Perawatan · sekitar 4 menit baca

Air Akuarium Keruh Putih atau Hijau: Penyebab dan Cara Menjernihkannya

AquaTome merangkum dari 8 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Air akuarium yang keruh putih seperti susu paling mungkin disebabkan oleh ledakan bakteri (bacterial bloom). Ini sering terjadi di akuarium baru dan umumnya tidak berbahaya. Air hijau lain lagi: penyebabnya alga bersel satu yang melayang bebas dan berkembang biak dengan cepat.
  • Langkah pertama adalah tes amonia (seharusnya nol) dan cek suhu. Kalau amonia nol dan kekeruhannya memang dari ledakan bakteri, biarkan akuarium menyeimbangkan diri. Hentikan pakan sekitar 7 hari dan jangan sentuh filter minimal 7 hari.

Apa yang terjadi di akuarium

Air keruh putih seperti susu paling mungkin disebabkan oleh ledakan bakteri (bacterial bloom), dan ini umum di akuarium baru. Menurut salah satu sumber, kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Filter biologis butuh empat sampai enam minggu untuk matang. Ekosistem bakteri yang benar-benar matang butuh waktu jauh lebih lama lagi, lebih dari enam bulan.

Air hijau berbeda. Penyebabnya alga bersel satu yang melayang bebas di air dan berkembang biak dengan cepat. Ledakan alga ini bisa menurunkan oksigen terlarut dan memengaruhi kesehatan ikan.

Mengenali jenis kekeruhan

  • Ledakan bakteri: air tiba-tiba keruh putih seperti air cucian beras. Banyak orang mengira ini tanda bakteri baik di akuarium sedang mati, padahal yang terjadi justru ledakan bakteri.
  • Debu dari substrat atau batu yang belum dicuci: keruh putih atau abu-abu di akuarium yang baru disusun, atau setelah substrat teraduk. Biasanya hilang sendiri dalam 1–2 hari karena tersaring filter.
  • Air hijau atau berubah warna: bisa muncul meskipun hasil tes air kelihatan normal.

Penyebab

Keruh putih bisa berasal dari:

  • Partikel super halus yang tidak tertangkap filter.
  • Mineral yang larut dari dekorasi dan substrat ketika airnya asam.
  • Ledakan bakteri. Pemicunya bisa pakan berlebih, ikan mati yang tidak ketahuan, ganti air yang jarang, atau kimia air yang naik-turun.
  • Membersihkan filter berlebihan atau mengganti media filter. Bakteri baik ikut hilang, lalu bakteri penyebab kekeruhan mengambil alih.
  • Obat antiseptik atau antibiotik. Obat ini bisa membunuh bakteri baik atau memutus siklus nitrogen, terutama di akuarium baru.
  • Ganti air mendadak, membersihkan akuarium, obat-obatan, perubahan suhu atau pH yang tiba-tiba, dan menambah ikan.

Air hijau atau keruh bisa berasal dari:

  • Sinar matahari langsung. Satu sumber menekankan bahwa cahaya kuat, terutama matahari langsung pada akuarium dekat jendela atau di luar ruangan, ditambah nutrisi berlebih, mendorong air hijau.
  • Lampu menyala lebih dari 8–12 jam sehari, memakai lampu yang bukan untuk akuarium, atau memakai lampu akuarium tanaman pada akuarium tanpa tanaman.
  • Ikan terlalu banyak atau akuarium jarang dibersihkan, sehingga fosfat dan nitrat naik dan menjadi makanan alga.
  • Nutrisi atau kotoran ikan yang lebih banyak dari kemampuan filter biologis, fosfat tinggi, akuarium yang masih dalam proses siklus, dan kepadatan ikan berlebih.

Yang perlu dilakukan sekarang

  1. Tes amonia dulu. Hasilnya seharusnya nol. Cek juga suhu air.
  2. Kalau kekeruhannya hanya ledakan bakteri dan amonia nol, tidak perlu melakukan apa-apa. Biarkan akuarium menyeimbangkan diri.
  3. Hentikan pakan sekitar 7 hari. Ikan yang sehat akan baik-baik saja.
  4. Jangan sentuh filter minimal 7 hari. Jangan dibersihkan dan jangan diubah apa pun.
  5. Kalau amonia atau nitrit terbaca di atas nol, bisa jadi ada siklus mini yang ikut memberi makan ledakan bakteri. Uji air setiap hari selama masa pemulihan.

Satu sumber menyebut ledakan bakteri biasanya hilang sendiri dalam beberapa hari, jadi tindakan berat seperti ganti air besar-besaran tidak perlu. Sumber lain memberi langkah yang lebih aktif (lihat di bawah), termasuk ganti air 30%.

Langkah bertahap kalau air tetap keruh atau hijau

Urutan berikut disarankan oleh salah satu pembuat produk akuarium:

  1. Tes air untuk melihat apakah siklus nitrogen sedang berjalan dan apakah fosfat tinggi.
  2. Ganti air sebagian 30% sambil menyedot substrat dengan penyedot kerikil (gravel siphon). Kerok alga di kaca dan dekorasi.
  3. Tambahkan bakteri baik.
  4. Kalau masih keruh, pakai flokulan (penggumpal partikel).
  5. Setelah itu, tambahkan tanaman air hidup untuk menyerap nutrisi. Kalau masih keruh juga, bandingkan jumlah dan ukuran ikan dengan volume akuarium, lalu tetap rutin tes dan ganti air.

Pilihan penanganan

Filter wol/kapas halus. Tambahkan selapis filter wol untuk menangkap partikel yang terlalu halus untuk media biasa. Lapisan ini juga berguna untuk menangkap sisa alga yang sudah mati.

Penjernih air dan flokulan. Flokulan menggumpalkan partikel supaya mengendap dan bisa disedot, atau tertangkap filter. Dosisnya berbeda untuk tiap produk:

ProdukDosis menurut pembuat
Seachem Clarity5 mL (satu tutup) per 80 L, sekitar 20 galon AS. Artinya 2,5 mL per 40 L dan 12,5 mL per 200 L.
API Accu-ClearDosis tidak dicantumkan online, ikuti label kemasan.

Setelah Clarity diberikan, air bisa tampak makin keruh untuk sementara. Menurut pembuatnya ini normal, dan air seharusnya jernih dalam 1–2 jam. Setelah jernih, bersihkan kapas atau cartridge filter untuk membuang kotoran yang tertangkap.

Lampu UV (sterilizer). Lampu ini membantu untuk air hijau. Sinar UV-C (200–280 nm) merusak DNA alga dan bakteri yang melayang bebas sehingga mereka tidak bisa berkembang biak. Dosis UV yang disarankan untuk alga dan bakteri adalah 180.000 µWs/cm². Pilih unit yang sesuai volume akuarium: unit yang terlalu kecil tidak efektif, sedangkan yang lebih besar tidak masalah. Ganti bohlam UV setiap enam bulan. UV tidak berpengaruh pada organisme yang menempel di permukaan atau yang hidup di dalam tubuh ikan.

Produk lain untuk air hijau. Salah satu pembuat menyarankan obat pembasmi alga (AlgaeFix) untuk menjernihkan air hijau dengan cepat, serta produk bakteri baik untuk bersaing dengan alga memperebutkan nutrisi. Sumber lain menyarankan kombinasi filtrasi mekanis, biologis, dan kimia (karbon aktif, zeolit), ditambah filter berlampu UV.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Ganti air besar dan tidak teratur, misalnya 75%. Ini bisa membuat akuarium tidak stabil.
  • Membersihkan akuarium dan perlengkapannya terlalu bersih, memberi pakan berlebih, memelihara ikan terlalu padat, dan memasukkan kerikil yang belum dicuci.
  • Memasukkan antiseptik atau antibiotik ke akuarium, karena bisa membunuh bakteri baik. Antibiotik yang dilarutkan ke air dan dijual bebas biasanya tidak berizin dan bisa membahayakan ikan.
  • Menyusun akuarium sebelum siklus nitrogen stabil, karena ini mengundang ledakan bakteri atau alga.
  • Salah memakai bahan kimia saat membersihkan, yang bisa menurunkan oksigen terlarut dan membuat air keruh.

Pencegahan

  • Ganti air rutin. Angkanya berbeda antar sumber: satu menyarankan 10–25% per minggu, satu menyebut 10–50% secara rutin dan jangan pernah 100%, satu lagi sekitar 25–30% per minggu dengan suhu dan kualitas air baru yang disamakan dengan air akuarium.
  • Batasi lampu sekitar 8–12 jam sehari. Jauhkan akuarium dari sinar matahari langsung dengan tirai, tanaman, atau memindahkan posisinya.
  • Batasi pakan.
  • Jaga suhu dan pH tetap stabil, jumlah ikan sesuai, dan aerasi cukup.

Memeriksa kondisi setelahnya

Di akuarium yang sudah matang, amonia dan nitrit seharusnya terbaca 0. Nitrat akan naik perlahan, sementara pH dan KH turun perlahan.

Pertanyaan umum

Apakah air keruh putih di akuarium baru berbahaya untuk ikan?

Umumnya tidak. Air keruh putih di akuarium baru paling mungkin berasal dari ledakan bakteri. Tes amonia dulu. Kalau hasilnya nol, biarkan akuarium menyeimbangkan diri, hentikan pakan sekitar 7 hari, dan jangan sentuh filter minimal 7 hari.

Air keruh putih, apakah itu tanda bakteri baik mati?

Banyak orang mengira begitu, tetapi air yang tiba-tiba keruh seperti air cucian beras adalah ciri ledakan bakteri. Yang memang bisa membuat bakteri baik hilang adalah membersihkan filter berlebihan, mengganti media filter, atau memakai antiseptik dan antibiotik.

Perlukah ganti air banyak supaya cepat jernih?

Satu sumber menyebut ledakan bakteri biasanya hilang sendiri dalam beberapa hari, jadi ganti air besar tidak perlu. Ganti air besar dan tidak teratur seperti 75% malah bisa membuat akuarium tidak stabil. Sumber lain menyarankan ganti air 30% sambil menyedot substrat sebagai salah satu langkah.

Kenapa air akuarium jadi hijau?

Karena alga bersel satu yang melayang bebas berkembang biak dengan cepat. Pemicunya antara lain sinar matahari langsung, lampu menyala lebih dari 8–12 jam sehari, lampu yang tidak sesuai, serta fosfat dan nitrat tinggi akibat ikan terlalu banyak atau akuarium jarang dibersihkan.

Apakah lampu UV ampuh untuk air hijau?

Lampu UV bisa membantu karena sinar UV-C merusak DNA alga dan bakteri yang melayang bebas. Pilih unit yang sesuai volume akuarium dan ganti bohlamnya setiap enam bulan. UV tidak berpengaruh pada organisme yang menempel di permukaan.

Sumber referensi

  1. Why won't this cloudy water clear? (Practical Fishkeeping)
  2. Why Is My Fish Tank Cloudy? (reviewed by Jessie Sanders, DVM, DABVP Fish Practice)
  3. UV Filters for Fish Tanks and Ponds (Chewy)
  4. Troubleshooting for Green & Cloudy Water (API Fishcare)
  5. Seachem Clarity dosing instructions
  6. Các nguyên nhân gây đục hồ thủy sinh, cá cảnh (Thủy Sinh 4U) (bahasa Vietnam)
  7. Nguyên nhân và giải pháp cho bể cá bị bùng vi sinh (Aquarium Care) (bahasa Vietnam)
  8. Nước bể cá bị xanh, tại sao? Nguyên nhân và 3 cách khắc phục (bahasa Vietnam)