Osphronemidae, Indonesia
Samurai Gourami
Sphaerichthys vaillanti
Nama lain: Gurami Samurai, Gurami Coklat Samurai, Vaillant's Chocolate Gourami, Samurai Zebra Chocolate Gourami
- Suhu
- 21–25°C
- pH
- 3,5–6,5
- Akuarium minimum
- 60 cm
- Tingkat kesulitanSumber-sumber berbeda pendapat
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 21–25°C
- pH
- 3,5–6,5
- Ukuran
- 5,5 cm
- Akuarium minimum
- 60 cm
- Tingkat kesulitanSumber-sumber berbeda pendapat
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 5,5 cm
- AirSulitair asam, air lunak · pH 3,5–6,5, 0–3 dGH
- SuhuSedangair sejuk · 21–25°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokSedangkelompok mulai 6 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- BW Aquatics: 24–28°C
- Seriously Fish: 21–25°C
- pH
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- BW Aquatics: 4–6,5
- Seriously Fish: 3,5–6,5
- Kesadahan (dGH)
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- BW Aquatics: 0–10
- Seriously Fish: 0–3
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- BW Aquatics: 6
- Seriously Fish: 4
Diterjemahkan dan dirangkum dari BW Aquatics, Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-06.
Info singkat
Sphaerichthys vaillanti adalah spesies ikan air tawar dari famili Osphronemidae dan genus Sphaerichthys. Ikan ini umumnya pemalu dan tertutup, terutama saat baru datang. Pada spesies ini, justru betinanya yang lebih mencolok dan cantik saat warnanya sudah keluar.
- Sifat: Damai1
Vaillant's chocolate gourami, Sphaerichthys vaillanti, adalah ikan labirin yang tampaknya endemik di DAS Kapuas, Kalimantan bagian Indonesia. Ikan ini juga dijual dengan nama 'samurai gourami', nama yang menyesatkan karena ikan ini tidak terlalu suka berkelahi dan juga bukan berasal dari Jepang. Berbeda dengan S. osphromenoides dan S. selatanensis, spesies ini adalah paternal mouthbrooder (pejantan yang mengerami telur di mulut), dan betinanya memiliki belang vertikal merah dan hijau yang berselang-seling.2

Butuh akuarium seberapa besar?
Minimal 75 liter, tetapi akuarium yang lebih besar lebih disarankan agar kualitas air lebih stabil.1
Disarankan akuarium dengan ukuran alas 60 × 30 cm atau lebih (sekitar 54 liter).2
Kondisi air seperti apa?

Bagaimana cara merawatnya?
Lakukan ganti air sebagian secara rutin sebanyak 20–30% setiap dua minggu. Samurai gourami sensitif terhadap kualitas air dan membutuhkan akuarium yang terawat baik. Pakan yang tepat dan pengecekan air secara rutin sangat penting untuk kesehatan dan umur panjangnya.1
Asalkan tersedia cukup tempat berlindung dan struktur, spesies ini tidak rewel soal dekorasi; pot keramik, potongan pipa plastik, dan bahan buatan lainnya semuanya berguna. Tata letak yang lebih alami bisa berupa substrat pasir yang lembut dengan akar kayu dan ranting yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak tempat teduh dan gua.
Penambahan serasah daun kering (daun beech, oak, atau ketapang semuanya cocok) akan semakin menonjolkan kesan alami, sekaligus mendukung tumbuhnya koloni mikroba yang bermanfaat saat daun terurai. Koloni ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk membantu meniru lingkungan blackwater. Daun bisa dibiarkan di akuarium sampai hancur sepenuhnya, atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu.
Spesies ini tampaknya paling baik dalam pencahayaan yang cukup redup, dan tanaman dari genus seperti Microsorum, Taxiphyllum, Cryptocoryne, dan Anubias disarankan karena bisa tumbuh dalam kondisi seperti itu. Beberapa rumpun tanaman apung untuk lebih meredam cahaya juga bisa efektif.
Di alam, ikan ini menghuni perairan yang arusnya lambat atau tenang, jadi filtrasi, atau setidaknya arus air, sebaiknya tidak terlalu kuat. Ganti air dalam jumlah sangat besar sebaiknya dihindari; 10–15% per minggu sudah cukup asalkan kepadatan ikan di akuarium rendah.2
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Substrat: Gunakan substrat gelap untuk meniru habitat alaminya, dan tambahkan tanaman serta kayu (driftwood) sebagai tempat bersembunyi.
Filtrasi: Gunakan filter yang lembut dengan arus rendah agar ikan tidak stres.
Pencahayaan: Pencahayaan rendah hingga sedang disarankan, karena ikan ini menyukai lingkungan yang redup.1

Diberi pakan apa?
Ikan ini pada dasarnya mikropredator yang memakan krustasea air kecil, cacing, larva serangga, dan zooplankton lainnya. Di akuarium ikan ini bisa agak pemilih dan pada awalnya mungkin tidak mau menerima pakan kering atau pakan olahan lainnya, meskipun dalam banyak kasus lama-kelamaan akan belajar memakannya.
Bagaimanapun, ikan ini sebaiknya diberi pakan hidup atau beku berukuran kecil setiap hari, seperti naupli artemia, Daphnia, cacing grindal, mikro worm, dan sebagainya, agar warna dan kondisinya berkembang optimal.2
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Samurai gourami adalah ikan yang damai, jadi bisa dipelihara bersama ikan damai lain yang berukuran serupa dan membutuhkan parameter air yang sama. Hindari memeliharanya bersama ikan yang agresif atau suka menggigit sirip. Hindari juga ikan besar yang bergerak cepat seperti tetra dan rasbora, karena mereka akan menghabiskan sebagian besar pakan.1
Teman satu akuarium harus dipilih dengan hati-hati karena spesies ini bergerak lambat dan mudah terintimidasi atau kalah bersaing mendapatkan pakan oleh ikan yang lebih besar atau lebih lincah. Cyprinid damai yang berenang di kolom air, seperti Trigonostigma atau spesies Rasbora yang lebih kecil, adalah pilihan yang baik, begitu juga beberapa loach seperti Pangio atau Kottelatlimia spp.
Meskipun tidak hidup bergerombol seperti ikan schooling, ikan ini tampaknya membutuhkan interaksi dengan sesamanya dan menunjukkan perilaku yang lebih menarik bila dipelihara dalam jumlah banyak, sehingga disarankan minimal 6 ekor.
Dalam kelompok akan terbentuk hierarki yang jelas, dan individu dominan sering terlihat mengusir saingannya saat waktu makan atau saat menempati tempat favoritnya. Berdasarkan pengamatan, memeliharanya dalam jumlah banyak juga tampaknya mendukung terbentuknya pasangan kawin.2
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 6 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →

Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jenis kelamin bisa sulit dibedakan saat ikan baru diimpor atau kondisinya kurang baik, meskipun betina selalu memiliki profil rahang bawah yang lurus rata dan bentuk kepala yang secara keseluruhan lebih runcing dibanding jantan. Pada jantan, rahang bawah sedikit membulat karena adanya kulit elastis yang mengembang saat mengerami telur di mulut (lihat bagian 'Reproduksi').
Namun, setelah benar-benar beradaptasi, spesies ini menunjukkan dimorfisme seksual terbalik yang spektakuler: betina menampilkan pola merah dan hijau yang semakin pekat saat masa pacaran/pemijahan, sedangkan jantan tetap berwarna kecokelatan. Lihat bagian 'Catatan' untuk deskripsi yang lebih rinci.2
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Seperti gurami coklat, ikan ini adalah mouthbrooder (mengerami telur di mulut) dan betinanya yang menyimpan telur.1
Spesies ini adalah paternal mouthbrooder (pejantan yang mengerami telur di mulut). Ikan ini bisa dipijahkan dalam kelompok atau sepasang saja di akuarium dengan setup seperti yang disarankan di atas, dan asalkan kualitas air dan pakan tetap terjaga, seharusnya tidak terlalu sulit. Pacaran biasanya dimulai oleh betina, atau betina alfa jika ada beberapa ekor.
Puncak pemijahan berupa pelukan yang mirip dengan yang terlihat pada spesies Luciocephalus dan Parasphaerichthys, yaitu pasangan tetap dalam posisi hampir tegak, bukan betinanya yang terbalik seperti pada Betta dan sebagian besar genus anabantoid lainnya.
Proses pemijahan bisa berlangsung beberapa jam, dengan telur diletakkan dan dibuahi di dasar (ada foto yang memperlihatkan penggunaan pot tanah liat yang dangkal), lalu jantan langsung memungutnya ke dalam mulut. Area sekitarnya dijaga oleh kedua ikan selama proses berlangsung.
Jantan yang sedang mengerami cenderung berlindung di area akuarium yang tenang dan makan sangat sedikit, atau tidak makan sama sekali. Telur/burayak disimpan di dalam mulut selama 7–20 hari sebelum 10–40 anakan yang sudah terbentuk sempurna dan bisa berenang bebas dilepaskan. Jantan bisa dipindahkan ke akuarium terpisah beberapa hari setelah pemijahan untuk memperkecil kemungkinan burayak dimangsa, meskipun di akuarium yang sudah matang dan dekorasinya padat, sebagian burayak mungkin bisa bertahan hidup. Sebagai alternatif, burayak bisa dipindahkan saat dilepaskan/terlihat, asalkan tersedia air dengan komposisi kimia dan suhu yang sama di tempat lain.
Burayak seharusnya sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup seperti mikro worm atau naupli artemia, dan ganti air harian sekitar 10% dari volume akuarium juga perlu dilakukan untuk menjaga kualitas air dan laju pertumbuhan. Akuarium pembesaran harus memiliki penutup yang rapat (sebagian peternak memakai plastik wrap agar tidak ada celah) karena burayak membutuhkan akses ke lapisan udara yang hangat dan lembap agar organ labirinnya berkembang dengan baik.2

Di mana habitat aslinya?
Lokasi tipenya adalah Desa Nangah Sebroeang, yang terletak di selatan Taman Nasional Danau Sentarum di hulu DAS Kapuas, Provinsi Kalimantan Barat, di wilayah Indonesia Pulau Kalimantan. Ikan ini tampaknya endemik di DAS Kapuas, dan juga pernah tercatat di sistem Danau Sentarum itu sendiri serta lebih ke hilir di dekat Kota Sintang.2
Habitat alami
Ikan ini diperkirakan sebagian besar menghuni rawa gambut dan sungai-sungai kecil berair hitam (blackwater) di sekitarnya, meskipun mungkin juga ditemukan di beberapa habitat berair jernih. Rawa gambut berada di kawasan hutan dan airnya biasanya berwarna cokelat gelap akibat asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan dari bahan organik yang membusuk.
Akibatnya, kandungan mineral terlarutnya sangat rendah dan pH bisa turun hingga 3,0 atau 4,0. Kanopi hutan hujan yang lebat di atasnya membuat sangat sedikit cahaya yang menembus permukaan air, dan dasarnya biasanya dipenuhi ranting pohon yang jatuh serta daun-daun yang membusuk. Tanaman air yang ada bisa mencakup perwakilan genus seperti Cryptocoryne, Blyxa, Barclaya, Eleocharis, Utricularia, dan Lymnophila.
Akibat aktivitas manusia, hamparan luas hutan primer di seluruh Kalimantan telah berubah atau hilang sama sekali, dan di kawasan Kapuas pencemaran air serta kerusakan lingkungan lainnya akibat penambangan emas ilegal, penebangan hutan, alih fungsi lahan menjadi pertanian, penangkapan ikan berlebihan, masuknya spesies asing, dan industri akuakultur meningkat drastis sejak akhir 1990-an. Menurut IUCN, upaya konservasi yang telah dicoba sejauh ini gagal, dan persentase yang signifikan dari populasi S. vaillanti mungkin sudah hilang.
Di lokasi tipe tidak ada tanaman air, dan ikan dikoleksi di antara akar pohon yang terendam dalam air jernih yang sedikit berwarna karena tanin. pH-nya 5,3, konduktivitas 20 µS/cm, dan suhu air 29,5 °C.
Kottelat & Widjanarti (2005) mencatat bahwa ikan ini tidak melimpah di sistem Danau Sentarum dan biasanya dikoleksi di anak-anak sungai kecil di antara serasah daun dan sampah organik lainnya, tempat pola warna dan cara berenangnya tampaknya membantunya menyamar seperti daun mati.2

Catatan
Spesies ini diperdagangkan dengan beberapa nama, di antaranya 'Samurai gourami' dan 'Samurai Zebra Chocolate Gourami'. Meskipun nama pertama bisa dibilang yang paling umum, nama-nama ini berpotensi menyesatkan karena ikan ini tidak terlalu suka berkelahi dan juga bukan berasal dari Jepang.
Pola warnanya yang unik membuatnya sulit tertukar dengan tiga anggota genus lainnya, bahkan tanpa data meristik. Secara khusus, S. osphromenoides dan S. selatanensis sama-sama memiliki bentuk tubuh yang relatif lebih kompak, pola warna khas berupa belang vertikal terang di atas warna dasar cokelat hingga kemerahan, dan keduanya maternal mouthbrooder (betina yang mengerami telur di mulut).
Kerabat terdekatnya tampaknya adalah S. acrostoma, yang bentuk tubuhnya mirip dan juga paternal mouthbrooder, tetapi keduanya mudah dibedakan dari pola warnanya. Pada S. acrostoma, jantan memiliki garis samping terang yang memanjang dari pangkal batang ekor hingga tengah tubuh, disertai garis gelap di bawahnya, sedangkan betina menunjukkan beberapa baris sisik gelap yang tersusun vertikal di bagian bawah depan tubuh yang selebihnya berwarna kecokelatan rata. Terdapat dua tanda merah yang masing-masing memanjang ke arah belakang dan ke arah bawah dari mata.
Pada jantan S. vaillanti, garis samping pucat memanjang dari belakang mata hingga pangkal sirip ekor, dan garis gelap yang menyertainya lebih tipis dan kurang pekat, ditambah adanya satu belang vertikal tambahan di antara sirip punggung dan sirip anal.
Betina memiliki serangkaian belang vertikal merah dan hijau yang berselang-seling di sebagian besar tubuh, biasanya di atas gurat sisi; bagian depan tubuh atas didominasi warna kehijauan, sedangkan bagian belakang lebih kemerahan, dan semua warna menjadi semakin pekat dan spektakuler saat ikan siap memijah. Tanda di sekitar mata seperti yang dijelaskan pada S. acrostoma berwarna agak gelap pada kedua jenis kelamin.
Spesies Sphaerichthys sering dikelompokkan dalam subfamili Luciocephalinae dalam famili Osphronemidae, bersama genus Trichogaster, Trichopodus, Luciocephalus, Parasphaerichthys, dan Ctenops. Bersama tiga genus terakhir, Sphaerichthys memiliki struktur telur yang unik di antara ikan teleostei; ciri pembedanya berupa serangkaian guratan berbentuk spiral di permukaan luar telur. Hal ini memunculkan teori (yang belum terbukti) bahwa keempat genus tersebut membentuk kelompok monofiletik, artinya berasal dari satu nenek moyang genetik yang sama.
Pada Luciocephalus dan Sphaerichthys, telurnya juga berbentuk khas seperti buah pir, yang menunjukkan bahwa keduanya memiliki hubungan genetik yang lebih dekat lagi, dan teori ini didukung oleh studi filogenetik rinci yang diterbitkan oleh Rüber et al. (2006). Sphaerichthys dan Luciocephalus berulang kali terbukti paling dekat kekerabatannya satu sama lain dan merupakan kelompok saudara (sister group) dari Ctenops dan Parasphaerichthys.
Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut organ labirin. Dinamakan demikian karena strukturnya yang seperti labirin, organ ini memungkinkan ikan menghirup udara dari atmosfer sampai batas tertentu. Organ ini terbentuk dari modifikasi lengkung insang pertama dan terdiri dari banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah. Tingkat kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, cenderung lebih berkembang pada spesies yang hidup di perairan yang sangat miskin oksigen.2
Sumber
2 sumber dan pustaka
- BW Aquatics bwaquatics.com
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Roberts, T. R. (1989). The freshwater fishes of western Borneo (Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California Academy of Sciences 14, 1-210
- Britz, R. and M. Kottelat (2002). Parasphaerichthys lineatus, a new species of labyrinth fish from southern Myanmar (Teleostei: Osphronemidae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 13(3), 243-250
- Kottelat, M. and E. Widjanarti (2005). The fishes of Danau Sentarum National Park and the Kapuas Lakes area, Kalimantan Barat, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 139-173
- Britz, R., M. Kokoscha, and R. Riehl (1995). The anabantoid genera Ctenops, Luciocephalus, Parasphaerichthys and Sphaerichthys as a monophyletic group: evidence from egg surface structure and reproductive behaviour. Japanese Journal of Ichthyology 42(1), 71-79
- Rüber, L, R. Britz and R. Zardoya (2006). Molecular phylogenetics and evolutionary diversification of labyrinth fishes (Perciformes: Anabantoidei). Systematic Biology 55(3), 374-3972
Video
Meet the Feisty Samurai Gourami - Sphaerichthys vaillanti. Also Known as Vaillants Chocolate Gourami3:40, EN
Picking up a group of samurai gourami (Sphaerichtys vaillanti) and why you should quarantine fish!19:18, EN
Species Spotlight: The Rainbow Nano Gourami, AKA Samurai Gourami Vaillanti. Sphaerichthys vaillanti19:51, EN
Sphaerichthys vaillanti couple before laying eggs1:18, EN
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Samurai Gourami? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.