Tetraodontidae, India
Dichotomyctere fluviatilis
Dichotomyctere fluviatilis
Butuh air payau: air tawar yang dicampur garam laut.
Nama lain: Buntal Hijau, Green Puffer, Green Pufferfish, Buntal Air Payau, Tetraodon fluviatilis
- Suhu
- 24–28°C
- pH
- 7,8–9
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 24–28°C
- pH
- 7,8–9
- Kesadahan (dGH)
- 10–30
- Ukuran
- 17 cm
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 120 cm, ikan sepanjang 17 cm
- AirSedangair basa · pH 7,8–9, 10–30 dGH
- SuhuMudah24–28°C
- PerilakuSedangagak agresif, suka menggigit sirip
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Aquarium Glaser: 8–8,5
- Seriously Fish: 7,8–9
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Aquarium Glaser: 20 cm
- Seriously Fish: 17 cm
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Glaser, Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-03.
Info singkat
Aquarium Glaser mencatat angka yang berbeda dari tabel data: ukuran 20 cm (tabel: 17 cm).
Kelompok buntal hijau belum lama ini dipisahkan dari Tetraodon, genus yang menampung banyak spesies, lalu dimasukkan ke genus tersendiri, yaitu Dichotomyctere. Biasanya ada tiga spesies yang beredar di pasaran: buntal Palembang atau buntal angka 8 (D. ocellatus, dulu Tetraodon biocellatus), buntal hijau totol (D. nigroviridis), dan buntal hijau sejati (D. fluviatilis). Masih ada spesies lain, tetapi hampir tidak pernah dijual.
Selain warnanya, ketiga spesies ini terutama berbeda dalam ukuran maksimalnya. D. ocellatus paling kecil dan hampir tidak pernah tumbuh lebih dari 6 cm, D. fluviatilis paling besar dan bisa mencapai 20 cm. D. nigroviridis ada di antaranya dan tumbuh hingga 12–15 cm.1
Buntal hijau, Dichotomyctere fluviatilis, adalah buntal yang tersebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, dan hidup di sungai berarus lambat serta muara. Ikan ini sering tertukar dengan D. nigroviridis dan Tetraodon schoutedeni, tetapi bentuk tubuhnya lebih langsing memanjang. Meski sering dijual dalam air tawar, ikan ini sebenarnya spesies air payau sejati dan butuh berat jenis (SG) sekitar 1,005–1,010 agar bisa bertahan hidup dalam jangka panjang. Di pasaran ikan ini masih sering dijual dengan nama Tetraodon fluviatilis.2
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar 17 cm. Alas akuarium 120 × 30 cm. Volume sekitar 108 liter (120 × 30 × 30 cm).2
Kondisi air seperti apa?
Ketiga spesies ini adalah ikan air payau sejati yang juga tahan di air tawar murni maupun air laut murni. Kalau dipelihara di air tawar, airnya harus sadah dan (ini benar-benar penting!) pH-nya tidak boleh turun di bawah 8. Di air seperti ini, filtrasi biologis sangat penting. Buntal itu makannya banyak, dan kalau filtrasi biologisnya tidak bekerja dengan baik, ada bahaya besar terbentuknya amonia yang sangat beracun.1
Bagaimana cara merawatnya?
Membutuhkan air payau dengan berat jenis (SG) sekitar 1,005–1,010, meskipun ikan ini juga tahan di air laut penuh. Sediakan tempat berlindung berupa batu dan potongan kayu (driftwood), dengan substrat pasir. Ikan ini juga suka ada tanaman sebagai tempat berlindung, dan spesies yang kuat seperti pakis jawa (java fern) bisa bertahan cukup lama di air yang sedikit asin. Tanaman plastik juga bisa jadi alternatif yang bagus. Ikan ini sangat sensitif terhadap kualitas air yang memburuk, jadi ganti air sebagian secara rutin itu wajib.2
Diberi pakan apa?
Sangat suka segala jenis kerang-kerangan, juga cacing serta pakan hidup dan beku lainnya. Ikan ini sebaiknya rutin diberi siput dan kerang-kerangan yang cangkangnya tidak dikupas (misalnya kaki kepiting, kerang, dll.) supaya giginya yang tajam tetap terjaga. Seperti buntal lainnya, gigi ini tumbuh terus-menerus dan akan jadi masalah bagi ikan kalau tidak terus terkikis.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?
Buntal hijau biasanya damai, baik terhadap sesamanya maupun ikan lain, tetapi sayangnya kadang muncul individu penggigit sirip yang bisa jadi momok bagi seluruh penghuni akuarium. Untuk menghindarinya, disarankan memakai akuarium sebesar mungkin, memelihara buntal dalam kelompok (4–8 ekor), serta memberi pakan yang banyak dan bervariasi, tetapi tidak ada jaminan bebas dari penggigit sirip.1
Karena agak tidak toleran, buntal hijau bukan ikan komunitas yang terlalu bagus. Ikan ini sering mengganggu dan menggigit sirip teman setangkinya, terutama yang geraknya lambat atau bersirip panjang. Di akuarium besar, pilihan yang mungkin antara lain spesies yang kuat dan aktif seperti ikan ketang-ketang (scat), ikan sumpit (archerfish), lele laut Arius, dan mungkin ikan monos. Sebaiknya jangan memelihara lebih dari satu ekor per akuarium kecuali ruangnya sangat luas, karena biasanya mereka cukup agresif terhadap sesamanya.2
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Agak agresif
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Sudah pernah dipijahkan di akuarium, tetapi informasinya masih sedikit. Betina meletakkan telurnya di permukaan yang datar, lalu telur dijaga oleh jantan sampai menetas.2
Di mana habitat aslinya?
Habitat alami
Cenderung menghuni bagian sungai yang arusnya lambat dan daerah muara.2
Catatan
Ikan buntal dinamai demikian karena mampu menggembungkan lambungnya yang elastis dengan air atau udara. Biasanya ini merupakan respons terhadap ancaman, meskipun di akuarium banyak individu tampak menggembung tanpa alasan yang jelas. Ikan bisa membesar 2 atau 3 kali ukuran normalnya, cukup besar untuk menakuti banyak calon pemangsa, atau membuatnya sulit ditelan. Buntal juga punya beberapa adaptasi menarik lainnya. Mereka termasuk sedikit ikan yang benar-benar bisa berkedip atau menutup mata. Mulutnya juga berbentuk seperti paruh, terbentuk dari 2 gigi yang menyatu di tiap rahang (itulah asal nama familinya, Tetraodontidae). Paruh ini dipakai untuk menghancurkan invertebrata bercangkang, pakan favorit kebanyakan buntal. Banyak bagian tubuh buntal mengandung neurotoksin mematikan tetrodotoksin. Racun ini sama dengan yang ada pada gurita cincin biru yang terkenal berbahaya. Bila tertelan dalam jumlah cukup, racun ini bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Sampai sekarang belum ada penawarnya, dan bagi manusia racun ini lebih dari 1000 kali lebih mematikan daripada sianida. Buntal adalah hidangan istimewa yang terkenal di Jepang, tetapi hanya diolah oleh koki yang sangat terlatih, dan meski begitu sudah banyak orang meninggal karena memakannya.
D. fluviatilis sering tertukar dengan kerabatnya yang mirip, D. nigroviridis dan Tetraodon schoutedeni. Ikan ini bisa dibedakan dari bentuk tubuhnya yang lebih langsing memanjang. Selain itu, T. schoutedeni warnanya lebih kecokelatan dibanding dua lainnya yang dominan hijau. T. schoutedeni juga punya duri yang jelas di perutnya. Usahakan memastikan spesies mana yang dibeli, karena hanya fluviatilis yang merupakan spesies air payau sejati. Meski begitu, ikan ini sering dijual dalam air tawar, tetapi sebaiknya diadaptasikan ke air payau agar bisa bertahan hidup dalam jangka panjang.2
Sumber
2 sumber
- Aquarium Glaser aquariumglaser.de
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Dichotomyctere fluviatilis? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.