Osphronemidae, Indonesia
Betta renata
Betta renata
Nama lain: Cupang renata, Cupang alam renata, Betta liar renata
- Suhu
- 23–27°C
- pH
- 4–6
- Akuarium minimum
- 90 cm
- Tingkat kesulitan
- Sulit
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 23–27°C
- pH
- 4–6
- Ukuran
- 8,5 cm
- Akuarium minimum
- 90 cm
- Tingkat kesulitan
Sulit 6/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSedangakuarium mulai 90 cm, ikan sepanjang 8,5 cm
- AirSulitair asam, air lunak · pH 4–6, 0–5 dGH
- SuhuMudah23–27°C
Tingkat kesulitan 6/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-01.
Info singkat
Betta renata adalah ikan labirin pengeram mulut (mouthbrooder). Asalnya dari rawa gambut hutan di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau, Pulau Sumatera, Indonesia. Ikan ini termasuk kelompok B. waseri. Cara paling mudah mengenalinya adalah dari bercak gelap berbentuk ginjal yang batasnya jelas di bagian tenggorokan. Bercak ini selalu terpisah dari rahang bawah yang juga gelap. Habitat air hitamnya (blackwater) bisa ber-pH serendah 3,0 atau 4,0. Pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, ikan ini mungkin terpaksa bertahan hidup di tumpukan serasah daun yang lembap selama beberapa minggu.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Akuarium dengan ukuran alas 90 × 30 cm bisa menampung sepasang atau sekelompok kecil ikan ini. Volumenya sekitar 81 liter.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Ikan ini bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi lengkap, walaupun banyak breeder lebih suka tidak memakai substrat supaya perawatannya lebih mudah. Akar dan dahan kayu (driftwood) bisa dipakai dan ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk beberapa sudut yang teduh.
Kalau tidak menemukan driftwood dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech atau oak aman dipakai asalkan sudah benar-benar kering dan kulitnya dikupas. Pot tanah liat atau potongan pipa juga bisa ditambahkan sebagai tempat sembunyi tambahan.
Menambahkan serasah daun kering, misalnya daun beech, oak, atau ketapang yang semuanya cocok, bisa membuat suasananya makin alami. Selain menjadi tempat berlindung tambahan bagi ikan, daun-daun ini juga memicu tumbuhnya koloni mikroba selama proses pembusukan.
Koloni mikroba ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga untuk burayak, dan tanin serta zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk juga dianggap bermanfaat bagi ikan dari habitat air hitam.
Seperti anggota genus lainnya, spesies ini tampaknya paling cocok dengan pencahayaan yang agak redup. Tanaman air asal Asia yang tahan kondisi seperti itu bisa ditambahkan, misalnya Microsorum pteropus, Taxiphyllum barbieri, atau mungkin beberapa Cryptocoryne spp. yang ditanam dalam pot. Beberapa kelompok tanaman apung juga berguna untuk meredam cahaya yang masuk ke akuarium.
Karena di alam ikan ini hidup di perairan yang alirannya lambat, filternya jangan terlalu kuat. Filter spons bertenaga aerator yang disetel agar sirkulasinya pelan sudah cukup. Akuarium harus ditutup rapat dan jangan diisi air sampai penuh. Seperti semua Betta spp., ikan ini sesekali perlu mengakses lapisan udara lembap yang terbentuk di atas permukaan air, dan ikan ini juga jago melompat.1
Diberi pakan apa?
Di alam kemungkinan besar ikan ini memangsa serangga dan invertebrata kecil/zooplankton lainnya. Ikan di akuarium biasanya mau menerima pakan kering setelah mengenalinya sebagai makanan, tetapi tetap perlu rutin diberi banyak pakan hidup atau beku berukuran kecil seperti kutu air, artemia, atau cacing darah supaya warna dan kondisinya berkembang optimal.
Serangga kecil seperti jangkrik atau lalat buah Drosophila juga cocok. Sebaiknya serangga ini diberi makan pakan serpihan atau sejenis bahan nabati dulu sampai perutnya terisi sebelum diberikan ke ikan. Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan karena Betta spp. tampaknya sangat rentan mengalami obesitas.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Tidak disarankan untuk akuarium komunitas biasa karena alasan-alasan yang sudah disinggung di atas. Kebutuhan dan sifatnya membuat ikan ini paling baik dipelihara sendiri atau bersama spesies yang sangat damai, karena ikan yang jauh lebih besar atau lebih agresif kemungkinan akan mengintimidasinya dan mengalahkannya dalam berebut pakan. Beberapa jenis ikan cyprinid kecil dan loach yang di alam menghuni lingkungan serupa bisa dicampur dengannya.
Ikan ini bisa dipelihara berpasangan atau berkelompok, dan dalam kelompok akan memperlihatkan interaksi perilaku yang menarik.1
Teman satu akuarium
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan dewasa lebih berwarna, siripnya tumbuh lebih panjang, dan bentuk kepalanya lebih lebar dibanding betina.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Pengeram mulut oleh jantan (paternal mouthbrooder). Idealnya siapkan akuarium terpisah untuk pemijahan, kecuali kalau ikan ini memang sudah dipelihara sendiri, dan tata akuariumnya seperti yang dijelaskan di atas. Gunakan tutup yang serapat mungkin (sebagian breeder memakai plastik wrap supaya tidak ada celah), karena burayak membutuhkan lapisan udara hangat dan lembap. Tanpa lapisan udara ini, perkembangan organ labirinnya bisa terganggu.
Setelah masa pendekatan yang cukup lama, telur dan sperma dilepaskan saat "pelukan" yang khas pada osphronemid, yaitu ketika jantan melingkarkan tubuhnya ke tubuh betina. Mungkin diperlukan beberapa kali pelukan "pura-pura" sebelum pemijahan benar-benar dimulai.
Telur yang sudah dibuahi ditampung di sirip anal jantan, lalu dipungut dengan mulut oleh betina, kemudian disemburkan ke air untuk ditangkap oleh jantan. Setelah semua telur berada di mulut jantan, siklus ini diulang sampai telur betina habis. Proses ini bisa memakan waktu cukup lama.
Jantan yang sedang mengerami bisa menelan atau melepaskan telur terlalu dini kalau stres atau belum berpengalaman, jadi sebaiknya betina dan ikan lainnya dibiarkan tetap di tempatnya. Masa inkubasinya 17–20 hari. Di akhir masa ini jantan akan mulai melepaskan burayak yang sudah terbentuk sempurna dan bisa berenang bebas. Saat itu burayak bisa dipindahkan atau dibiarkan tumbuh bersama induknya, walaupun dalam kondisi kedua sebagian mungkin akan dimangsa.
Burayak sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup yang bergerak seperti microworm dan nauplii artemia. Namun perlu dicatat, ada laporan bahwa anakan Betta mengalami masalah kesehatan kalau diberi nauplii artemia dalam jumlah berlebihan. Berikan berbagai jenis pakan dalam jumlah sedikit 2–3 kali sehari agar pertumbuhannya optimal. Jangan mengganti air terlalu banyak sekaligus; ganti air dalam jumlah kecil secara rutin lebih baik daripada ganti air dalam jumlah besar tetapi jarang-jarang.1
Sebaran alami
Apa kata sumber
- Indonesia · Seriously Fish1: “Betta renata is a mouthbrooding labyrinth fish from forest peat swamps in Jambi, South Sumatra and Riau provinces on Sumatra, Indonesia.”
- Sumatra · Seriously Fish1: “The type specimens were collected close to the settlement of Rantau Panjang in Jambi province on the island of Sumatra, Indonesia.”
- Indragiri · Seriously Fish1: “Other collections have occurred near the villages of Pematang Lumut and Bertam in Jambi, in the regency of Lahat in South Sumatra (also known as Sumatera Selatan) province and further north from the river Indragiri basin in Riau province.”
GBIF punya 1 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.
- Catatan di negara asal
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 1 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Spesimen tipenya dikoleksi di dekat permukiman Rantau Panjang, Provinsi Jambi, Pulau Sumatera, Indonesia. Koleksi lain pernah dilakukan di dekat Desa Pematang Lumut dan Bertam di Jambi, di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, dan lebih ke utara lagi di daerah aliran Sungai Indragiri, Provinsi Riau.1
Habitat alami
Sejauh ini hanya diketahui hidup di rawa gambut hutan dan sungai-sungai kecil air hitam di sekitarnya. Biotop purba ini biasanya ada di kawasan hutan hujan. Kanopi dahan di atasnya sangat rapat sehingga hanya sedikit cahaya yang bisa menembus permukaan air, dan vegetasi di tepi airnya juga cenderung tumbuh lebat.
Airnya biasanya berwarna gelap karena asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk. Kandungan mineral terlarutnya umumnya sangat kecil dan pH-nya bisa serendah 3,0 atau 4,0.
Dasarnya biasanya tertutup daun-daun gugur, ranting, dan akar pohon yang terendam. Pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, ikan ini mungkin terpaksa bertahan hidup di dalam serasah daun yang lembap selama beberapa minggu karena genangan air tidak selalu ada sepanjang tahun.1
Catatan
Spesies ini termasuk dalam kelompok/kompleks Betta waseri, yaitu kumpulan spesies yang berkerabat dekat di dalam genus ini. Secara tidak resmi, kelompok ini juga mencakup beberapa spesies yang kemungkinan baru, seperti B. sp. 'Medas'.
Anggota kelompok ini memiliki kombinasi ciri berikut: warna dasar tubuh kuning tanah liat; sisik operkulum (tutup insang) berwarna emas berkilau pada jantan dewasa semua spesies kecuali B. tomi; tenggorokan dengan tanda hitam yang pada beberapa spesies menyatu dengan rahang bawah yang hitam; tidak ada garis di dagu.
Cara paling mudah untuk membedakan spesies-spesies ini adalah dengan melihat tanda di tenggorokan, yang berbeda-beda tergantung spesiesnya. Pada B. renata, tanda ini berupa bercak gelap berbentuk ginjal yang batasnya jelas di tenggorokan dan selalu terpisah dari rahang bawah yang warnanya serupa.
Spesies ini juga bisa dibedakan dari anggota kelompok lainnya berdasarkan kumpulan ciri berikut: adanya tanda berbentuk ginjal di tenggorokan; garis-garis vertikal samar pada membran di antara jari-jari sirip punggung dan sirip ekor; tidak ada pita gelap di tepi luar sirip anal; tepi bawah operkulum berwarna hitam.
Genus Betta adalah genus dengan jumlah spesies terbanyak di famili Osphronemidae, dengan hampir 70 anggota yang diakui. Jumlahnya tampaknya masih akan terus bertambah karena spesies baru terus dideskripsikan secara rutin sejak awal abad ini.
Spesies-spesies anggotanya berhasil beradaptasi dengan berbagai relung ekologi, mulai dari parit berair diam sampai sungai perbukitan yang berarus, termasuk beberapa lingkungan ekstrem seperti hutan rawa gambut yang sangat asam.
Pembagian anggota genus ini ke dalam sejumlah kelompok yang berisi spesies-spesies berkerabat dekat kini umumnya sudah diterima, tetapi sebagian besar masih didasarkan pada ciri morfologi/perilaku. Karena itu masih diperlukan kajian filogenetik molekuler, yang pasti akan berguna untuk menentukan hubungan kekerabatan ikan-ikan ini dengan lebih tepat.
Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut labirin. Nama ini diberikan karena strukturnya yang mirip labirin. Organ ini memungkinkan ikan menghirup udara langsung dari atmosfer sampai batas tertentu.
Organ ini terdiri dari sepasang organ suprabranchial yang terbentuk dari pelebaran bagian epibranchial (atas) lengkung insang pertama dan terletak di dalam rongga di atas insang. Di dalamnya terdapat banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah dan berfungsi sebagai permukaan pernapasan yang luas. Tingkat kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang hidup di lingkungan yang lebih keras.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The labyrinth fishes (Teleostei: Anabantoidei, Channoidei) of Sumatra, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 115-138
- Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 43-99
- Tan, H. H. (1998). Description of two new species of the Betta waseri group (Teleostei: Osphronemidae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 8(3), 281-287
- Schindler, I. and J. Schmidt (2006). Review of the mouthbrooding Betta (Teleostei, Osphronemidae) from Thailand, with descriptions of two new species. Zeitschrift für Fischkunde 8(1/2), 47-69
- Witte, K.-E. and J. Schmidt (1992). Betta brownorum, a new species of anabantoids (Teleostei: Belontiidae) from northwestern Borneo, with a key to the genus. Ichthyological Exploration of Freshwaters 2(4), 305-3301
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Betta renata? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.