
Monosolenium
Monosolenium tenerum
Nama lain: Pellia, Monosolenium tenerum, Pellia moss, Lumut Pellia
- Tingkat kesulitan
- Mudah
- Cahaya
- Sedang
- CO₂
- Opsional
- Kecepatan tumbuh
- Sedang
- Posisi
- Latar depan, Latar tengah
Info singkat
- Nama lain: Pellia moss
- Ukuran akuarium: berapa saja
- Pencahayaan optimal: sedang sampai tinggi
- Substrat: apa saja
- Laju pertumbuhan: sedang sampai cepat
- Penempatan di akuarium: latar depan dan latar tengah
- Ukuran: hingga 20 cm atau lebih
- Ukuran daun: 2,5–3,5 cm
- Pupuk: tidak perlu sampai sedikit
- CO2: tidak perlu sampai sedikit
- Perbanyakan: pemisahan
- Warna: hijau tua2

Kondisi air seperti apa?
Monosolenium tenerum mampu beradaptasi dengan rentang parameter air yang luas. Bahkan bisa ditanam dulu di toples di ambang jendela sebelum dimasukkan ke akuarium.
- Suhu: optimal 20–28 °C. Meski berasal dari daerah subtropis, tanaman ini bisa bertahan hidup di air yang lebih dingin, dengan toleransi suhu hingga serendah 10 °C.
- pH: tidak terlalu peduli soal pH, tetapi menyukai nilai 6,0–8,0.
- Kesadahan: sangat adaptif, tumbuh subur dari air lunak hingga keras pada 2–16 GH.2
Bagaimana cara merawatnya?
Tanaman ini rapuh dan potongannya mudah patah, jadi sebaiknya ditempatkan di akuarium dengan diikatkan ke batu menggunakan senar pancing, atau dalam rumpun kecil di antara tanaman lain seperti Eleocharis. Begitu Monosolenium sudah mapan, tanaman ini sangat tidak rewel.1
Deskripsi
Monosolenium tenerum adalah tanaman menahun (perenial) yang tubuhnya berupa talus, jadi secara teknis tanaman ini tidak memiliki bagian yang tertata jelas seperti daun dan batang. Talusnya relatif tipis, berwarna hijau tua, dan bercabang menggarpu. Tiap talus (yang biasa disebut 'daun') umumnya panjangnya 2,5–3,5 cm dan lebarnya 5–8 mm, dengan tulang tengah yang menebal serta sayap yang lebih tipis, agak tembus cahaya, dan bertepi bergelombang. Permukaan atasnya halus, tanpa pori udara maupun pola jala. Di bagian bawah talus terdapat banyak rizoid (organ mirip rambut yang membantu tanaman menempel ke hardscape atau dekorasi).
Perbandingan dengan tanaman serupa
- Subwassertang (Lomariopsis lineata): talusnya lebih transparan, lebih tipis, hijaunya lebih gelap, lebih lentur, dan kurang rapuh. Tidak punya tulang tengah dan pola tumbuhnya lebih membulat serta tidak beraturan, sedangkan Monosolenium tenerum kebanyakan tumbuh seragam dan meruncing.
- Riccia fluitans (Crystalwort): Monosolenium tenerum tampak seperti Riccia yang lebih besar dan lebih gelap. Crystalwort punya pori udara yang membantunya mengapung, sedangkan Monosolenium tenerum tidak punya pori udara dan lebih berat dari air, sehingga tenggelam.
Ukuran akuarium
Tanaman ini bisa ditaruh di wadah apa saja, mulai dari wadah plastik atau kaca, toples, dan vas hingga akuarium besar. Dalam kondisi optimal, pertumbuhannya bisa sangat cepat dan cepat menguasai akuarium nano, serta sulit dijaga tetap di satu tempat, sehingga kurang cocok untuk akuarium tanaman besar dengan aquascape yang rapi. Ukuran akuarium yang disarankan sekitar 40 liter.
Pencahayaan
Butuh pencahayaan sedang sampai tinggi agar tumbuh optimal. Di bawah cahaya seperti itu, pertumbuhannya terlihat cepat dan tanaman melepaskan banyak oksigen. Cahaya terang menghasilkan pertumbuhan yang lebih padat dan lebih rimbun. Idealnya lampu menyala minimal 8 jam per hari. Tanaman ini bukan pilihan terbaik untuk akuarium low-tech: dengan cahaya rendah, ia tumbuh memanjang ke atas dengan jarak antartalus yang lebih jauh, dan daunnya menjadi lebih tipis serta lebih gelap.
Substrat
Tanaman ini tidak memerlukan substrat karena terutama menyerap nutrisi dari kolom air, jadi jangan dibenamkan ke dalam substrat. Bisa diikatkan ke batu, kayu apung, bogwood, atau dekorasi apa pun, dan akan menempel serta tumbuh di hampir semua permukaan.
Arus
Lebih menyukai air yang tenang. Arus yang kuat bisa membuat tanaman hanyut ke sana kemari di dalam akuarium dan mematahkan sebagian bagiannya.
CO2 dan pemupukan
Penambahan CO2 tidak wajib, tetapi tanpa CO2 pertumbuhan dalam kondisi terendam bisa sangat lambat dan kurus memanjang. Tanaman yang butuh cahaya tinggi harus seimbang dalam hal CO2, nutrisi, dan pencahayaan; kalau tidak, alga akan muncul. Tanaman ini tetap tumbuh tanpa tambahan nutrisi, tetapi pemupukan rutin membuatnya tumbuh lebih cepat dan lebih sehat. Tanaman ini merespons baik kadar fosfat tinggi (1,5–2 mg/l), jadi pemupukan berkala disarankan. Kalau memelihara udang bersamanya, perlu diingat bahwa kadar CO2 tinggi dan tembaga (yang ada di sebagian besar pupuk) sangat berbahaya bagi udang.
Tingkat kesulitan dan penempatan
Perawatannya relatif mudah: ini salah satu dari sedikit tanaman yang bisa tumbuh pada kondisi pH, suhu, dan kesadahan yang ekstrem. Namun, pemeliharaannya cukup sulit karena tanaman ini sangat rapuh dan mudah patah, sehingga bisa menyebar ke mana-mana dan memenuhi akuarium. Bentuk pertumbuhannya bergantung pada CO2, nutrisi, dan cahaya; di akuarium low-tech tampilannya kurang dekoratif. Tanaman ini sangat cocok untuk paludarium yang CO2 berlebihnya tersedia gratis. Bisa dipakai di latar depan dan latar tengah. Bila ditanam emersed dengan kelembapan tinggi, pertumbuhannya cukup cepat; bila submersed, pertumbuhannya lambat sampai sedang.
Penanaman
- Dibiarkan mengapung: cukup lemparkan ke dalam akuarium. Karena lebih berat dari air, tanaman akan menemukan tempat yang disukainya. Daunnya punya banyak rizoid yang berfungsi sebagai akar dan menambatkan tanaman.
- Diikat ke batu dan kayu apung: ikatkan ke kayu apung atau batu dengan benang atau senar pancing. Benangnya tidak perlu dilepas karena tanaman akan tumbuh menutupinya.
- Dinding, bola, dan sebagainya: gunakan jaring plastik dan suction cup untuk menahannya di dinding akuarium. Lipat jaring menjadi dua, tahan dengan suction cup, lalu isi bagian dalamnya dengan tanaman sehingga membentuk dinding. Tanaman akan tumbuh menembus jaring dan menutupi semua celah.
Perbanyakan
Diperbanyak dengan pemisahan: patahkan potongan dari tanaman lalu tempelkan ke permukaan atau hardscape. Bila tanaman sudah tumbuh terlalu lebat (talus saling bersentuhan dan tumpang tindih), saatnya dipisah, dan ini juga mempercepat pertumbuhannya.
Metode dry start
Karena di alam tanaman ini mengolonisasi tanah lembap di negara-negara subtropis, ia juga bisa ditanam dengan Dry Start Method (DSM), yang mempercepat perkembangan tanaman yang lambat tumbuh, mematangkan (men-cycle) substrat, dan menghilangkan masalah alga. Hal ini juga menjadikannya pilihan bagus untuk paludarium.
Masalah umum
- Struktur rapuh: mudah rusak saat perawatan, dan potongannya tersebar lalu tumbuh di tempat yang tidak diinginkan. Tangani dengan sangat hati-hati.
- Sulit ditanam: tidak punya sistem akar yang berkembang baik, dan dalam kondisi optimal gelembung oksigen kecil terbentuk di ujung daun, sehingga tanaman yang tidak diikat bisa mengapung sebentar sebelum tenggelam di suatu tempat di akuarium. Ikatkan ke sesuatu.
- Sifat invasif: setiap bagian yang patah mulai tumbuh, sehingga bisa sangat sulit untuk disingkirkan. Tangani dengan sangat hati-hati.
- Daun bawah memanjang dan jarang: saat tanaman sudah sangat besar, bagian bawahnya bisa mati. Periksa pencahayaan, yang biasanya menjadi penyebab utamanya.
- Sulit dipangkas: sangat sulit dibentuk dan dipakai untuk aquascape, dan pemangkasan hampir mustahil karena kerapuhannya. Berikan kondisi optimal agar tanaman tidak tumbuh meninggi.
- Membusuk: kalau ada sesuatu yang menempel di tanaman, bagian itu bisa mulai membusuk. Jaga air tetap bersih dengan perawatan rutin.
Manfaat

Bisa dicampur dengan ikan apa?
Pelihara Monosolenium tenerum hanya bersama udang hias kecil (dwarf shrimp) dan ikan air tawar kecil yang kemungkinan tidak akan merusaknya, karena tanaman ini sangat rapuh. Hindari ikan yang suka mengaduk substrat di dekat tanaman (pleco atau catfish) atau yang terlalu doyan memakannya, seperti silver dollar, Buenos Aires tetra, koi, goldfish, oscar, rainbowfish, Jack Dempsey, botia (clown loach), dan cichlid Afrika. Sebagian besar lobster air tawar dan kepiting air tawar juga bukan kombinasi yang baik, karena mereka memotong, memakan, dan mencabut semua yang ada di akuarium.2

Di mana habitat aslinya?
Monosolenium tenerum punya sebaran yang sangat terbatas di kawasan subtropis Asia. Tanaman ini bisa ditemukan mulai dari India timur laut, Tiongkok selatan dan Taiwan hingga Jepang selatan. Bahkan di sana pun, spesies ini hanya ada di beberapa area yang terisolasi.
Akibat tersebar tanpa sengaja oleh manusia, tanaman ini juga tercatat di Nepal.2
Habitat alami
Di alam, Monosolenium tenerum tumbuh secara emersed di habitat dengan kelembapan tinggi. Tanaman ini bukan tanaman air sejati, dan belum ada laporan bahwa ia tumbuh terendam (submerged) di alam.
Ini adalah lumut hati semi-terestrial yang menghuni tempat-tempat lembap, tumbuh di tanah basah yang teduh di sepanjang sungai dan aliran air di hutan.2

Catatan
Tanaman akuarium hasil kultur jaringan dalam cup tertutup. Monosolenium tenerum asal Asia adalah lumut hati yang menarik, tingginya 2–5 cm, dan paling mirip Riccia raksasa yang tetap berada di dasar, tempat ia membentuk hamparan seperti bantalan. Tanaman ini sering keliru disebut Pellia.1
Monosolenium tenerum (sebelumnya dikenal sebagai Pellia endiviifolia) adalah tanaman yang kontroversial. Mudah ditanam, tetapi sifatnya yang invasif dan strukturnya yang rapuh menuntut perawatan lebih, jadi tempatkan hanya di akuarium dengan setup yang sesuai. Alternatif yang tampilannya mirip tetapi lebih rapi membentuk rumpun adalah Subwassertang dan Crystalwort.
Kolonisasi daratan oleh tumbuhan dimulai pada pertengahan periode Ordovisium (sekitar 470 juta tahun lalu). Lumut hati bertalus, bersama lumut tanduk dan lumut sejati, dianggap termasuk tumbuhan darat yang paling awal memisah dalam evolusi. Pada tahun 1849 tanaman ini dideskripsikan oleh ahli botani Inggris William Griffith; kombinasi ciri-cirinya yang tidak biasa membuat banyak ilmuwan, selama puluhan tahun, percaya bahwa ia sebagian besar hanya membayangkannya.
Etimologi: asal-usul nama 'Monosolenium' tidak jelas; diduga terbentuk dari Mono ('sendiri') + Solenium (dari Solanum, 'nightshade'). 'Tenerum' dalam bahasa Latin berarti 'lunak, halus, atau lembut'.2
Sumber
2 sumber dan pustaka
- Tropica tropica.com
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Pradhan, Nirmala, David G. Long, and Sanu Devi Joshi. “Monosolenium tenerum Griff.(Marchantiopsida, Monosoleniaceae) in Nepal.” Cryptogamie Bryologie(2007).
- Yang, Bao-Yu. “The discovery of Monosolenium tenerum in Taiwan.” Taiwania11, no. 1 (1965): 29-34.2
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.