Satuan
Tampilan

Lysmatidae, Sri Lanka

Fire Shrimp

Lysmata debelius

Nama lain: Blood Shrimp, Udang Darah, Udang Api, Scarlet Cleaner Shrimp, Cardinal Cleaner Shrimp

Suhu
25–28°C
pH
8,1–8,4
Akuarium minimum
belum ada
Tingkat kesulitan
Mudah

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
25–28°C
pH
8,1–8,4
Ukuran
6 cm
Umur hidup
1,5–3 tahun
Tingkat kesulitan
Mudah 3/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahikan sepanjang 6 cm
  • AirSedangair basa, rentang pH sempit · pH 8,1–8,4
  • SuhuSedangrentang suhu sempit · 25–28°C
  • PerilakuMudahdamai

Tingkat kesulitan 3/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Aquarium Breeder
pH
  • Aquarium Breeder
Ukuran
  • Aquarium Breeder
Umur hidup
  • Aquarium Breeder
Tingkat kesulitan
  • Aquarium Breeder

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Breeder. Diperbarui 2026-11-04.

Info singkat

  • Nama lain: Red Fire shrimp, Fire shrimp, Blood shrimp, Cardinal cleaner shrimp, Scarlet cleaner shrimp, Taiwan Fire Red shrimp
  • Ukuran akuarium minimal: 60 liter
  • Pemijahan: sulit
  • Jenis air: SG 1,023–1,025
  • KH: 8–12
  • Nitrat: kurang dari 20 ppm
  • Pakan: pemakan alga/omnivora
  • Sifat: damai
  • Warna: merah pekat dengan bintik putih1

Butuh akuarium seberapa besar?

Karena ukuran tubuh dan sifat teritorialnya, ukuran akuarium minimal untuk satu ekor udang adalah 60 liter. Akuarium yang lebih besar dengan struktur karang yang besar lebih disarankan. Kalau memelihara sepasang yang tidak akur, akuarium 110 liter pun bisa jadi terlalu kecil.1

Kondisi air seperti apa?

Ini adalah spesies air laut (SG 1,023–1,025). Jaga pH pada 8,1–8,4 dan suhu pada 25–28 °C. Udang ini sensitif terhadap amonia dan nitrit, jadi siklus nitrogen di akuarium harus sudah selesai sepenuhnya sebelum udang dimasukkan, dan udang harus diaklimatisasi.1

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Udang ini lebih suka pencahayaan yang redup. Karena pemalu, mereka butuh struktur batuan atau tempat berlindung serupa untuk bersembunyi.1

Diberi pakan apa?

Pemberian pakannya mudah karena udang ini memakan berbagai macam pakan. Mereka memakan sisik dan kulit yang mereka bersihkan dari ikan lain. Mereka juga mau menerima kopepoda hidup atau beku, pelet, pakan serpihan, dan pakan ikan lainnya. Selama ikan-ikan lain diberi makan, udang ini tidak perlu diberi pakan secara khusus.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Red Fire shrimp bersifat pemalu dan nokturnal, jadi jarang terlihat di siang hari dan cenderung keluar mencari makan di malam hari. Seiring waktu, mereka bisa terbiasa dengan pemiliknya dan lebih sering keluar di siang hari.

Udang ini dikenal sebagai cleaner shrimp karena mereka mematuki sisik dan kulit mati serta membersihkan ektoparasit dari ikan lain. Banyak yang membuat "stasiun pembersihan" sendiri. Di alam, mereka hidup berdampingan dengan ikan, terutama kerapu dan belut moray raksasa (Gymnothorax spp.), di celah-celah antara batu-batu besar. Beberapa laporan menyebutkan bahwa di akuarium mereka bisa jadi malas bila diberi banyak makanan.

Biasanya mereka ditemukan berpasangan. Udang ini teritorial dan bisa cukup agresif terhadap sesamanya; perkelahian bisa berakhir dengan kaki dan antena yang putus. Agresi antarudang cukup sering terjadi, jadi sebaiknya hanya pelihara satu ekor per akuarium.

Umumnya mereka akur dengan sebagian besar ikan dan udang lain, tetapi ikan besar seperti flame cardinalfish berukuran besar akan memangsanya bulat-bulat. Udang ini juga tidak cocok dicampur dengan triggerfish, buntal, hawkfish yang lebih besar, wrasse yang lebih besar, moray, dan lionfish. Beberapa penghobi melaporkan bahwa udang ini bisa mematuki polip kecil seperti zoanthid dan karang SPS tertentu, jadi karang yang mahal sebaiknya tidak disatukan. Banyak individu belajar mengenali pemiliknya, keluar untuk "menyambut", bahkan mau makan dari tangan.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Tidak ada dimorfisme seksual. Udang ini merupakan hermafrodit simultan: satu individu memiliki jaringan reproduksi betina sekaligus jantan dan bisa berperan sebagai jenis kelamin mana pun dalam satu kali pemijahan. Awalnya semua udang hanya memiliki organ jantan, lalu organ betina berkembang seiring kedewasaannya. Mereka tidak bisa membuahi diri sendiri.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Dua individu mana pun bisa dipasangkan. Menurut penelitian, mereka menjadi dewasa sepenuhnya pada ukuran 2 cm.

Akuarium larva

  • Suhu air 28–30 °C
  • Salinitas 30–37 ppt
  • pH 7,7–8,5
  • Nitrat di bawah 40 mg/L
  • Amonia di bawah 0,8 mg/L

Akuarium terpisah untuk larva sangat disarankan. Jangan gunakan batu aerasi atau filter bawah pasir (undergravel), karena larva tidak bisa mengendalikan gerakannya dan batu aerasi sering menyebabkan kematian larva yang tinggi.

Pemijahan dan perkembangan

Jumlah larva per induk bervariasi antara 600–1100 dalam satu percobaan dan 1350–1900 dalam percobaan lain, dan jumlahnya meningkat seiring bobot induk. Induk betina membawa telur selama seluruh masa inkubasi (12–16 hari tergantung suhu) dan biasanya melepaskan larva pada malam hari. Kaki renang (swimmeret) udang yang sedang membawa telur tampak lebih gelap daripada ruas-ruas perut di atasnya.

Zoea yang baru menetas sangat fototrofik dan berukuran sekitar 1–2 mm. Mereka biasanya berenang dengan telson di depan dan posisi terbalik. Dalam 2 hari mereka berganti kulit ke tahap larva ke-2 (ada 6 tahap), dengan ukuran 2–3 mm. Pada umur 7–8 hari ukurannya mencapai 3–4 mm. Larva berubah menjadi udang dewasa mini 50–90 hari setelah menetas, dengan panjang rata-rata 1 cm. Dalam percobaan lain, masa larva berlangsung 75–158 hari. Tingkat kelangsungan hidupnya rendah, 9–18%.

Pakan larva

Larva butuh pakan yang sesuai segera setelah menetas. Tanpa pakan dalam 6 jam pertama, warnanya memudar, berenangnya berkurang, dan bisa mati dalam 24 jam; pemberian pakan setelahnya biasanya tidak bisa memulihkan dampak kelaparan di awal tersebut.

  • Hari 1–4: campuran diatom (Chaetoceros gracillis), naupli artemia, mikroalga (Rhinomonas reticulata, Skeletonema costata, Tetraselmis chuii, Chlorella vulgaris), rotifer, dan Marine Cuisine. Mikroalga saja tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan atau kelangsungan hidup.
  • Hari 5–12: tambahkan naupli artemia yang baru menetas dan sudah diperkaya dengan Chlorella vulgaris.
  • Dari hari ke-13 hingga metamorfosis: tambahkan sotong yang dihaluskan dan kopepoda hidup dengan kepadatan 0,2 mangsa/mL.1

Di mana habitat aslinya?

Red Fire shrimp berasal dari perairan Sri Lanka, Bali (Indonesia) dan Filipina, tempat udang ini hidup di perairan dalam (10–28 m). Spesies ini dideskripsikan pada tahun 1983 dan dinamai menurut Helmut Debelius.1

Catatan

Red Fire shrimp memiliki warna merah yang sangat pekat dan cerah dengan bintik putih di bagian tubuh tertentu, serta antena dan kaki berwarna putih. Ukurannya mencapai 4–6 cm dan biasanya hidup sekitar 1,5–3 tahun.

Seperti semua invertebrata, udang ini butuh kalsium dan mineral renik yang cukup untuk berganti kulit. Saat udang berganti kulit, kulit lamanya (eksoskeleton) jangan dibuang, karena mengandung kalsium dan unsur mikro lainnya dan nantinya akan dimakan oleh udang. Kebanyakan ahli tidak menyarankan penambahan yodium ke dalam air.

Spesies ini masih sebagian besar merupakan hasil tangkapan alam: lebih dari 90% spesimen yang diperdagangkan diambil dari terumbu karang, yang turut menyebabkan statusnya terancam punah. Protokol penangkaran dan pemeliharaan larvanya sedang dikembangkan.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Aquarium Breeder aquariumbreeder.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  1. Lysmata debelius new species, a new hippolytid shrimp from the Philippines by A.J. BRUCE. 1983
  2. Feeding early larval stages of fire shrimp Lysmata debelius (Caridea, Hippolytidae). Aquaculture International 10: 349–360, 2002.
  3. Captive breeding of fire shrimp (Lysmata debelius) under Sri Lankan conditions. Tropical Agricultural Research Vol. 28 (1): 88 – 99 (2016)
  4. Captive rearing of Fire shrimp (Lysmata debelius). By Mattew R., Palmtag and G.J.Holt
  5. Broodstock and Larval Nutrition of Marine Ornamental Shrimp. By Junda Lin, Dong Zhang, Andrew L Rhyne. Published 2002
  6. Importance of light and larval morphology in starvation resistance and feeding ability of newly hatched marine ornamental shrimps Lysmata spp. (Decapoda: Hippolytidae). Aquaculture 283 (2008) 56–63.
  7. Tziouveli, Vasiliki (2011) Broodstock conditioning and larval rearing of the marine ornamental white-striped cleaner shrimp, Lysmata amboinensis (de Man, 1888). PhD thesis, James Cook University.1

Video

  • Fire cleaner shrimplet raising setup - Lysmata debelius at 12 days0:17, EN

  • HOW TO KEEP A BLOOD SHRIMP (Lysmata debelius)2:20, EN

  • Scarlet blood shrimp (Lysmata debelius)1:01, EN

  • Fire Shrimp (Lysmata debelius) having a snack #fish #aquarium #shrimp #reeftank #reef #nanoreef0:22, EN