Cyprinidae, Thailand
Ikan jelawat
Leptobarbus hoevenii
Nama lain: Cigar shark, Mad barb, Sultan fish, Kelemak, Hoven's carp
- Suhu
- 20–26°C
- pH
- 6–8
- Akuarium minimumSumber-sumber berbeda pendapat
- 200 cm
- Tingkat kesulitan
- Sulit
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 20–26°C
- pH
- 6–8
- Kesadahan (dGH)
- 2–15
- Ukuran
- 100 cm
- Akuarium minimumSumber-sumber berbeda pendapat
- 200 cm
- Tingkat kesulitan
Sulit 6/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 200 cm, ikan sepanjang 100 cm
- AirMudahpH 6–8, 2–15 dGH
- SuhuMudah20–26°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokSedangkelompok mulai 7 ekor
Tingkat kesulitan 6/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish, Aquarium Glaser · setingkat
- Akuarium minimum
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Aquarium Glaser: 300 cm
- Seriously Fish: 200 cm
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Glaser, Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-03.
Info singkat
Leptobarbus hoevenii, yang dikenal sebagai jelawat, cigar shark, atau mad barb, adalah raksasa di antara ikan barb. Panjangnya sekitar 1 m dan beratnya bisa mencapai 10 kg, jadi ikan ini butuh ruang yang sangat luas.1
- Butuh arus kuat; filter harus memutar seluruh volume air akuarium 8–12 kali per jam
- Butuh akuarium dengan panjang minimal 2 m2
Layak dibeli?
Akuarium harus ditutup rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Pastikan akuarium diberi tutup yang berat dan rapat, karena ikan cyprinid berukuran besar kadang bisa cukup mudah kaget dan biasanya punya lompatan yang kuat.
Jelawat atau mad barb, Leptobarbus hoevenii, adalah cyprinid pelagis berukuran besar yang tampaknya berasal dari Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Ikan ini populer sebagai ikan pancingan dan tumbuh hingga 800–1000 mm, sehingga sama sekali tidak cocok untuk akuarium pribadi, tetapi mudah ditemukan di pasaran pada ukuran 100–150 mm. Kerabat satu genusnya, L. rubripinna, selama puluhan tahun disebut sebagai L. hoevenii, dan keduanya diperdagangkan dengan nama yang sama. L. hoevenii tidak memiliki garis gelap lebar di bagian tengah sisi tubuh, dan sirip perut serta sirip duburnya berwarna abu-abu gelap.2
Butuh akuarium seberapa besar?
Untuk memelihara ikan dewasa, sebaiknya punya akuarium dengan panjang minimal 3 m.1
Panjang standar: 1000 mm SL (100 cm).
Hanya cocok untuk akuarium publik atau akuarium pribadi yang sangat besar.2

Kondisi air seperti apa?
Dari segi kimia air, ikan ini tidak punya tuntutan khusus.1
Bagaimana cara merawatnya?
Pilihan dekorasi tidak sepenting kualitas air dan luasnya ruang renang terbuka yang disediakan. Namun, kalau memang mampu menyediakan sekaligus menata akuarium yang cukup besar, disarankan membuat tata letak yang menyerupai sungai mengalir, dengan substrat berupa batu dan kerikil berbagai ukuran, beberapa batu besar yang halus terkikis air, serta cabang-cabang kayu apung.
Seperti banyak ikan yang di alam hidup di perairan mengalir, ikan ini tidak tahan terhadap penumpukan limbah organik dan membutuhkan air yang benar-benar bersih setiap saat agar bisa tumbuh dengan baik. Ikan ini juga paling baik dipelihara dengan kadar oksigen terlarut yang tinggi dan pergerakan air yang cukup di akuarium, jadi sebaiknya gunakan filter eksternal, powerhead, dan sejenisnya untuk mendapatkan efek tersebut.
Pastikan akuarium diberi tutup yang berat dan rapat, karena ikan cyprinid berukuran besar kadang bisa cukup mudah kaget dan biasanya punya lompatan yang kuat.2
Diberi pakan apa?
Analisis isi lambung spesimen tangkapan alam menunjukkan bahwa ikan ini memakan bahan tumbuhan, zooplankton, serta invertebrata yang lebih besar, baik yang hidup di air maupun di darat.
Di akuarium, ikan ini mudah diberi makan dan mau menerima hampir semua pakan yang diberikan. Agar warna dan kondisinya optimal, berikan secara rutin pakan hidup dan beku berukuran kecil seperti cacing darah (larva chironomid), kutu air (Daphnia), dan artemia, ditambah pakan kering berkualitas baik serta banyak bahan nabati. Kacang polong yang dikupas, zukini yang direbus sebentar, bayam, dan potongan buah semuanya bagus sebagai tambahan menu, sedangkan spesimen yang lebih besar juga mau makan potongan cacing tanah, udang, kerang, dan sejenisnya.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?
Karena merupakan ikan yang hidup bergerombol, sebaiknya dipelihara dalam kelompok minimal 7 ekor, yang bisa membentuk gerombolan yang megah.1
Damai, meskipun ikan yang sangat kecil kemungkinan besar akan dimakan.2
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 7 ekor
Cocok dengan
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina yang sudah matang kelamin memiliki tubuh yang lebih tinggi dibandingkan jantan.2
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Belum ada informasi tentang pemijahan di akuarium. Di Asia, ikan ini dipijahkan secara buatan untuk dibesarkan di budi daya perikanan.1
Sampai saat ini belum pernah dipijahkan di akuarium, tetapi dibudidayakan dalam jumlah besar di Sumatra dengan bantuan hormon.2

Di mana habitat aslinya?
Tampaknya merupakan ikan asli Semenanjung Malaysia serta pulau-pulau Sunda Besar, yaitu Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Laporan keberadaan spesies ini di Sungai Mekong, Chao Phraya, dan sungai-sungai lain di Indochina sebenarnya merujuk pada kerabat satu genusnya, L. rubripinna (lihat 'Catatan').
Lokasi tipenya adalah 'Indonesia: Borneo: Kalimantan Selatan: Banjarmasin'.2
Habitat alami
Ikan ini paling sering ditemukan di sungai dan anak sungai yang airnya mengalir bebas, dan pada musim tertentu di dataran banjir.1
Spesies pelagis yang terutama menghuni sungai dan anak sungai yang lebih besar. Pada musim hujan, ikan ini diketahui bermigrasi ke dataran banjir dan hutan yang tergenang sementara, tempat pemijahan berlangsung.2
Catatan
Kerabat satu genus spesies ini, Leptobarbus rubripinna, selama beberapa dekade disebut sebagai L. hoevenii dan sampai sekarang masih sering salah diidentifikasi sebagai L. hoevenii di dunia akuarium, dengan kedua spesies diperdagangkan dengan nama yang sama.
L. hoevenii adalah ikan pancingan yang populer di negara asalnya dan sama sekali tidak cocok untuk akuarium pribadi. Sayangnya, ikan ini mudah ditemukan di pasaran pada ukuran 100–150 mm, umumnya tanpa keterangan apa pun tentang ukuran dewasanya atau kebutuhan jangka panjangnya.
L. rubripinna maupun L. hoevenii juga dikenal dengan nama 'mad barb', 'sultan fish', 'maroon shark', atau 'Hoven's carp'. Nama pertama cukup menarik karena merujuk pada fenomena ketika ikan ini dilaporkan memakan biji dan bagian lain dari pohon Chaulmoogra (Hydnocarpus kurzii), lalu tampak seperti 'mabuk', kehilangan orientasi dan berenang tidak beraturan. Karena itu, di beberapa bagian wilayah sebarannya, ikan ini bisa beracun jika dimakan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun.
L. hoevenii dapat dibedakan dari L. rubripinna berdasarkan: tidak adanya (vs. adanya) garis gelap lebar di bagian tengah sisi tubuh; bagian antarmata hampir datar (vs. membulat) pada spesimen berukuran minimal 160 mm SL; profil atas kepala lurus hingga sedikit cekung (vs. sedikit membulat dan simetris dengan profil bawah); mata terletak di bagian atas kepala (vs. di pertengahan tinggi kepala); sungut maksila belakang memanjang melewati mata (vs. mencapai tengah mata); sirip perut dan sirip dubur abu-abu gelap (vs. oranye hingga merah); ujung sirip dubur dan lobus sirip ekor runcing (vs. membulat).2
Sumber
2 sumber dan pustaka
- Aquarium Glaser aquariumglaser.de
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Tan, H. H. and M. Kottelat (2009). The fishes of the Batang Hari drainage, Sumatra, with description of six new species. Ichthyological Exploration of Freshwaters 20(1), 13-69
- Roberts, T. R. (1989). The freshwater fishes of western Borneo (Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California Academy of Sciences 14, 1-210
- Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
- Bleeker, P. (1851). Vierde bijdrage tot de kennis der ichthyologische fauna van Borneo, met beschrijving van eenige nieuwe soorten van zoetwatervisschen. Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch Indië v. 2, 193-2082
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Ikan jelawat? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.