Satuan
Tampilan

Cyprinidae, Malaysia

Hampala

Hampala bimaculata

Nama lain: Sebarau, Barau, Kebarau

Suhu
belum ada
pH
belum ada
Akuarium minimum
200 cm
Tingkat kesulitan
Sulit

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Ukuran
50 cm
Tingkat kesulitan
Sulit 6/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSulitakuarium mulai 200 cm, ikan sepanjang 50 cm

Tingkat kesulitan 6/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-06.

Info singkat

  • Membutuhkan akuarium yang sangat besar, panjang minimal 2 m
  • Ikan sosial: perlu dipelihara dalam kelompok
  • Kecocokan: pilih teman satu akuarium dengan hati-hati

Hampala bimaculata adalah ikan cyprinid sungai berukuran besar yang endemik di Kalimantan (Borneo), tercatat dari Sarawak, Sabah, Kalimantan Timur, dan Brunei. Ukuran dewasanya yang bisa mencapai 500 mm SL membuatnya praktis tidak cocok sebagai ikan akuarium, dan ikan ini kurang dikenal di perdagangan ikan hias. Di antara spesies Hampala yang memiliki dua bercak di tubuh, spesies ini punya tanda berbentuk pelana, dengan bercak depan terletak di bawah separuh belakang sirip punggung.1

Di mana habitat aslinya?

Endemik di Kalimantan (Borneo), dengan catatan dari negara bagian Sarawak dan Sabah di Malaysia, Provinsi Kalimantan Timur di Indonesia, serta Brunei Darussalam.

Lokasi tipe adalah 'Indonesia: Borneo: Kalimantan Timur: Howong [sekitar 0°15'LU 115°30'BT], Sungai Bo dan Kajan'.

Daerah aliran sungai yang tercatat antara lain Baleh, Balui, Baram, Besua, Kayan, Rajang, dan Bo.1

Habitat alami

Terutama ikan sungai yang menyukai air jernih, kaya oksigen, dan mengalir, dengan dasar berupa pasir, kerikil, batu, atau lumpur, biasanya mengalir melewati hutan tropis.

Di habitat yang terlihat pada foto, spesies ikan lain yang hidup di tempat yang sama antara lain Barbonymus balleroides, B. collingwoodi, Cyclocheilichthys repasson, C. apogon, Diplocheilichthys pleurotaenia, Garra borneensis, Leptobarbus hosii, dan satu Gastromyzon sp. yang belum teridentifikasi.1

Catatan

Spesies ini kurang dikenal di perdagangan ikan hias, dan ukuran dewasanya membuatnya praktis tidak cocok sebagai ikan akuarium.

Genus Hampala saat ini berisi tujuh spesies, dan hanya H. macrolepidota serta, dalam jumlah lebih sedikit, H. dispar yang cukup rutin terlihat di perdagangan ikan hias. Selain penyebarannya paling luas di alam, H. macrolepidota juga merupakan yang terbesar di kelompok ini. Semua anggotanya bisa tampak mirip sekilas, kecuali H. lopezi yang endemik di satu pulau di Filipina dan memiliki tanda seperti pita memanjang yang khas di sisi tubuhnya.

H. macrolepidota mudah dikenali dari pola warnanya, yaitu pita gelap vertikal yang berawal di depan sirip punggung dan memanjang hingga di bawah gurat sisi, ditambah garis tepi hitam pada kedua cuping sirip ekor. H. dispar hanya memiliki satu tanda gelap berbentuk bercak di tubuh, dan garis tepi pada cuping ekornya kurang tegas.

Anakan kedua spesies ini bisa tampak sangat mirip karena bercak tubuh pada H. dispar muda memanjang secara vertikal, dan keduanya sama-sama memiliki pita gelap yang cukup lebar melintang di pangkal ekor (batang ekor), pita kedua yang lebih tipis melintang di pangkal sirip ekor, serta bercak kecil di atas sirip dubur. Semua tanda ini kurang pekat pada H. dispar, sedangkan pada H. macrolepidota ada pola gelap tambahan di atas dan di bawah mata serta memanjang ke bawah dari tengkuk hingga sirip perut.

H. sabana juga hanya memiliki satu tanda di tubuh, tetapi jumlah sisik di sekeliling batang ekornya lebih banyak (30-32) dan sisik gurat sisinya relatif sedikit (12-15) dibandingkan kerabat satu genusnya. H. ampalong, H. bimaculata, dan H. salweenensis bisa lebih sulit dibedakan karena ketiganya memiliki dua bercak di tubuh. H. ampalong memiliki sisik gurat sisi lebih banyak daripada H. salweenensis (28-31 vs. 26-27), sedangkan pada H. bimaculata tanda tubuhnya berbentuk pelana dan bercak depannya terletak di bawah separuh belakang sirip punggung (pada dua spesies lainnya terletak di bawah pangkal awal sirip punggung).

Perlu dicatat bahwa tanda di tubuh cenderung memudar pada spesimen yang sangat besar dari semua spesies Hampala, dan ada kemungkinan spesies tambahan akan dideskripsikan di masa depan; sebagai contoh, sebuah studi filogenetik yang diterbitkan pada 2006 menyimpulkan bahwa bentuk H. bimaculata dari bagian tengah dan selatan negara bagian Sarawak, Borneo, sebaiknya dianggap berbeda.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Popta, C. M. L. (1905). Suite des descriptions préliminaires des nouvelles espèces de poissons recueillies au Bornéo central par M. le Dr. A. W. Nieuwenhuis en 1898 et en 1900. Notes from the Leyden Museum v. 25 (note 15), 171-186
  • Ryan, J. R. and Y. B. Esa (2006). Phylogenetic Analysis of Hampala Fishes (Subfamily Cyprininae) in Malaysia Inferred from Partial Mitochondrial Cytochrome b DNA Sequences. Zoological Science 23(10), 893-901
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
  • Parenti, L. R. and K. K. P. Lim (2005). Fishes of the Rajang Basin, Sarawak, Malaysia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 175-208
  • Roberts, T. R. (1989). The freshwater fishes of western Borneo (Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California Academy of Sciences 14, 1-210
  • Inger, R. F. and P. K. Chin (1962). The fresh-water fishes of North Borneo. Fieldiana Zoology v.45, 1-2681