Palaemonidae, Komoro
Clear cleaner shrimp
Urocaridella antonbruunii
Nama lain: Bruun's cleaner shrimp, Spotted cleaner shrimp, False anemone shrimp, Jelly cleaner shrimp, Floating shrimp
- Suhu
- 24–27°C
- pH
- 8–8,4
- Akuarium minimum
- belum ada
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 24–27°C
- pH
- 8–8,4
- Kesadahan (dGH)
- 8–12
- Ukuran
- 4 cm
- Umur hidup
- 3 tahun
- Tingkat kesulitan
Mudah 3/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahikan sepanjang 4 cm
- AirSedangair basa, rentang pH sempit · pH 8–8,4, 8–12 dGH
- SuhuSedangrentang suhu sempit · 24–27°C
- PerilakuMudahdamai
Tingkat kesulitan 3/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Aquarium Breeder
- pH
- Aquarium Breeder
- Kesadahan (dGH)
- Aquarium Breeder
- Ukuran
- Aquarium Breeder
- Umur hidup
- Aquarium Breeder
- Tingkat kesulitan
- Aquarium Breeder
Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Breeder. Diperbarui 2026-11-03.
Info singkat
- Nama lain: Bruun's cleaner shrimp, False anemone shrimp, Clear cleaner shrimp, Floating shrimp, Red arrow cleaning shrimp, Rock shrimp, Spotted cleaner shrimp, Jelly cleaner shrimp
- Ukuran akuarium minimum: sekitar 40 liter
- Pemijahan: sulit
- Salinitas: SG 1,023–1,025
- KH: 8–12
- Nitrat: kurang dari 20 ppm
- Pakan: omnivora / karnivora
- Sifat: damai
- Warna: transparan dengan bintik-bintik kecil putih dan merah1
Butuh akuarium seberapa besar?
Karena ukurannya kecil, tidak ada syarat minimum yang ketat. Akuarium laut 40 liter pun sudah cukup untuk beberapa ekor udang cleaner merah-putih. Akuarium yang lebih besar lebih baik untuk kestabilan kimia air, tetapi udang kecil ini bisa "tenggelam" (jarang terlihat) di akuarium besar kecuali dipelihara dalam jumlah banyak.1
Kondisi air seperti apa?
- Suhu: 24–27 °C
- pH: 8,0–8,4
- Salinitas: SG 1,023–1,025
- Kesadahan: 8–12 dKH
- Kalsium: 400–450 ppm adalah kadar optimal, tetapi boleh sedikit lebih rendah atau lebih tinggi
- Nitrat: kurang dari 20 ppm
Sebisa mungkin hindari aliran air yang deras: di alam, udang ini hidup di tempat dengan arus yang sangat lambat, dan gejolak permukaan yang kuat membuatnya tidak nyaman dan stres.1
Bagaimana cara merawatnya?
Urocaridella antonbruunii termasuk spesies yang relatif tangguh. Memeliharanya di akuarium laut tidak rumit karena tidak membutuhkan kualitas air yang khusus. Udang ini sebaiknya dipelihara dalam kondisi yang cocok untuk akuarium laut pada umumnya.
Sebagian besar merupakan hasil tangkapan alam dan sering tiba di toko ikan hias dalam kondisi buruk. Sebelum dimasukkan ke akuarium, setidaknya lakukan aklimatisasi suhu. Beri waktu untuk beradaptasi dan jangan terburu-buru, karena perubahan mendadak bisa membahayakan udang.1
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Pencahayaan: udang ini sebenarnya tidak terlalu membutuhkan cahaya, jadi pencahayaan bisa disesuaikan dengan kebutuhan karang dan ikan di akuarium.
Substrat: udang ini tidak suka menggali dan tidak punya preferensi substrat tertentu.
Dekorasi: dekorasi berperan penting sebagai tempat bersembunyi (perlindungan dan pengamanan) serta untuk mengurangi stres. Hal ini juga sangat penting saat udang berganti kulit (moulting). Di akuarium komunitas sebaiknya tersedia banyak area gelap untuk bersembunyi, yang dibuat dari batu, pipa PVC, terowongan plastik, tanaman tiruan, dan sebagainya.1
Diberi pakan apa?
Udang laut ini adalah omnivora oportunis yang sangat menyukai pakan berprotein tinggi (seperti kopepoda dan mikroorganisme kecil). Di alam, udang ini memiliki hubungan simbiosis pembersih dengan ikan: ia membersihkan ektoparasit, lendir, sisik, atau jaringan yang sakit, yang kemudian dimakannya sebagai bagian dari pakannya.
Udang ini paling baik diberi pakan tenggelam dan mau menerima berbagai jenis pakan ikan, udang, atau anemon laut. Tidak perlu diberi makan secara langsung. Pelet, pakan serpihan, dan pakan gel apa pun yang mengandung nutrisi hewani bisa digunakan. Pakan daging dengan kandungan lemak lebih tinggi dapat mempercepat pertumbuhan, tetapi berisiko menimbulkan masalah kualitas air.
Jangan menganggap udang cleaner merah-putih sekadar pemakan sisa yang bisa bertahan hidup dari sisa pakan ikan komunitas, atau sebagai "petugas kebersihan" akuarium. Jika ada sisa pakan di akuarium, berarti pemberian pakan terlalu banyak; solusinya adalah mengurangi pakan.
Pakan yang disukai:
- artemia,
- kopepoda,
- kerang,
- udang mysis,
- plankton,
- pakan serpihan,
- pakan beku,
- potongan kecil ikan atau udang.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Urocaridella antonbruunii tidak agresif dan dapat hidup damai bersama penghuni lain. Udang ini sama sekali tidak berbahaya di akuarium komunitas.
Seperti kebanyakan udang, spesies ini sangat sosial dan cenderung berkumpul dalam kelompok besar, kemungkinan karena ukurannya yang kecil dan kemampuan bertahannya yang terbatas. Semakin besar koloninya, semakin aman perasaan udang dan semakin percaya diri tingkahnya, sehingga lebih sering keluar dari persembunyian. Udang ini pemalu dan mudah kaget, terutama dalam kelompok kecil, dan tidak suka disentuh atau dipegang.
Udang ini dikenal sebagai udang cleaner karena memakan parasit eksternal pada ikan, meskipun tidak seefektif misalnya Lysmata amboinensis.
Udang ini banyak berenang. Pleopoda (kaki renang)-nya cukup kuat sehingga udang bisa diam melayang di kolom air terbuka, dan saat berenang kaki jalannya menggantung lemas di bawah perut.
Menurut penelitian, di alam udang ini aktif baik siang maupun malam. Di akuarium, udang ini sebagian besar aktif di malam hari (nokturnal): aktivitasnya dimulai saat matahari terbenam dan berangsur berhenti sebelum matahari terbit. Ini perilaku normal, yang di alam terutama berkaitan dengan menghindari predator yang berburu dengan penglihatan saat mencari makan.
- Sosial: ya
- Aktif: malam hari
- Damai: ya
Aman untuk akuarium reef: umumnya ya. Udang ini seharusnya tidak menimbulkan masalah di akuarium reef dan tidak akan merusak karang jika tidak kelaparan.
Teman setangki: idealnya akuarium khusus spesies ini, tetapi udang ini bisa dipelihara bersama ikan lain asalkan dipilih dengan hati-hati. Hindari pemakan yang agresif dan predator besar (seperti triggerfish, wrasse, hawkfish, angelfish, dan sebagainya). Udang ini akur dengan sesamanya, jadi memelihara dalam kelompok tidak masalah. Udang ini juga bisa hidup damai bersama beberapa jenis udang lain (misalnya peppermint shrimp, Lysmata debelius, Lysmata amboinensis, saron shrimp, bumblebee shrimp) dan siput (siput cerith, siput bumblebee, siput conch, siput nassarius, dan sebagainya). Jangan dipelihara bersama sebagian besar kepiting (misalnya kepiting Sally Lightfoot, arrow crab, emerald crab) atau spesies udang yang agresif (coral banded shrimp, harlequin shrimp, dan sebagainya).1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
- Udang yang lebih besar semuanya betina. Jantan berukuran lebih kecil.
- Karena betina mengerami telur, bagian bawah (perut) betina lebih lebar dan melengkung ke bawah untuk melindungi telur. Jantan lebih ramping.
- Betina memiliki pleopoda yang lebih panjang karena mengerami telur.
- Adanya sadel (saddle) atau telur; karena tubuhnya transparan, sadel sangat mudah terlihat.
- Ada atau tidaknya appendix masculina pada pleopoda kedua.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Urocaridella antonbruunii mungkin saja dipijahkan di akuarium rumahan, meskipun sangat sulit. Sejauh ini baru ada sedikit laporan pemijahan yang berhasil, sehingga perdagangannya sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan alam. Hanya sedikit yang diketahui tentang tahap larva, pascalarva, dan juvenil.
Perkawinan: siklus hidup dimulai dengan perkawinan, proses yang sangat singkat (beberapa detik). Betina berganti kulit sebelum kawin dan melepaskan zat kimia ke air untuk menarik jantan, sebagai tanda bahwa betina siap memijah. Udang menjadi dewasa ketika karapasnya berukuran sekitar 5,2 mm.
Pematangan ovarium umumnya terjadi jika pasangan yang sudah kawin dipelihara dalam kondisi stabil. Pakan pematangan terbukti memengaruhi fekunditas dan kualitas anakan. Praktik umum dalam budidaya udang adalah menggunakan pakan beku segar yang dilengkapi pakan buatan. Pakan tersebut antara lain cumi, kerang, cacing polikaeta, dan biomassa artemia, sedangkan pakan buatan hanya digunakan sebagai pelengkap.
Telur: rata-rata jumlah larva per angkatan sekitar 123 ± 23. Fekunditas meningkat seiring panjang tubuh betina.
Penetasan: larva umumnya dihasilkan setelah 5 sampai 6 minggu. Penting untuk menyediakan pakan yang cukup bagi larva segera setelah menetas untuk menghindari dampak kelaparan dini. Masalah utama budidaya komersial udang hias adalah perkembangan larva yang lama dan tingkat kelangsungan hidup yang rendah.1
Di mana habitat aslinya?
Urocaridella antonbruunii awalnya dideskripsikan dari Kepulauan Komoro. Saat ini spesies ini tersebar di perairan tropis di seluruh kawasan Indo-Pasifik Barat, misalnya Kenya, Australia, Kaledonia Baru, Jepang, Hawaii, Kepulauan Komoro, Indonesia, Great Barrier Reef, Kepulauan Palau, Dzaoudzi, Pulau Pamanzi, Seychelles, dan Laut Cina Selatan.1
Habitat alami
Udang cleaner merah-putih ini umumnya ditemukan di perairan terumbu karang tropis yang dangkal dan di celah-celah karang pada kedalaman 1–12 m. Di beberapa wilayah udang ini pernah teramati lebih dalam, misalnya 20 m di Kepulauan Komoro, 26 m di Indonesia, bahkan 60 m di Cina Selatan.
Di alam, udang ini hidup bebas dan ditemukan di berbagai jenis substrat (pantai berbatu, terumbu berdasar keras, spons tabung, dan lain-lain), yang menunjukkan bahwa tubuhnya yang transparan tidak terlalu berkaitan dengan tipe habitat tertentu. Udang ini menghuni perairan dangkal dengan arus yang sangat lambat.1
Catatan
Urocaridella antonbruunii dideskripsikan oleh ahli biologi laut Alexander James Bruce pada tahun 1967. Nama spesiesnya diberikan untuk menghormati Dr. Anton Frederik Bruun atas kontribusinya yang luar biasa bagi oseanografi internasional. Nama genus Urocaridella berasal dari bahasa Yunani 'oura' yang berarti 'ekor' dan bahasa Latin 'carid' yang berarti 'krustasea' laut.
Secara umum, penampilan spesies ini mirip dengan udang dari genus Ancylomenes, baik dari tubuhnya yang transparan maupun pola warnanya. Namun, berbeda dengan udang-udang tersebut, spesies ini tidak berasosiasi dengan anemon laut, karena itulah dinamakan False anemone shrimp. Secara morfologi, spesies ini paling dekat dengan Urocaridella urocaridella, Urocaridella cyrtorhyncha, Urocaridella pulchella, dan Urocaridella arabianensis. Untuk membedakan spesies-spesies ini, para ilmuwan terutama membandingkan rasio rostrum dan karapas, panjang jari dan karpus pada pereiopoda, ada atau tidaknya palpus mandibula, serta struktur bagian posterodorsal ruas perut ke-3, bukan hanya pola warnanya.
Deskripsi: udang laut kecil yang di akuarium mencapai ukuran maksimum sekitar 3,5–4 cm (umumnya bahkan sedikit kurang dari 3 cm).
- Tubuhnya ramping dan transparan dengan bintik-bintik kecil putih dan merah yang tersebar di karapas dan perut. Karena tubuhnya tembus pandang, lambung, kelenjar pencernaan, dan ovarium (berwarna oranye atau hijau muda tergantung perkembangan vitelogenesis) mudah terlihat.
- Rostrum putih-merah yang sangat panjang dan menekuk ke atas, dengan bercak merah dan putih di ujungnya.
- Punuk yang khas pada tubuh. Punuk pada somit perut ketiga memiliki dua garis merah dan satu garis putih (sering terputus-putus).
- Pita merah dan putih terdapat di sepanjang kaki jalan (pereiopoda) pertama dan kedua. Pasangan capit pertama lebih kecil daripada yang kedua. Tiga kaki jalan terakhir memiliki pita merah dan putih dengan bintik merah dan putih di ruas-ruas pangkalnya.
- Matanya tembus pandang, bertangkai, besar, dan menonjol.
- Antena dan antenula panjang berwarna merah dengan beberapa bintik putih di pangkalnya.
- Kaki jalannya panjang, ramping, dan semi-transparan dengan pita putih dan merah.
- Pleopoda (kaki renang) hampir transparan dengan bintik merah dan putih pada basipodanya.
- Di pangkal telson mungkin terdapat pita merah atau putih, diikuti 2 atau 3 bintik putih besar.
Udang yang kecil warnanya lebih pucat dibanding yang besar.
Umur: belum ada data tentang umur maksimum di alam. Di akuarium, dengan perawatan yang tepat, udang ini bisa berkembang biak dan hidup hingga 2–3 tahun.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Bos, Arthur R., and Charles HJM Fransen. “Nocturnal cleaning of sleeping rabbitfish, Siganuscanaliculatus, by the cleaner shrimp, Urocaridella Antonbruunii (Decapoda, Palaemonidae).” Crustaceana 91, no. 2 (2018): 239-241.
- LAL, MAR. “New record of Urocaridella Antonbruunii (Bruce, 1967) from Southern India with taxonomic Keys of UrocaridellaBorradaile, 1915 (Decapoda; Palaemonidae).” Zootaxa 5138, no. 5 (2022): 563-574.
- Calado, Ricardo, AntónioVitorino, Gisela Dionísio, and Maria Teresa Dinis. “A recirculated maturation system for marine ornamental decapods.” Aquaculture 263, no. 1-4 (2007): 68-74.
- Prakash, Sanjeevi, and J. Antonio Baeza. “A new species of shrimp of the genus UrocaridellaBorradaile, 1915 (Decapoda: Caridea: Palaemonidae) from Papua New Guinea.” JournalofCrustaceanBiology 38, no. 2 (2018): 206-214.
- Vaughan, David B., Alexandra S. Grutter, and Kate S. Hutson. “Cleaner shrimp are a sustainable option to treat parasitic disease in farmed fish.” ScientificReports 8, no. 1 (2018): 1-10.
- Becker, Justine HA, Lynda M. Curtis, and Alexandra S. Grutter. “Cleaner shrimp use a rocking dance to advertise cleaning service to clients.” CurrentBiology 15, no. 8 (2005): 760-764.
- Li, Xinzheng, Alexander J. Bruce, and Raymond B. Manning. “Some palaemonid shrimps (Crustacea: Decapoda) from northern South China Sea, with descriptions of two new species.” TheRafflesBulletinofZoology 52, no. 2 (2004): 513-553.
- Vaughan, D.B., Grutter, A.S., Costello, M.J. and Hutson, K.S., 2017. Cleaner fishes and shrimp diversity and a re‐evaluation of cleaning symbioses. FishandFisheries, 18(4), pp.698-716.
- Bruce, Alexander J. “Crustacea Decapoda: palaemonoid shrimps from the Indo-West Pacific region mainly from New Caledonia.” Résultatsdescampagnes MUSORSTOM 15 (1996): 197-267.
- Fransen, C. H. J. M. “Marine palaemonoid shrimps of the Netherlands Seychelles Expedition 1992-1993.” Zoologische Verhandelingen 297, no. 4 (1994): 85-152.
- Bruce, A.J., 1967b. Notes on some Indo-Pacific Pontoniinae III-IX. Descriptions of some new genera and species from the western Indian Ocean and the South China Sea.— Zoologische Verhandelingen 87: 1-73.1
Video
A few too many Clear Cleaner Shrimps (Urocaridella antonbruunii)0:37, EN
Clear Cleaner Shrimp (Urocaridella antonbruunii)0:28, EN
Shrimp Surgery - Removing a Parasitic Isopod from an Urocaridella antonbruunii Cleaner Shrimp10:27, EN
A Clear Cleaner Shrimp (U. antonbruunii) on a Yellowmouth Moray Eel's (G. nudivomer) chin0:24, EN
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Clear cleaner shrimp? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.