Satuan
Tampilan

Cichlidae, Brasil

Apisto Trifasciata

Apistogramma trifasciata

Nama lain: Three-striped Apisto, Three-striped Dwarf Cichlid, Trifasciata

Suhu
20–25°C
pH
5–7
Akuarium minimum
45 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
20–25°C
pH
5–7
Ukuran
5,5 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 5,5 cm
  • AirMudahpH 5–7, 1–10 dGH
  • SuhuSedangair sejuk · 20–25°C
  • PerilakuSedangagak agresif

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-29.

Info singkat

Apisto tiga garis (three-striped apisto), Apistogramma trifasciata, adalah cichlid kerdil dari daerah aliran sungai Guaporé, Paraguay, dan Paraná tengah. Ikan ini ditemukan di Brasil, Paraguay, dan Argentina, dan hidup di anak sungai berarus lambat, cabang sungai, serta sungai-sungai kecil tempat serasah daun menumpuk. Garis ketiga yang sempit, dari pangkal sirip dada sampai ke sirip anal, membantu membedakannya dari kerabat satu genusnya. Kode DATZ-nya A204. Bentuk dari Argentina dan rio Guaporé, yang mungkin masih satu spesies, diberi kode A205 dan A206.

  • Ukuran maksimum: jantan 55 mm SL, betina 40 mm SL
  • Tingkat kesulitan: 6 dari 8 (sedang), karena ikan ini membutuhkan akuarium yang sudah matang dan air yang stabil.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Panjang standar: jantan 55 mm SL, betina 40 mm SL.

Alas akuarium: 45 × 30 cm. Volume: sekitar 41 liter.

Ukuran alas 45 × 30 cm atau yang setara sudah cukup untuk satu pasang. Kalau memelihara satu kelompok, dibutuhkan akuarium yang lebih besar.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 20–25 °C
  • pH: 5,0–7,0
  • Kesadahan: 1–10 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Asalkan tersedia cukup tempat berlindung dan struktur, spesies ini tidak rewel soal dekorasi. Pot keramik, potongan pipa plastik, dan bahan buatan lainnya semuanya bisa dipakai.

Tatanan yang lebih alami bisa berupa substrat pasir yang lembut, dengan akar dan dahan kayu yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak sudut teduh dan gua.

Tambahan serasah daun kering memberi tempat berlindung dan tempat bertelur ekstra, dan saat daun membusuk akan tumbuh koloni mikroba yang bermanfaat.

Koloni mikroba ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk membantu meniru kondisi di alam. Untuk tujuan yang terakhir ini, alder cone juga bisa dipakai.

Pencahayaan yang cukup redup dianjurkan. Tanaman air yang tahan kondisi seperti itu, misalnya Microsorum, Taxiphyllum, atau Cryptocoryne spp., bisa ditambahkan, dan tanaman apung, terutama Ceratopteris spp., juga berguna.

Tidak perlu memakai gambut (peat), karena pengambilannya tidak berkelanjutan dan merusak lingkungan.

Filter tidak perlu terlalu kuat; filter spons bertenaga aerator atau sejenisnya sudah cukup.

Tentu saja, ikan ini sensitif terhadap naik-turunnya kadar limbah organik dan jangan pernah dimasukkan ke akuarium yang siklus nitrogennya belum matang.

Spesies ini juga membutuhkan air asam dengan kesadahan karbonat yang hampir nol dan kesadahan umum (GH) yang rendah. Karena itu, mungkin perlu memakai unit reverse osmosis (RO) atau cara lain untuk mendapatkan air lunak, dan bila perlu air ini bisa diasamkan lagi dengan asam fosfat atau sejenisnya.

Meski begitu, spesies ini tidak serewel beberapa kerabat satu genusnya dan masih tahan di air yang agak lunak dan netral. Ikan hasil ternakan akuarium bahkan lebih mudah beradaptasi.1

Diberi pakan apa?

Apistogramma spp. pada dasarnya karnivora dan di alam kebanyakan memakan invertebrata dasar perairan.

Di akuarium, pakan hidup dan beku seperti artemia, kutu air (Daphnia, Moina), dan larva chironomid (cacing darah) sebaiknya diberikan secara rutin. Meski begitu, kebanyakan spesies juga akan belajar menerima pakan kering, dan pelet umumnya lebih disukai daripada pakan serpihan.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Ikan hasil ternakan adalah pilihan yang dianjurkan untuk akuarium komunitas.

Ikan tangkapan alam sebaiknya dipelihara sendiri atau bersama ikan 'dither' kecil seperti Nannostomus spp., dan idealnya tidak dicampur dengan Apistogramma lain.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan lebih besar, lebih berwarna, dan siripnya tumbuh lebih panjang dibanding betina.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Ikan ini bertelur pada substrat, dan biasanya meletakkan telurnya di celah atau rongga di antara dekorasi.

Jantan yang sudah dewasa kelamin membentuk wilayah kekuasaan dan bereaksi agresif terhadap jantan lain di sekitarnya, tetapi kehadiran beberapa betina biasanya masih ditoleransi.

Setelah memijah, jantan biasanya kembali menjaga wilayahnya yang lebih luas dan merayu betina lain, sementara betina yang menjaga dan merawat telur serta burayak.

Tergantung suhu, telur menetas dalam 36–72 jam, dan burayak mulai berenang bebas beberapa hari kemudian.1

Sebaran alami

Hidup alami di: Brasil, Paraguay, Argentina1

Sungai, danau, wilayah: Guaporé, Paraná, Amazon1

Apa kata sumber
  • Brasil, Paraguay, Argentina · Seriously Fish1: “Found in Brazil, Paraguay and Argentina, it lives in sluggish creeks, tributaries and smaller rivers where leaf litter collects.”
  • Guaporé, Paraná, Amazon · Seriously Fish1: “Type locality is 'Arroyo Chagalalina' in Paraguay but this species has a relatively wide distribution extending southwards from the rio Guaporé drainage in the southern Amazon basin though the connected rio Paraguay watershed in Brazil and Paraguay and on as far as the middle Paraná (of which the Paraguay is a major tributary) basin in Argentina.”

GBIF punya 156 catatan di alam liar: 144 di negara-negara di atas, 12 di tempat lain (terbanyak: Bolivia 12). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.

  • Catatan di negara asal
  • Kotak berisi keduanya
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 156 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Lokasi tipenya adalah 'Arroyo Chagalalina' di Paraguay, tetapi sebaran spesies ini cukup luas. Mulai dari daerah aliran rio Guaporé di bagian selatan lembah Amazon, sebarannya membentang ke selatan melalui daerah aliran rio Paraguay yang terhubung dengannya di Brasil dan Paraguay, hingga ke daerah aliran Paraná tengah di Argentina (rio Paraguay sendiri merupakan salah satu anak sungai utama Paraná).1

Habitat alami

Anak sungai berarus lambat, cabang sungai, dan sungai-sungai kecil, terutama di bagian yang banyak menampung serasah daun.1

Catatan

Spesies ini diberi nomor 'A' A204 dalam sistem DATZ. Bentuk-bentuk kerabat yang mungkin masih satu spesies diberi kode A205 atau A206 tergantung lokasi pengambilannya, masing-masing mewakili populasi dari Argentina dan dari rio Guaporé.

A206 dari rio Guaporé ada dalam bentuk warna merah dan biru, dan keduanya tampaknya hidup bersama di alam.

Menurut Römer (2006), spesies ini dapat dibedakan dari kerabat satu genusnya dengan kombinasi ciri berikut: sirip ekor membulat; garis lateral di badan selebar sekitar satu sisik dan memanjang sampai pangkal sirip ekor; garis gelap sempit yang memanjang ke belakang dari belakang mata sampai tepi belakang tutup insang; garis ketiga tambahan yang memanjang ke belakang dari pangkal sirip dada sampai pangkal depan sirip anal; tidak ada bintik gelap di pangkal sirip ekor; sirip punggung dengan membran runcing yang biasanya sangat memanjang pada 4–6 jari-jari keras pertama; warna badan bervariasi dari hijau zamrud sampai biru baja, dengan kepala kuning dan sirip punggung sebagian merah.

Apistogramma termasuk genus cichlid Amerika Selatan dengan jumlah spesies terbanyak, dengan sekitar 70 spesies yang saat ini diakui sah, tetapi masih banyak lagi yang menunggu dideskripsikan.

Selain itu, banyak spesies yang memiliki dua atau lebih bentuk warna geografis, yang di kemudian hari mungkin terbukti merupakan spesies berbeda, mungkin juga tidak.

Para hobiis biasanya memberi label bentuk-bentuk ini dengan data lokasi pengambilan bila tersedia, agar tidak tercampur dan tidak terjadi hibridisasi.

Para ahli juga telah mengelompokkan spesies-spesies anggotanya ke dalam serangkaian lineage, kompleks, dan grup spesies agar lebih mudah dibedakan.

Daftar seperti ini terus bertambah dengan ikan-ikan yang muncul di perdagangan ikan hias, dan hampir selalu berubah.

Sebagai contoh, sublineage A. trifasciata berada di dalam lineage A. trifasciata yang lebih besar dan terdiri atas grup spesies A. arua, A. brevis, A. cacatuoides, A. atahualpa, A. nijsseni, dan A. trifasciata.

Apistogramma dan sejumlah genus kerabatnya sering dimasukkan ke dalam subfamili Geophaginae yang masih bersifat dugaan.

Kullander (1998) melakukan studi filogenetik berbasis morfologi yang membagi Cichlidae neotropis menjadi enam subfamili. Di antaranya, Geophaginae berisi 16 genus yang terbagi ke dalam tiga 'tribus':

  • Acarichthyini - Acarichthys dan Guianacara.
  • Crenicaratini - Biotoecus, Crenicara, Dicrossus, dan Mazarunia.
  • Geophagini - Geophagus, Mikrogeophagus, grup 'Geophagus' brasiliensis, grup 'Geophagus' steindachneri, Gymnogeophagus, Satanoperca, Biotodoma, Apistogramma, Apistogrammoides, dan Taeniacara.

Studi molekuler berikutnya oleh Farias et al. (1999, 2000, 2001) menambahkan Crenicichla dan Teleocichla ke dalam Geophaginae. Hasil ini didukung oleh López-Fernández et al. (2005), yang melakukan analisis molekuler paling terperinci terhadap kelompok ini sampai saat itu, mencakup 16 dari 18 genus dan 30 spesies.

Namun, kesimpulan mereka tentang hubungan antargenus agak berbeda dari hipotesis sebelumnya, dan dapat diringkas menjadi kelompok-kelompok longgar berikut:

  • hubungan kelompok bersaudara (sister group) antara Acarichthys dan Guianacara yang dukungannya lemah.
  • "klad Satanoperca" yang dukungannya kuat, terdiri atas Satanoperca, Apistogramma, Apistogrammoides, dan Taeniacara.
  • "klad besar" yang berisi Geophagus, Mikrogeophagus, grup 'Geophagus' brasiliensis, grup 'Geophagus' steindachneri, Gymnogeophagus, Biotodoma, Crenicara, dan Dicrossus.
  • "klad crenicarine" yang berisi Biotoecus dan Crenicichla.

Studi tersebut tidak menyertakan perwakilan Teleocichla maupun Mazarunia, tetapi Teleocichla sudah lama diketahui sebagai kerabat terdekat (sister) Crenicichla, sedangkan Mazarunia dalam penelitian-penelitian sebelumnya dikelompokkan berdekatan dengan Dicrossus dan Crenicara.

Kesimpulan utama lain dari makalah itu adalah konfirmasi bahwa Geophaginae merupakan kelompok monofiletik yang menunjukkan tanda-tanda kuat telah mengalami radiasi adaptif yang cepat.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Eigenmann, C. H. and C. H. Kennedy (1903). On a collection of fishes from Paraguay, with a synopsis of the American genera of cichlids. Proceedings of the Academy of Natural Sciences of Philadelphia v. 55, 497-537
  • Farias, I. P., G. Ortí, I. Sampaio, H. Schneider and A. Meyer (1999). Mitochondrial DNA phylogeny of the family Cichlidae: monophyly and fast molecular evolution of the Neotropical assemblage. Journal of Molecular Evolution 48(6), 703-711
  • Farias, I. P., G. Ortí, I. Sampaio, H. Schneider and A. Meyer (2001). The cytochrome b gene as a phylogenetic marker: the limits of resolution for analyzing relationships among cichlid fishes. Journal of Molecular Evolution 53(2), 89-103
  • López-Fernández, H., R. L. Honeycutt, M. L. J. Stiassny and K. O. Winemiller (2005). Morphology, molecules, and character congruence in the phylogeny of South American geophagine cichlids (Perciformes, Labroidei). Zoologica Scripta 34(6), 627-651
  • Römer, U. (2006). Cichlid Atlas: v. 2 Mergus Verlag GmbH, 1-1320
  • Kullander, S. O. (1980). A taxonomical study of the genus Apistogramma Regan, with a revision of Brazilian and Peruvian species (Teleostei: Percoidei: Cichlidae). Bonner Zoologische Monographien No. 14, 1-152
  • Reis, R. E., S. O. Kullander and C. J. Ferraris, Jr. (eds) (2003). Check list of the freshwater fishes of South and Central America. CLOFFSCA. EDIPUCRS, Porto Alegre, i-xi + 1-729
  • Wise, M. (2011). Apistogramma Species List By Species-Groups/Complexes. World Wide Web electronic publication, http://apisto.sites.no, Accessed on 13.02.171