Eleotridae, India
Olive flathead gudgeon
Butis amboinensis
Butuh air payau: air tawar yang dicampur garam laut.
Nama lain: Butis, Ikan bakut, Flathead gudgeon, Olive gudgeon
- Suhu
- 22–28°C
- pH
- 7–8,5
- Akuarium minimum
- 75 cm
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 22–28°C
- pH
- 7–8,5
- Kesadahan (dGH)
- 8–20
- Ukuran
- 14 cm
- Akuarium minimum
- 75 cm
- Tingkat kesulitan
Mudah 2/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSedangakuarium mulai 75 cm, ikan sepanjang 14 cm
- AirMudahpH 7–8,5, 8–20 dGH
- SuhuMudah22–28°C
- PerilakuSulitpredator
Tingkat kesulitan 2/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-06.
Info singkat
Olive flathead gudgeon, Butis amboinensis, adalah predator penyergap yang aktif di malam hari (nokturnal). Sebarannya mulai dari Samudra Hindia bagian timur sampai Pasifik Barat-Tengah. Ikan ini hidup di muara payau, laguna dan hutan mangrove, dan sampai batas tertentu juga masuk ke sungai air tawar yang masih dipengaruhi pasang surut. Ikan ini sering menempelkan posisi tubuhnya sejajar dengan permukaan padat atau berenang terbalik. Sesekali ikan ini ikut terekspor sebagai tangkapan sampingan. Bedanya dari anggota genus lainnya, spesies ini tidak memiliki gigi luar yang membesar dan pipinya tidak bersisik. Ikan ini teritorial dan kemungkinan sebaiknya dipelihara sendirian.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Satu ekor bisa dipelihara di akuarium dengan ukuran alas 75 × 30 cm atau yang setara (sekitar 68 liter), tetapi akuarium yang lebih besar diperlukan untuk satu kelompok atau bila ingin dipelihara di akuarium komunitas.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Paling baik dipelihara di air payau, meskipun berat jenis (specific gravity) yang tepat tidak terlalu penting asalkan tidak melebihi berat jenis air laut (1,025). Usahakan mencari tahu salinitas air di toko sebelum membeli, lalu di awal sesuaikan dengan kadar yang mirip. Ikan ini tampaknya bisa beradaptasi dengan air laut penuh maupun air tawar, tetapi diduga pemeliharaan jangka panjang di salah satu kondisi itu dapat memengaruhi umur dan kesehatannya secara keseluruhan.
Dekorasi sebagian besar tergantung selera pribadi, tetapi pastikan tersedia banyak struktur berupa akar dan cabang kayu (driftwood), batu, pot tanah liat, dan sebagainya, serta pastikan pencahayaan tidak terlalu terang. Substrat kerikil boleh dipakai, tetapi sebagian butirannya mungkin tidak sengaja tertelan saat ikan makan, jadi pasir mungkin pilihan yang lebih baik.
Sebagian besar tanaman air yang tersedia di dunia hobi akuarium tidak akan bertahan dalam kondisi seperti ini, tetapi tentu saja tanaman plastik bisa dipakai sebagai gantinya, dan daun kering juga bisa ditambahkan bila diinginkan.1
Diberi pakan apa?
Spesies ini adalah predator penyergap yang di alam terutama memakan ikan-ikan yang lebih kecil, cacing dan krustasea. Di akuarium ikan ini mudah menerima pakan pengganti seperti udang, potongan kerang atau cumi, serta larva Chironomus (cacing darah), Artemia, Mysis dan sebagainya, baik hidup maupun beku.
Seperti sebagian besar ikan predator, spesies ini sebaiknya tidak diberi daging mamalia atau unggas seperti jantung sapi atau ayam. Sebagian lemak yang terkandung di dalamnya tidak dapat dicerna dengan baik oleh ikan dan dapat menyebabkan penumpukan lemak berlebih, bahkan kerusakan organ.
Begitu pula, tidak ada manfaatnya memberikan ikan umpan hidup seperti ikan beranak (livebearer) atau ikan mas koki kecil, yang membawa risiko masuknya parasit atau penyakit dan lagi pula biasanya nilai gizinya tidak tinggi kecuali sudah dikondisikan dengan baik sebelumnya.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Teritorial dan bisa bersikap agresif terhadap spesies yang berkerabat atau yang bentuk tubuhnya mirip, sedangkan ikan-ikan yang lebih kecil dan invertebrata akan dimangsa. Teman satu akuarium yang paling cocok adalah spesies payau yang tidak teritorial dan tumbuh cukup besar sehingga tidak dimangsa, seperti anggota genus Monodactylus, Toxotes, Poecilia yang berukuran lebih besar, dan sebagainya.
Ikan ini kecil kemungkinan bersikap sosial terhadap sesama jenisnya dan kemungkinan sebaiknya dipelihara satu ekor saja.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Predator
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Sepertinya belum pernah dibiakkan di penangkaran.1
Sebaran alami
Hidup alami di: Indonesia, India, Thailand, Jepang, Filipina, Palau, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Fiji, Australia1
Sungai, danau, wilayah: Ambon Island1
Apa kata sumber
- Indonesia, India, Thailand, Jepang, Filipina, Palau, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Fiji, Australia, Ambon Island · Seriously Fish1: “Described from 'Ambon Island, Molucca Islands, Indonesia' but as currently understood is widely distributed from the eastern Indian Ocean to the West Central Pacific, with records existing from India, Thailand, Japan, the Philippines, Palau, Guam, Indonesia, Papua New Guinea, the Solomon Islands, Vanuatu, New Caledonia, Fiji, and Australia.”
GBIF punya 120 catatan di alam liar: 76 di negara-negara di atas, 44 di tempat lain (terbanyak: Kaledonia Baru 32, Mikronesia 5, Malaysia 3, Myanmar 2, Guam 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 310 km.
Data: GBIF.org, 120 catatan, diambil 2026-11-07 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Dideskripsikan dari 'Pulau Ambon, Kepulauan Maluku, Indonesia', tetapi menurut pemahaman saat ini spesies ini tersebar luas dari Samudra Hindia bagian timur sampai Pasifik Barat-Tengah, dengan catatan keberadaan dari India, Thailand, Jepang, Filipina, Palau, Guam, Indonesia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kaledonia Baru, Fiji dan Australia.1
Habitat alami
Umumnya menghuni lingkungan payau di pesisir seperti muara, laguna dan hutan mangrove, tetapi diketahui juga masuk sampai batas tertentu ke sungai air tawar yang masih dipengaruhi pasang surut. Ikan ini cenderung berada di sekitar vegetasi yang terendam atau struktur kayu seperti akar mangrove, dan sebagian besar hidup di dekat dasar, dengan substrat yang cenderung berupa lumpur atau pasir.1
Catatan
Spesies ini tidak diperdagangkan untuk akuarium, tetapi sesekali ikut terekspor sebagai tangkapan sampingan di antara kiriman spesies lain. Spesies ini berbeda dari anggota genus lainnya karena barisan gigi terluarnya tidak membesar, serta ruang di antara kedua mata (interorbital) dan pipi di bawah mata tidak bersisik.
Butis spp. sebagian besar adalah predator penyergap yang aktif di malam hari, dengan pola warna kamuflase yang membantu mereka menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Sampai batas tertentu mereka juga bisa memudarkan dan menggelapkan warna tubuhnya, punya kebiasaan menempatkan tubuhnya sejajar dengan permukaan padat, baik mendatar, tegak, maupun terbalik, dan sering berenang dengan posisi terbalik.
Genus ini biasanya dimasukkan ke dalam famili Eleotridae, yang anggotanya sering disebut secara kolektif sebagai 'sleeper', 'gudgeon' atau 'bully'. Kelompok ini termasuk dalam subordo Gobioidei, dan spesiesnya dapat dibedakan dari famili kerabatnya, Gobiidae dan Gobionellidae (umumnya disebut 'goby'), karena sirip perutnya tidak menyatu, mulutnya tidak pernah berada di bawah (inferior), sirip punggung berduri dan sirip punggung berjari-jari lunak terpisah, serta memiliki enam (bukan lima) jari-jari membran brankiostegal (jari-jari penyangga membran di bawah tutup insang). Ciri terakhir ini juga dimiliki famili gobioid lainnya, yaitu Rhyacichthyidae dan Odontobutidae.
Siklus reproduksi sebagian besar eleotrid mencakup tahap di laut, meskipun mayoritas hidup di air tawar saat dewasa dan sebagian sepenuhnya terbatas pada habitat air tawar. Mereka cenderung bertubuh lebih kekar dan bersisik lebih tebal dibandingkan kebanyakan gobioid lainnya.
Secara tradisional famili ini dibagi menjadi dua subfamili nominal, dengan Butis dimasukkan ke dalam Butinae bersama genus Bostrychus, Incara, Kribia, Milyeringa (kadang dimasukkan ke dalam famili Odontobutidae), Ophiocara, Oxyeleotris, Prionobutis dan Typhleotris, sedangkan semua eleotrid lainnya dimasukkan ke dalam kelompok Eleotrinae.
Namun, kedua subfamili ini tidak dianggap monofiletik, dan serangkaian studi filogenetik morfologis maupun molekuler telah dilakukan, meski sejauh ini belum ada kesimpulan yang pasti.
Tidak monofiletiknya kelompok ini membuat kedua subfamili tersebut dinaikkan menjadi tingkat famili penuh, masing-masing sebagai Eleotridae dan Butidae. Thacker (2009), berdasarkan hasil analisis molekulernya terhadap subordo Gobioidei, menunjukkan bahwa Butidae merupakan kelompok saudara (sister group) dari klad yang berisi Gobiidae dan Gobionellidae, sedangkan Eleotridae merupakan kelompok saudara dari klad tiga famili tersebut.
Namun, hipotesis ini ditolak oleh Agorreta dan Rüber (2012), yang menyimpulkan bahwa hipotesis filogenetik molekuler tersebut 'tidak stabil' dan tidak dapat secara pasti menyingkirkan sejumlah teori alternatif, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk perubahan klasifikasi.
Meski begitu, Eleotridae jelas tidak monofiletik karena Eleotrinae tidak memiliki nenek moyang bersama terdekat dengan Butinae, dan tampak jelas bahwa masih diperlukan studi tambahan untuk menyelesaikan taksonomi tingkat tinggi kelompok ini.
Bagaimanapun, Butis spp. dapat dibedakan dari eleotrid lainnya dengan kombinasi ciri berikut: sisik tubuh bertipe ctenoid, setidaknya di bagian belakang; sisik berukuran sedang hingga besar, biasanya kurang dari 100 pada deret lateral; preoperkulum tanpa duri; sisik predorsal kurang dari 30 baris; terdapat tonjolan tulang yang tidak beraturan atau deretan gerigi berduri di atas mata dan di bagian atas moncong (durinya mungkin tidak jelas); rahang bawah jelas lebih maju ke depan, dagu menonjol; kepala tanpa tonjolan daging atau sungut di dagu; ada bintik hitam yang jelas di pangkal sirip dada atau di pangkal jari-jari sirip dada; siklus hidup di laut hingga muara.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Larson, H. K. and E. O. Murdy (2001). Families Eleotridae, Gobiidae. In: Carpenter, K. E. and V. H. Niem. Species identification guide for fishery purposes. The living marine resources of the western central Pacific v. 6. Bony fishes part 4 (Labridae to Latimeriidae), estuarine crocodiles, sea turtles, sea snakes and marine mammals. FAO, Rome, 3381-4218
- Agorreta, A. and L. Rüber (2012). A standardized reanalysis of molecular phylogenetic hypotheses of Gobioidei. Systematics and Biodiversity 10(3), 375-390
- Thacker, C. E. and M. A. Hardman (2005). Molecular phylogeny of basal gobioid fishes: Rhyacichthyidae, Odontobutidae, Xenisthmidae, Eleotridae (Teleostei: Perciformes: Gobioidei). Molecular Phylogenetics and Evolution 37, 858-871
- Thacker, C. E. (2011). Systematics of Butidae and Eleotridae. In: Patzner, R. A., J. L. Van Tassell, M. Kovacic, and B. G. Kapoor, Eds., The Biology of Gobies. Science Publishers, Enfield, NH, 79-85
- Koumans, F. P. (1953). The Fishes of the Indo-Australian archipelago. X. Gobioidea. E. J. Brill, 1-4231
Video
ヤエヤマノコギリハゼ Olive flathead-gudgeon Butis amboinensis0:34, EN
ヤエヤマノコギリハゼ Olive flathead-gudgeon Butis amboinensis0:29, EN
ヤエヤマノコギリハゼ Olive flathead-gudgeon Butis amboinensis0:24, EN
ヤエヤマノコギリハゼ Olive flathead-gudgeon Butis amboinensis0:34, EN
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Olive flathead gudgeon? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.