Satuan
Tampilan

Bucephalandra

Bucephalandra

Nama lain: Buce, Bucep

Tingkat kesulitan
Mudah
Cahaya
Lemah
CO₂
Tidak perlu
Kecepatan tumbuh
Lambat
Posisi
Latar depan, Latar tengah, Menempel di batu, kayu

Info singkat

  • Genus tanaman reofit yang tumbuh di tepi sungai berarus deras di Kalimantan.
  • Mudah dirawat, tahan cahaya rendah sampai sedang, dan tidak butuh substrat.
  • Pertumbuhannya sangat lambat dan harganya lebih mahal daripada anubias.
  • Tinggi: 5–10 cm untuk jenis yang merambat, 18–25 cm untuk jenis yang tumbuh tegak; panjang daun 1–10 cm.1

Layak dibeli?

Bucephalandra masih tergolong baru di hobi akuarium dan banyak dicari. Pertumbuhannya juga sangat lambat dibanding tanaman lain, jadi harganya lebih mahal daripada anubias. Seiring kebun-kebun tanaman air pelan-pelan menambah stoknya, harganya kemungkinan akan turun.

Supaya tidak terjadi pengambilan berlebihan di alam, sebaiknya pilih tanaman hasil budidaya.1

bucephalandra green wavy
©

Butuh akuarium seberapa besar?

Sebagian spesies tumbuh merambat ke samping dan tingginya sekitar 5–10 cm, sedangkan spesies yang tumbuh tegak bisa mencapai 18–25 cm. Panjang daunnya 1–10 cm. Tanaman ini sering ditaruh di bagian depan atau tengah akuarium, atau ditempel di hardscape, dan cocok untuk akuarium nano.1

Kondisi air seperti apa?

Kebutuhan perawatan buce sangat mirip dengan anubias dan java fern, dan tahan di rentang suhu yang lebar, 21–28 °C, serta pH 6–8. Tanaman ini tumbuh dengan cahaya rendah sampai sedang. Penambahan CO2 tidak wajib, tapi bisa mempercepat pertumbuhan.1

purple bucephalandra from Borneo
©

Bagaimana cara merawatnya?

Buce dikenal mudah dirawat: bisa hidup dengan cahaya rendah, tidak butuh banyak pupuk atau injeksi CO2, dan bisa tumbuh tanpa substrat sama sekali. Pertumbuhannya sangat lambat dan daunnya gampang ditumbuhi alga, jadi sebaiknya ditanam di bagian akuarium yang teduh, dan bantu jaga daunnya tetap bersih dengan hewan pemakan alga. Karena tumbuhnya lambat, cahaya yang lebih terang bisa memicu masalah alga.

Penanaman

Seperti anubias dan java fern, buce punya rhizome, yaitu batang tebal tempat tumbuhnya daun sekaligus akar. Tanaman ini tidak perlu ditanam di substrat. Selipkan di celah batu, atau ikat ke dekorasi dengan benang jahit, atau tempel dengan lem super jenis gel. Jangan sampai rhizome tertutup lem terlalu banyak.

Kalau ditanam di substrat, rhizome tidak boleh tertimbun. Tekan tanaman dalam-dalam ke pasir atau kerikil sampai akar dan rhizome terbenam, lalu tarik perlahan ke atas sampai rhizome terbuka sepenuhnya tapi akarnya tetap di dalam substrat.

Pilihan lain, biarkan tanaman tetap di pot plastiknya bersama rockwool. Beri pupuk dengan menyisipkan root tab ke dalam rockwool sampai mencapai akar.

Melting

Kebanyakan kebun tanaman membudidayakan tanamannya secara emersed, jadi saat buce baru dimasukkan ke dalam air, sebagian daunnya bisa melting (meluruh) selama beradaptasi. Cadangan nutrisi terutama tersimpan di rhizome, jadi jangan dibuang. Selama rhizome-nya terlihat sehat, biarkan tetap di akuarium, nanti akan muncul tunas baru yang membentuk daun dan akar.

Pupuk

Seperti kebanyakan tanaman ber-rhizome, buce mengambil sebagian besar nutrisinya dari kolom air dan akan terbantu dengan pupuk cair all-in-one.

Pertumbuhan emersed

Buce tumbuh baik secara emersed, misalnya di paludarium atau terarium yang airnya cukup banyak dan kelembapannya tinggi. Buce bisa ditanam bersama moss supaya akarnya selalu lembap.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Di alam, buce biasanya berbunga di atas permukaan air dengan aroma khas yang menarik serangga penyerbuk. Jika penyerbukan berhasil, terbentuk buah berisi biji yang jatuh ke air lalu menyebar ke tempat lain. Bunga yang tumbuh di dalam air memang cantik, tapi tidak menghasilkan biji.

Di akuarium, cara termudah memperbanyak buce adalah memotong rhizome menjadi dua bagian dengan gunting yang bersih dan tajam, sebaiknya di lekukan alami tempat tanaman mulai membentuk rumpun daun yang terpisah. Tempelkan potongan baru ke batu atau kayu (driftwood), dan potongan itu akan terus tumbuh sebagai tanaman kedua.1

bucephalandra growing in the wild
©

Di mana habitat aslinya?

Bucephalandra tumbuh di tepi sungai berarus deras di Kalimantan. Saat musim kemarau tanaman ini tumbuh emersed (di atas permukaan air), dan saat musim hujan tumbuh submersed (di bawah air).1

Habitat alami

Karena habitat aslinya sungai berarus deras, bucephalandra punya akar yang sangat kuat, sehingga setelah mapan tanaman ini tumbuh baik di akuarium berarus kencang.1

Catatan

Bucephalandra memiliki daun lonjong dengan tepi bergelombang, meski ada jenis yang daunnya lebih bulat, lebih ramping, atau tepinya lurus. Warna daunnya bervariasi dari hijau muda sampai hijau tua, dan beberapa varietas memiliki semburat merah, ungu, atau kebiruan. Sebagian spesies memiliki bintik-bintik putih kecil di daunnya dan kilau berpendar yang berubah-ubah tergantung cahaya. Tanaman yang tumbuh subur bisa mengeluarkan bunga berwarna putih atau merah muda.

Sudah lebih dari 30 spesies yang teridentifikasi, tapi nama dagangnya ada ratusan, misalnya green wavy, brownie blue, black pearl, mini coin, dark skeleton king, Godzilla, dan deep purple.1

Sumber

1 sumber
  1. Aquarium Co-op aquariumcoop.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.