Cyprinidae, Myanmar
Hampal
Hampala macrolepidota
Nama lain: Sebarau, Barau, Palung, Hampala barb, Jungle perch, adungan, kebarau
- Suhu
- 20–26°C
- pH
- 5,5–8
- Akuarium minimum
- 200 cm
- Tingkat kesulitan
- Sulit
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 20–26°C
- pH
- 5,5–8
- Kesadahan (dGH)
- 2–20
- Ukuran
- 70 cm
- Akuarium minimum
- 200 cm
- Tingkat kesulitan
Sulit 6/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 200 cm, ikan sepanjang 70 cm
- AirMudahpH 5,5–8, 2–20 dGH
- SuhuMudah20–26°C
- PerilakuSulitpredator
- KelompokMudahkelompok mulai 5 ekor
Tingkat kesulitan 6/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish, Aquarium Glaser · setingkat
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Glaser, Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-02.
Info singkat
Di antara ikan barb, hanya sedikit sekali spesies yang predator. Seperti semua anggota Cyprinidae, ikan-ikan ini tidak punya gigi di rahang, giginya hanya ada di tenggorokan. Karena itu, tidak mudah bagi ikan barb untuk mencengkeram ikan mangsa. Salah satu pengecualian yang langka adalah barb dari genus Hampala. Ada 6–7 spesies yang diakui. H. macrolepidota sejauh ini merupakan spesies dengan sebaran paling luas di genus ini. Panjang maksimalnya sekitar 70 cm (panjang rata-rata di alam: 20–30 cm).1
- Butuh arus kuat, dengan filter yang memutar seluruh volume air akuarium 8–12 kali per jam
- Butuh akuarium dengan panjang minimal 2 m
- Pemijahan: Belum tercatat.2
Layak dibeli?
Butuh tutup yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Pastikan akuarium diberi tutup yang berat dan rapat, karena cyprinid berukuran besar kadang bisa cukup mudah kaget dan biasanya punya lompatan yang kuat.
Barb hampala, Hampala macrolepidota, adalah cyprinid yang tersebar dari Myanmar melalui Thailand sampai Mekong, dan ke selatan hingga Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Dikenal juga sebagai 'jungle perch' atau 'sidebar barb', ikan ini bisa tumbuh lebih dari 60 cm dan 5 kg, merupakan predator pelagis yang kuat, dan tidak cocok untuk akuarium kecuali dalam kondisi yang sangat ekstrem. Ikan ini dihargai sebagai ikan konsumsi dan ikan pancing, dan telah diintroduksi ke banyak perairan.2
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar (SL): 70 cm.
Hanya cocok untuk akuarium publik atau akuarium pribadi yang sangat besar.2

Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Pilihan dekorasi tidak sepenting kualitas air dan luas ruang renang terbuka yang tersedia. Namun, jika memang punya sarana untuk menyediakan sekaligus menata akuarium yang cukup besar, disarankan membuat tatanan yang menyerupai sungai mengalir, dengan dasar berupa batu dan kerikil berbagai ukuran, beberapa batu besar yang terkikis air, dan mungkin beberapa dahan kayu (driftwood).
Seperti banyak ikan yang di alam hidup di air mengalir, ikan ini tidak tahan terhadap penumpukan limbah organik dan selalu membutuhkan air yang sangat bersih agar bisa tumbuh dengan baik. Ikan ini juga paling baik dipelihara jika kadar oksigen terlarutnya tinggi dan pergerakan air di akuarium cukup kuat, jadi sebaiknya gunakan filter eksternal, powerhead, dan sebagainya untuk mendapatkan efek tersebut.
Pastikan akuarium diberi tutup yang berat dan rapat, karena cyprinid berukuran besar kadang bisa cukup mudah kaget dan biasanya punya lompatan yang kuat.2
Diberi pakan apa?
Ikan ini mau memakan semua jenis pakan ikan yang umum.1
Terutama predator. Analisis isi lambung individu dari alam menunjukkan bahwa ikan ini memakan ikan-ikan kecil dan serangga, bersama berbagai krustasea air tawar dan bahan tumbuhan, yang terakhir ini kemungkinan besar ikut termakan dari isi lambung mangsanya.
Di akuarium ikan ini mau menerima pakan kering, tetapi sebaiknya tidak hanya diberi pakan kering saja; pemberian pakan hidup dan beku setiap hari adalah kunci agar ikan tetap dalam kondisi kesehatan terbaik.
Individu yang lebih kecil bisa diberi larva chironomid (cacing darah), cacing tanah kecil, udang cincang, dan sejenisnya, sedangkan ikan dewasa mau memakan udang utuh, cacing tanah yang lebih besar, kerang, ikan teri kecil (whitebait), dan sebagainya. Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan, karena ikan ini akan makan sebanyak-banyaknya jika ada kesempatan.
Jangan memberi daging mamalia/unggas dalam jumlah besar, seperti jantung sapi atau ayam. Sebagian lemak dalam daging ini tidak bisa dicerna dengan baik oleh ikan dan bisa menyebabkan penumpukan lemak berlebih, bahkan kerusakan organ. Demikian pula, tidak ada manfaatnya memberi ikan pakan hidup seperti ikan livebearer atau ikan mas koki kecil, yang membawa risiko seperti masuknya parasit atau penyakit.
Hampala spp. adalah pemakan yang rakus, terutama jika dipelihara dalam jumlah banyak. Sebagian akuaris mengamati bahwa individu 'alfa' dalam kelompok akan memimpin yang lain dengan perilaku seperti kawanan pemburu, dan laporan para pemancing menyebutkan bahwa permukaan air benar-benar seperti mendidih saat satu gerombolan sedang makan. Ikan ini menyerbu pakan dengan begitu bersemangat sehingga kadang disarankan sebagai teman satu akuarium yang berguna bagi ikan yang rewel makan atau ikan baru yang menolak makan.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?
Ikan yang hidup bergerombol ini sangat damai terhadap semua teman satu akuarium yang ukurannya serupa.1
Menangkap mangsa dengan cara menyedot, bukan menggigit secara agresif, dan selebihnya damai terhadap ikan apa pun yang tidak bisa ditelannya, meskipun kecepatan gerak dan kebiasaan makannya menunjukkan bahwa teman satu akuarium yang lambat atau pemalu kemungkinan besar akan kalah bersaing. Individu yang lebih kecil mudah dipelihara bersama spesies lain, tetapi seiring pertumbuhannya ikan ini menjadi makin kuat dan mendominasi saat ada pakan, sehingga teman satu akuarium harus dipilih dengan hati-hati.
Pilihan terbaik adalah cyprinid, characid, ikan catfish (ikan berkumis) yang ukurannya serupa, dan mungkin loach botiid yang lebih besar. Akuarium komunitas besar bertema Mekong bisa menjadi proyek yang menarik, dengan pilihan antara lain spesies Barbonymus, Cyclocheilichthys, Osteochilus, dan Hypsibarbus, serta banyak lainnya.
Meskipun pada dasarnya suka berkelompok, ikan ini termasuk spesies yang hidup berkelompok longgar (shoaling), bukan berenang serempak (schooling), dan membentuk hierarki yang jelas, sehingga sebaiknya selalu dipelihara dalam kelompok berisi lima ekor atau lebih. Jika hanya ada dua atau tiga ekor, ikan yang kalah dominan bisa menjadi sasaran permusuhan yang berlebihan, sedangkan ikan yang dipelihara sendirian cenderung gelisah dan mudah gugup.2
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Predator
- Kelompok minimal
- 5 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina yang sudah matang kelamin kemungkinan bertubuh lebih tebal daripada jantan.2
Di mana habitat aslinya?
Saat ini dianggap tersebar ke arah timur dari Myanmar melalui Thailand hingga daerah aliran Sungai Mekong di Laos, Kamboja, Vietnam, dan Tiongkok barat daya, serta ke selatan melalui Semenanjung Malaysia dan Kepulauan Sunda Besar, yaitu Kalimantan, Sumatra, dan Jawa.
Dengan demikian, ikan ini ada di seluruh daerah aliran sungai Mekong, Chao Phraya, dan Mae Klong, serta di banyak daerah aliran sungai yang lebih kecil, danau, dan waduk. Penyebarannya sampai batas tertentu terjadi karena campur tangan manusia, sebab ikan ini dihargai sebagai ikan konsumsi sekaligus ikan pancing dan telah diintroduksi ke banyak perairan.

Habitat alami
Terutama ikan sungai yang menyukai air mengalir yang jernih dan kaya oksigen, dengan dasar berupa pasir, kerikil, batu, atau lumpur, meskipun ikan ini mudah beradaptasi dan bisa ditemukan di dataran tinggi maupun dataran rendah, baik di air tenang maupun air mengalir.
Pada musim hujan ikan ini diketahui bermigrasi ke kawasan hutan yang tergenang untuk mencari makan dan memijah, dan sekarang bisa ditemukan di banyak perairan bendungan akibat aktivitas manusia, termasuk pertanian dan pembendungan alur sungai. Individu yang lebih besar tampaknya cenderung menghuni lubuk-lubuk dalam di alur sungai utama, dan sering berkumpul di antara batang dan dahan pohon yang terendam.2
Catatan
Spesies ini juga dikenal dengan nama umum 'jungle perch' atau 'sidebar barb' dan tidak semestinya dianggap sebagai ikan akuarium kecuali dalam kondisi yang sangat ekstrem, karena bisa tumbuh lebih dari 60 cm, beratnya bisa lebih dari 5 kg, dan merupakan predator pelagis yang kuat. Ikan ini juga ikan pancing yang populer dan terkenal dengan sambarannya yang keras.
Kerabat satu genusnya yang ukurannya lebih mudah dikelola, H. dispar, sesekali tersedia di pasaran dan, meskipun tetap butuh ruang yang luas, jauh lebih cocok sebagai penghuni akuarium.
Genus ini saat ini berisi tujuh spesies, dan hanya H. macrolepidota serta, dengan frekuensi lebih jarang, H. dispar yang cukup rutin terlihat di perdagangan ikan hias. Selain sebarannya paling luas, H. macrolepidota juga merupakan anggota kelompok ini yang tumbuh paling besar. Semua anggotanya bisa tampak mirip sekilas, kecuali H. lopezi yang endemik di satu pulau di Filipina dan unik karena memiliki tanda berbentuk pita memanjang di sisi tubuhnya.
H. macrolepidota juga mudah dikenali dari pola warnanya, berupa pita gelap vertikal yang berawal di depan sirip punggung dan memanjang sampai di bawah gurat sisi, ditambah adanya garis tepi hitam pada kedua cuping sirip ekor. H. dispar hanya memiliki satu tanda gelap berbentuk bercak di tubuhnya, dan garis tepi pada cuping ekornya kurang tegas.
Anakan kedua spesies ini bisa tampak sangat mirip, karena bercak tubuh pada H. dispar muda memanjang secara vertikal, ditambah keduanya memiliki pita gelap yang cukup lebar melintang di batang ekor, pita kedua yang lebih tipis melintang di pangkal sirip ekor, dan bercak kecil di atas sirip anal. Semua tanda ini kurang pekat pada H. dispar, sedangkan pada H. macrolepidota ada pola gelap tambahan di atas dan di bawah mata serta yang membentang ke bawah dari tengkuk hingga sirip perut.
H. sabana juga memiliki satu tanda di tubuh, tetapi jumlah sisik di sekeliling batang ekornya lebih banyak (30-32) dan sisik gurat sisinya relatif sedikit (12-15) dibandingkan kerabat satu genusnya. H. ampalong, H. bimaculata, dan H. salweenensis sedikit lebih sulit dibedakan karena ketiganya memiliki dua bercak di tubuh. H. ampalong memiliki sisik gurat sisi lebih banyak daripada H. salweenensis (28-31 vs. 26-27), sedangkan pada H. bimaculata tanda di tubuhnya berbentuk pelana dan bercak depannya terletak di bawah separuh belakang sirip punggung (pada dua spesies lainnya terletak di bawah pangkal awal sirip punggung).
Perlu dicatat bahwa tanda di tubuh cenderung memudar pada individu yang sangat besar dari semua Hampala spp., dan ada kemungkinan spesies tambahan akan dideskripsikan di masa depan, karena misalnya sebuah studi filogenetik yang diterbitkan pada 2006 menyimpulkan bahwa bentuk H. bimaculata dari bagian tengah dan selatan negara bagian Sarawak, Malaysia, di Pulau Borneo seharusnya dianggap berbeda.2
Sumber
2 sumber dan pustaka
- Aquarium Glaser aquariumglaser.de
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Taki, Y. and A. Kawamoto (1977). Differentiation of the Cyprinids, Hampala macrolepidota and H. dispar. Japanese Journal of Icthyology 24(1), 61-65
- Ryan, J. R. and Y. B. Esa (2006). Phylogenetic Analysis of Hampala Fishes (Subfamily Cyprininae) in Malaysia Inferred from Partial Mitochondrial Cytochrome b DNA Sequences. Zoological Science 23(10), 893-901
- Doi, A. and Y. Taki (1994). A new cyprinid fish, Hampala salweenensis, from the Mae Pai River system, Salween Basin, Thailand. Japanese Journal of Ichthyology 40(4), 405-412
- Kottelat, M. and E. Widjanarti (2005). The fishes of Danau Sentarum National Park and the Kapuas Lakes area, Kalimantan Barat, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 139-173
- Kottelat, M. (2001). Fishes of Laos. WHT Publications, Colombo, 1-198
- Freyhof, J., D. V. Serov and T. N. Nguyen (2000). A preliminary checklist of the freshwater fishes of the River Dong Nai, South Vietnam. Bonner Zoologische Beiträge 49(1-4), 93-99
- Roberts, T. R. (1989). The freshwater fishes of western Borneo (Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California Academy of Sciences 14, 1-210
- Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
- van Hasselt, J. C. (1823). Uittreksel uit een' brief van Dr. J. C. van Hasselt, aan den Heer C. J. Temminck. Algemeene Konst- en Letter-bode II Deel (no. 35), 130-1332
Video
Hampala barb aka H. macrolepidota or jungle perch, 16"/40cm 4yo - mahseer-like predatory carp13:06, EN
Hampala macrolepidota - Hampala Barb, Tanintharyi River Tributary0:19, EN
ハンパラバルブ Hampala barb Hampala macrolepidota0:37, EN
Story of Jungle perch Hampala macrolepidota 5yo 15inch mahseer-like barb11:35, EN
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Hampal? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.