang yang baunya seperti got atau telur busuk.
  • Pasir terlalu tebal. Lapisan pasir yang lebih dari 5 cm dan tidak pernah terusik membentuk kantong tanpa oksigen yang menghasilkan hidrogen sulfida.
  • Pengondisi air. Seachem Prime bisa menimbulkan bau telur busuk, terutama bila dosisnya berlebihan.
  • Kaca dan tutup kotor. Alga, lapisan lendir, dan pakan yang menempel di kaca dan tutup bisa menambah bau amis.
  • Air keran. Air keran yang belum dinetralkan klorinnya atau mengandung kotoran juga disebut sebagai penyebab bau.

Pertolongan pertama

  • Hitung semua ikan, udang, dan siput, periksa setiap tempat persembunyian, dan segera buang bangkai yang ditemukan.
  • Setelah membuang ikan mati, ganti air 50%.
  • Untuk bau got: langsung ganti air 50% sambil menyedot substrat, lalu ganti air 25% setiap hari sampai hasil uji air normal.
  • Kalau baunya kuat, artikel dokter hewan menyarankan ganti air dalam jumlah lebih besar setiap beberapa jam.
  • Hentikan pemberian pakan selama 1–2 hari selama bau sedang ditangani.

Langkah membersihkan akuarium yang bau

  1. Buang ikan mati, udang mati, daun busuk, dan sisa pakan, termasuk yang ada di sela-sela batu dan kayu.
  2. Ganti 30–50% air secara perlahan sambil menyedot substrat. Gunakan air yang sudah dinetralkan klorinnya dengan selisih suhu tidak lebih dari 2 °C. Kalau amonia atau nitrit tinggi, ganti lagi 20–30% setiap hari selama 2–3 hari.
  3. Bilas filter dengan air akuarium yang tadi dibuang, pelan-pelan dan tanpa digosok, supaya bakteri baiknya tetap ada.
  4. Uji amonia, nitrit, nitrat, pH, dan kesadahan.
  5. Tambahkan bakteri nitrifikasi, lalu tingkatkan aerasi atau aliran pompa supaya tidak ada area air yang diam.

Ada juga urutan lain yang lebih ringan: bersihkan kaca, sedot substrat, pangkas daun mati, bilas dekorasi serta lubang masuk dan keluar filter, ganti 10–15% air, bilas filter dengan air akuarium lama, lalu pasang karbon aktif.

Menangani penyebab tertentu

Hidrogen sulfida (bau telur busuk dari substrat): saat ganti air, aduk pelan-pelan bagian substrat yang bermasalah dengan sumpit atau jari supaya gasnya keluar sedikit demi sedikit. Hidrogen sulfida beracun bagi ikan meski dalam jumlah kecil. Kalau kantong gas yang besar pecah sekaligus, kadarnya bisa naik sampai berbahaya.

Cyanobacteria: buang sebanyak mungkin saat ganti air dan perkuat arus. Kalau terus muncul, bisa diatasi dengan menggelapkan akuarium total selama 3 hari atau dengan erythromycin.

Dekorasi: rendam dalam air garam 1–2% selama 10–15 menit, bilas, lalu pasang kembali. Jangan pakai bahan kimia pembersih.

Karbon aktif: bisa membantu menyerap bau, tetapi sumber-sumber berbeda pendapat soal kapan harus diganti:

  • Satu sumber menyarankan karbon aktif di filter diganti setiap 2–4 minggu.
  • Sumber lain menyebut karbon aktif dalam kantong filter perlu diganti setelah 1–2 minggu. Menurut sumber ini, karbon hanya menghilangkan bau sementara dan tidak menggantikan bakteri baik.
  • Ada yang menyebut karbon aktif tetap efektif sekitar 6 bulan sampai 1 tahun. Sumber ini juga mengingatkan bahwa bau akan kembali kalau akar masalahnya tidak dibereskan.
  • Sumber lain lagi menyebut karbon aktif harus diganti beberapa kali setahun agar tetap bekerja.

Produk bakteri: produk mikroba EM disarankan dengan dosis 5–10 ml per 10 liter, dikocok dulu sebelum dipakai. Produk bakteri nitrifikasi dipakai sesuai dosis di labelnya.

Hati-hati dengan dosis: obat atau produk perawatan air yang dosisnya berlebihan bisa membunuh tanaman air, hewan invertebrata (udang, siput), dan bakteri baik. Ikan yang sakit sebaiknya diobati di akuarium terpisah.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengganti seluruh air sekaligus. Bakteri baik ikut hilang dan ikan bisa stres.
  • Membilas filter dengan air keran. Klorinnya membunuh bakteri baik.
  • Menuang cuka langsung ke akuarium berisi ikan. pH berubah mendadak. Pakai cuka hanya untuk benda yang sudah dikeluarkan dari akuarium.
  • Mengira masalah selesai setelah sekali bersih-bersih, padahal masih ada bangkai tersembunyi, misalnya udang yang tersangkut di dalam filter.
  • Memakai pengharum ruangan atau penyaring udara. Itu hanya menutupi bau, penyebabnya tetap harus dibereskan.
  • Mengaduk lapisan pasir yang tebal dengan kuat sekaligus. Ini bisa melepaskan hidrogen sulfida dalam jumlah berbahaya.
  • Kesalahan yang paling umum: pakan berlebihan, ikan terlalu padat, dan jarang membersihkan akuarium.

Anggapan yang keliru

  • "Ada tanaman, jadi tidak akan bau." Tanaman saja tidak mencegah bau. Tanaman yang mati atau membusuk justru bisa jadi sumber bau.
  • "Cukup pakai karbon aktif." Karbon aktif hanya pelengkap filter dan perawatan rutin, bukan pengganti keduanya.
  • "Aturan satu galon per inci ikan." Aturan ini hanya patokan kasar. Ukuran dewasa, kebutuhan hidup bergerombol, dan sifat teritorial ikan lebih penting.

Pencegahan

  • Pakan: satu sumber menyarankan memberi pakan dua kali sehari sebanyak yang habis dalam beberapa menit, dengan satu hari puasa setiap minggu. Sumber lain menyarankan jumlah yang habis dalam 2–3 menit dan membuang sisanya setelah 5 menit. Hancurkan pakan untuk ikan kecil dan burayak.
  • Perawatan rutin: satu sumber menyarankan ganti air 20–30% setiap minggu, menyedot substrat, dan membilas media filter dengan air akuarium setiap dua minggu atau lebih.
  • Filter: aliran filter sebaiknya 3–5 kali volume akuarium per jam, misalnya 300–500 L/jam untuk akuarium 100 L. Periksa filter setiap hari.
  • Target hasil uji air: amonia 0, nitrit 0, nitrat di bawah 40 mg/L.
  • Substrat: buat lapisan pasir kurang dari 4 cm, atau pakai substrat yang lebih kasar supaya air bisa mengalir di dalamnya. Hewan penggali seperti kuhli loach atau siput Malaysian trumpet snail membantu memberi udara pada substrat.
  • Hitung penghuni setiap hari: ikan, udang, dan siput.
  • Tanaman air: pangkas setiap minggu dan buang daun yang mati atau rontok.
  • Barang baru: bilas peralatan dan dekorasi baru sampai bersih sebelum dimasukkan.
  • Kepadatan: cari tahu ukuran dewasa ikan sebelum membeli. Kebanyakan ikan di toko masih anakan dan akan terus tumbuh. Hewan pembersih (ikan, siput, udang) juga sebaiknya ditambahkan secukupnya saja, karena mereka pun menghasilkan kotoran.
  • Tutup akuarium: pakai tutup supaya bau tanah yang normal tidak menyebar.

Jadwal ganti air berdasarkan volume menurut salah satu sumber:

Volume akuariumGanti air
Di bawah 50 L20–30% setiap 5–7 hari
50–150 L20–30% setiap 10–14 hari
Di atas 150 L20% setiap 2–3 minggu

Kapan harus khawatir

Bau menyengat yang disertai ikan lesu, megap-megap di permukaan, menolak pakan, atau mati dalam jumlah banyak menandakan amonia atau nitrit mungkin sudah melewati batas aman. Ingat juga bahwa satu ikan mati bisa memicu lonjakan amonia yang berujung pada kematian beruntun. Waspadai pula filter kanister yang mati listrik selama beberapa jam, karena bisa menjadi anoksik hanya dalam 4–6 jam.

Pertanyaan umum

Apakah akuarium yang sehat memang sedikit berbau?

Ya. Bau tanah yang samar itu normal, baik di akuarium baru yang sedang siklus maupun di akuarium lama yang sehat. Yang perlu diselidiki adalah bau menyengat yang tercium dari seberang ruangan atau bau yang tiba-tiba berubah.

Akuarium bau amis kuat, apa penyebabnya?

Biasanya bahan organik yang membusuk, seperti bangkai ikan, siput, atau udang yang tersembunyi di balik batu, dekorasi, atau tersangkut di saringan intake filter. Kadang muncul lapisan berminyak di permukaan air. Hitung semua penghuni, buang bangkainya, lalu ganti air 50%.

Kenapa tercium bau telur busuk saat substrat diaduk?

Itu tanda hidrogen sulfida dari kantong tanpa oksigen di substrat, sering terjadi pada lapisan pasir lebih dari 5 cm. Aduk pelan-pelan dengan sumpit atau jari saat ganti air supaya gasnya keluar sedikit demi sedikit. Jangan diaduk kuat sekaligus karena gas ini beracun bagi ikan.

Apakah karbon aktif bisa menghilangkan bau akuarium?

Bisa membantu, tapi hanya sebagai pelengkap filter dan perawatan rutin. Kalau akar masalahnya tidak dibereskan, bau akan kembali. Soal waktu penggantian, sumber berbeda pendapat: ada yang bilang 1–2 minggu (dalam kantong filter), 2–4 minggu, beberapa kali setahun, sampai sekitar 6 bulan–1 tahun.

Bolehkah mengganti seluruh air supaya baunya cepat hilang?

Tidak disarankan. Mengganti seluruh air sekaligus menghilangkan bakteri baik dan membuat ikan stres. Ganti 30–50% air dengan air bebas klorin yang selisih suhunya tidak lebih dari 2 °C. Jika amonia atau nitrit tinggi, ganti lagi 20–30% setiap hari selama 2–3 hari.

Sumber referensi

  1. Why Does My Fish Tank Smell? (Dr. Luqman Javed, DVM)
  2. Bad tank smells - Aquariadise
  3. Why Does My Aquarium Smell Bad? Causes and Fixes - Gensou
  4. Nước bể cá có mùi tanh: Nguyên nhân và cách xử lý triệt để - Cá Bảy Màu (bahasa Vietnam)
  5. 7 nguyên nhân khiến bể cá có mùi hôi tanh - Aquasetup (bahasa Vietnam)
  6. How to Keep Your Aquarium Fish Alive During A Power Outage - Chewy