Rotala rotundifolia

Rotala rotundifolia

Tingkat kesulitan
Mudah
Cahaya
Sedang
CO₂
Opsional
Kecepatan tumbuh
Cepat
Posisi
Latar tengah, Latar belakang

Info singkat

  • Nama lain: dwarf rotala, round-leaf toothcup, pink sprite
  • Tingkat kesulitan: mudah hingga sedang
  • Pencahayaan: sedang hingga tinggi
  • pH optimal: 6,0–8,0
  • GH optimal: 2–12
  • Suhu optimal: 20–28 °C
  • Substrat: diperlukan
  • Bentuk pertumbuhan: tanaman batang (stem)
  • Laju pertumbuhan: sedang hingga cepat
  • Penempatan: bagian tengah (mid-ground) atau belakang (background)
  • Tinggi: 5–30+ cm
  • Pupuk: tidak perlu hingga sedikit
  • CO2: tidak perlu hingga sedikit
  • Perbanyakan: stek pucuk atau runner

Menurut Aquarium Breeder

Butuh akuarium seberapa besar?

Ukuran akuarium minimum yang disarankan: 40 liter.

Menurut Aquarium Breeder

Kondisi air seperti apa?

Suhu: tanaman ini toleran terhadap rentang suhu yang lebar, tetapi tumbuh paling baik di akuarium tropis pada 20–28 °C, dan mampu bertahan di suhu yang relatif sejuk. Satu populasi yang tumbuh terendam di Wenzhou, Zhejiang, Tiongkok, bertahan melewati musim dingin pada suhu serendah 4 °C.

pH bisa berkisar 6–8; uji parameter air secara rutin. Jaga kesadahan di 4–15 °dGH.

Nutrisi: jaga nitrat di bawah 5 ppm dan fosfat di atas 1 ppm untuk memperkuat warna kemerahannya.

Menurut Aquarium Breeder

Bagaimana cara merawatnya?

Pupuk tidak wajib, tetapi pupuk yang mengandung unsur mikro seperti zat besi sangat penting untuk pertumbuhan yang sehat. Zat besi terkelat (chelated iron) dan kalium membantu daunnya berwarna merah cerah dan mencegah pertumbuhan kerdil. Pupuk cair pada tahap penanaman membantu memulai pertumbuhan yang sehat.

Penanaman: keluarkan dari pot, disinfeksi dan bilas sampai bersih, lalu tanam batang satu per satu di lubang pada substrat dengan jarak 3–4 cm agar tidak terlalu rapat. Cocok untuk aquascape gaya Nature dan Dutch, di bagian belakang dan tengah.

Perbanyakan: potong bagian atas batang dengan gunting tajam; panjang stek minimal 10 cm. Buat lubang sekitar 3–4 cm di substrat, masukkan batangnya, lalu tutup.

Perawatan: perawatannya minim. Tanaman ini tahan terhadap amonia sehingga mudah bertahan selama siklus nitrogen awal. Tanaman ini efektif menyerap nitrogen dan fosfor dari air. Buang bagian dan daun yang mati dengan pinset agar tidak mencemari air, dan aduk perlahan rumpun batang yang rapat supaya kotoran naik ke permukaan lalu saring keluar.

Pemangkasan: pemangkasan rutin membuatnya lebih rimbun. Pangkas pertama kali sekitar 10 cm di bawah tinggi akhir yang diinginkan. Saat pucuk-pucuknya tumbuh, potong yang tumbuh lebih cepat dari yang lain agar tunas bercabang dan tajuknya makin rapat. Potongan hasil pangkasan bisa dibuang atau ditanam ulang.

Masalah: Klorosis dan nekrosis di tepi daun: daun pucat, kuning atau kuning keputihan akibat kekurangan zat besi atau nitrogen, atau pH di bawah 5,0 atau terlalu basa; beri zat besi terkelat dan jaga pH tetap optimal. Pertumbuhan kerdil: nitrat terlalu rendah, unsur mikro terlalu sedikit, atau CO2 tidak ada atau kurang; perbaiki hal-hal ini dan tingkatkan pencahayaan. Daun bagian bawah rontok: tanda cahaya kurang, atau penanaman terlalu rapat sehingga bagian bawah ternaungi.

Menurut Aquarium Breeder

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Pencahayaan: sering ditanam dengan cahaya sedang, tetapi membutuhkan cahaya yang relatif tinggi untuk pertumbuhan dan warna yang optimal. Tanaman ini menyukai 35–50 PAR dari lampu full-spectrum (5000–7000 K). Di bawah cahaya terang yang cukup, daun hijaunya berubah menjadi merah muda kemerahan; di cahaya rendah tanaman tumbuh kurus dan berwarna hijau kekuningan.

Substrat: tanaman ini bisa bertahan di hampir semua jenis substrat, bahkan bisa hidup mengapung. Soil berbutir kecil memberi hasil terbaik, dengan tinggi tanaman, jumlah anakan, dan biomassa yang lebih baik dibanding pasir atau kerikil. Tanaman ini tumbuh subur di substrat kaya nutrisi seperti ADA Amazonia soil, Caribsea Eco-Complete, dan Seachem Flourite Black Sand. Jika memakai pasir atau kerikil, sesekali beri root tab.

CO2: setelah masa adaptasi, tanaman ini tumbuh baik tanpa injeksi CO2, tetapi tambahan CO2 memberi kerimbunan yang lebih baik, pertumbuhan lebih cepat, dan warna yang lebih bagus.

Menurut Aquarium Breeder

Catatan

Rotala rotundifolia adalah tanaman air menahun (perenial) yang berasal dari Asia Tenggara, famili Lythraceae (ordo Myrtales). Namanya berasal dari kata Latin yang berarti 'tanaman berdaun bulat'. Genus Rotala terdiri dari tanaman batang yang tumbuh cepat, banyak dipakai dalam aquascape karena warnanya, yang bervariasi dari hijau hingga merah atau merah muda kemerahan tergantung spesiesnya.

Tanaman ini memiliki bentuk emersed (di darat/di atas air) dan submersed (terendam) yang berbeda jelas. Pada bentuk emersed daunnya bulat dan lebih tebal, sedangkan pada bentuk submersed daunnya sempit, tipis, dan berbentuk lanset. Tingginya bisa mencapai 30 cm.

Ini adalah tanaman air amfibi, tropis dan subtropis dengan plastisitas fenotipe yang cukup besar; tumbuh sebagai tanaman air sejati di perairan dangkal, juga di habitat semi-akuatik atau darat. Tanaman ini terutama ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Jepang, Tiongkok, Taiwan, Laos, Vietnam, Thailand, dan India, tempat ia tumbuh sebagai gulma di sawah, lahan rendah, rawa, dan paya.

Tanaman ini juga telah masuk ke Amerika Serikat, dan dinyatakan invasif di beberapa wilayah. Pada 2007 tanaman ini dimasukkan sebagai spesies invasif Kategori Satu oleh Florida Exotic Pest Plant Council; kini tidak lagi tercantum sebagai ancaman potensial oleh negara bagian AS lainnya, tetapi diakui sebagai gulma invasif di Australia.

Batangnya lunak, bercabang membentuk rumpun rendah yang merambat, dan berwarna merah muda. Daunnya umumnya 2,5 cm atau kurang dan tumbuh berkelompok 2 atau 3 mengelilingi batang. Tanaman ini membentuk akar udara, dan batangnya berperilaku seperti stolon yang melengkung ke arah tanah. Bulir bunga kecil berwarna merah muda hanya muncul di pucuk yang berada di udara atau yang mencuat di atas air. Tanaman ini menyebar dengan cepat melalui potongan batang yang berakar di buku-buku bagian bawah, dan juga menghasilkan biji viabel yang berkecambah dalam kondisi yang mendukung.

Spesies terkait: Rotala indica (kadang disebut Rotala 'Bonsai') dulu sering tertukar dengan R. rotundifolia; ukurannya lebih kecil, dipakai di akuarium nano, daunnya lebih bulat dan lebih hijau, serta membutuhkan cahaya sedang dan tambahan CO2. Rotala macandra (giant rotala, King of the Reds) memiliki daun oval yang lebih lebar dengan tepi bergelombang, tumbuh hingga 40–50 cm, dan cukup menuntut: air asam, banyak zat besi, arus air, CO2, dan cahaya kuat. Rotala wallichii memiliki satu batang tak bercabang hingga 40–50 cm, dengan daun mirip jarum yang tersusun berkarang, panjang 10–12 mm dan lebar 1,25 mm.

Manfaat: cocok untuk aquascape gaya jungle; daunnya menyediakan permukaan luas bagi biofilm, pakan pertama yang ideal bagi burayak dan anakan udang yang baru menetas; menjadi tempat berlindung bagi ikan dan udang yang pemalu; menyerap kelebihan nutrisi dan nitrat; menambah oksigen di air; akarnya membantu memecah kantong anaerob (hidrogen sulfida, H2S, berbau seperti telur busuk dan bisa berbahaya bagi ikan dan udang); dapat mengakumulasi logam berat dan mungkin bisa dipakai dalam pengolahan air limbah; serta menghambat alga dengan mengalahkannya dalam berebut nutrisi. Spesies pemakan alga seperti udang Amano, siput nerite, dan otocinclus bisa ditambahkan untuk membantu.

Teman satu akuarium: cocok dengan sebagian besar ikan dan invertebrata air tawar karena tanaman ini tangguh dan tidak beracun: guppy, molly, platy pedang (swordtail), manfish (angelfish), loach (botia/clown loach, kuhli/coolie loach), discus, platy, tetra, zebra danio, otocinclus; semua udang Neocaridina dan Caridina, udang Amano, ghost, bamboo, dan vampire; siput seperti ramshorn, nerite, Malaysian trumpet, Japanese trapdoor, dan mystery snail (waspadai siput yang merusak tanaman). Hindari ikan agresif yang suka merusak tanaman, seperti oscar, Frontosa, Texas cichlid, red devil, dan Jack Dempsey. Jangan dipelihara bersama lobster air tawar atau kepiting, yang suka mencabut tanaman. Tanaman yang cocok dipadukan: Anubias nana, Anacharis, Java fern (pakis Jawa), dan water wisteria.

Membeli: harganya murah dan mudah ditemukan. Pilih tanaman tanpa potongan, lubang, atau sobekan di daun, dengan daun hijau cerah atau kemerahan serta batang dan akar yang sehat.

Karantina: tanaman ini bisa membawa parasit, hama seperti siput, atau predator (nimfa capung dan capung jarum, dll.), dan mungkin pernah diberi pestisida yang sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lainnya.

Menurut Aquarium Breeder