Tetraodontidae, Kamboja
Buntal angka delapan
Dichotomyctere ocellatus
Butuh air payau: air tawar yang dicampur garam laut.
Nama lain: Figure Eight Puffer, Buntal figure 8, Buntal Palembang, Palembang puffer
- Suhu
- 22–26°C
- pH
- 6,5–7,5
- Akuarium minimum
- 75 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 22–26°C
- pH
- 6,5–7,5
- Kesadahan (dGH)
- 5–12
- Ukuran
- 8 cm
- Akuarium minimum
- 75 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSedangakuarium mulai 75 cm, ikan sepanjang 8 cm
- AirMudahpH 6,5–7,5, 5–12 dGH
- SuhuMudah22–26°C
- PerilakuSedangagak agresif, suka menggigit sirip
- KelompokMudahkelompok mulai 4 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish, Aquarium Glaser · setingkat
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish, Aquarium Glaser. Diperbarui 2026-11-03.
Info singkat
Buntal angka delapan (figure eight puffer), Dichotomyctere ocellatus, adalah ikan buntal kecil dari Kamboja, Malaysia, dan Indonesia. Ikan ini hidup di sungai dan perairan pesisir, paling sering di air tawar tetapi juga cukup sering di air payau. Ikan ini sangat sensitif terhadap kualitas air yang menurun dan cenderung berumur lebih panjang bila diberi sedikit garam laut. Ikan ini suka menggigit sirip ikan yang geraknya lambat atau bersirip panjang, dan individu yang dipelihara sendirian biasanya hidup lebih lama di akuarium dibanding yang dipelihara berkelompok. Ikan ini masih sering dijual dengan nama Tetraodon biocellatus.1
Spesies Dichotomyctere terkecil, D. ocellatus, hanya tumbuh sepanjang 8 cm dan sangat cantik. Nama umum: buntal Palembang (Palembang puffer), buntal angka delapan (Figure Eight Puffer, karena pola di punggungnya).2
Butuh akuarium seberapa besar?
Kondisi air seperti apa?

Bagaimana cara merawatnya?
Paling baik dipelihara di akuarium yang ditanami tanaman air dengan rapat, dilengkapi akar dan ranting berliku sebagai tempat berlindung tambahan, meskipun tanaman berdaun lunak mungkin akan digigiti ikan ini. Sisakan beberapa ruang terbuka di antaranya untuk berenang, karena spesies ini aktif. Substrat pasir dan tanaman apung untuk meredam cahaya juga disarankan. Spesies ini sangat sensitif terhadap kualitas air yang menurun, jadi ganti air sebagian secara rutin adalah keharusan. Meskipun sering dianggap sebagai ikan air tawar sejati, di akuarium ikan ini cenderung berumur lebih panjang bila diberi garam laut hingga berat jenis sekitar 1,005. Namun, ikan ini juga bisa dipelihara di air tawar.1
Ikan buntal hijau (genus Dichotomyctere) adalah ikan buntal akuarium yang paling dikenal. Ikan ini adalah hewan air payau. Jika dipelihara di air tawar, nilai pH harus diperhatikan secara khusus: pH di bawah 8 tidak cocok untuk ikan ini dalam jangka panjang, dan air sebaiknya sekeras mungkin (kesadahan setinggi mungkin). Cara paling mudah memeliharanya adalah di air payau; 5–10 gram garam laut per liter sudah cukup.2
Diberi pakan apa?
Sangat menyukai segala jenis hewan bercangkang (kerang dan udang-udangan), juga cacing serta pakan hidup dan beku lainnya. Ikan ini sebaiknya rutin diberi siput dan hewan bercangkang yang tidak dikupas (misalnya kaki kepiting, udang, dll.) agar giginya yang tajam tetap terjaga. Seperti ikan buntal lainnya, gigi ini terus tumbuh dan akan menjadi masalah bagi ikan jika tidak terus terkikis.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Bisa dipelihara di akuarium komunitas, tetapi pilih teman satu akuarium dengan hati-hati, karena ikan ini cenderung menggigit sirip ikan yang geraknya lambat atau bersirip panjang. Di air tawar, ikan ini cocok dengan spesies yang gesit seperti karasin (tetra), rasbora, dan barb. Di akuarium komunitas air payau, teman satu akuarium bisa berupa ikan kakap perak (mono/Monodactylus), bumblebee goby, dan spesies Chanda yang tahan garam. Meskipun ikan ini bisa hidup bersama sesamanya di akuarium yang cukup besar, penelitian menunjukkan bahwa individu yang dipelihara sendirian biasanya hidup jauh lebih lama di akuarium. Jika ingin memelihara lebih dari satu ekor, usahakan membeli setidaknya empat ekor, supaya agresivitasnya terbagi ke seluruh anggota kelompok.1
Spesies Dichotomyctere kadang bisa menjadi agresif dan suka bertengkar, lalu menggigit putus sirip ikan lain. Karena itu, perlu sedikit berhati-hati bila memeliharanya di akuarium komunitas. Paling baik dipelihara berkelompok; 6–10 ekor adalah jumlah ideal.2
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Agak agresif
- Kelompok minimal
- 4 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →

Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Hampir mustahil dibedakan jenis kelaminnya dari ciri luar. Betina dewasa mungkin tumbuh lebih besar daripada jantan.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Diperkirakan belum pernah dipijahkan oleh para penghobi. Tampaknya ikan ini memijah di substrat (substrate spawner) dan jantannya menunjukkan sedikit perilaku menjaga telur dan anak.1
Habitat alami
Hidup di sungai dan perairan pesisir. Paling sering ditemukan di air tawar, tetapi juga cukup sering dijumpai di air payau.1
Catatan
Ikan buntal dinamakan demikian karena mampu menggembungkan perutnya yang elastis dengan air atau udara. Biasanya ini merupakan reaksi terhadap suatu ancaman, meskipun di akuarium banyak individu tampak menggembung tanpa alasan yang jelas. Ikan ini menjadi 2 atau 3 kali ukuran normalnya, cukup besar untuk menakuti banyak calon pemangsa, atau sulit ditelan. Ikan buntal juga memiliki beberapa adaptasi menarik lainnya. Ikan ini termasuk sedikit ikan yang benar-benar bisa berkedip atau menutup matanya, yang makin menambah daya tarik ikan yang memang sudah penuh karakter ini. Ikan buntal juga punya mulut seperti paruh, yang terbentuk dari menyatunya 2 gigi di setiap rahang (karena itulah nama familinya Tetraodontidae). Paruh ini digunakan untuk menghancurkan avertebrata bercangkang, pakan favorit sebagian besar ikan buntal. Banyak bagian tubuh ikan buntal mengandung neurotoksin mematikan tetrodotoksin. Racun ini sama dengan yang terdapat pada gurita cincin biru yang terkenal berbahaya. Jika tertelan dalam jumlah cukup, racun ini dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Sejauh ini belum ada penawar yang diketahui, dan bagi manusia racun ini lebih dari 1000 kali lebih mematikan daripada sianida. Mengerikannya, korban biasanya tetap sadar saat tubuhnya lumpuh. Ikan buntal adalah hidangan istimewa yang terkenal di Jepang, tetapi hanya diolah oleh koki yang sangat terlatih, dan meski begitu sudah banyak orang meninggal karena memakannya. Soal racun ini tidak perlu Anda khawatirkan, tetapi jika Anda tidak ingin memelihara ikan buntal Anda lagi, jual saja: memanggangnya jelas tidak disarankan! D. ocellatus termasuk ikan buntal yang cukup sering dijumpai di perdagangan, tetapi sebenarnya kurang cocok untuk penghobi pada umumnya karena kebutuhan pakannya dan tuntutan kualitas air yang sangat tinggi. Bila dipelihara dengan benar, ikan ini adalah ikan kecil yang menawan dan bisa menunjukkan kepribadian yang nyata.1
Sejak awal ikan ini sering tertukar dengan buntal naga (Pao palembangensis), sehingga di literatur lama ikan ini bisa ditemukan dengan nama Tetraodon palembangensis. Dari situlah nama umum buntal Palembang (Palembang puffer) bertahan.2
Sumber
2 sumber
- Seriously Fish seriouslyfish.com
- Aquarium Glaser aquariumglaser.de
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Buntal angka delapan? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.