Satuan
Tampilan

Cichlidae, Peru

Apisto Cacatuoides

Apistogramma cacatuoides

Nama lain: Cockatoo cichlid, Apisto kakatua, Cockatoo dwarf cichlid, Apisto cacatua

Suhu
22–29°C
pH
5–6
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
22–29°C
pH
5–6
Ukuran
7,5 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 7,5 cm
  • AirSulitair asam · pH 5–6, 0–15 dGH
  • SuhuMudah22–29°C
  • PerilakuSedangagak agresif

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-29.

Info singkat

Cockatoo cichlid, Apistogramma cacatuoides, adalah cichlid kecil dari bagian hulu daerah aliran Sungai Amazon, mulai dari Sungai Ucayali di Peru hingga Solimões di Brasil. Ikan ini hidup di anak sungai berarus lambat, perairan tenang di tepi sungai (backwater), dan sungai-sungai kecil tempat serasah daun menumpuk. Banyak varian hasil perkawinan selektif (line breeding) seperti 'double red' dan 'orange flash' diperdagangkan. Ikan hasil penangkaran cocok untuk akuarium komunitas, sedangkan ikan tangkapan alam sebaiknya dipelihara sendiri atau bersama ikan dither berukuran kecil.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Akuarium dengan ukuran dasar 60 × 30 cm atau lebih sudah memadai untuk satu pasang, sedangkan satu kelompok memerlukan akuarium yang lebih besar. Volumenya sekitar 54 liter.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 22–29 °C
  • pH: Ikan hasil budidaya komersial relatif tidak rewel, tetapi beberapa populasi alam mungkin memerlukan nilai 5,0–6,0 agar bisa memijah.
  • Kesadahan: 0–15 dGH, sekali lagi sampai batas tertentu tergantung asal-usulnya.1

Bagaimana cara merawatnya?

Asalkan tersedia cukup tempat berlindung dan struktur, spesies ini tidak rewel soal dekorasi; pot keramik, potongan pipa plastik, dan bahan buatan lainnya semuanya berguna sebagai tambahan. Penataan yang tampak lebih alami bisa terdiri dari substrat pasir yang lembut dengan akar dan cabang kayu yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak tempat teduh dan gua. Penambahan serasah daun kering (daun beech, oak, atau ketapang semuanya cocok) akan semakin menonjolkan kesan alami, sekaligus memicu tumbuhnya koloni mikroba yang bermanfaat seiring proses pembusukan. Koloni ini dapat menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara sebagian besar populasi akan menyukai tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh daun yang membusuk. Daun bisa dibiarkan di akuarium hingga hancur sepenuhnya atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu. Jika memelihara populasi blackwater, kantong jaring berisi gambut (peat) yang aman untuk akuarium juga bisa dimasukkan ke dalam filter atau digantung di tepi akuarium. Disarankan pencahayaan yang cukup redup, dan tanaman air dari genus seperti Microsorum, Taxiphyllum, Cryptocoryne, dan Anubias adalah pilihan terbaik karena dapat tumbuh dalam kondisi seperti itu. Beberapa kelompok tanaman apung untuk lebih meredam cahaya juga bisa efektif. Filtrasi, atau setidaknya arus air, sebaiknya tidak terlalu kuat, dan pergantian air dalam volume sangat besar sebaiknya dihindari; ganti air 10–15% per minggu sudah memadai asalkan kepadatan ikan di akuarium rendah.1

Adult male of the 'double red' strain.
©

Diberi pakan apa?

Terutama karnivora dan tampaknya di alam sebagian besar memakan invertebrata yang hidup di dasar perairan (bentik). Di akuarium, pakan hidup dan beku seperti artemia, kutu air (Daphnia), dan larva chironomid (cacing darah) sebaiknya diberikan secara rutin, meskipun sebagian besar individu juga akan belajar menerima pakan kering, dengan pelet umumnya lebih disukai dibanding pakan serpihan.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Ikan hasil penangkaran adalah pilihan yang disarankan untuk akuarium komunitas umum. Ikan tangkapan alam sebaiknya dipelihara sendiri atau bersama ikan 'dither' berukuran kecil seperti Nannostomus spp., dan idealnya tidak dicampur dengan Apistogramma lain.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Ikan jantan berukuran lebih besar, lebih berwarna, dan siripnya tumbuh lebih panjang dibanding betina.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Ikan yang memijah di substrat, biasanya meletakkan telurnya di celah atau rongga di antara dekorasi. Betina bertanggung jawab merawat telur dan burayak setelah pemijahan, dan di akuarium yang lebih kecil, jantan mungkin perlu dipindahkan karena betina bisa menjadi sangat agresif.1

Wild adult male from Picuruyacu, Río Nanay drainage, Loreto Region, Peru; neutral mood.
©

Sebaran alami

Hidup alami di: Peru, Brasil1

Sungai, danau, wilayah: Amazon, Ucayali, Solimões1

Apa kata sumber
  • Peru, Brasil · Seriously Fish1: “The cockatoo cichlid, Apistogramma cacatuoides, is a small cichlid from the upper Amazon basin, from the Ucayali in Peru to the Solimões in Brazil.”
  • Amazon, Ucayali, Solimões · Seriously Fish1: “The species is currently considered widespread throughout much of the upper Amazon basin from the ríos Ucayali and Amazonas in Peru to the Solimões in western Brazil.”

GBIF punya 87 catatan di alam liar: 78 di negara-negara di atas, 9 di tempat lain (terbanyak: Kolombia 4, Ekuador 4, Suriname 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.

  • Catatan di negara asal
  • Kotak berisi keduanya
  • Catatan di tempat lain
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 87 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Lokalitas tipe awalnya keliru dicantumkan sebagai Paramaribo, Suriname, tetapi kemudian dikoreksi oleh Kullander menjadi "daerah aliran Sungai Amazon, antara 69°BB dan 71°BB". Saat ini spesies ini dianggap tersebar luas di sebagian besar bagian hulu daerah aliran Sungai Amazon, dari Río Ucayali dan Amazonas di Peru hingga Solimões di Brasil bagian barat. Beberapa populasi menunjukkan perbedaan pola warna yang cukup mencolok.1

Habitat alami

Cenderung menghuni anak sungai berarus lebih lambat, perairan tenang di tepi sungai (backwater), dan sungai-sungai kecil di area tempat serasah daun yang gugur menumpuk. Perairan ini bisa berupa air hitam (blackwater), air putih (whitewater, yaitu air yang berwarna keruh kecoklatan/berlumpur), atau air jernih (clearwater), tergantung lokasinya atau, dalam beberapa kasus, waktu dalam setahun.1

Catatan

Banyak varian hias dari spesies ini telah dikembangkan melalui perkawinan selektif (line breeding) untuk perdagangan ikan hias, dengan nama umum antara lain "sunset", "sunburst", "double red", "triple red", "gold", "white gold", "orange flash", dan "albino". Spesies ini juga diberi nomor 'A' A200 dalam sistem DATZ, sementara bentuk-bentuk kerabat yang mungkin masih satu spesies diberi nomor serupa, yaitu A201, A202, dan A203, tergantung lokasinya.

Genus Apistogramma termasuk genus cichlid Amerika Selatan dengan jumlah spesies terbanyak, dengan sekitar 70 spesies yang saat ini valid, tetapi masih banyak lagi yang menunggu dideskripsikan. Selain itu, banyak spesies memiliki dua atau lebih varian warna geografis yang di kemudian hari mungkin terbukti merupakan spesies tersendiri, mungkin juga tidak. Para penghobi cenderung memberi label pada ikan-ikan ini dengan data lokasi pengambilan bila tersedia, agar tidak tercampur dan untuk menghindari kemungkinan hibridisasi.

Spesies-spesies anggotanya juga telah dikelompokkan oleh para peneliti ke dalam serangkaian lineage, kompleks, dan grup spesies agar lebih mudah dibedakan. Daftar tersebut terus bertambah dengan ikan-ikan yang muncul di perdagangan ikan hias dan terus-menerus berubah. Grup A. cacatuoides, misalnya, termasuk dalam sublineage A. trifasciata dari lineage A. trifasciata yang lebih besar, bersama A. arua serta grup A. brevis, A. nijsseni, A. atahualpa, dan A. trifasciata.

Kullander (1998) melakukan studi filogenetik berbasis morfologi yang membagi famili neotropis Cichlidae menjadi enam subfamili, dan subfamili yang diduga sebagai Geophaginae berisi 16 genus yang terbagi ke dalam tiga 'tribus':

  • Acarichthyini - Acarichthys dan Guianacara.
  • Crenicaratini - Biotoecus, Crenicara, Dicrossus, dan Mazarunia.
  • Geophagini - Geophagus, Mikrogeophagus, grup 'Geophagus' brasiliensis, grup 'Geophagus' steindachneri, Gymnogeophagus, Satanoperca, Biotodoma, Apistogramma, Apistogrammoides, dan Taeniacara.

Studi molekuler selanjutnya oleh Farias et al. (1999, 2000, 2001) menghasilkan penambahan Crenicichla dan Teleocichla ke dalam Geophaginae, hasil yang didukung oleh López-Fernández et al. (2005) yang melakukan analisis molekuler paling rinci terhadap kelompok ini hingga saat itu, mencakup 16 dari 18 genus dan 30 spesies. Namun, kesimpulan mereka mengenai hubungan antargenus agak berbeda dari hipotesis sebelumnya dan dapat dirangkum dalam kelompok-kelompok yang didefinisikan secara longgar berikut ini:

  • hubungan kelompok bersaudara (sister group) yang dukungannya lemah antara Acarichthys dan Guianacara.
  • "klad Satanoperca" yang dukungannya kuat, terdiri dari Satanoperca, Apistogramma, Apistogrammoides, dan Taeniacara.
  • "klad besar" yang berisi Geophagus, Mikrogeophagus, grup 'Geophagus' brasiliensis, grup 'Geophagus' steindachneri, Gymnogeophagus, Biotodoma, Crenicara, dan Dicrossus.
  • "klad crenicarine" yang berisi Biotoecus dan Crenicichla.

Tidak ada perwakilan Teleocichla maupun Mazarunia yang disertakan dalam studi tersebut, tetapi Teleocichla sudah mapan sebagai kelompok bersaudara Crenicichla, sedangkan Mazarunia dalam penelitian-penelitian sebelumnya dikelompokkan berdekatan dengan Dicrossus dan Crenicara. Kesimpulan utama lain dari makalah tersebut adalah konfirmasi bahwa Geophaginae merupakan kelompok monofiletik yang menunjukkan tanda-tanda kuat telah mengalami radiasi adaptif yang cepat (diversifikasi suatu spesies atau satu tipe leluhur menjadi beberapa bentuk yang masing-masing terspesialisasi secara adaptif untuk relung lingkungan tertentu).1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Kullander, S. O. (1986). Cichlid fishes of the Amazon River drainage of Peru. Swedish Museum of Natural History, 1-431
  • Kullander, S. O. (2003). Cichlidae (Cichlids). In R.E. Reis, S.O. Kullander and C.J. Ferraris, Jr. (eds.) Checklist of the Freshwater Fishes of South and Central America. Porto Alegre, EDIPUCRS, Brasil
  • Römer, U. (2006). Cichlid Atlas Volume 2. Mergus Verlag GmBH, Melle, Germany. 1320 p.1